
Di atas kursi kebesarannya Joy begitu fokus menatap layar laptopnya. Jari-jari tangannya menari-nari di atas keyboard tanpa kenal lelah. Entah apa yang Joy lakukan selama dua jam Joy duduk di kursi kebesarannya, tanpa bergeming sedikit pun.
Enter
Klik
Berhasil
Akhirnya pekerjaan Joy selesai, Joy bisa menyandarkan tubuhnya pada dinding kursi, memejamkan matanya sejenak.
"Kita lihat, seberapa hebat kalian menjadi seorang pemimpin. Akan ku pastikan kalian tidak akan mendapatkan apa pun." gumam Joy penuh penekanan.
"Jam berapa ini." ucap Joy yang melihat arlojinya. Setelah itu Joy langsung bergegas pergi. Untuk kembali ke rumah sakit.
****
Di tempat lain dua pemuda sedang duduk santai di sebuah bar dengan beberapa botol minuman di depannya. Pria itu adalah Arka juga Reyhan, Arka terlihat sangat mabuk, nada bicaranya saja sudah ngelantur kemana-mana.
"Aku tidak akan mengampuni pria itu, lihat saja besok dia akan masuk penjara" ucapnya demikian
"Reyhan, sepertinya anak itu harus mati, hanya Stella satu-satunya penghalang kita, bahkan pengacara bodoh itu berpihak pada anak itu."
"Jangan gegabah Kak, kita tidak bisa membunuh Stella, karena kita butuh tanda tangannya. Lucifer sudah tahu rencana kita, itu sebabnya dia mewariskan seluruh hartanya untuk Stella, membuat kita tidak bisa apa-apa." ujar Reyhan kesal.
"Lucifer benar-benar serakah dia tidak memberikan kita sedikit pun saham atau property yang dia miliki, malah semua yang dia serahkan pada Stella. Saudara macam apa dia." umpat Arkan.
"Aku tahu siapa yang kita butuhkan," ucap Arka yang tersenyum licik.
"Siapa?" tanya Reyhan yang memicingkan matanya
"Kau juga akan tahu nanti." ujar Arka yang entah sedang merencanakan apa.
****
Stella sudah siuman, keadaan Stella memang masih lemah, Stella diminta untuk bedrest bahkan turun dari ranjang pun tidak boleh. Namun tetap saja Stella tidak bisa diam, Stella merasa bosan bila harus lama-lama tertidur di atas ranjang.
Cklek,
Seorang perawat membawakan makanan untuk Stella, Stella tersenyum sepertinya Stella memang sudah sangat lapar.
"Malam Mba, ini makan malamnya." ujar Suster yang menyiapkan makanan untuk Stella, ada macam-macam makanan di atas meja. Namun sepertinya bukan selera Stella .
"Suster, apa aku boleh minta sesuatu?"
"Apa Mba?"
__ADS_1
"Apa ada makanan lain? Aku mau ceker pedas, rujak, sama martabak."
"Maaf ya Mba, ini makanan sesuai anjuran dari dokter, ini juga enak kok Mba, ada ayam goreng, sayur ada buahnya juga."
"Mba bisa panggilin suami saya."
"Suami Mba sepertinya sedang di kamar mandi, Mba makan dulu aja ya." titah Suster, Stella merenggut. Tak lama kemudian Joy keluar dari kamar mandi.
"Itu suami Mba aku tinggal dulu ya." ujar suster lalu melangkah pergi.
Joy pun melangkah maju menghampiri Stella yang hanya menatap makanannya saja.
"Ada apa? Kenapa tidak makan."
"Aku maunya ceker pedas, rujak, sama martabak, kamu belikan ya!" pinta Stella sambil mengulum senyum. Joy tidak menjawab, tangan Joy langsung mengambil piring makanan di depan Stella lalu menyuapinya.
"Makan yang ada." ucap Joy yang menyodorkan sesuap nasi pada Stella.
"Makan, kamu itu lagi sakit nurut sama dokter, dokter menyuruh mu untuk memakan ini jadi makan jangan sampai bayi kita kelaparan." Terpaksa Stella menurut memakan makanan yang ada.
Joy menyuapi Stella sampai makanannya habis
"Joy, apa kau bisa menghubungi rumahku? Aku ingin bicara sama bibi apa mereka baik-baik saja, apa paman datang ke rumah." ucap Stella yang terlihat sedih.
"Bosan tidur terus."
"Ini perintah, cepat tidur aku ada disini." ujar Joy yang mengelus lembut kepala Stella sampai Stella tertidur.
****
Keesokan paginya Arka dan Reyhan memaksa seorang pria untuk masuk ke dalam mobilnya. Di tempat yang cukup sepi, jauh dari keramaian mobil Arka terhenti dan membawa masuk paksa seorang pria ke dalam mobilnya.
"Lepaskan aku, siapa kalian? Apa mau kalian?" tanya Pria itu yang tangannya di kunci oleh Reyhan.
"Lepaskan aku, ngapain kalian culik aku, apa mau kalian?" teriak pria itu.
Hussst ...
"Tidak perlu teriak-teriak, apa kau masih kenal aku?" tanya Arka pada pria itu.
"Kau." Pria itu terhenyak saat melihat Arka di hadapannya.
Flashbsck
"Kau butuh uang? Aku bisa memberimu uang, asal kau mau bekerja untuk ku." ujar Arka pada pria di depannya.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Gampang, aku butuh supir pribadi untuk keponakanku, tugasmu hanya mengantarkannya." perintah Arka. Pria itu pun setuju, karena jadi supir itu hal yang mudah pikirnya.
Pria itu adalah Ardi. Ardi bekerja menjadi supir pribadi Stella, usia Ardi saat itu memang tidak terlalu tua, dia masih muda, melihat daun muda seperti Stella membuat Ardi tergoda. Ardi yang tertarik pada Stella pun membicarakan hal itu pada Arka, Arka tersenyum dan memberikan ide gila pada Ardi.
Arka menyuruh Ardi untuk melakukan hal yang tak senonoh, awalnya Ardi tidak mau karena takut namun ... karena Arka terus memberikan dukungan akhirnya Ardi pun melakukannya.
"Kamu jangan takut, kamu tahu kedua orangtuanya tidak ada di rumah, Stella tinggal sendiri tidak akan ada yang melihat. Kapan lagi kamu akan mendapatkan daun muda sepertinya." bisik Arka membuat gairah Ardi membara.
Sebenarnya ada niat terselubung di balik ini semua. Arka tahu Ardi bukanlah orang baik, Ardi adalah narapidana yang sering keluar masuk penjara, karena banyak kasus yang ia lakukan. Arka sengaja membebaskannya hanya demi keuntungannya.
Pada hari dimana Ardi melakukannya Arka sengaja datang ke rumah itu, karena keadaan rumah sangat sepi membuat Arka bebas masuk ke dalam.
Arka mendengar jeritan dan teriakan Stella dari arah dapur, Arka pun pergi ke sana dan melihatnya. Arka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang di terimanya. Bersembunyi di balik tembok dinding Arka sengaja memotret atau merekam kejadian itu dengan niat, akan ia sebar luaskan di media sosial. Dengan demikian keluarga Lucifer akan sangat malu karena putrinya sudah di lecehkan.
Sebelum ada orang yang datang Arka langsung melangkah pergi tanpa memperdulikan Stella. Tanpa di sadari Stella melihat Arka saat itu, saat Stella berteriak tolong ... tolong ... Arka hanya mengabaikannya dan tidak peduli, Stella begitu sedih karena pamannya sama sekali tak menolongnya.
Flashback of
"Ardi kau masih ingat aku?
"Ada apa? Apalagi yang kau inginkan."
"Kau masih ingat? Dengan gadis itu?"
"Aku tidak akan pernah lupa, karena dia aku hidup di penjara selama bertahun-tahun."
"Apa kau tidak ingin balas dendam?" tanya Arka membuat kening Ardi mengerut.
"Apa yang bisa aku balas, karena mereka aku tidak bisa mendapat pekerjaan,"
"Kau tahu, keadaan gadis itu sebenarnya? Dia hampir gila karena kelakuanmu, bahkan sampai sekarang dia masih gila."
"Apa maksudmu?" tanya Ardi heran
Arka pun menceritakan masalalu Stella yang trauma psikisnya, dan Arka memberitahukan bahwa saat melihat wajah Ardi Stella akan teringat masa itu, dan menjerit histeris. Ardi tidak percaya dengan semua yang Arka katakan. Karena saat dulu Ardi sama sekali tak mendengar berita tentangnya di media sosial itu karena Susan dan Lucifer menutup rapat-rapat berita itu, hingga tidak ada yang berani menyebarkannya.
"Bagaimana? Apa kau siap membalas dendam mu? Kau hanya datang saja padanya perlihatkan wajahmu, aku yakin gadis itu akan menjerit histeris, buat dia sampai gila." ujar Arka yang tesenyum devil.
...----------------...
Maaf banget thor belum bisa crazy up lagi🙏☺ Dan maaf juga telat upnya karena thor sekarang lagi sibuk di RL ( real life ) tenang aja setiap hari up kok, makasih yang selalu setia menunggu 🙏☺
Jangan lupa like dan vote nya ya 🤦♀️
__ADS_1