Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Insiden ( Jolie & Elang )


__ADS_3

Joy berjalan - jalan di sekitar taman , di lihat nya bunga - bunga yang bermekaran , Joy duduk di sebuah kursi taman , pandangan nya terlihat kosong entah kenapa , hati nya juga sangat kosong .


Bayangan Stella dengan Elang kembali terlintas di benak nya , tatapan Stella yang sedih membuat nya merasa bersalah . Joy terus mengutuki diri nya kenapa dia tidak bisa mengontrol hati nya , apa yang sebenarnya di rasakan , seharian ini dia mendiamkan teman kecil nya itu tanpa sepatah kata pun, dan kenapa hati ini terasa sesak saat melihat teman kecil nya bersama pria lain apalagi sampai mengagumi nya . Seakan tak rela melihat dia tersenyum bersama pria lain .


****


Jika aku bukan jalan mu


ku berhenti mengharapkan mu


Jika aku memang tercipta untuk mu


Ku kan memiliki mu ....


Jodoh pasti bertemu ....


Stella diam merenung di dalam kamar nya , sambil mendengarkan alunan musik pada ponsel nya , alunan musik yang merdu dari Afgan mampu menyayat hati nya .Tanpa di minta bulir - bulir air mata berlinang membasahi pipi nya .


"Hiks ...hiks ... kenapa aku harus mendengarkan lagu ini , buat aku menangis saja!" gerutu Stella sambil mematikan musik nya , lalu menghapus air mata nya dengan kedua tangan nya .


"Aku tidak boleh sedih , aku harus tanyakan pada Joy , kenapa dia mendiamkan ku seperti ini ! Hiks... hiks ... Hati ku terasa hampa ." Stella kembali menangis sambil merebahkan tubuh nya di atas kasur yang empuk , kedua kaki nya ia ayun - ayunkan ke bawah .


"Aku tidak akan meminum obat ku lagi , biarkan saja dia juga sudah tidak peduli lagi ." ucap Stella yang mencari beberapa botol obat di dalam tas nya


"Obat ini tidak merubah apa pun , tidak ada yang peduli lagi pada ku , Mommy Daddy mereka tetap pergi meninggalkan ku , tanpa memperdulikan aku , sekarang Joy juga sudah tidak peduli pada ku , jadi untuk apa aku masih menyimpan obat ini ." gerutu Stella lalu melangkah keluar membawa empat botol obat di tangan nya .


"Stella ." teriak Jolie yang membuat langkah Stella terhenti .


"Ada apa ?" tanya Stella


"Ayo kita ke taman , semua orang berada di taman , papi mengadakan Lomba kita akan Lomba naik sepeda ,ayok ." ajak Jolie yang ingin menarik tangan Stella , namun melihat beberapa botol obat di tangan nya membuat Jolie heran .


"Itu apa ? Obat mu , mau kamu apa'kan ?" Jolie mengambil botol obat itu dari tangan Stella , dan langsung di ambil kembali oleh Stella.


"Mau aku buang ."


"Kenapa ?"

__ADS_1


"Karena aku sudah tidak sakit lagi , aku tidak membutuhkan nya lagi ." ucap Stella yang berlalu pergi


"Stella , tunggu ." Jolie mengejar Stella namun langkah nya terhenti dan


BRUKK!!


"Akhh," ringis Jolie yang tubuh nya terhempas ke lantai , namun ada seorang pria di atas nya yang sudah tidak tahan menahan pijakan kaki nya , agar tidak menindih tubuh Jolie yang ada di bawah kungkungan nya .


"Kau , dasar bodyguard bodoh !! Kau sengaja menabrak ku hah !!"hardik Jolie pada Elang


"Kau sendiri yang tidak melihat jalanan dengan benar ."


"Kau menyalahkan ku , hei....emmm" belum sempat Jolie melanjutkan umpatan nya , tanpa di duga bibir Elang mendarat begitu saja pada bibir nya , karena Elang sudah tidak kuat lagi menahan pijakan kaki nya dan akhir nya tubuh nya jatuh di atas tubuh Jolie , ciuman bibir pun tidak bisa di hindari oleh mereka, pendaratan yang sempurna .


DEG !! detak jantung begitu cepat , terpompa sangat cepat, kedua bola mata kedua nya membulat sempurna , terkejut tentu sangat terkejut , aliran listrik tiba - tiba menyengat di tubuh kedua nya , dan apa ini kenapa bagian bawah terasa berdenyut .


"Ah...Sial. Kenapa junior ku ikut terbangun ." umpat Elang dalam hati . Nama nya juga pria dewasa dan normal , pasti akan merasakan sesuatu yang tak bisa di jabarkan , jika dekat dengan wanita apalagi tubuh kedua nya menempel seperti ini . Bukan nya melepas ciuman nya Elang malah memperdalam ciuman bibir nya , kesempatan jangan di sia - sia kan benar kan ! Jolie masih diam terpaku namun gerakan bibir Elang membuat nya terhanyut dan mulai merasakan sentuhan lembut itu , membuat mata nya terpejam .


PRANGG.....


"Apa yang kalian lakukan?"


"Jolie , Elang kalian berdua ...."


"Akh... tidak , tidak . Stella ini salah paham ." bantah Jolie


"Ini tidak di sengaja , kami terjatuh dan ..."


"Ciuman " Jolie mencoba menjelaskan namun Elang lagi - lagi menyanggah ucapan nya , membuat Jolie kesal dengan enteng nya Elang mengatakan 'ciuman' .


"Tidak , itu bukan ciuman , Stella kau jangan salah paham ."


"Apa kamu bisa menjelaskan nya , kalau ini bukan salah paham ."


DEG!! Suara seseorang mengejutkan Jolie , Elang dan Stella . Wanita itu berdiri di belakang Stella dia adalah Zeni yang selalu di panggil nya Aunty .


"Aunty ." Jolie semakin gugup , takut kalau Zeni menceritakan semua nya pada Shila mami nya . Apa Zeni melihat ciuman tadi ? Gawat !! Bisa - bisa Zeni memberitahukan pada Mami nya .

__ADS_1


Aa...aa...aa...Autnty


Jerit Elang dan Jolie yang telinga nya di jewer Zeni membuat mereka meringis dan langsung berdiri ." Aunty sakit " teriak Jolie yang memegangi telinga nya .


"Seharusnya kalian tahu tempat ! Ciuman di sembarang tempat bagaimana kalau Kanza dan Lusi melihat ini , dasar anak muda zaman sekarang , tidak pernah berpikir jernih ." hardik Zeni yang memang sikap Elang dan Jolie itu akan berpengaruh buruk pada Kanza dan Lusi yang memang masih pubertas dan tidak layak di lihat oleh gadis remaja seumuran mereka .


"Setidak nya kalian carilah tempat yang sepi ." ucap Stella lolos begitu saja membuat Jolie geram


"Stella ."


"Upss.... Aku salah ngomong ." gumam Stella sambil nyengir kuda .


Stella langsung lari menuruni tangga , saat Jolie mulai mengejar nya . Tinggal Zeni dan Elang berdua , Zeni menatap tajam mata Elang , dia melihat ada sesuatu yang di sembunyikan Elang , Zeni tidak percaya bahwa Elang bodyguard nya Jolie , Zeni berpikir akan memberitahukan Shila hal ini .


"Tante, jangan melototi ku seperti itu , aku akan tanggung jawab ."


"Kau akan tanggung jawab ? Baiklah ikut aku , kau jelaskan semua nya , dan kau jangan tutup tutupi lagi siapa diri mu yang sebenar nya , aku tahu kamu bukanlah orang biasa , kamu bukan seorang bodyguard , ingat !! Jangan berani membohongi kami terutama Tuan Vero papi nya Jolie ."


Elang menghela nafas kasar , lalu berjalan mengikuti Zeni yang entah akan membawa nya kemana .


Di tempat lain Shila sedang menemani Joy berjalan di sekitar taman , mereka berdua seperti sedang membicarakan sesuatu , namun entah apa itu tiba - tiba ponsel Shila berdering , menandakan ada panggilan .


"Papi mu , Mami angkat dulu ." ucap Shila yang di angguki Joy .


"Ada apa ? Mmm... baiklah aku segera ke sana ."


Tut . Sambungan telepon pun di tutup


Wajah Shila terlihat gelisah ,setelah mendapat telepon dari suami nya .Membuat Joy penasaran .


"Ada apa Mami ?"


"Papi memanggil Mami , bahwa ada yang ingin di bicarakan aunty Zeni , ada Elang juga , aku tidak tahu apa yang ingin di bicarakan Zeni ."


"Elang ?"


"Ya, bodyguard nya Jolie . Seperti nya pembicaraan nya serius , Mami harus pergi dulu ."

__ADS_1


"Aku ikut ." Joy penasaran apa yang ingin di bicarakan , kedua orang tua nya apa lagi ada Elang juga yang ikut serta .


__ADS_2