
Kebahagiaan menyelimuti keluarga Alvero. Setelah acara lamaran kemarin Anna terlihat begitu bahagia , dan tak lama lagi mungkin di rumah ini akan ada pesta pernikahan , namun Anna belum siap untuk menikah jadi Anna memutuskan untuk bertunangan terlebih dulu . Dan Kemi pun tidak ingin memaksa Anna untuk menikah lebih cepat kalau memang Anna belum siap .
Hari ini Anna akan ikut sang kekasih beserta calon mertua pergi ke jepang untuk beberapa hari , toh mereka sudah resmi lamaran . Shila dan Vero beserta Jolie mengantarkan mereka sampai bandara internasional .
Sedangkan Triple Rey mereka menjalani aktifitas nya seperti biasa pergi ke sekolah ,semua orang terlihat bahagia namun tidak dengan Joy saat ini Joy sedang di selimuti kecemasan dan ke khawatiran .
Setelah mendapat telepon dari Susan Joy langsung pergi menuju apartemen Stella . Entah apa yang di bicarakan Susan dan entah apa yang terjadi pada Stella .
CIIIIIIITTTTTT
BRAAAKKKK
Setelah sampai di lobby apartemen Stella Joy langsung keluar dari dalam mobil nya , Joy berlari menuju apartemen Stella dengan tergesa - gesa terlihat kekhawatiran dan kecemasan pada raut wajah nya Joy melewati setiap lorong , dan beberapa pintu apartemen hingga akhir nya sampai di depan pintu apartemen milik Stella .
Bukan untuk pertama kali nya Joy mengunjungi apartemen Stella , Joy bahkan sudah tahu berapa kunci PIN nya , setelah kunci pintu terbuka Joy pun langsung masuk ke dalam .Baru saja melangkah dan membuka pintu Joy mendengar teriakan Susan dari dalam membuat Joy semakin khawatir .
"Stella lepaskan , jauhkan pisau itu dari mu tolong .... Mommy mohon , ada apa dengan mu sayang? kenapa seperti ini " Suara Susan diiringi dengan tangisan , sedangkan Lucifer Daddy Stella mencoba menenangkan Stella dan melepas pisau kater yang di pegang oleh Stella .
"Stella apa yang kamu lakukan , lepaskan pisau itu ." Lucifer mencoba untuk mengambil pisau itu tidak peduli tangan nya yang sudah berdarah karena goresan pisau itu .
Stella mencoba untuk menggoreskan pisau itu pada nadi nya namun di tahan oleh Daddy nya .
Pergi .... Pergi ....
Aku wanita kotor untuk apa hidup
Aaaaaa.....
Stella teriak histeris , seperti nya Stella mengalami gangguan trauma nya , padahal kemarin sepulang dari rumah sakit Stella terlihat baik - baik saja .
"Tante "
Susan menoleh saat mendengar seruan dari Joy , Susan berlari ke arah Joy memohon pada Joy untuk menenangkan Stella .
"Apa yang terjadi pada Stella ?"
"Tante tidak tahu , saat dia terbangun dia sudah berteriak seperti itu , tante dan om tidak bisa menenangkan Stella , Joy mungkin kamu bisa menenangkan Stella , Stella hampir saja bunuh diri ."
Tidak .... hiks ...hiks ...
Daddy , dia telah menyentuh ku , dia merenggut kehidupan ku ,hiks ....Hiks ... Aku wanita kotor .... Aku wanita kotor ....
"Stella , sadar lah ." Joy langsung menghampiri Stella dan melepas paksa pisau dari tangan Stella
"Joy " panggil Lucifer ,Joy pun menoleh
__ADS_1
"Om tangan om terluka , lebih baik Om obati dulu biar aku yang menenangkan Stella ." Lucifer pun mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkan Stella yang ketakutan , yang memeluk kedua kaki nya .
"Stella ." Panggil Joy lembut , membuat Stella mendongkak
"Joy , laki - laki itu menyentuh ku Joy , dia .... dia .... hiks ....hiks... "
Joy langsung memeluk tubuh Stella , Joy mencoba menenangkan nya.
"Stella lihat aku ." Ucap Joy yang menangkup wajah Stella , membuat mata mereka saling bertemu , Joy sangat sedih melihat keadaan Stella yang seperti ini , mata sembab , wajah pucat , terlihat begitu ketakutan , tubuh nya gemetar hebat.
"Lihat aku Stella , ini aku Joy sahabat mu , tidak ada orang lain di sini . Kamu harus tenang ya ! Tidak ada yang menyentuh mu , ada aku .... Aku yang akan melindungi mu ." Stella masih menatap wajah Joy dengan isakan tangis nya yang tak henti - henti hiks...hiks...
"Tidak ada yang merenggut apa pun dari mu , kau masih suci Stella , kau bukan wanita kotor , tidak ada yang menyentuh mu tidak ada , itu hanya mimpi buruk kau baru saja bangun dari tidur mu , sekarang kau tenang ya ! ." Stella mengangguk pelan .Sedikit - sedikit Joy bisa menenangkan Stella , mendengar ucapan Joy membuat hati Stella sedikit tenang dan melupakan mimpi buruk nya .
Joy mendekap Stella dalam pelukan nya , menyembunyikan kepala Stella pada dada bidang nya , Stella tidak bergeming sedikit pun tubuh nya masih sama memeluk kedua kaki nya .Perlahan - lahan isakan tangis nya pun mereda , Joy tetap memeluk Stella menenangkan nya dengan cara mengelus lembut punggung Stella .
"Semua akan baik - baik saja , tidak terjadi apa pun , Oke !! Sekarang tenang lah , tenangkan dirimu tidak ada orang yang akan menyakiti mu ." Dengan lembut Joy mengusap lembut punggung Stella , sampai akhir nya Stella pun tertidur dalam dekapan nya .
Susan dan Lucifer melihat mereka di ambang pintu , Susan tersenyum karena Joy bisa menenangkan Stella dalam sekejap . Susan pun membiarkan Joy dan Stella berdua , Susan dan Lucifer meninggalkan kamar Stella .
Joy tidak mendengar lagi isakan tangis nya Stella, Joy melihat mata Stella yang sudah terpejam . Joy memangku tubuh Stella menidurkan nya perlahan di atas tempat tidur .
Joy mengusap lembut butiran bening yang membasahi pipi mulus Stella dengan tangan nya , lalu berpindah merapikan rambut Stella yang menutupi mata nya . Keadaan Stella saaaangat kacau , Joy benar - benar tidak mengenali Stella sahabat kecil nya , yang selalu ceria , cerewet , dan periang .
"Ada apa dengan Stella , kemarin Stella baik - baik saja ."gumam Joy lirih .
Stella dan Joy mampir ke sebuah cafe , sesampai nya di dalam cafe kedua nya duduk di meja yang kosong , lalu memesan beberapa makanan berat juga minuman .
Awal nya baik - baik saja , namun mata Stella lagi - lagi menangkap satu sosok yang membuatnya terbakar api cemburu , siapa lagi kalau bukan Sharon wanita yang memeluk Joy saat di rumah sakit .
Sharon berjalan memasuki cafe lalu menuju meja panjang di dalam cafe , mungkin Sharon akan memesan beberapa makanan dan minuman . Melihat Sharon ada di dalam cafe yang sama membuat Stella kesal , susah payah Stella meminta Joy untuk berbelok arah agar tidak bertemu dengan nya , tapi lagi - lagi mereka harus bertemu .
Stella semakin tidak tenang melihat Sharon yang terus menengok ke kiri dan ke kanan , Stella tidak ingin Sharon melihat Joy dan sebalik nya , Stella terpaksa menumpahkan jus yang ada di hadapan Joy , membuat kemeja Joy terkena tumpahan jus itu .
"Joy , maafkan aku baju mu jadi basah ."
"Tidak apa - apa , aku akan mencuci nya dulu , kau tunggu di sini ." Joy pun melangkah pergi ke toilet . Stella merasa tenang dan berharap Joy tidak akan keluar dari toilet sebelum Sharon pergi . Namun bukan nya pergi Sharon malah berjalan menghampiri Stella .
Deg,
Jantung Stella mendadak berdegup kencang melihat Sharon yang berjalan ke arah nya , ekor mata nya terus menengok ke arah dimana toilet berada , takut jika Joy telah selesai membersihkan baju nya.
"Kau Stella ."
Deg,
__ADS_1
Stella mendongakkan kepala nya menatap Sharon di depan nya . "Dari mana dia tahu nama ku." batin, Stella
Sharon duduk di kursi yang Joy duduki sebelum nya , mereka saling berhadapan , Sharon tersenyum ramah pada Stella lalu berkata "Bagaimana keadaan mu ? Apa kau baik - baik saja ?"
"Ah, kamu pasti heran kenapa aku tahu nama mu ." Sharon seolah tahu apa yang di pikirkan Stella , namun Stella tetap diam .
"Aku Sharon , saya anggota kepolisian" ucap Sharon yang memperlihatkan ID card nya.
"Kau mengenal Joy ?" Stella pun terpaksa bertanya , karena rasa penasaran dan unek - unek dalam hati nya .
"Tentu , kami berteman Joy adalah salah satu tim kami dalam penangkapan Pablo. Joy teman yang sangat baik , bahkan dia mengorbankan diri nya demi menyelamat kan mu ."
"Ya , aku dan Joy sudah berteman sejak kecil , kami sudah bersama saat kecil , Joy tidak akan pernah membiarkan siapa pun melukai ku."
"Ya, aku melihat itu . Tapi aku salut pada mu kau gadis kuat , Stella saat kemarin kau di culik kau hampir saja di lecehkan , Pablo hampir saja merenggut kehormatan mu , bahkan kau sudah membuka pakaian mu ."
Deg,
Bagai di sambar gledek, perkataan Sharon membuat hati nya sakit , ada rasa sesak di dada nya , Stella terus mengepalkan kedua tangan nya untuk menahan rasa sesak itu.
"Untung saja Joy datang , dia menghentikan semua nya , bahkan dia ...." ucapan Sharon tertahan karena seorang pelayan cafe memanggil nya .
"Stella pesanan ku sudah selesai , aku pergi dulu ." ucap Sharon yang meninggalkan Stella yang masih diam terpaku .
Sedikit - sedikit bayangan Pablo pun muncul di benak nya , saat pertama Aris melecehkan nya di dalam mobil dan hampir memperkosa nya . Lalu Pablo yang terus mengikat nya , menciumi leher nya , mengurung nya saat di dalam kamar bahkan saat Pablo yang terus memaksa diri nya untuk bercumbu , bayangan itu sedikit - sedikit terbayang oleh nya .
Tubuh Stella semakin gemetar , rasa takut nya kembali menyelimuti diri nya , rasa sesak semakin menyesakan dada nya .
Lalu Stella kembali teringat saat Joy mencium nya di sebuah tempat yang sangat indah , seketika bayangan Joy berubah ,wajah Joy , rupa nya terlihat sama percis dengan Pablo .
Stella berpikir Pablo lah yang telah mencium nya saat itu .
Deru nafas nya semakin memburu , dada nya semakin terasa sesak , bayangannya perlahan menghilang , kepala nya tiba - tiba terasa pening , tanpa di inginkan air mata pun mulai menetes membasahi pipi nya , penglihatan nya lama - lama semakin pudar dan gelap .
"Stella" Joy di kejutkan dengan keadaan Stella yang tak sadarkan diri , tidak hanya Joy semua pengunjung cafe pun terkejut melihat Stella yang tergeletak di atas lantai membuat mereka panik .
Joy mencoba bertanya apa yang terjadi pada teman nya namun tidak ada satu pun yang menjawab . Dengan rasa panik Joy langsung menggendong tubuh Stella keluar dari cafe itu .
**Flashback off
...----------------...
Jangan lupa untuk like dan vote nya 🙏😊
Komentar nya juga jangan lupa biar gak sepi - sepi amat ☺.
__ADS_1
Dukungan kalian memberikan semangat untuk ku 🙏😊**