
Akihiro dan Anna melupakan sesuatu yang penting nyawa mereka berdua sedang di ambang kematian . Bola mata Anna dan Akihiro membulat sempurna mobil yang mereka tumpangi akan menabrak pagar pembatas jalan , dan yang pasti mereka akan jatuh dari atas ketinggian 7-8 meter dan tidak mungkin mereka akan selamat .
Oh my god
Oh no
Anna langsung menggenggam tangan Akihiro erat , mata nya langsung terpejam . Seakan - akan Anna tidak ingin melihat apa yang terjadi selanjut nya , Anna ingin menutup pandangan nya sejenak dia hanya bisa pasrah saat ini .
Ya.. tuhan apa ini akhir dari hidup ku , apa ini kematian ku , Mami .. Papi .. maaf kan Aku , Anna terus berbicara dalam hati dengan mata terpejam .
"Kita akan selamat , tenang saja ."
Anna membuka mata nya , menoleh ke arah Akihiro di samping nya ."Selamat ? kau yakin ? kau tidak lihat di depan kita , hanya beberapa menit saja kesempatan kita untuk hidup , kita akan terjatuh dari atas ketinggian 8 meter tidak mungkin untuk selamat . Setidak nya ini adil kita akan mati bersama , apa kau ingin mengatakan pesan terakhir sebelum kau mati ."
"Berdoalah , aku yakin kita akan selamat ." Akihiro berucap dengan tenang . Anna hanya tersenyum miris , Anna sudah benar - benar putus asa untuk hidup nya .
Anna kembali memejamkan mata , pandangan nya fokus ke depan seakan - akan sudah siap menyambut kematian nya .
Tuhan .. jika engkau memberikan keajaiban pada diri ku , selamatkan lah aku dari tragedi ini , namun jika ini adalah akhir dari hidup ku , sampaikan lah satu pesan ku pada seseorang yang akan aku temui malam ini , sampaikan pada nya jangan menunggu ku , sampaikan maaf ku pada nya, namun jika engkau mengizinkan, aku ingin melihat nya sebentar saja hiks..hiks.. ." Anna menangis .
Kemi .. maafkan aku
Jleg,
Bola mata akihiro membulat sempurna , baru saja mendapat ungkapan yang mengejutkan, dengan cepat Akihiro menoleh ke arah wanita di samping nya , menatap nya dengan lekat , mencerna kembali apa yang dia dengar barusan .
Kemi ,
Anna baru saja menyebut nama nya , apa Kemi yang di maksud adalah diri nya ?
Sekelebet bayangan gadis kecil nya muncul kembali . Seorang gadis kecil yang pernah mengobati luka nya , memberikan satu senyuman untuk nya , memberikan sebuah hadiah gelang pada nya sebagai persahabatan ,
Hai namaku Joanna , kamu ?
Hei , kau belum jawab pertanyaan ku siapa nama mu ?
Mau kah kau berjanji setelah dewasa nanti kita akan bertemu kembali ? Dan kau adalah cinta pertama ku .
Jangan lupa balas email ku ya
Jagalah gelang itu baik - baik .
Brukkk...
Bayangan pun menghilang , Akihiro tersadar dari lamunan nya , melihat sebuah mobil dari arah samping menabrak mobil nya dengan keras membuat mobil nya kembali berputar , menjauhi pagar pembatas , dari dalam mobil Joy berusaha sekuat tenaga untuk menghindari jatuh nya mobil Anna dengan cara menabrakkan mobil nya dengan keras .
Brukk ..Brukk..Brukk..
__ADS_1
Dalam waktu bersamaan tiga buah mobil menghimpit mobil nya , membuat benturan keras sampai mobil yang mereka tumpangi berhenti berputar dan diam di tempat .
Kuasa Tuhan , Akihiro dan Anna pun selamat dari ambang kematian , walau pun kedua nya mendapat luka di wajah dan area tubuh nya .
Beberapa polisi keluar dari dalam mobil , begitu juga dengan Joy yang langsung menghampiri mobil Anna .
Suara berisik pun terdengar Anna di tarik seseorang yang mengeluarkan nya dari dalam mobil , tubuh Anna benar - benar sudah sangat lemah , hanya bisa pasrah ketika beberapa pria mengangkat tubuh nya .
Beberapa orang juga melakukan hal yang sama pada Akihiro , dari jauh Akihiro melihat tubuh Anna yang tak berdaya , sedang di peluk seorang pria yang tak lain adalah Joy , Akihiro terus menatap wajah Anna dari jauh sebelum pandangan nya kabur , Akihiro merasa tubuh nya melayang , beberapa pria berseragam membawa nya ke dalam sebuah mobil yang tak lain adalah mobil Akio asisten nya yang sedang mengkhawatirkan nya saat ini .
Akihiro dan Anna harus berpisah di tempat ini , Anna di bawa oleh Joy sedangkan Akihiro di bawa oleh asisten nya Akio menuju rumah sakit yang berbeda .
*****
Kabar penembakan itu pun sudah terdengar sampai ke sekolah triple Rey , tidak sedikit dari mereka juga terkejut dan takut namun sedikit tenang karena lokasi yang cukup jauh dari tempat kejadian .
Kanza ...
Dari ujung lorong terlihat Kenzie memanggil - manggil sang adik yang baru saja keluar dari dalam kelas . Kanza berjalan gontai bersama Lusi sahabat nya , kanza berniat untuk pergi ke mall sepulang sekolah untuk berbelanja karena hari ini dia mendapat Gold Card nya dari sang kakak .
Kanza ..
Kenzie berlari menghampiri Kanza dengan nafas terengah - engah . Membuat Kanza menghentikan langkah nya .
Ada apa ? , tanya Kanza kemudian .
"Kau mau kemana ? ayo kita pulang ."
"Eh .. jangan , kau tidak boleh pergi kemana pun kak Joy menyuruh kita untuk langsung pulang kembali ke rumah ."
"Iya aku pulang tapi setelah dari mall " timpal Kanza
"Ini bukan waktu yang tepat untuk berbelanja , jakarta sedang genting hotel bintang 5 di serang , terjadi penembakan di sana , kau ingin pergi ke mall kan ? kau yakin ? mall berada tepat di depan hotel itu , kalau tero-ris itu kembali dan menyerang mall bagaimana ? "
"Kenzie kau jangan berbohong , bilang saja kau iri karena aku tidak ingin berbagi Gold Card nya ."
"Kenzie benar "
Kanza menoleh ke sumber suara yang dimana Kenzo berdiri dengan tenang , di belakang nya .
"Mami mengkhawatirkan kita semua , lebih baik kita pulang jangan membuat mami khawatir , kak Joy juga menyarankan untuk pulang ." ucap Kenzo tenang .
"Kau percayakan aku tidak berbohong ." pekik Kenzie .
"Kenzie bawa Kanza ke mobil , pasti pak Beno sudah menunggu ." titah Kenzo
"Kau tidak ikut ?" tanya Kenzie
"Aku membawa motor , kau duluan saja ."
__ADS_1
"Baiklah , ayo kita pulang ." Kenzie menarik tangan Kanza
"Lusi , aku harus pulang kita atur waktu lain waktu ya ." teriak Kanza yang di tarik oleh Kenzie berlalu pergi meninggalkan Lusi dan Kenzo .
"Kau tidak pulang ?" tiba - tiba Kenzo bertanya pada Lusi , baru kali ini dia mendengar ucapan Kenzo .
"Aku , juga akan pulang ."jawab Lusi
"Di jemput ?"
"Tidak , aku akan naik taksi ."
"Aku akan mengantar mu ." ucap Kenzo dingin yang berlalu pergi . Lusi hanya bisa terdiam mendapat perlakuan yang tiba - tiba dari Kenzo .
Mimpi apa dia semalam ? hari ini Kenzo yang akan mengantar nya pulang .
"Kenapa kau diam saja ."
Seketika lamunan Lusi buyar saat Kenzo kembali bersuara , Lusi berjalan pelan mengikuti Kenzo dari belakang sampai di parkiran , Kenzo memberikan helm pada Lusi untuk memakai nya , setelah Kenzo naik Lusi pun ikut naik duduk di belakang Kenzo , dengan ragu dan gugup Lusi memegang bahu Kenzo untuk pegangan .
"Pegangan yang erat ."
"Ya ."
"Kalau kau berpegangan seperti itu , kau akan jatuh ."
"Lalu ."
Tanpa bersuara Kenzo menarik lengan Lusi , mengeratkan pada pinggang nya , membuat Lusi diam tanpa kata .
Ya ..tuhan apa ini mimpi ? , lagi - lagi Lusi membatin .
"Pegang dengan erat ." ucap Kenzo lagi lalu melesat melajukan motor nya keluar dari area sekolahan .
Brmmmm...Brmmm... Brmmm..
...----------------...
Selamat malam All ,
Tadi nya thor mau Up satu Bab saja , namun akhir nya thor Up dua Bab juga 😄 sampai kriting nih jari 😁😁.
Semoga kalian suka ya ,
Jangan lupa tinggalkan like sesudah membaca dan jangan lupa Vote nya juga , dan komen tentu nya 👌☺.
Bonus Nih buat kalian ,
Visual Lusi anak nya Alvin dan Zeni , yang gak kalah cantik juga loooh...
__ADS_1
...Lusiana Alviano Aulia...