
Susana mencekam yang terjadi di salah satu hotel bintang lima , dalam sekejap membuat kegaduhan . Para anggota militer langsung di kerahkan menuju lokasi kejadian .
Mereka membawa beberapa senjata api yang lengkap , jaga - jaga kalau serangan ini berasal dari seorang tero- ris , yang terjadi beberapa tahun belakangan ini .
"Hotel bintang lima jakarta di serang ."
"Siapkan pasukan ."
Beberapa anggota militer berhamburan , mengambil senjata nya masing - masing , memasuki mobil ,mengambil tempat duduk masing - masing . Beberapa mobil polisi pun melesat , melaju begitu cepat menuju tempat kejadian .
Hotel bintang Lima saat ini di jaga ketat oleh beberapa anggota militer , sebagian anggota lain mengecek keadaan di dalam hotel , sebagian lagi mengevakuasi para pengunjung hotel , para korban pun di larikan ke rumah sakit terdekat .
****
Syuutttt...Syuuttt..Syuuttt..
Door.. Door.. Door..
Kedua mobil saling mengejar di jalan raya , suara dentuman sesekali terdengar dari arah depan , sebuah mobil di belakang mencoba membidikkan senjata api nya ke arah mobil di depan nya namun mobil itu selalu menghindar .
Damnt it
Ucap pria bule itu kesal ,
Di mobil depan , Akihiro terus memacu mobil nya dengan cepat membuat Anna ketakutan di tambah lagi dengan suara tembakan yang kembali terdengar membuat suasana menjadi tegang .
Ya.. tuhan , mimpi apa aku semalam , kenapa jadi kejar - kejaran seperti ini sih
Anna terus mengumpat , namun tidak dengan Akihiro dia tetap tenang dan fokus menyetir.
"Hei , Tuan sebenarnya apa yang kau lakukan ? Kenapa mereka mengejar mu ? apa kau seorang mafia ?"
Anna terus mengoceh
"Ahh.. tidak ..tidak.. , aku tidak ingin terlibat dengan masalah mu , turun kan aku segera .. turunkan aku..
Diam..
Anna tertegun mendapat bentakan dari Akihiro , karena kesal Anna terus mengoceh Akihiro terpaksa membentak nya .
" Kamu pikir dengan aku menurunkan mu , kau akan selamat ?"
Anna kembali tertegun memikirkan ucapan Akihiro , benar apa kata nya belum tentu juga dia selamat .
"Tapi aku juga tidak mau mati konyol . Kalau tahu akan seperti ini jadi nya aku tidak akan menyelamatkan mu dari awal ."
"Kau menyesal ."
"Iya, aku menyesal karena aku telah menyelamatkan mu , dan setelah ini aku tidak ingin bertemu dengan mu lagi , kerja sama kita batal ."
"Kita bicarakan itu nanti ."
Anna terus mengoceh , rasa panik , gelisah , takut menjadi satu. Akihiro tetap fokus menyapu pandangan nya ke depan , kedua tangan nya masih mengendalikan bundaran stir, Akihiro tidak memperdulikan ocehan Anna di samping nya , lebih baik dia membiarkan Anna terus mengoceh , mengeluarkan semua umpatan dalam hati nya.
__ADS_1
Door..
Ahh..
Suara tembakan kembali terdengar dan hampir mengenai tangan Anna yang menjulur keluar , untung saja Akihiro bertindak cepat dia menarik tangan Anna ke dalam mobil setelah mengetahui seorang pria dari mobil belakang siap membidikkan senjata nya .
Ya tuhan.. mami .. papi .. tolonglah aku ..
Akihiro tersenyum tipis , mendengar ocehan Anna yang berdoa lebih tepat nya merengek menyebut nama mami papi nya .
"Tuan , turunkan aku di tempat aman aku mohon , aku akan relakan mobil ku ini , asalkan turunkan aku , aku tidak ingin terlibat masalah mu ."
"Begini saja, kau boleh ambil mobil ku ini , aku tidak akan meminta ganti rugi walau pun mobil ku rusak , asalkan aku selamat , please .. aku mohon tuan , kasihanilah aku , aku seorang wanita ."
"Memang nya kenapa kalau kau seorang wanita ." timpal Akihiro
"Aku belum siap mati , kalau kau ingin mati , silahkan tapi jangan mengajak ku ."
"Kalau aku mati kau juga akan mati , kita berdua berada dalam mobil yang sama ."
Apa ! Gila ,dia saja yang mati aku tidak ingin mati , batin Anna
"Ya.. tuhan selamatkan lah aku , kau ambil saja orang ini jangan aku " Anna berdoa sambil memejamkan mata .
"Kau mendoakan aku mati ." ucap Akihiro yang merasa tersinggung dengan ucapan Anna.
"Tuan aku belum siap mati , aku masih punya cita - cita , impian , aku juga belum menikah ,"
Seketika ucapan Anna membuat Akihiro tergelak ,
"Kenapa ? memang nya salah ? "
Oh ..tuhan selamatkan lah aku , malam ini aku akan bertemu seseorang yang terpenting dalam hidup ku , seseorang yang selalu membuat ku bahagia , seseorang yang selalu aku nanti kan , 17 tahun aku menantikan saat - saat ini , untuk bertemu dengan nya , aku mohon pada mu selamatkan lah aku tuhan.. izinkan aku untuk menemui nya
Anna terus memohon dalam hati , seraya memejamkan mata nya untuk menghilangkan rasa takut nya .
Drt..drt..drt..
Suara getaran ponsel terdengar , ternyata ponsel Akihiro berdering , Akihiro meminta Anna untuk mengambil ponsel dalam saku jas nya , karena Akihiro harus tetap mengendalikan mobil nya dengan cepat .
"Tolong ambilkan ponsel ku ."
"Apa ?"
"Cepat , kau ingin selamat tidak ."
"Ah .. iya tentu , dimana ponsel mu ?"
"Di dalam sini ."
Anna langsung mengambil ponsel Akihiro di dalam saku jas nya , setelah itu mengangkat telepon itu menempelkan ponsel nya pada telinga Akihiro .
"Halo Akio ." ucap Akihiro pada sambungan telepon.
__ADS_1
"Tuan , anda dimana ? apa baik - baik saja ? "
"Aku sedang menyetir sekarang , seseorang menyerang ku dan sekarang mereka masih mengejar ku ."
"Tuan apa mereka utusan dari Pablo ?"
"Entahlah , pokok nya kamu pergi hubungi polisi , dan jemput aku setelah semua nya aman ."
"Tuan ,tuan memakai mobil siapa ?"
"Aku bersama Anna , sudah dulu Akio nanti ku hubungi lagi ."
Tut. telepon pun di tutup .
Sudah ?
Anna bertanya apa pembicaraan nya sudah selesai , Akihiro pun mengangguk lalu Anna menurunkan tangan nya , menaruh ponsel Akihiro kembali di dalam saku jas nya , membuat wajah mereka kembali mendekat , wangi rambut Anna sampai tercium aroma nya begitu harum , membuat Akihiro lupa akan hal darurat .
"Siapa pria yang ingin kau nikahi ?" ucapan itu lolos begitu saja dari mulut Akihiro .
Anna mendongakkan kepala nya membuat mata mereka kini saling bertemu dan saling pandang ,
Deg,
Jantung Anna kembali berdesir , hati nya kembali berdebar , mata Akihiro membuat nya terhipnotis , Anna mencoba menetrlalisir detak jantung nya .
"Apa aku ?" Akihiro kembali berkata
Anna terbelalak langsung menjauhkan tubuh nya dari Akihiro , ucapan Akihiro membuat pipi Anna merah merona .
"Aku menikahi manusia Es seperti mu ? Tidak akan ."
"Oh , ya ! Tapi kenapa aku merasa lain kalau aku adalah pria yang akan kamu nikahi ."
"Kau terlalu banyak berharap Tuan ."
"Ingat , aku tidak ingin mengenal apalagi menikah dengan seorang mafia seperti mu ."
"Seorang mafia ? Apa kau menganggap ku seorang mafia ."
"Ya ! Apalagi , kalau tidak kenapa tiba - tiba ada orang yang menyerang mu , seperti sekarang ? Bagaimana hidup ku bisa tenang kalau menikah dengan mu , baru saja sehari kenal dengan mu aku sudah ...." belum sempat Anna melanjutkan perkataan nya tiba - tiba suara dentuman kembali terdengar .
Door ..
Ahh..
Karena terkejut refkles Anna langsung memeluk Akihiro , membenamkan kepalanya di dalam dada bidang milik Akihiro .
Ckiitttt....
Tembakan itu mengenai ban mobil nya , membuat Akihiro hilang keseimbangan , dan hilang kendali .
Ckiitttt....
__ADS_1
"Aku tidak ingin mati , aku harus menemui seseorang pada malam ini , selamatkan lah aku ."
Anna terus berteriak sambil terus memeluk Akihiro , sedangkan Akihiro terus mencoba untuk mengendalikan mobil nya yang sempat oleng .