
Suasana canggung terjadi. Di dalam villa tepat nya di ruang keluarga . Vero , Shila, Zeni , Alvin ,dan Joy mereka menatap Elang dengan sorot mata yang tak bisa di artikan . Terutama Joy yang menatap Elang sangat tajam .
Elang seperti sedang di sidang , namun tetap terlihat tenang .
"Zeni ada apa ini? Apa yang mau kamu bicarakan ." tanya Shila membuka pembicaraan .
"Jelaskan ." titah Zeni pada Elang . Elang jadi bingung sendiri apa yang harus dia katakan . Dia harus memulai nya dari mana ? Huuffft Elang menghela nafas sejenak . Elang hanya bilang yang sebenar nya , bahwa Zeni salah paham terhadap nya dan tidak ada niatan sama sekali untuk mencium Jolie . Namun itu membuat Vero sangat marah .
"Berani nya kamu menyentuh putri ku ." bentak Vero dengan tatapan tajam nya .
"Sekarang katakan , siapa diri mu sebenar nya ? Apa maksud mu mendekati putri nya ? Dan untuk apa kamu berpura - pura menjadi bodyguard nya apa tujuan mu sebenar nya ? " Zeni melontarkan beberapa pertanyaan seakan-akan Elang lah yang salah di sini .
"Erlambang Endra Estiawan , itu nama mu kan ?"
Semua orang menoleh kepada Joy yang baru saja mengucapkan nama Elang dengan lengkap membuat Elang terkejut . Bagaimana dia tahu nama lengkap nya . Ini lah keahlian Joy , untuk mencari informasi seperti ini sangatlah mudah bagi nya , dari awal Joy memang curiga pada Elang , penampilan nya sebagai bodyguard tidak meyakinkan itu sebab nya Joy mencari tahu tentang nya .
"Pemilik Endra hotel , dan pewaris tunggal Endra group ." Elang semakin terkejut karena Joy tahu semua tentang nya , begitu pun dengan yang lain nya .
"Endra group nama itu tidak asing bagi ku ,Endra hotel ? Bukan kah itu hotel bintang lima di jakarta ?" ucap Vero yang tak asing dengan nama itu , mungkin saja Vero mengenal keluarga nya kalau saja mereka bertemu .
"Dimana kamu bertemu dengan Jolie ?" tanya Shila yang menatap Elang sendu .
"Di hotel mami dimana lagi , Endra hotel tidak hanya satu tapi di beberapa kota , termasuk lombok. Tempat dimana mereka bertemu , Dia pemilik hotel itu , dan Jolie sebagai penyanyi yang menghibur , di situlah mereka bertemu ." Lagi - lagi Joy menjelaskan dengan detail , namun tatapan nya masih tetap sama sangat tajam .
"Joy , dari mana kau tahu semua itu ? Lalu kenapa Jolie tidak mengetahui itu ? Jolie malah menganggap nya sebagai bodyguard dan kamu juga langsung menerima tawaran nya ketika anak ku meminta mu menjadi bodyguard nya ? Apa ada maksud lain dari semua ini ? Apa kamu ada niat jahat pada putri ku ." Tanya Shila yang terus memberikan beberapa pertanyaan .
"Mami , semua orang tahu , cari saja di majalah , koran , atau di internet , aku berkata jujur tapi dia yang membohongi kita semua ." jelas Joy membuat mata semua orang tertuju pada Elang .
"Aku bukan orang jahat , aku tidak ada niat untuk berbohong sama sekali tidak ! Ini salah paham aku akan menjelaskan semua nya ." bantah Elang yang merasa di tuduh
Elang menarik nafas dalam - dalam lalu di hembuskan nya . Elang pun mulai menjelaskan dengan detail tidak ada yang di kurang - kurangi atau di lebih - lebih kan . Dari mulai Jolie memasuki kamar yang salah lalu masuk ke kamar nya , dalam keadaan yang tidak wajar karena Jolie melihat Elang hanya memakai handuk saja itu sama saja setengah telanjang .
__ADS_1
Lalu Elang memberitahukan bahwa ada seorang penggemar atau fans yang ingin mencelakai Jolie . Elang pun menjelaskan bahwa sebelum nya dia tidak tahu Jolie seorang publik figur Elang hanya tahu dari asisten nya yang secara kebetulan bertemu di dalam lift , Elang pun memberitahukan tingkah Jolie yang konyol yang mencoret - coret kemeja nya , di tambah dengan lipstik nya .Dan terakhir mereka bertemu tiba - tiba Jolie meminta nya menjadi bodyguard , dan Jolie tidak bertanya apa pekerjaan nya Jolie hanya melihat nya dengan sebelah mata Jolie pikir Elang hanya pemandu wisata dan sampai akhir nya tiba di jakarta.
Semua orang yang mendengar penjelasan Elang hanya geleng - geleng kepala , Vero dan Shila merasa malu atas tingkah putri nya itu .
Shila merasa syok dan malu , di sini Jolie lah yang salah , dengan ceroboh nya dia bisa salah masuk kamar . Shila jadi teringat masa lalu nya , saat diri nya terjebak di kamar hotel orang lain , dan membuat nya tertidur dengan pria itu yang sekarang sudah menjadi suami nya .
Shila takut karma akan berlaku , apa lagi setelah mendengar penjelasan Elang , Shila tidak yakin mereka tidak melakukan apapun di dalam kamar itu , walau pun Elang sudah menjelaskan bahwa tidak menyentuh nya sama sekali .
Shila merasa pusing , kepala nya seperti berputar , tatapan nya pun mulai kabur
"Shila ." teriak Zeni yang melihat Shila hampir tumbang . Untung saja Vero dengan sigap memeluk nya .
"Sayang kau tidak apa - apa ?"tanya Vero yang memeluk Shila .
" Joy , tolong panggilkan Jolie ." titah Vero pada Joy . Joy pun berdiri dan melangkah pergi untuk memanggil Jolie .
****
"Jolie , aku lelah jangan kejar aku lagi . Please .... Aku mohon , apa yang aku katakan tidak salah kan !"
"Stella kamu pikir aku sengaja , kita berdua jatuh lalu dia menindih tubuh ku , itu tidak seperti yang kamu lihat ."
"Apa ? Apa yang kamu lihat Stella ?" tanya Anna yang tiba - tiba muncul .
"Jolie dan bodyguard nya ...." ucap Stella sambil meragakan orang berciuman dengan kedua tangan nya .
"Jadi kecurigaan ku benar , kau ada apa - apa dengan nya ? " hardik Anna membuat Jolie kesal .
"Apa - apa gimana ? Kalian mengapa menyudutkan ku sih !" teriak Jolie kesal .
"Jolie ."
__ADS_1
Semua orang menoleh ke sumber suara , dari arah belakang Jolie terlihat Joy berdiri dan memanggil nama nya .
"Kau di panggil Papi ."lanjut Joy .
" Papi ." Jolie terlihat gugup dan takut seakan sudah tahu apa yang di katakan papi nya .Dengan langkah ragu Jolie pun berjalan memasuki villa .
Hanya tinggal mereka bertiga Anna ,Stella dan Joy . Joy terlihat menatap dingin Stella , begitu pun Stella yang menatap Joy dengan tatapan teduh nya . Anna yang mengerti akan situasi meninggalkan mereka berdua . Hanya tinggal Joy dan Stella . Joy berjalan perlahan mendekati Stella , Stella hanya diam menunggu apa yang akan di lakukan Joy .
"Joy ."ucap Stella setelah Joy mendekat .
"Kau sengaja membuang nya ?" ucap Joy yang memperlihatkan beberapa botol obat yang di genggam nya . Obat yang baru saja Stella buang .
"Ya, aku membuang nya ."
"Kenapa ? Apa kau bosan hidup ? Kamu tahu banyak orang yang mengkhawatirkan mu tapi kau malah menyia - nyia kan ini ." ucap Joy sedikit membentak .
"Yah .... Aku bosan hidup , untuk apa aku hidup jika semua orang meninggalkan ku , tak peduli pada ku ." ucap Stella dengan nada tinggi namun mata nya terlihat berkaca - kaca .
"Apa peduli kamu Joy , mau aku mati atau tidak kamu tidak akan peduli ,hiks .... hiks ..., apa salah ku Joy , kenapa kamu mendiamkan ku seperti ini kenapa ? Kalau kamu marah bentak saja aku . Kalau aku salah katakan apa salah ku ?" tangis Stella mulai pecah .
"Apa kamu lelah Joy , mempunyai teman seperti ku ? Teman yang selalu merepotkan mu ? Aku yang tidak normal seperti yang lain , Kamu malu punya teman seperti aku ? Kamu tahu semua tentang ku Joy aku gadis yang memiliki trauma dan kisah yang sangat kelam , semua orang akan malu dan menghina ku jika punya teman seperti ku , mereka akan menjauhi ku , hanya kamu yang selalu ada untuk ku , tapi sekarang kamu juga menghindar dan menjauhi ku , aku pikir untuk apa aku hidup, untuk apa semua obat itu , itu semua tidak mengubah apa pun , bahkan Mommy dan Daddy juga meninggalkan kan ku , aku gadis yang sangat malang untuk apa aku hidup . Joy apa Jolie , Anna , dan keluarga mu bisa menerima ku ? Saat tahu masa lalu ku ? Aku rasa tidak , mereka akan menjauhi ku hiks .... hiks ..."
"Stella , itu tidak benar "
Stella
BRUKK!!
Tubuh Stella terjatuh dalam pelukan nya ,seketika Stella pun tak sadarkan diri .
"Stella , Stella bangun"
__ADS_1
Dengan panik , Joy mengendong tubuh Stella ke dalam villa , Joy membawa Stella ke dalam kamar nya, karena memang jarak tangga dengan kamar nya sangat dekat .