Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Hukuman


__ADS_3

Kenzie, Kanza dan Kenzo kini sedang duduk di sebuah ruangan, entah itu ruangan sidang atau terdakwa. Yang jelas mereka bertiga begitu tegang lebih tepatnya Kanza dan Kenzie, untuk Kenzo dia terlihat santai-santai saja. Sesekali Kanza menghembuskan nafasnya, begitu pun juga Kenzie, sedangkan Kenzo dia hanya duduk bersandar pada dinding sofa, seraya memejamkan kedua matanya, seperti sedang merileks, kan pikirannya.


Di depan mereka, terlihat Shila duduk dengan kedua tangan yang di lipat di bawah dadanya, menatap ketiga putrinya dengan tajam. Tapi tidak dengan Vero, dia terlihat santai tetapi manik matanya tak berpaling dari ketiga anaknya.


"Siapa yang mengajarkan kalian berbohong?" tanya Shila membuka keheningan.


"Sejak kapan kalian suka berbohong?" tanya Shila lagi. Dua kali Shila bertanya, tidak ada satu pun yang menjawab, Kanza, dan Kenzie hanya menunduk, sedangkan Kenzo masih sama seperti sebelumnya, bersandar sambil memejamkan matanya.


"Jawab," bentak Shila, membuat Kenzo terperanjat.


"Aku tidak berbohong, sebelum berangkat aku bilang akan ke rumah Lusi, dan aku memang berada di rumah Lusi, kalau Mami tidak percaya tanya saja Lusi," ujar Kenzo. Di antara kedua saudaranya Kenzo' lah yang paling aman, alasannya memang benar dan tidak ada kebohongan.


"Tapi, kamu membantu Kanza untuk keluar dari rumah," ujar Shila.


"Tidak, Kanza yang mengajakku ke rumah Lusi, dia tidak bilang akan pergi, saat sudah sampai di rumah Lusi dia baru bilang, kalau dia akan pergi sebentar dan menyuruhku untuk menunggu," jelas Kenzo. Lagi-lagi Kenzo memberikan penjelasan yang masuk akal, membuat Kanza kesal karena Kenzo malah menyudutkannya, bukan membelanya.


"Baiklah, Mami terima alasanmu." Ujar Shila seraya menghela nafasnya sejenak.


"Boleh aku pergi," ujar Kenzo, Shila dan Vero pun mengizinkan Kenzo pergi. Kenzo pergi begitu saja tanpa pamit kepada Kanza atau pun Kenzie, membuat kedua saudaranya kesal.


"Dasar, Kenzo." gerutu Kanza.


"Kanza, kenapa diam kamu belum menjawab pertanyaan Mami." Tanya Shila yang menatap Kanza.


"Habisnya, Mami tidak mengizinkanku pergi, aku, kan sudah janji dengan temanku," jawab Kanza


"Oh ya! Janji apa? Apa itu penting? Jawab Mami,"


"Nonton." Jawab Kanza yang langsung menunduk. Shila benar-benar tidak percaya dengan jawaban yang Kanza berikan. shila geleng-geleng kepala.


"Jadi karena nonton, kamu tega berbohong!"


"Maaf, Mami. Tapi Kenzie juga pergi nonton Mami, bukan hanya aku malahan dia pergi dengan pacarnya." ujar Kanza membuat Kenzie kesal.


"Issh ... kau ini, kenapa bawa-bawa aku?" bisik Kenzie


"Memang kenyataannya begitu,"


"Issh ...."

__ADS_1


"Wow, pacar! Jadi tugas kelompoknya itu pacaran?" Vero mulai membuka suara.


"Tidak Papi, aku memang kerja kelompok, sepulang kerja kelompok aku pergi nonton." sanggah Kenzo sambil menggelengkan kepalanya.


"Tugas kelompok apa? Papi sudah hubungi semua gurumu, tidak ada pelajaran tambahan apalagi tugas kelompok," Ujar Vero seraya meneguk tehnya.


"Rasain, ketahuan bohong," cibir Kanza.


"Tiga juta lima ratus ribu, uang yang kamu keluarkan untuk membeli buku ilmu pengetahuan, sejarah, daftar seni dan buku antalogi. Tapi pihak sekolah tidak mengakui itu, jadi ... kemana, kan uang itu?" Tanya Vero yang kini menatap Kenzo.


"Uang bukan masalah, tapi Papi harus tahu untuk apa saja kamu menggunakan uang itu?"


"Di kasih pacar-pacarnya Papi." Celoteh Kanza, membuat Kenzie semakin geram.


"Maaf, aku keceplosan," bisik Kanza.


Shila dan Vero hanya bisa diam sambil berpikir, karena terlalu sibuk dan memperhatikan triple J yang akhir-akhir ini banyak sekali masalah, tanpa mereka sadari tingkah triple Rey lebih parah dari ketiga kakaknya.


"Sementara waktu, rekening kalian Papi blokir, terutama kamu Kenzie,"


"Tapi Papi," sanggah Kenzie dan Kanza.


"Satu lagi, mulai hari ini tidak boleh pulang lewat dari jam 18.00 WIB, mengerti!" Tegas Vero yang langsung bangun dari duduknya lalu pergi.


"Mami," rengek Kanza dan Kenzie, berharap Shila dapat membujuk Papinya.


"Tidak boleh membantah,"


"Ah Mami,"


"Sepertinya hukuman kalian ingin di tambah, baiklah ... besok pagi bangun lebih awal, Mami tunggu kalian pukul enam pagi." Tegas Shila lalu beranjak dari duduknya, pergi meninggalkan Kanza dan Kenzie.


****


Indra terlihat terburu-buru menyelesaikan pekerjaannya, dan langsung pulang ke rumahnya. Setelah mendengar cerita dari Nita dan Lira, yang bercerita bahwa mereka melihat Amber di bonceng oleh seorang laki-laki, di sebuah cafe tadi malam. Indra takut Tissa mengetahuinya, karena Indra tahu Tissa seperti apa, kalau sampai Tissa mengetahui dari orang lain Amber akan menjadi amukannya.


Sepuluh menit berlalu, Indra sudah sampai di apartemennya, setelah memparkir, kan mobilnya Indra langsung berjalan sedikit berlari menuju apartemennya, dan benar saja ke khawatiran Indra benar terjadi. Indra melihat Amber yang menangis di dalam kamarnya, Indra melangkah mendekati pintu kamar Amber, lalu mengetuknya.


Tok, tok, tok,

__ADS_1


"Boleh aku masuk?" ujar Indra. Amber yang mendengar ketukan pintu pun langsung menyapu air matanya.


Indra pun memasuki kamar Amber, lalu duduk di bibir ranjangnya. "Apa ada masalah? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Indra sambil menatap Amber. Amber hanya menggeleng.


"Apa di marahi lagi?" tanya Indra, Amber hanya diam.


"Ibumu sangat sayang padamu, itu sebabnya dia marah, seorang ibu pasti khawatir pada anaknya, tapi mereka mengatakannya dengan cara yang berbeda." ujar Indra mencoba memberikan pengertian.


"Apa aku salah, jika aku ingin bermain dengan teman-temanku? Mama selalu mengekangku, aku hanya pergi nonton, tidak lebih." ujar Amber.


"Tidak, kamu tidak salah. Tapi ... apa temanmu itu laki-laki?" tanya Indra, membuat Amber mendongak.


"Kamu tahu, kan masalalu ibumu, kita tidak tahu apa yang terjadi di luar sana, apalagi kamu pergi dengan seorang laki-laki di malam hari, semua ibu pasti akan khawatir. Ibumu hanya tidak ingin kamu mengalami hal buruk seperti dirinya. Ingat Amber, laki-laki yang baik akan datang ke rumah meminta izin pada ibumu. Jadi ... mengertilah perasaan ibumu." Amber terdiam mendengar perkataan Indra.


"Sudah, jangan menangis lagi, meminta maaflah nanti pada ibumu, bicaralah dengan pelan, oke!" Amber mengangguk. Indra pun tersenyum lalu pergi meninggalkan kamar Amber.


Kini Indra memasuki kamarnya, melihat Tissa yang duduk di atas meja riasnya sambil menumpukan kedua siku tangannya di atas meja dengan kedua tangan menutup wajahnya. Tissa memang tidak bisa mengontrol emosinya, mungkin Tissa berlebihan tapi semua itu Tissa lakukan demi Amber.


"Ada apa? Apa kau sakit?" Tanya Indra seraya membuka pakaiannya. Tissa langsung menoleh ke arah Indra yamg sedang membuka jasnya.


"Kau sudah pulang, apa kau ingin memakan sesuatu? Atau kau ingin mandi dulu? Biar aku siapkan air hangat," ujar Tissa yang mendekati Indra.


"Duduklah, aku ingin bicara denganmu." Ujar Indra, yang memegang tangan Tissa lalu menuntunnya untuk duduk di bibir ranjang.


"Aku, tahu kamu khawatir pada Amber, tapi jangan terlalu keras padanya, Amber sudah besar dia bukan anak kecil lagi, anak-anak seusianya pasti melakukan hal yang sama, aku tahu Amber salah, tapi aku juga tahu kamu memarahi-Nya karena kamu teringat masalalumu. Aku yakin, Amber bisa menjaga dirinya."


"Ya, aku mengerti aku salah, aku terlalu keras padanya, aku hanya takut kalau Amber ...." ucap Tissa tertahan. "Amber pergi dengan laki-laki tanpa sepengetahuanku, bisa jadi laki-laki itu melakukan ...." Ucapan Tissa kembali tertahan, Tissa tak bisa melanjutkan perkataannya lagi, tertahan karena tangisannya. Indra yang melihat Tissa menangis langsung memeluknya.


"Tenangkan dirimu, semua akan baik-baik saja, kamu hanya di hantui masalalumu." ujar Indra yang mengusap lembut punggung Tissa.


"Oke, aku minta maaf aku bukan ibu yang baik,"


"No, tidak begitu. Tidak ada ibu yang tidak baik, kamu sudah melakukan yang terbaik untuk Amber, kamu hanya butuh waktu. Tenangkan dirimu, jangan menangis lagi aku yakin Amber pasti mengerti."


...----------------...


Dukung thor terus ya🤗 dengan like dan votenya . Terima kasih 🙏😊


Mampir juga yuk ke novel temanku

__ADS_1



__ADS_2