
Setelah selesai menonton, Kanza, Amber, Ghala dan Ghali mereka semua mampir ke sebuah cafe untuk mengganjal perut mereka, cafe yang mereka kunjungi pun bukan cafe sembarangan, bisa di bilang cafe ini cafe favorit dan cafe termahal juga, karena tidak hanya anak muda yang mengunjungi cafe ini banyak juga orang dewasa yang mengunjungi cafe ini, apalagi di malam minggu seperti ini suasana cafe sangatlah ramai.
"Kita, makan disini saja ya!" ujar Ghala. Kanza dan Amber hanya mengangguk.
Ghala pun berjalan terlebih dulu, mencari meja yang kosong karena Ghala belum sempat memboking tempat. "Kita keatas saja ya, di bawah penuh. Di atas lebih nyaman kita bisa melihat pemandangan ibu kota pada malam hari," ajak Ghala. Kanza hanya mengangguk.
"Kamu sering ke tempat ini ya?" tanya Kanza.
"Iya, tempat favorit keluarga." jawab Ghala. Sedangkan di belakang Amber dan Ghali tidak banyak bicara, karena keduanya sama-sama pendiam.
"Kamu sekolah kedokteran?" tanya Ghali memecah kecanggungan.
"Iya," jawab Amber singkat.
"Wah, hebat berarti kamu calon dokter, mau jadi dokter apa nanti?" tanya Ghali
"Mungkin dokter bedah, seperti papaku."
"Jadi papamu dokter! Hebat ya." ujar Ghala. Tanpa terasa mereka pun sampai di tempat. Benar apa kata Ghala, di atas lebih indah, lampu berkelap-kelip, di tambah dengan cahaya bintang yang bersinar. Sangat cocok untuk pasangan muda-mudi yang berkencan.
"Ayo duduk," ajak Ghala, mereka semuanya duduk di kursi masing-masing.
"Ghala, Ghali?" panggil seorang wanita. Ghala dan Ghali pun menoleh.
"Tiara!" ujar Ghala dan Ghali.
"Waw, kalian disini juga sama siapa? Boleh aku gabung." ujar Tiara. Tiara adalah sepupu Ghala dan Ghali anak dari pamannya, tanpa di duga Tiara adalah kekasih dari Kenzie kakak dari Kanza.
Diantara adik Triple J yang pacaran hanyalah Kenzie, Kenzie memang terbilang adik yang agak nakal dan sangat terkenal playboy di sekolahnya, untuk soal wanita Kenzie' lah jagonya. Kenzie sangat berbeda dengan Kenzo juga Joy kakaknya, yang punya sifat dingin dan kaku pada wanita. Kenzie sangar pintar merayu wanita, apalagi dengan parasnya yang tampan tak sedikit wanita yang jatuh cinta padanya.
Tiara ini salah satu wanita yang mengejar Kenzie, walaupun Kenzie playboy Tiara tak pantang menyerah, setiap gadis yang dekat dengan Kenzie selalu bisa dia hempaskan, dan entah kenapa Kenzie begitu takluk pada Tiara.
"Aku bersama teman, kau bersama siapa?" tanya Ghala
"Aku dengan pacarku, kenalkan ini Kenzie pacarku," ujar Tiara, membuat mata Kanza membulat sempurna, mendengar nama Kenzie, Kanza pun langsung menoleh, sebenarnya Khanza berharap itu bukan Kenzie saudara kembarnya. Tapi harapan Kanza sepertinya tidak terkabulkan.
"Kanza,"
"Kenzie,"
Kanza dan Kenzie terkejut, begitu pun juga dengan Amber yang tak kalah terkejutnya. "Kanza, kenapa ada Kenzie disini?" bisik Amber pada Kanza.
"Aku sudah melihatnya saat di bioskop, itu sebabnya aku pergi," bisik Kanza.
"Kanza, lebih baik kau ajak Kenzo bicara, jangan sampai kita kena marah karena ulahnya, kamu, kan tahu mulut Kenzie itu ember," bisik Amber.
"Kalian saling kenal?" Tanya Ghala seraya melirik Kanza.
"Iya, dia saudaraku Kenzie, tentu saja kami sangat kenal." Jawab Kanza yang cengar-cengir.
__ADS_1
"Aku dan Kenzo permisi sebentar, ada yang harus kami bicarakan." ujar Kanza yang langsung menarik tangan Kenzo, pergi menjauhi temannya.
"Memangnya kamu mau bicara apa denganku?" tanya Kenzie
"Diam kau ikuti saja aku," sanggah Kanza.
Kanza membawa Kenzie ke lantai bawah, Kanza dan Kenzie menghentikan langkahnya di tengah-tengah meja cafe yang di penuhi pengunjung. Kanza mulai bicara pada Kenzie dengan suara pelan. "Kenzie, aku ingatkan padamu jangan comel, kamu jangan bilang ke mami kalau aku pergi main ke cafe ini."
"Loh, kenapa?"
"Aduh, udah deh gak usah banyak nanya mengerti?" Ucap Kanza dengan tatapan tajamnya.
"Mm ... bagaimana ya? Kalau aku tidak mau!"
"Kalau kau berani melanggar, aku juga akan mengatakan pada Tiara, kalau kau ada hubungan dengan Chika," ucap Kanza.
"Darimana kau tahu?" Tanya Kenzie yang sedikit terperanjat.
"Aku ... tentu saja tahu," jawab Kanza. Tentu saja Kanza akan tahu siapa saja gadis yang di pacari Kenzie, karena semua gadis yang dekat dengan Kenzie selalu saja, menanyakan tentang Kenzie pada Kanza, kadang Kanza di buat pusing oleh mereka.
"Baiklah, Deal kita tidak akan memberitahu siapapun." Kanza dan Kenzie pun saling berjabat tangan. Setelahnya mereka pun pergi ke tempat dimana teman-temannya duduk.
"Sekarang kita kembali ke atas, nanti Ghala mencariku."
"Siapa itu Ghala? Pacarmu? Wah ... adikku ini sudah punya pacar rupanya."
"Hey, diam kau! Siapa juga yang pacaran, memang kamu semua gadis di pacari, kamu itu berbeda dengan Kenzo, kamu hobi sekali mempermainkan wanita," ujar Kanza.
"Ih ... dasar, playboy kabel."
"Biarpun playboy, kamu sayang, kan sama kakak mu ini." Ujar Kenzie yang mengedipkan matanya.
"Ih ... narsis," ketus Kanza.
"Udah ah, jangan ngomong terus mending kita ke atas." ajak Kanza, namun di sanggah oleh Kenzie.
"Stop!" ujar Kenzie
"Ada apa?" Tanya Kanza sambil berbalik ke arah Kenzie.
"Gawat!"
"Gawat apa?"
"Papi,"
"Papi?" Ujar Kanza, seraya mengikuti arah tatapan mata Kenzie. Mata Kanza membulat sempurna, mulutnya terbuka menyerupai huruf O, keduanya sama-sama mematung, manik matanya tertuju pada seorang pria yang duduk di sebuah meja yang tak jauh dari mereka, pria itu tak lain adalah Vero papi mereka, yang kebetulan sedang berada di cafe yang sama.
"Berbalik." Titah Kenzie, Kanza pun ikut berbalik.
__ADS_1
"Gawat kalau sampai papi melihat kita." ujar Kenzie.
"Kenzie kenapa kau takut? Seharusnya aku yang takut, papi tidak tahu aku keluar," ujar Kanza.
"Aku bilang pada papi ada tugas kelompok, jadi aku pulang agak malam. Kalau ketahuan bisa gawat! Papi bisa-bisa blokir rekeningku lagi," ujar Kenzie.
"Apalagi aku, aku bilang ke mami mau pergi ke rumah Lusi dengan Kenzo, sedangkan Kenzo gak ada disini, gimana dong?" ucap Kanza
Di ujung sana Vero menatap curiga kedua anak remaja di depannya, Vero merasa kenal dengan kedua remaja itu, Karena penasaran Vero pun memutuskan untuk menghampiri kedua anak remaja itu, yang jika di lihat mereka sedang saling berbisik.
"Tuan Vero, terima kasih untuk hari ini, semoga kerja sama kita lancar," ujar seorang pria mengejutkan Vero.
"Iya, sama-sama." Ujar Vero seraya menjabat tangan temannya itu. Setelah saling berjabat tangan. Pria itu pun pamit pergi. Kini tatapan Vero kembali tertuju pada kedua remaja tadi. Vero bangun dari duduknya melangkah mendekat kearah Kenzie dan Kanza.
"Kanza, Kenzie?"
Kenzie dan Kanza terbelalak saat mendengar suara Vero yang baru saja memanggilnya, detak jantung tiba-tiba berdetak lebih kencang. Dengan perlahan Kanza dan Kenzie pun berbalik menghadap Vero.
"Papi," ujar Kanza dan Kenzie.
"Kenzo bukannya kamu ada tugas kelompok?" Tanya Vero dingin, dan tatapannya begitu menakutkan. Membuat tubuh Kenzo panas dingin.
"Kerja kelompoknya sudah selesai Papi, jadi aku mampir kesini untuk makan."
"Kau juga ikut Kanza?" Kini Vero beralih menatap Kanza.
"Aku di ajak teman Papi, abis di rumah bosen, ya sudah aku main saja ini, kan malam minggu Papi, besok juga libur sekolah,kan!" ujar Kanza.
"Pulang sekarang."
"Kok pulang papi," bantah Kanza
"Terus, ngapain?"
"Gak enak Papi sama teman-teman, iya gak Ca!" Ujar Kenzie yang menyenggol sikut Kanza.
"Iya Papi, masa! Main pergi aja."
"Pulang sekarang, ini sudah jam 9." Ujar Vero dengan tatapan tajamnya.
"Iya, Papi," Jawab Kanza dan Kenzie. Kanza dan Kenzie pun akhirnya mengikuti Vero keluar dari cafe, keduanya tidak bisa jika harus membantah papinya.
...----------------...
Jangan lupa untuk dukungannya ya 🙏🤗,
Ingat like dan Vote jangan lupa. Sebentar lagi akhir bulan, pemenang akan di umumkan mau jadi pemenang jangan lupa like-nya ok👌
Mampir juga yuk ke novel temanku
__ADS_1