Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Meninggal


__ADS_3

"Maaf, pasien tidak bisa di selamatkan."


Semua orang terkejut, mendengar ucapan dokter Arman. Elang terduduk lemas, Joy yang tidak percaya membentak-bentak Arman. Stella hanya bisa menangis, belum kegalauannya hilang di tambah lagi dengan kabar Jolie yang mengejutkan.


"Dimana dokter Indra aku harus bicara dengannya. Dokter ... dokter Indra." teriak Joy yang tak terima dengan kabar ini.


Sedangkan Indra dia duduk terkulai di bawah lantai, kedua dokter yang lain sama-sama diam, ini kali pertamanya Indra gagal dalam melakukan operasi, memang bukan salahnya untuk tetap melakukan operasi namun saat pasien kekurangan banyak darah operasi tidak bisa dilakukan karena itu beresiko tinggi, karena tekad Indra yang kuat dia ingin menyelamatkan Jolie nekad melakukan operasi dan hasil akhirnya ...


"Dokter katakan padaku kalau itu bohong, katakan istriku masih hidup katakan." Tiba-tiba Elang masuk ke dalam ruang operasi, Elang menarik kerah kemeja Indra penuh amarah, namun Indra bergeming Indra hanya diam saja, membiarkan Elang meluapkan emosinya.


"Jolie ... Jolie bangun, Jolie bangun." teriak Elang histeris seraya menangkup wajah pucat milik Jolie.


"Hiks ... hiks ... Jolie aku mohon bangun, maafkan aku ... hiks ... hiks ... ini salahku, aku tidak bisa melindungimu." Elang menangis tersedu-sedu, air matanya sampai membasahi wajah Jolie karena Elang menunduk lemah.


"Jolie kau dengar, kalau kau pergi siapa yang akan bertengkar denganku nanti, siapa yang akan mengomeliku, siapa yang akan menemani mama untuk nonton, untuk shoping, mama menunggumu bangunlah hiks ... hiks ...." Semua orang diam, tidak ada satu pun yang berbicara, Indra menangis, semua dokter sedih melihat Elang yang menangisi Jolie.


"Jolie aku mohon, bangunlah, aku mohon ... aku janji setelah kau bangun aku akan mengatakan yang tak pernah aku katakan padamu, aku ingin kau mendengar ini, aku ... aku mencintaimu Jolie hiks ... hiks ... aku mohon bangunlah, aku mohon."


"Aku mencintaimu Jolie."


"Jolie ...." teriak Elang suaranya menggema memenuhi ruangan operasi.


Indra menangis, pertama kalinya dia gagal melakukan operasi, yang dia lakukan pada anak sahabatnya sendiri. Jolie sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri, Indra menyayangi Jolie, Anna dan Joy bahkan dari kecil mereka sangat dekat.


Indra berjalan gontai ke luar ruangan, sesampainya di luar Indra langsung mendapat bentakan dari Joy, Indra hanya diam saat Joy memarahinya Indra tetap bergeming ( diam saja, tak bergerak).


"Maafkan aku, maafkan aku." ucap Indra dengan nafas berat. Tubuh Joy langsung melorot, Joy terduduk lemah di bawah lantai, sambil terisak-isak.


"Ini salahku, andai saja aku lebih cepat menemukannya, Jolie pasti masih hidup." Joy menyalahkan dirinya sendiri.


Stella memeluk Joy, mencoba untuk menenangkannya.


Di saat semua sedang menangis, bersedih bahkan Indra sudah putus asa, Indra berniat untuk mengundurkan diri dari tugasnya sebagai dokter. Tiba-tiba ...


"Dokter ... dokter Indra, jantungnya kembali normal, denyut nadinya kembali." Suara seorang perawat dari dalam membuat semua orang terkejut, termasuk Indra dan Arman.


"Benarkah?" tanya Indra masih tak percaya


"Ayo Indra kita segera ke dalam." ajak Arman lalu berlari memasuki ruang operasi bersama Indra.


Stella dan Joy kembali tersenyum keduanya saling memeluk satu sama lain, tak lama kemudian Elang keluar dari dalam ruang operasi.


"Elang benarkah Jolie masih hidup, dia tidak meninggal?" tanya Stella Elang hanya mengangguk masih tak percaya.


Jolie POV


"Dimana aku?" tanya Jolie yang berada di tempat yang Indah. Jolie berjalan menyusuri tempat itu yang penuh dengan bunga-bunga tumbuhan hijau, dan kupu-kupu yang berwarna warni.


"Dimana aku? Dimana semua orang."

__ADS_1


"Elang." Panggil Jolie pada seorang pria di depannya.


Jolie terlihat sangat cantik, dengan balutan dres putih, Jolie berlari mengejar laki-laki yang berjalan jauh di depannya.


"Elang tunggu, kamu mau kemana? Apa kita sedang berada di paris?" tanya Jolie Elang pun berbalik dan tersenyum.


"Aku harus pergi, ini bukan duniaku, dunia kita berbeda."


"Apa? Dunia kita berbeda? Maksudmu apa?."


"Selamat tinggal."


"Tunggu, kenapa kau meninggalkanku? Bersama siapa aku disini?"


"Banyak bunga-bunga indah, dan kupu-kupu berwarna-warni yang menemanimu disini. Kamu akan aman disini, dan tenang aku hanya mengantarkanmu saja."


"Apa karena aku nakal? Semena-mena padamu? Bukankah kita sudah berteman, aku minta maaf atas perlakuanku padamu, aku janji ... aku akan menjadi istri yang baik, aku janji." Elang hanya tersenyum.


"Tetap tidak bisa, dunia kita berbeda sekarang, ini duniamu yang sekarang."


"Lalu dimana keluargaku? Joy, Anna, Stella, mami, papi, Kanza, Kenzie, Kenzo dimana mereka? Apa mereka juga meninggalkan ku, tapi kenapa?"


"Ajak aku pergi denganmu Elang, bawa aku."


"Tidak, aku tidak bisa membawa mu bersama ku."


"Tapi ..."


"Elang, Elang, kamu dimana?"


"Jolie." teriakan Elang membuat Jolie terperangah. Suara Elang begitu menggema di telinganya, Jolie berlari mencari sumber suara dari Elang hingga dia menemukan Elang berada di bawah pohon dengan cahaya putih yang menyilaukan.


"Elang, bawa aku pergi, aku ingin ikut denganmu."


Elang mengulurkan tangannya, sambil tersenyum Jolie menggapai tangan itu namun tubuh keduanya terbawa oleh cahaya dan menghilang.


****


Tit ... tit ... tit ... tit ...


Suara monitor kembali terdengar, detak jantung dan denyut nadi kembali normal. Elang merasakan jari tangan Jolie yang sedikit bergerak. Seorang perawat terkejut saat melihat layar monitor.


"Jolie ... Jolie kau dengar aku." ucap Elang yang terus menggenggam tangan Jolie.


"Dokter ... detak jantungnya kembali normal, denyut nadinya pun sama." ucap seorang perawat,


"Ini keajaiban, ini keajaiban tuhan." ucap salah seorang dokter wanita. Mereka kembali tersenyum.


"Panggilkan dokter Indra sekarang juga." tidak dokter wanita itu si perawat pun mengangguk.

__ADS_1


"Kamu bisa keluar dulu, percayakan pada kami, ini keajaiban tuhan memberikan kesempatan pada istrimu. Mungkin dia ingin mendengar pernyataan cintamu." ujar dokter itu yang tak sengaja mendengar teriakan Elang.


"Apa istriku akan baik-baik saja?"


"Kami akan lakukan yang terbaik." Elang pun berjalan keluar meninggalkan Jolie.


****


Elang, Joy dan Stella mereka masih menunggu penuh harap, semoga Jolie bisa di selamatkan. Elang duduk termenung menyadari apa yang baru saja dia katakan.


"Aku mencintaimu Jolie, aku mencintaimu." Elang tidak sadar dengan apa yang di katakannya. Hatinya sangat hancur dan sedih, saat mendengar Jolie meninggal Elang merasa sangat kehilangan sampai tak menyadari apa yang dia katakan.


"Elang kau mau kemana?" tanya Stella yang melihat Elang pergi


"Biarkan saja, dia sendiri dulu." ucap Joy


"Joy, apa sebaiknya kita memberitahukan mami dan papi."


"Aku pikir juga begitu."


"Aku akan menghubungi mereka." ucap Stella.


Elang duduk termenung di taman rumah sakit, tatapannya begitu kosong. Elang masih tak percaya dengan apa yang dia katakan, cinta! Baru saja dia mengatakan cinta. Elang kembali membayangkan saat pertama kali dirinya berjumpa dengan Jolie, saat Jolie melukis kemejanya, saat Jolie menjadikannya bodyguard, pertemuan mereka selalu saja di awali pertengkaran, perdebatan, jauh dari kata romantis.


"Apa aku mencintainya?" gumam Elang setelah bergulat dengan pikirannya.


"Sejak kapan aku mencintainya?"


Elang teringat, saat dirinya melihat Jolie terkulai lemah dengan tubuh penuh darah, Elang begitu khawatir, Elang sangat takut kehilangan. Elang langsung menggendong tubuh Jolie sampai ke rumah sakit.


Drt ... drt ... drt ...


Suara getaran ponsel mengejutkan lamunannya, Elang menyapu air matanya lalu merogoh mengangkat panggilan dari mamanya.


"Elang kamu bohong, kan kalian tidak pergi ke paris?" Elang hanya diam.


"Elang jawab mama, kenapa kamu tidak jadi pergi, sebenarnya sekarang kalian ada dimana?"


Elang menghela nafas sejenak, menetralkan detak jantungnya. "Iya Mah, kami tidak jadi pergi." jawab Elang dengan suara marau.


"Lalu kalian pergi kemana? Kenapa tidak pulang? kalian dimana sekarang?"


"Aku sedang berada di rumah sakit X."


"Rumah sakit? Ada apa dengan kalian apa Jolie sakit?"


"Jolie ... mengalami kecelakaan." jawab Elang berbohong karena tidak mungkin Elang bilang sebenarnya bisa spot jantung nanti ibunya.


"Ya tuhan ... kenapa kamu tidak bilang dari tadi Elang, bagaimana keadaan Jolie?"

__ADS_1


Seandainya mama tahu Jolie sempat dinyatakan meninggal, mungkin mama tidak akan percaya, mama pasti khawatir," batin Elang.


"Mama akan segera datang." Tut. Telepon pun di tutup.


__ADS_2