
"Aku pikir itu adalah awal kehidupan baru ku , tapi tidak ! Aku kembali bertemu dengan nya di perusahaan itu , aku menyapa nya dengan ramah karena bagaimana pun dia adalah adik ku . Aku bertanya kabar papa tapi dia tidak menjawab pertanyaan ku ."
"Dia selalu bilang ' Papa baik sangat baik berkat tidak ada diri ku , dan dia menyuruh ku untuk tidak pernah lagi datang ke rumah apa lagi bertemu dengan papa ' Aku masih diam dan mendengar semua perkataan nya ."
"Namun, saat malam itu aku dan bos ku di undang makan malam oleh nya , sebenar nya aku sangat enggan untuk datang tapi aku harus menghargai undangan dari bos ku , aku pun datang dan kita bertemu lagi . Dia menatap ku sinis , dia tersenyum licik , dia terus berbicara keburukan ku pada bos ku , dia bilang aku wanita hina , wanita kotor sampai akhir nya makan malam pun berantakan , bos ku pergi meninggalkan ku dan aku sangat marah pada nya , namun dia hanya tersenyum dan berlalu pergi ."
"Pada saat itu aku bertemu Vicky , dia adalah teman ku dan kami mengenal sangat lama . Aku tidak tahu kalau Vicky menyukai ku namun dia mengatakan itu pada ku . Dia melamar ku dan ingin menikahi ku , tapi aku menjadi dilemma.... Aku bingung harus jawab apa karena aku tahu Shila juga menyukai nya ."
"Akhir nya aku menerima lamaran nya dan akhir nya kami pun menikah . Sebulan sudah berlalu , kami hidup bahagia dan aku hamil , aku mengandung mu Amber kau adalah putri pertama kita , papa mu sangat bahagia , tapi .... kebahagiaan ku tak berlangsung lama dia kembali datang , tante mu kembali datang , dengan amarah yang memuncak . Dia mengetahui bahwa aku dan Vicky menikah dan dia tidak terima , apa lagi saat dia tahu aku mengandung anak nya , dia sangat murka . Dia membawa kabar mengejutkan dia bilang diri nya hamil dan meminta pertanggung jawaban papa mu , namun papa mu mengelak dia tidak mau dan tidak mengakui anak yang di kandung nya . Ucapan itu membuat dia marah dan emosi yang memuncak , dia memukul papa mu lalu dia menusukan pisau pada perut papa mu , yang membuat papa mu terbaring lemah dan akhir nya di nyatakan meninggal ."
"Aku sangat terkejut , melihat itu dia meninggalkan ku dalam keadaan ku sedang hamil , dan itu membuat ku depresi , aku tidak terima kenyataan , aku mengutuk kehamilan ku sebagai pembawa sial , aku sangat terpukul , hidup ku hancur , kehancuran itu membuat ku benci pada mu , dan itu sebab nya aku tidak pernah menceritakan tentang papa mu yang sebenar nya ."
"Papa di bunuh ? Dan orang yang telah membunuh papa ku adalah tante ku sendiri ? Dia yang telah membuat aku tidak punya papa ." Amber terkejut mendengar semua kenyataan yang pahit itu .
"Ya , dia adalah orang yang membuat papa mu mati ."
Tissa sudah menanam kebencian pada hati Amber , Tissa memanfaatkan putri nya untuk membalaskan dendam nya , semua yang di katakan adalah omong kosong belaka , Tissa mengatakan kebohongan besar pada putri nya hanya demi ke rukunan antara hubungan nya dengan putri nya .
Setelah apa yang di lihat nya di sekolah saat itu , putri nya sangat membenci Kanza putri dari Shila , Tissa menjadikan semua itu sebagai kesempatan untuk menanam lebih banyak lagi kebencian pada putri nya agar putri nya membalaskan semua dendam nya .
Tissa bilang bahwa dulu , dia di usir dan di fitnah , namun kenyataan nya Shila lah yang di usir secara tidak hormat dari rumah nya sendiri .
Tissa bilang diri nya di hina , di sebut wanita kotor , wanita hina di depan bos nya sendiri , namun kenyataan nya Shila lah yang di hina oleh nya , Tissa mengumbar semua keburukan Shila pada Tuan muda Alvero yang saat itu menjadi bos nya Shila , Tissa tersenyum saat Tuan muda pergi meninggalkan Shila .
Tissa bilang Vicky mencintai nya sangat mencintai nya , namun kenyataan nya Vicky lebih mencintai Shila .
Tissa bilang , Shila sangat marah saat Vicky tidak mau tanggung jawab atas kehamilan nya sampai akhir nya Vicky terbunuh .Namun kenyataan nya Vicky menolak untuk bertanggung jawab kehamilan Tissa karena Vicky sangat mencintai Shila , itu semua membuat Tissa marah dan murka dan akhir nya Tanpa sadar Tissa telah membunuh Vicky dengan sebuah pisau yang ia tusukan pada perut nya .
Tissa memanipulasi semua kenyataan , dengan mempengaruhi putri nya sendiri . Semua kebohongan yang dia katakan telah membuat Amber semakin benci pada tante nya sendiri , dan dia akan menerima Tissa sebagai ibu nya . Itulah rencana nya Tissa ingin Amber membenci Shila dan suatu hari nanti putri nya akan membalaskan semua dendam nya .
"Dimana tante ku , dia telah merenggut papa ku , membuat aku lahir tanpa seorang ayah , membuat aku di hina oleh semua orang , aku bersumpah aku akan membalas semua perlakuan nya , semua orang harus tahu dia adalah pembunuh ." Kebencian mulai terlihat pada diri Amber , amarah nya , perkataan nya memperlihatkan semua nya .
__ADS_1
"Tapi kenapa dia tidak di penjara ?"
"Orang kaya bisa menyelesaikan semua nya dengan uang.Di tambah dengan tidak ada ya bukti. Kamu tahu dia hidup dengan tenang dan bahagia sekarang, tidak ada penyesalan dalam hati nya . Dia menikah dengan seorang pengusaha besar pemilik Wallandou group ."
"Wallandou group? Aku pernah mendengar nama itu tapi di mana ?" gumam Amber
"Di sekolah " Amber langsung menatap Tissa ketika mendengar ucapan nya ." Di sekolah mu , kau baru saja mengatakan itu pada ku ." lanjut Tissa
Amber terdiam , dia mencoba mengingat kembali perkataan nya dan kejadian di sekolah nya .
semua orang tahu siapa papa nya pemilik wallandou group , entah apa yang mereka kagumi dari nya aku sungguh membenci nya .
Kanza Alvero Wallandou ,
Sekilas bayangan - bayangan di ruang guru tadi melintas di benak nya , dia ingat saat seorang guru yang memanggil nama Kanza dengan Kanza Alvero Wallandou.
Amber tercengang, Amber terus mencoba mengingat - ngingat lagi pembicaraan , perkataan ,tadi pagi di sekolah nya , Dan Amber sangat terkejut bahwa ternyata Kanza adalah anak dari tante nya sendiri .
"Ya , Kanza orang yang baru saja berkelahi dengan mu dia adalah sepupu mu anak dari tante mu ."
"Tidak mungkin kau pasti berbohong ."
"Kau bisa buktikan sendiri . Awal nya aku juga tidak percaya tapi .... aku melihat sendiri wanita itu , wanita itu menjemput Kanza putri nya . Aku yakin Kanza adalah putri nya yang dia kandung saat itu , karena kami sama sama mengandung ."
"Jadi dia sepupu juga adik ku ? Kau bilang dia hamil oleh papa kalau begitu dia adalah adik ku " Amber tidak terima kalau itu kenyataan nya , Amber tidak bisa bayangkan kanza adalah adik nya .
"Apa kau tidak mendengar perkataan ku ? Papa mu menolak bertanggung jawab itu berarti papa mu tidak menghamili wanita itu bisa saja wanita itu hamil oleh orang lain . Kanza bukan lah adik mu dan bukan pula anak dari papa mu ."
"Lalu Kanza anak siapa ?"
"Anak terlahir tanpa ayah berarti dia anak ?"
__ADS_1
"Anak haram ." ucap Amber cepat , tatapan nya sangat dingin dan tajam .
"Itu berarti dia anak haram bukan aku , Dia anak haram juga anak pembunuh ."
Tissa tertawa dalam hati , akhir nya rencana nya berhasil . Dengan memanipulasi keadaan dan kenyataan , dia membuat Amber benci pada Shila dan anak nya Tissa tersenyum bahagia .
"Sekarang lihat , siapa yang akan mendapat hinaan anak ku atau anak mu Shila . Anak mu akan merasakan apa yang anak ku alami , Amber akan sangat membenci mu dan juga anak mu ." batin Tissa .
Amber masih tidak percaya dengan apa yang di katakan ibu nya . Namun karena kebencian nya yang lama tertanam membuat hati nya semakin gelap dan buta , dia percaya dengan semua perkataan yang di ucapkan Tissa .
"Istirahatlah , aku akan membangunkan mu nanti saat makan malam ." ucap Tissa yang bangun dari duduk nya dan ingin melangkah namun tangan nya di cekal oleh Amber .
"Ada apa ?"
"Mama ." DEG!! Amber kembali memanggil nya Mama , setelah sekian lama akhir nya nama itu kembali ia dengar .
"Maafkan aku , aku selalu menyalahkan mu karena aku lahir tanpa seorang ayah , tapi sekarang aku mengerti kenapa kau menyimpan semua itu , kau tidak pernah mengatakan nya sekarang aku tahu alasan nya kenapa. Boleh kah aku memanggil mu Mama ."
Tissa kembali duduk di samping Amber . Lalu memeluk nya "Aku senang kau memanggil ku Mama , kita ini ibu dan anak , kau adalah anak ku dan aku adalah ibu mu kenapa aku melarang mu memanggil Mama , aku sangat senang mendengar nya ."
Amber memeluk Tissa dengan hangat dan ini untuk pertama kali nya hubungan mereka terlihat hangat , dan akrab .
"Istirahatlah "
Setelah menyuruh putri nya istirahat , Tissa pun keluar dari kamar Amber .Namun saat di depan pintu Tissa berpapasan dengan seorang wanita paruh baya , kulit wajah nya yang mulai keriput , rambut yang mulai memutih yang ia sanggul di belakang dia adalah Rani Maharani ibunya.
Rani menatap tajam pada Tissa , Tissa menutup pintu kamar Amber dengan rapat , lalu ia berkata " Mama " ucap nya demikian
"Apa yang kamu lakukan ? "
"Maksud nya ?"
__ADS_1
"Aku mendengar semua nya , kamu memanipulasi dengan mengatakan kebohongan besar pada putri mu ,apa yang kamu pikirkan ? apa kamu tidak pernah berpikir akibat yang akan kamu terima ."