Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Kenzo si setia


__ADS_3

Tak sedikit wanita yang tersakiti karena cintanya dengan Kenzie, tapi ... tak sedikit pula seorang wanita yang tersakiti karena Kenzo. Bedanya, wanita itu tersakiti karena cintanya tak pernah terbalaskan oleh Kenzo, mereka hanya bisa mengagumi Kenzo, tanpa bisa menyentuh atau pun mendekat.


Rey Kenzo Alvero Wallandou, pria yang dingin, dan cuek. Tak pernah menoleh atau pun melirik seorang wanita, tapi tidak dengan Lusi, wanita yang ia cintai.


Satu tahun sudah perjalanan cinta mereka, Kenzo adalah lelaki yang setia, yang hanya mencintai satu wanita yaitu Lusi Aulia Alviano. Awalnya Lusi, tak menyangka kalau Kenzo akan menjadi kekasihnya, karena satu alasan tidak di lirik! Kenzo, memang tidak pernah melirik Lusi, sikapnya selalu sama cuek dan dingin. Namun, seiringan waktu benih-benih cinta pun tumbuh di antara keduanya, tak di sangka Kenzo akhirnya mengatakan cintanya di hari kelulusannya. Senang sangat senang, karena akhirnya cinta Lusi tak bertepuk sebelah tangan.


Di balik sikapnya yang dingin dan cuek, Kenzo juga seorang lelaki yang romantis, seperti saat ini Kenzo memberikan suprise di hari satu tahun hubungannya dengan Lusi, Kenzo menyiapkan sebuah dinner romantis untuknya dengan Lusi, di sebuah resto yang hanya ada dirinya dengan Lusi, di hiasi bunga-bunga yang bertaburan, dengan cahaya lilin yang menyala memenuhi seisi ruangan, aroma therapy-Nya menambah kesan yang romantis.


"Kenzo, kau yang menyiapkan semua ini?" tanya Lusi yang begitu bahagia.


"Kau suka?"


"Sangat menyukainya, terima kasih," ucap Lusi, yang memeluk Kenzo.


Setelah saling berpelukan keduanya pun duduk di kursi yang sudah di sediakan, makan romantis sambil di iringi musik yang romantis. Kenzo, memang selalu bisa membuat Lusi bahagia.


Lusi sangat beruntung mendapatkan Kenzo lelaki yang setia, dan Kenzo juga sudah menjabat sebagai direktur Wallandou grup mengganti Anna, yang kini sudah memundurkan diri dari perusahaan. Kenzo, adalah direktur paling muda yang menjabat di wallandou grup, dengan IQ dan EQ yang tinggi, Kenzo mampu menjadi CEO di usia muda.


****


Lusi Aulia Alviano, wanita yang lembut, cantik dan baik. Tak sedikit lelaki, yang menyukainya. Seperti Roy, yang menyukai Lusi, namun tidak pernah di lirik oleh Lusi, karena bagi Lusi hanya Kenzo di hatinya.


Lusi, berjalan melewati lorong yang sepi, menuju perpustakaan buku di tempatnya berkuliah. Lusi dan Kanza memang satu universitas tapi berbeda jurusan, dan kelas mereka pun sangat jauh bahkan jarang bertemu.


Entah kenapa, hari ini lorong begitu sepi, entah kemana semua orang. Saat Lusi ingin berbelok arah tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang, dan membawanya masuk ke dalam sebuah gudang, gudang itu sangat gelap dan bau. Lusi, merasa tangannya di kunci seseorang tapi Lusi, tidak bisa melihat siapa orang itu karena terlalu gelap.

__ADS_1


"Kau, menjadi milikku, mulai saat ini, kau tidak bisa menolakku lagi."


Lusi, mengenali suara itu itu seperti suara Roy, lalaki yang menyukainya, namun Lusi selalu menolaknya karena Roy, bukanlah laki-laki baik, karena selalu mencampakan wanita setelah dia merasa puas dengan wanita itu.


Bugh,


Lusi, menendang kejantanannya membuat Roy, meringis kesakitan. Sampai dia menjauhkan tubuhnya dari Lusi.


"Jangan macam-macam kamu ya, aku bisa saja berteriak." ujar Lusi penuh amarah.


"Kamu, tidak akan bisa pergi, silahkan saja kamu berteriak, tidak akan ada orang yang mendengar." ucap Roy, sinis.


"Kamu pikir aku, takut! Jangan harap kamu bisa menyentuhku."


"Kenapa? Apa, kau sudah di sentuh oleh kekasihmu itu? Tidak, masalah walaupun kau sudah melakukan itu dengannya, denganku kau akan merasakan sensasi yang berbeda."


"Sial! Akan ku pastikan kau menjadi milikku hari ini." ucap Roy, yang langsung mendorong tubuh Lusi, dengan paksa, membuat tubuh Lusi terbentur pada dinding, Roy, langsung mengunci tangannya, namun Lusi, tak tinggal diam dia terus memberontak sampai akhirnya Roy, kembali terdorong dan jatuh.


Lusi, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Lusi langsung berlari ke arah pintu, beruntung pintu itu tidak terkunci, dan Lusi, berhasil lolos dan pergi.


Dengan langkah berlari, Lusi mencoba menghubungi Kenzo, namun tidak ada jawaban. Sebelum Roy, kembali mengejarnya Lusi, langsung berlari ke arah kantor dekan, untuk melaporkan tindakan Roy, namun rencananya gagal. Karena, Roy adalah salah satu anak donatur universitas ini, Roy selalu bisa mengelak, dan semua pihak tidak mempercayainya. Roy, malah membalikan semua fakta bahwa Lusi, memfitnahnya.


Lusi, benar-benar geram, karena masih saja Roy, mendapatkan pembelaan. Lusi, merasa aneh kenapa tidak ada yang berani menggertak Roy, padahal sudah banyak korban atas kejahatan seksualnya. Lusi, bertanya pada semua wanita yang pernah dekat dengan Roy, ternyata semua wanita itu sudah Roy, diamkan dengan uang agar mereka tidak berani bertindak atau membuka mulut. Dan setiap wanita yang hamil dengannya, mereka akan menggugurkannya. Sungguh Roy, laki-laki yang bejad, dia menganggap wanita itu sampah setelah memuaskan dirinya, wanita itu di buangnya.


"Jangan pernah melaporkanku pada dekan, karena itu akan sia-sia," ucap Roy, yang menatap sinis.

__ADS_1


"Aku, tidak akan diam selagi wanita tidak mendapat keadilan. Akan ku pastikan, kamu akan mendapatkan hukuman." ucap Lusi, yang berlalu pergi.


"Dia berani padaku, lihat saja nanti." Gumam Roy, yang menatap tajam ke arah Lusi.


****


Kenzo, benar-benar sibuk, sampai tak mendengar nada panggilan dari Lusi, namun Kenzo, tidak pernah lupa untuk menjemput Lusi. Sore ini Lusi, menunggu Kenzo di depan kampus, walaupun sudah sangat lama, namun Lusi tetap menunggu.


"Halo, Kenzo," ucap Lusi pada sambungan telepon.


"Maaf, aku tidak mendengar kau meneleponku tadi, apa kau masih menungguku?" ujar Kenzo, di ujung sana.


"Iya, aku menunggumu. Kalau kau sibuk, aku bisa pulang sendiri."


"Tunggu, aku sebentar lagi aku sampai. Aku sedang di jalan saat ini,"


"Baiklah, aku tunggu love you,"


"I love you," jawab Kenzo, di ujung sana. Sambungan telepon pun di tutup oleh kedua pihak.


Lusi, masih menunggu di depan gerbang, Lusi berdiri dengan santai, sambil mendengarkan alunan melodi pada earphonenya. Tiba-tiba dari arah belakang, sebuah mobil menabrak tubuhnya sampai tubuh Lusi, terlempar jauh.


Arrgh ... ringis Lusi, sambil memegangi dadanya yang sakit, darah segar mengalir di bawah kepalanya. Namun Lusi, masih terlihat sadar. Lusi melirik sekilas ke arah mobil yang berada tak jauh di depannya, Lusi melihat seorang pria, yang tersenyum sinis ke arahnya, lalu pria itu pergi membawa mobilnya.


"Roy," gumam Lusi, lirih. Sampai akhirnya Lusi tak sadarkan diri.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa untuk like dan vote nya ya🙏🤗


__ADS_2