Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Masuk gawang


__ADS_3

Kebahagiaan Indra sudah sampai ke telinga Shila dan Alvero. Mereka yang mendengarnya sangat senang, akhirnya Indra membuka kembali pintu hatinya, berharap Indra bisa menjadi pemimpin dan pembimbing yang baik untuk Tissa juga Amber.


Tak hanya sampai disini, Shila juga senang karena Stella sudah kembali ke rumahnya, dan keadaannya sudah lebih baik, kandungannya pun baik-baik saja, Shila tak sabar ingin segera menimang cucunya.


****


Kediaman Endra


Di dalam kamarnya, Jolie sedang memilih pakaian untuk konsernya besok malam, Jolie menari-nari sambil bersenandung ria sampai tak sadar akan kehadiran Elang yang memperhatikannya.


Ehm ...


"Kau sudah pulang!" ujar Jolie yang melangkah menghampiri Elang, Jolie mengambil tas di tangan Elang, juga mengambil jas yang baru saja di lepas oleh Elang.


"Apa kau mau aku siapkan makanan?" tanya Jolie, namun Elang tak memberi jawaban.


"Lukamu sudah sembuh?" tanya Elang balik.


"Ya, sudah sembuh. Lihatlah aku bisa menari lagi, kan." ujar Jolie yang menari-nari di hadapan Elang.


"Sejak kapan lukamu sembuh?" tanya Elang lagi.


"Tiga hari yang lalu." jawab Jolie, sambil menaruh tas Elang di pada lemari.


"Apa kau mau mandi? Akan ku siapkan air hangat." ujar Jolie yang ingin melangkah ke kamar mandi, namun Elang menarik tangan Jolie untuk menahannya.


"Tiga hari yang lalu, kau tidak bilang padaku!" ujar Elang yang menatap Jolie.


"Kau tidak tanya." ucap Jolie gugup karena Elang terus melangkah maju, sampai Jolie harus melangkah mundur.


"Kalau begitu kau sudah bisa melakukan tugasmu, kan."


"Tu-tugas apa?"


"Tugasmu sebagai seorang istri." ujar Elang yang melepas dasi yang melingkar di lehernya.


Jolie berjalan mundur, raut wajahnya seperti ketakutan, Elang terus melangkah maju, seraya membuka kancing bajunya, Jolie mundur perlahan sampai kakinya terjedug bibir ranjang.


Ahh ... tubuh Jolie pun terjatuh ke atas kasur busa yang empuk. Elang langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Jolie, membiarkan Jolie berada di bawah kungkungannya. Hati Jolie mulai berdebar, detak jantungnya mulai terpompa lebih cepat, detak jantungnya semakin berdetak lebih cepat.


"Tunggu." ucap Jolie yang menahan Elang ketika ingin menciumnya.


"A-Aku belum memakai pakaian khusus, aku harus menggantinya dulu."


"Tidak perlu," ucap Elang membuat hati Jolie dag dig dug.


"Ta-tapi ...." Belum selesai Jolie mengucap, Elang mengunci mulutnya dengan bibirnya, membuat Jolie susah bernafas.


Tangan Elang mulai menjelajahi seluruh tubuh Jolie, dari mulai kaki sampai ke atas pahanya, membuat tubuh Jolie merinding, menciptakan sengatan-sengatan aliran listrik pada tubuhnya.

__ADS_1


Elang mulai membuka seluruh pakaiannya, dan juga membuka seluruh pakaian yang di kenakan Jolie. Elang menatap diam saat pertama kali melihat tubuh Jolie yang indah, nan mulus bak porselin. Jolie yang di tatap seperti itu menjadi malu, apalagi ini kali pertamanya memperlihatkan tubuhnya pada lelaki.


"Tunggu dulu." Tahan Jolie, saat Elang semakin mendekat.


"Aku, takut." ucap Jolie dengan suara marau. Jolie ingat apa kata temannya, yang pernah bilang bahwa saat pertama kali kehilangan keperawanan itu akan terasa sangat sakit.


"Takut! Apa yang kamu takut, kan."


"Mm ... itu ...." Belum sempat Jolie bicara Elang langsung membekap mulutnya, kedua tangan Elang mencengkram kuat jari jemari Jolie. Bibir Elang terus membelit bibir Jolie, sentuhan lembut yang Elang berikan membuat Jolie terdiam, dan merasakan kenikmatan surga dunia.


Aaaa ... refkek Jolie langsung melepas ciumannya, saat sesuatu terasa sakit di area sensitifnya. "Elang, itu sangat sakit." ucap Jolie yang mengigit bibirnya.


"Lalu aku harus apa?" ucap Elang yang berhenti sejenak.


"Hentikan,"


"Apa! Tidak bisa sudah terlanjur masuk gawang."


"Apa! Masuk gawang?"


"Kalau aku keluarkan, nanti susah masuk lagi, kita lanjut saja."


"Elang, kau tidak tahu apa yang aku rasakan?"


"Aku, akan melakukannya dengan pelan, kau diam saja jangan bergerak."


"Apa!"


Jolie hanya pasrah, walaupun harus menahan sakit, Jolie terus mengeratkan tangannya pada seprai, Elang terus memompa tubuhnya tanpa memperdulikan Jolie yang sudah lemah, dan tanpa terasa air matanya sudah menetes. Jolie hanya pasrah dan diam sampai pertempuran pun selesai.


****


Keesokan paginya, Jolie terbangun dan ingin beranjak dari tempat tidur. Namun saat Jolie hendak bangun, Jolie merasa area sensitifnya begitu sakit, sampai tak mampu untuk bergerak.


"Ahh ... kenapa susah sekali bangun, akh ... sakit sekali." ucap Jolie sambil meraba area sensitifnya. Mata Jolie terbelalak saat melihat noda merah di bawah sprainya.


"Bagaimana mereka melakukannya tiap hari, katanya sakit di awal tapi lama-lama menjadi nikmat. Nikmat apanya aku sampai tidak bisa jalan seperti ini." gerutu Jolie.


"Akh ... sakit, aduh ... perih."


Tak lama kemudian Elang keluar dari kamar mandi, Elang sudah rapi dengan pakaiannya, Elang menyisir sambil menghadap cermin, tanpa perdulikan Jolie.


"Issh, dasar suami tidak peka." umpat Jolie dalam hati. Lalu turun dari ranjang dengan perlahan.


"Kenapa jalanmu seperti itu?" tanya Elang saat melihat Jolie melangkah beringsrut, atau berjalan seperti anjing laut.


"Dasar masih tanya kenapa? Dia yang membuatku seperti ini, awas saja kalau dia meminta lagi aku tidak akan memberikannya," batin Jolie yang langsung membuang muka dari pandangan Elang.


Jolie berjalan pelan, sangat pelan. Tiba-tiba Jolie merasakan tubuhnya melayang ternyata Elang menggendongnya sampai ke dalam kamar mandi, menurunkan tubuh Jolie pada sebuah batup.

__ADS_1


"Ada lagi yang harus aku bantu?" tanya Elang yang menatap Jolie.


"Tidak ada, kau keluar saja." ucap Jolie namun memalingkan muka dari tatapan Elang. Jolie sangat malu jika harus menatap suaminya.


"Baiklah, kalau begitu aku kebawah dulu."


Hm ...


Cup, Elang mengecup kening Jolie membuat Jolie terpaku.


****


Kemi sangat lelah menghadapi sikap Anna yang kadang-kadang suka berubah. Kadang Anna meminta sesuatu yang diluar nalar, terkadang Anna tiba-tiba cemburu tanpa ada alasan yang jelas, seperti semalam Kemi pulang telat karena ada pekerjaan yang tak bisa di tunda. Kadang Anna ngambek tanpa alasan sampai Kemi tak di izinkan untuk tidur di dalam kamar.


Kemi benar-benar tidak mengerti, dan tadi pagi Anna tiba-tiba merasa mual, dan muntah-muntah, membuat Kemi jadi khawatir. Dan sekarang Kemi sedang menunggu Anna di periksa oleh dokter.


Kemi terlihat gelisah tak tenang, sampai akhirnya dokter keluar dari ruangan.


"Dokter, apa yang terjadi pada istri saya, apa istri saya baik-baik saja?" tanya Kemi panik, namun dokter hanya tersenyum.


"Selamat,"


"Selamat! Selamat apa Dokter?" Belum sempat Dokter bicara Kemi sudah menyanggahnya.


"Selamat karena sebentar lagi, anda akan menjadi seorang ayah."


"Ayah! Maksud Dokter?"


"Istri anda hamil."


Kemi terbelalak, matanya membulat sempurna, Kemi tak percaya apa yang di katakan dokter, namun Kemi sangat bahagia dan senang.


"Watashi wa chichioya ni narimasu" teriak Kemi penuh kebahagiaan.


"Watashi wa chichioya ni narimasu ( Aku akan menjadi ayah )" Kemi terus berteriak seraya mengulang perkataannya.


"Sayang, aku akan menjadi ayah benarkah?" tanya Kemi yang begitu bahagia. Anna hanya mengangguk seraya mengulum senyum. Kemi langsung menghambur memeluk Anna, dan mencium keningnya berkali-kali.


...----------------...


Jangan lupa like dan vote setelah membaca 🤗


Minta do'anya juga semoga thor lekas sembuh, biar bisa up setiap hari. Amin🤲🤲.


Baca juga karya Age nairie



Sambil menunggu up dari thor, mampir juga yuk, ke novel teman thor karya 'Emy'

__ADS_1



__ADS_2