Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Anak haram


__ADS_3

Brukk....


Tissa membanting pintu kamar nya dengan keras. Hubungan nya dengan putri nya memanglah tidak baik , semenjak melahirkan Amber Tissa memang tidak pernah memperhatikan putri nya bahkan peduli saja tidak , Entah kenapa setiap kali melihat wajah putri nya Tissa selalu ingat dengan kejadian masalalu yang membuat nya teringat kembali pada Vicky .


Flashback on


17 tahun lalu


Tissa menghentikan mobil nya di depan sebuah apartemen lalu turun dan masuk ke dalam apartemen itu . Tissa berjalan dengan pandangan lurus ke depan mata nya memerah menahan amarah , tangan nya mengepal geram .


Brukk..


Tissa mendobrak sebuah kamar apartemen mengejutkan kedua orang yang berada di dalam nya . Dua orang sejoli seorang pria dan wanita yang sedang tidur bersama seperti akan melakukan olah raga panas nya namun , kegiatan itu terhenti karena suara pintu yang di dobrak Tissa .


"Kau ," ucap pria itu menahan amarah nya .


Tissa masuk ke dalam kamar tanpa di minta dan menyuruh wanita itu keluar dari kamar ini .


"Keluar kau ." titah Tissa pada wanita itu , wanita itu pun langsung memungut baju- baju nya lalu ke luar dari kamar .


"Hey, jangan pernah mengusir wanita ku ." tegas pria itu yang menunjuk Tissa di hadapannya.


"Kenapa ? aku tidak punya urusan dengan wanita itu , aku hanya punya urusan dengan mu ." ucap Tissa dengan nada tajam


"Apalagi ? hah, kau butuh uang lagi ? aku tahu apa mau mu uang kan ? setiap kali kau datang pasti butuh uang ." cibir pria itu .


"Kamu mau tahu apa maksud kedatangan ku ? "


"Tanpa kau beri tahu aku sudah tahu , sudah pasti uang kan ." timpal pria itu .


"Aku kesini untuk meminta pertanggung jawaban mu ."


Pria itu mengerutkan dahi nya " Apa ? tanggung jawab ck, dasar ! Memang nya apa yang aku lakukan ? "


"Kamu harus tanggung jawab atas bayi ini ." tegas Tissa sembari menunjuk pada perut nya .


"Apa? bayi ?"


"Ya, bayi dalam perut ku . Aku hamil oleh mu Vicky dan kau harus tanggung jawab ." teriak Tissa dengan tegas . Pria yang di panggil Vicky itu pun terbelalak mendengar ucapan Tissa.


"Hamil ?" gumam Vicky terkesiap , Namun sejenak dia tertegun mengingat kembali apa yang menyebabkan diri nya menghamili Tissa .


"Untuk apa aku harus bertanggung jawab ? bukankah kamu sudah menerima uang nya ." cibir Vicky sedikit menusuk.

__ADS_1


"Kurang ajar kamu ya Vic , kamu sudah membuat ku hamil dan sekarang kamu tidak mau tanggung jawab b4ngs4t kamu Vicky . Aku benci kamu ." Tissa meronta - ronta ,memukul tubuh Vicky penuh amarah .


"Kamu yakin anak itu anak ku ? " Tissa terbelalak mendapat pertanyaan itu dari Vicky .


"Bisa saja itu anak laki - laki lain kan ? bilang saja kamu ingin melabui ku agar mendapatkan uang dari ku , Tissa , Tissa aku tidak bisa kamu bohongi ."


Plak,


Satu tamparan mendarat pada Vicky . Tissa menampar nya dengan keras bisa- bisa nya Vicky mengatai nya .


"Jangan sama kan aku dengan wanita yang sering kau sewa , aku bukan wanita murahan . Kamu harus tanggung jawab Vicky.." teriak Tissa memenuhi ruangan .


"Aku hanya akan menikahi satu wanita yaitu Shila bukan kamu ."


"B4jinga4n kamu Vic, b4jing4n .. "


Flashback off .


Sekilas bayangan masalalu nya kembali terlintas di pikiran nya , Tissa menutup mata rapat - rapat , tangan nya ia kepal kan , hati yang bergemuruh , amarah dan kebencian yang ada dalam hati nya saat ini.


17 tahun , ya.... 17 tahun lama nya peristiwa itu sudah berlalu namun itu tetap menyakitkan untuk nya , peristiwa itu tidak bisa ia lupakan begitu saja .


17 tahun ia menghindar dan pergi meninggalkan tanah air nya , namun itu semua tidak membuat kenangan buruk menghilang dan terlupakan . Di balik semua itu hanya satu nama yang selalu Tissa ingat ' Shila '


Ya .... hanya Shila lah , orang yang paling dia benci seumur hidup nya , seperti saat ini Tissa menyalahkan Shila atas kehidupan nya yang hancur , Tissa sama sekali tidak berubah bahwa itu adalah hukuman yang pernah ia lakukan pada Shila di masa lalu .


Dendam yang tak pernah terselesaikan antara Shila dan Tissa . Sampai sekarang pun Tissa masih menyimpan dendam itu .


****


Amber sudah sampai di sekolah nya , mobil yang dia tumpangi berhenti tepat di mobil yang Kanza tumpangi pula .


Kedua nya sampai di sekolah secara bersamaan , bahkan keluar mobil pun bersamaan . Kini kedua nya saling menghadap , menatap satu sama lain .


Tatapan kosong namun sangat tajam , entah kenapa awal pertemuan mereka tidaklah baik , dan mungkin tidak akan pernah baik .


"Kenapa kau melihat ku seperti itu ." ucap Kanza datar , Amber hanya mendelik .


"Terserah aku, mata - mata ku , bagaimana cara ku melihat itu hak ku ." jawab Amber ketus .


"Apa kau tidak pernah di ajarkan sopan santun oleh ibu mu juga ayah mu ? Atau memang ajaran di amerika seperti itu ? kau sangat sombong dan angkuh ."


"Lalu kau , apa beda nya dengan ku , apa orang tua mu tidak pernah mengajarkan cara berbicara dengan orang baru ."

__ADS_1


"Aku di ajarkan banyak hal oleh Mami dan Papi ku , itu sebab nya aku tidak seperti mu sombong dan angkuh ."


Kanza sedang apa kau ,seru seorang teman nya yang baru saja datang .


"Kanza kau bicara dengan nya ,aku hanya ingin memberitahu mu dia itu anak haram dia lahir tanpa ayah bahkan sampai sekarang pun dia tidak tahu siapa ayah nya ." Amber menatap tajam seorang wanita di samping Kanza , lagi - lagi berita tentang diri nya sudah tersebar , padahal baru saja dua hari Amber menginjak sekolah ini namun cepat sekali mereka mengetahui asal usul nya .


"Jaga ucapan mu , aku bukan anak haram ayah ku sudah meninggal ."


"Oh , ya kalau begitu siapa nama ayah mu ." Amber diam tak berkata karena Amber pun tidak tahu siapa nama ayah nya , Tissa tidak pernah memberitahukan siapa nama ayah nya .


"Kenapa diam ? kau tidak tahu kan ? "


"Kamu tahu dari mana tentang ini ? " bisik Kanza pada teman nya .


"Kanza kau lupa , aku punya kerabat di amerika mereka bilang Amber selalu berpindah - pindah sekolah di sana ,dan mereka tahu semua tentang nya ."


Amber semakin geram dan kesal mendengar hinaan dari teman nya .


Kanza menatap Amber iba , namun tidak dengan Amber dia menatap Kanza tajam penuh kebencian , Amber pun berlalu pergi ke kelas nya dengan perasaan marah.


Sedangkan Kanza menatap kepergiaan Amber dengan tatapan penuh kasihan , Kanza teringat ucapan nya tadi


"Apa kau tidak pernah di ajarkan sopan santun oleh ibu mu juga ayah mu ? Atau memang ajaran di amerika seperti itu ? kau sangat sombong dan angkuh ."


Kanza merasa tidak enak hati karena telah mengatakan itu , andai saja Kanza tahu kalau Amber tidak mempunyai ayah mungkin Kanza tidak akan mengatakan itu .


Kanza kenapa kau diam ? , ucapan teman nya mengejutkan lamunan nya .


"Ayo , kita ke kelas ."


"Hm." Kanza hanya mengangguk , lalu pergi bersama teman nya menuju kelas nya .


...----------------...


Hai akak readers.. thor mau jelasin sedikit tentang Tissa .


Mungkin dari kalian ada yang tahu ada yang tidak , Tissa Maharani adalah kakak tiri dari Shila , dan ibu nya bernama Rani Maharani yang menjadi nenek nya Amber sekarang .


Tentang Tissa itu ada di season 1 yaitu AG: Ayahku Ceo Sombong yang dulu sempat menghilang dan gak thor ceritakan . Tissa dan Shila memang tidak pernah akur mereka adalah musuh , karena mereka saudara tiri , bahkan Tissa dan Rani adalah orang yang paling jahat terhadap Shila .


Kenapa thor saranin untuk baca saeson 1 Anak genius : Ayahku Ceo Sombong , itu karena cerita dari season ke 2 berhubungan dengan season pertama .


Tapi kalau kalian mau langsung baca season ke 2 nya silahkan 😊 .

__ADS_1


Pokok nya jangan lupa like ,like , like , 👍👍👍


dan Vote juga ya 🙏🙏🙏🙏🙏😊😊😊😊 plus Komentar yang manis - manis 😘😘😘😘


__ADS_2