Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Depresi


__ADS_3

Kebahagiaan menyelimuti keluarga Alvero. Setelah acara lamaran kemarin Anna terlihat begitu bahagia , dan tak lama lagi mungkin di rumah ini akan ada pesta pernikahan , namun Anna belum siap untuk menikah jadi Anna memutuskan untuk bertunangan terlebih dulu . Dan Kemi pun tidak ingin memaksa Anna untuk menikah lebih cepat kalau memang Anna belum siap .


Hari ini Anna akan ikut sang kekasih beserta calon mertua pergi ke jepang untuk beberapa hari , toh mereka sudah resmi lamaran . Shila dan Vero beserta Jolie mengantarkan mereka sampai bandara internasional .


Sedangkan Triple Rey mereka menjalani aktifitas nya seperti biasa pergi ke sekolah ,semua orang terlihat bahagia namun tidak dengan Joy saat ini Joy sedang di selimuti kecemasan dan ke khawatiran .


Setelah mendapat telepon dari Susan Joy langsung pergi menuju apartemen Stella . Entah apa yang di bicarakan Susan dan entah apa yang terjadi pada Stella .


CIIIIIIITTTTTT


BRAAAKKKK


Setelah sampai di lobby apartemen Stella Joy langsung keluar dari dalam mobil nya , Joy berlari menuju apartemen Stella dengan tergesa - gesa terlihat kekhawatiran dan kecemasan pada raut wajah nya Joy melewati setiap lorong , dan beberapa pintu apartemen hingga akhir nya sampai di depan pintu apartemen milik Stella .


Bukan untuk pertama kali nya Joy mengunjungi apartemen Stella , Joy bahkan sudah tahu berapa kunci PIN nya , setelah kunci pintu terbuka Joy pun langsung masuk ke dalam .Baru saja melangkah dan membuka pintu Joy mendengar teriakan Susan dari dalam membuat Joy semakin khawatir .


"Stella lepaskan , jauhkan pisau itu dari mu tolong .... Mommy mohon , ada apa dengan mu sayang? kenapa seperti ini " Suara Susan diiringi dengan tangisan , sedangkan Lucifer Daddy Stella mencoba menenangkan Stella dan melepas pisau kater yang di pegang oleh Stella .


"Stella apa yang kamu lakukan , lepaskan pisau itu ." Lucifer mencoba untuk mengambil pisau itu tidak peduli tangan nya yang sudah berdarah karena goresan pisau itu .


Stella mencoba untuk menggoreskan pisau itu pada nadi nya namun di tahan oleh Daddy nya .


Pergi .... Pergi ....


Aku wanita kotor untuk apa hidup


Aaaaaa.....


Stella teriak histeris , seperti nya Stella mengalami gangguan trauma nya , padahal kemarin sepulang dari rumah sakit Stella terlihat baik - baik saja .


"Tante "


Susan menoleh saat mendengar seruan dari Joy , Susan berlari ke arah Joy memohon pada Joy untuk menenangkan Stella .


"Apa yang terjadi pada Stella ?"


"Tante tidak tahu , saat dia terbangun dia sudah berteriak seperti itu , tante dan om tidak bisa menenangkan Stella , Joy mungkin kamu bisa menenangkan Stella , Stella hampir saja bunuh diri ."


Tidak .... hiks ...hiks ...


Daddy , dia telah menyentuh ku , dia merenggut kehidupan ku ,hiks ....Hiks ... Aku wanita kotor .... Aku wanita kotor ....


"Stella , sadar lah ." Joy langsung menghampiri Stella dan melepas paksa pisau dari tangan Stella


"Joy " panggil Lucifer ,Joy pun menoleh

__ADS_1


"Om tangan om terluka , lebih baik Om obati dulu biar aku yang menenangkan Stella ." Lucifer pun mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkan Stella yang ketakutan , yang memeluk kedua kaki nya .


"Stella ." Panggil Joy lembut , membuat Stella mendongkak


"Joy , laki - laki itu menyentuh ku Joy , dia .... dia .... hiks ....hiks... "


Joy langsung memeluk tubuh Stella , Joy mencoba menenangkan nya.


"Stella lihat aku ." Ucap Joy yang menangkup wajah Stella , membuat mata mereka saling bertemu , Joy sangat sedih melihat keadaan Stella yang seperti ini , mata sembab , wajah pucat , terlihat begitu ketakutan , tubuh nya gemetar hebat.


"Lihat aku Stella , ini aku Joy sahabat mu , tidak ada orang lain di sini . Kamu harus tenang ya ! Tidak ada yang menyentuh mu , ada aku .... Aku yang akan melindungi mu ." Stella masih menatap wajah Joy dengan isakan tangis nya yang tak henti - henti hiks...hiks...


"Tidak ada yang merenggut apa pun dari mu , kau masih suci Stella , kau bukan wanita kotor , tidak ada yang menyentuh mu tidak ada , itu hanya mimpi buruk kau baru saja bangun dari tidur mu , sekarang kau tenang ya ! ." Stella mengangguk pelan .Sedikit - sedikit Joy bisa menenangkan Stella , mendengar ucapan Joy membuat hati Stella sedikit tenang dan melupakan mimpi buruk nya .


Joy mendekap Stella dalam pelukan nya , menyembunyikan kepala Stella pada dada bidang nya , Stella tidak bergeming sedikit pun tubuh nya masih sama memeluk kedua kaki nya .Perlahan - lahan isakan tangis nya pun mereda , Joy tetap memeluk Stella menenangkan nya dengan cara mengelus lembut punggung Stella .


"Semua akan baik - baik saja , tidak terjadi apa pun , Oke !! Sekarang tenang lah , tenangkan dirimu tidak ada orang yang akan menyakiti mu ." Dengan lembut Joy mengusap lembut punggung Stella , sampai akhir nya Stella pun tertidur dalam dekapan nya .


Susan dan Lucifer melihat mereka di ambang pintu , Susan tersenyum karena Joy bisa menenangkan Stella dalam sekejap . Susan pun membiarkan Joy dan Stella berdua , Susan dan Lucifer meninggalkan kamar Stella .


Joy tidak mendengar lagi isakan tangis nya Stella, Joy melihat mata Stella yang sudah terpejam . Joy memangku tubuh Stella menidurkan nya perlahan di atas tempat tidur .


Joy mengusap lembut butiran bening yang membasahi pipi mulus Stella dengan tangan nya , lalu berpindah merapikan rambut Stella yang menutupi mata nya . Keadaan Stella saaaangat kacau , Joy benar - benar tidak mengenali Stella sahabat kecil nya , yang selalu ceria , cerewet , dan periang .


"Ada apa dengan Stella , kemarin Stella baik - baik saja ."gumam Joy lirih .


Stella dan Joy mampir ke sebuah cafe , sesampai nya di dalam cafe kedua nya duduk di meja yang kosong , lalu memesan beberapa makanan berat juga minuman .


Awal nya baik - baik saja , namun mata Stella lagi - lagi menangkap satu sosok yang membuatnya terbakar api cemburu , siapa lagi kalau bukan Sharon wanita yang memeluk Joy saat di rumah sakit .


Sharon berjalan memasuki cafe lalu menuju meja panjang di dalam cafe , mungkin Sharon akan memesan beberapa makanan dan minuman . Melihat Sharon ada di dalam cafe yang sama membuat Stella kesal , susah payah Stella meminta Joy untuk berbelok arah agar tidak bertemu dengan nya , tapi lagi - lagi mereka harus bertemu .


Stella semakin tidak tenang melihat Sharon yang terus menengok ke kiri dan ke kanan , Stella tidak ingin Sharon melihat Joy dan sebalik nya , Stella terpaksa menumpahkan jus yang ada di hadapan Joy , membuat kemeja Joy terkena tumpahan jus itu .


"Joy , maafkan aku baju mu jadi basah ."


"Tidak apa - apa , aku akan mencuci nya dulu , kau tunggu di sini ." Joy pun melangkah pergi ke toilet . Stella merasa tenang dan berharap Joy tidak akan keluar dari toilet sebelum Sharon pergi . Namun bukan nya pergi Sharon malah berjalan menghampiri Stella .


Deg,


Jantung Stella mendadak berdegup kencang melihat Sharon yang berjalan ke arah nya , ekor mata nya terus menengok ke arah dimana toilet berada , takut jika Joy telah selesai membersihkan baju nya.


"Kau Stella ."


Deg,

__ADS_1


Stella mendongakkan kepala nya menatap Sharon di depan nya . "Dari mana dia tahu nama ku." batin, Stella


Sharon duduk di kursi yang Joy duduki sebelum nya , mereka saling berhadapan , Sharon tersenyum ramah pada Stella lalu berkata "Bagaimana keadaan mu ? Apa kau baik - baik saja ?"


"Ah, kamu pasti heran kenapa aku tahu nama mu ." Sharon seolah tahu apa yang di pikirkan Stella , namun Stella tetap diam .


"Aku Sharon , saya anggota kepolisian" ucap Sharon yang memperlihatkan ID card nya.


"Kau mengenal Joy ?" Stella pun terpaksa bertanya , karena rasa penasaran dan unek - unek dalam hati nya .


"Tentu , kami berteman Joy adalah salah satu tim kami dalam penangkapan Pablo. Joy teman yang sangat baik , bahkan dia mengorbankan diri nya demi menyelamat kan mu ."


"Ya , aku dan Joy sudah berteman sejak kecil , kami sudah bersama saat kecil , Joy tidak akan pernah membiarkan siapa pun melukai ku."


"Ya, aku melihat itu . Tapi aku salut pada mu kau gadis kuat , Stella saat kemarin kau di culik kau hampir saja di lecehkan , Pablo hampir saja merenggut kehormatan mu , bahkan kau sudah membuka pakaian mu ."


Deg,


Bagai di sambar gledek, perkataan Sharon membuat hati nya sakit , ada rasa sesak di dada nya , Stella terus mengepalkan kedua tangan nya untuk menahan rasa sesak itu.


"Untung saja Joy datang , dia menghentikan semua nya , bahkan dia ...." ucapan Sharon tertahan karena seorang pelayan cafe memanggil nya .


"Stella pesanan ku sudah selesai , aku pergi dulu ." ucap Sharon yang meninggalkan Stella yang masih diam terpaku .


Sedikit - sedikit bayangan Pablo pun muncul di benak nya , saat pertama Aris melecehkan nya di dalam mobil dan hampir memperkosa nya . Lalu Pablo yang terus mengikat nya , menciumi leher nya , mengurung nya saat di dalam kamar bahkan saat Pablo yang terus memaksa diri nya untuk bercumbu , bayangan itu sedikit - sedikit terbayang oleh nya .


Tubuh Stella semakin gemetar , rasa takut nya kembali menyelimuti diri nya , rasa sesak semakin menyesakan dada nya .


Lalu Stella kembali teringat saat Joy mencium nya di sebuah tempat yang sangat indah , seketika bayangan Joy berubah ,wajah Joy , rupa nya terlihat sama percis dengan Pablo .


Stella berpikir Pablo lah yang telah mencium nya saat itu .


Deru nafas nya semakin memburu , dada nya semakin terasa sesak , bayangannya perlahan menghilang , kepala nya tiba - tiba terasa pening , tanpa di inginkan air mata pun mulai menetes membasahi pipi nya , penglihatan nya lama - lama semakin pudar dan gelap .


"Stella" Joy di kejutkan dengan keadaan Stella yang tak sadarkan diri , tidak hanya Joy semua pengunjung cafe pun terkejut melihat Stella yang tergeletak di atas lantai membuat mereka panik .


Joy mencoba bertanya apa yang terjadi pada teman nya namun tidak ada satu pun yang menjawab . Dengan rasa panik Joy langsung menggendong tubuh Stella keluar dari cafe itu .


**Flashback off


...----------------...


Jangan lupa untuk like dan vote nya 🙏😊


Komentar nya juga jangan lupa biar gak sepi - sepi amat ☺.

__ADS_1


Dukungan kalian memberikan semangat untuk ku 🙏😊**


__ADS_2