
Hari ini kepulangan baby Nata ke rumah, semua orang sudah menunggu dan menyambut baby Nata. Anna dan Jolie juga sudah datang bersama para suaminya masing-masing. Kanza begitu heboh saat kepulangan baby Nata, Kanza terus menciumi pipi Nata tak ada bosan-bosannya. Namun baby Nata tidak menangis sama sekali, baby Nata terlihat sangat senang jika di cium oleh Kanza, tapi tidak dengan Kenzie dan Kenzo, jangankan di cium di pandang saja baby Nata tidak tersenyum sedikit pun saat di cium pun malah menangis, sungguh aneh. Tapi saat di sentuh Lusi baby Nata tertawa seperti biasa begitu menggemaskan.
"Aneh! Hey bayi kecil, kamu selalu tertawa saat di sentuh Kanza dan Lusi, jika di sentuh olehku malah menangis," umpat Kenzie.
Oek ... oek ... oek ...
"Tuh lihat, dia nangis lagi," ujar Kenzie.
"Bagaimana tidak nangis? Kau marahi," hardik Kanza . "Uh cup, cup, cup, baby Nata jangan nangis, kan ada Aunty, oh gemasnya." ujar Kanza yang mencubit Nata, dan Nata kembali tertawa.
"Coba minggir." Ujar Kenzie yang menarik Kanza untuk menjauh dari Nata. "Halo, ini aku Uncle mu, yang tampan," ujar Kenzie, namun malah di sambut dengan semburan air liurnya, membuat Kanza, Lusi, dan Kenzo tertawa bahkan baby Nata pun ikut tertawa.
"Apa dia tidak menyukaiku?" Ujar Kenzie sambil mengusap wajahnya.
"Mungkin," ujar Kanza. Namun tanpa mereka sadari Nata sudah hilang entah kemana. Membuat aunty dan unclenya panik.
"Kanza dimana Nata?" Ucap Lusi yang terkejut karena tak melihat Nata di samping Kanza. Kanza, Kenzie dan Kenzo pun jadi panik mereka mencari-cari Nata.
"Itu dia." Tunjuk Kenzo, ternyata Nata sudah merangkak sampai bibir ranjang dan hampir terjatuh, Kenzo, Kenzie, Kanza dan Lusi terbelalak melihat Nata yang berada di ujung ranjang. Sungguh ajaib Nata bayi baru lahir tapi sudah bisa merangkak.
"Oh, tidak Nata ....." Teriak mereka berempat, sedangkan Nata hanya tertawa bebas. Kanza, Kenzie, Kenzo dan Lusi berlari cepat ke arah Nata yang hampir terjatuh. Beruntung, Kanza cepat menangkap tubuhnya, kalau tidak mungkin Nata sudah terbentur lantai.
__ADS_1
"Nata kau ini mau kemana? Jangan kabur lagi ya sayang, nanti aunty yang di marahi mamimu." ujar Kanza yang menggendong Nata.
"Hei bocah kecil bisa diam tidak!" Hardik Kenzo. "Aaa ...." Kenzo menjerit kesakitan karena rambutnya di tarik Nata. "Aduh, rambutku dasar bayi nakal,"
Oek ... oek ... oek ... Nata menangis begitu kencang membuat suaranya terdengar ke lantai bawah, yang dimana para orang dewasa sedang berkumpul.
"Itu suara Nata, aku harus ke atas dulu mungkin Nata bangun," ujar Stella.
"Biar Mama temani," ujar Stella yang mengikuti Stella menuju kamar Nata. Sesampainya di kamar mereka terkejut melihat Nata berada di gendongan Kanza.
"Nata," Teriak Stella yang langsung menghampiri Nata yang sedang di kerumuni keempat adik iparnya. Stella mengambil alih Nata dari pangkuan Kanza.
"Kanza apa yang terjadi? Jangan dulu menggendong Nata, Nata masih bayi takut tengkuk lehernya terkilir." ujar Stella yang mencoba menenangkan Nata dalam gendongannya.
"Tidak mungkin Nata merangkak, Nata masih bayi usia Nata baru satu minggu, tidak mungkin Nata merangkak," bantah Stella. Kanza, Kenzie, Kenzo dan Lusi pun saling pandang. Kenapa Stella tidak mempercayainya padahal itu kenyataannya.
"Kak, itu benar kami semua melihatnya, Nata merangkak sampai bibir ranjang,"
"Siapa yang merangkak?" tanya Shila yang menghentikan ucapan Kenzie. Lalu Shila menjewer telinga anaknya membuat mereka menjerit.
"Aa ... aa ... Mami sakit,"
__ADS_1
"Buat ulah apa lagi? Pasti Nata nangis karena kalian,"
"Ih, Mami kami tidak berbohong Nata memang merangkak,"
"Alasan, bagaimana bisa Nata baru saja lahir usianya juga belum satu bulan, sini kalian ayok ikut Mami jangan ganggu Nata" Omel Shila seraya membawa ketiga anaknya juga Lusi keluar dari kamar Nata. Stella langsung menidurkan Nata di atas ranjang tidurnya. Nata terlihat begitu lelap bibir mungil, bulu mata yang lentik, membuat Stella tak bosan-bosan memandangi putranya. Sampai akhirnya Stella pun ikut tertidur.
****
Pada malam harinya, Joy memasuki kamarnya melihat istri dan putra yang terlelap tidur. Stella terlihat tidur dengan posisi duduk di bawah lantai, kepalanya ia simpan di atas bibir ranjang, tangannya terlihat memeluk Nata yang tertidur di depannya. Joy hanya tersenyum, Joy menggendong Nata perlahan agar Nata tidak terbangun, Joy memindahkan Nata ke dalam box bayi yang sudah di siapkan di depan ranjang mereka, sebelum meninggalkan Nata Joy mencium kening Nata sekilas, lalu melangkah kembali menuju ranjangnya.
Kini Joy, memangku Stella, untuk di pindahkannya ke atas ranjangnya, setelah itu Joy, menutupi tubuh Stella dengan selimut, Stella terlihat begitu lelah, Joy terus memandangi wajah Stella lalu mengecup keningnya.
Joy, berjalan ke arah almari untuk mengganti pakaiannya, setelahnya Joy naik ke atas ranjang dan tidur di samping Stella, Joy mematikan lampu kamar dan hanya menghasilkan cahaya dari lampu tidur saja. Joy kembali tertidur menghadap Stella lalu memeluknya, tapi ... saat Joy memeluk Stella Nata menangis, membuat Joy kembali terbangun. Joy berjalan ke arah Nata, tiba-tiba tangisan Nata berhenti dan kembali terlelap. Joy kembali tidur dan memeluk Stella, tiba-tiba tangisan Nata kembali terdengar, tapi saat di hampiri Nata kembali terdiam, terus menerus Nata lakukan membuat Joy sedikit kesal. Untuk ke sekian kalinya Joy kembali tertidur, namun kali ini Joy tidur terlentang tanpa memeluk Stella, tapi anehnya Nata tidak menangis lagi, tidak seperti tadi saat Joy setiap kali akan memeluk Stella, kali ini Joy bisa tidur dengan tenang.
...----------------...
Jangan lupa dukungannya 🙏😊 yok like dan Vote nya jangan lupa ya, karena kebetulan bulan ini hanya sampai tanggal 28, pemenang akan di umumkan di tanggal 28 pada malam hari pukul 21.00. 👇👇👇
Juara 1 50.000
__ADS_1
Juara 2 25.000
Juara 3 25.000