
Hari ini pertama kalinya Jolie berkunjung ke mansion keluarga Endra.
Perihal konferensi pers kemarin tentang pengumuman pernikahannya membuat keluarga Endra group terkejut terutama sang ibu nyonya Endra sendiri.
Dengan terpaksa mau tidak mau Jolie harus ikut dengan Elang untuk menemui ibunya.
Sepanjang perjalanan Jolie terus bergulat dengan pikirannya, entah apa yang sedang di pikirkan, yang pasti Jolie berharap calon mertuanya itu menentang hubungannya, tidak menyukainya, membencinya, dan tidak setuju dengan pernikahan ini.
Itulah yang di harapkan nya. Dengan begitu pernikahan pun batal dan Jolie akan sangat senang akan hal itu.
Namun semua itu tidak sesuai harapannya, justru malah sebaliknya calon mertuanya begitu senang melihat dirinya datang.
"Mama" Seru Elang saat sudah sampai di rumahnya.
Jolie hanya diam mematung menyapu setiap sudut ruangan. Rumah ini begitu sepi seperti tak ada penghuni, namun rumah ini begitu rapi dan bersih.
Sampai manik mata nya menangkap seorang wanita yang berjalan menuruni anak tangga. Wanita itu sudah tidak muda lagi namun masih terlihat cantik, kulitnya pun masih sangat kencang, kalau di lihat tidak jauh berbeda dengan maminya Shila, mungkin seumuran.
Wanita itu kini sudah berada di hadapannya menatapnya dengan intens. Jolie yang di tatap seperti itu pun melihat tubuhnya dari bawah ke atas, wanita itu menatapnya tanpa ekspresi.
"Mah" panggil Elang pada ibunya
"Ini calon istrimu?" tanya wanita itu tanpa mengalihkan pandangannya pada Jolie
"Iya" jawab Elang cepat
Kenapa dia melihatku seperti itu? dari tatapannya dia seperti tidak menyukaiku. Baguslah! Biar pernikahan ku batal.
Jolie membatin
GREP!! Jolie terkejut saat calon mertuanya memeluk dirinya, menciumi pipinya, keningnya, hidungnya, kalau di pikir - pikir Jolie seperti kucing peliharaannya saja.
"Kenapa kamu tidak mengajaknya dari kemarin? Kenapa baru sekarang saat kalian mengumumkan pernikahan?" hardik nyonya Endra pada putranya Elang.
"Cantik sekali.... Kemari sayang"
Nyonya Endra menarik tangan Jolie untuk duduk bersamanya, bahkan Elang sampai di acuhkan oleh ibunya sendiri. Dia lebih memperhatikan Jolie yang baru saja bertemu dengannya .
Nyonya Endra begitu senang saat melihat Jolie, bagaimana tidak! Dari dulu dia selalu mendambakan seorang putri agar bisa bercerita, memanjakannya, mendandaninya, belanja bersama, nonton bersama, memasak bersama bahkan menyukai barang yang sama.
Namun karena anaknya laki-laki jadi dia tidak bisa melakukan hal itu, bahkan Elang yang sangat dingin, berbicara saja jarang, apa lagi sekarang dia selalu sibuk dengan pekerjaannya, tidak ada waktu bersama sang ibu membuatnya kesepian.
"Aku dengar kamu adalah seorang penyanyi?"
__ADS_1
"Iya tante"
"Ouh.... Itu bagus kita bisa menyanyi bersama kan!" Jolie hanya mengangguk pelan.
"Apa kau suka menonton?"
"I-ya"
"Bagaimana kalau besok kita pergi nonton, sekalian kita shopping, mau?"
"Mah, anak mu di sini, sama sekali tidak di lihat, kalian itu baru bertemu kenapa begitu akrab"
"Ah, diam kau!" hardik sang ibu pada Elang. "Kamu, bisa-bisanya mengumumkan pernikahan tanpa memberitahuku dan aku juga tidak mengenal siapa calon menantu ku. Apa kau masih anggap aku ini ibu mu?"
"Mah dengar dulu, ini mendadak aku juga tidak tahu akan menikah" ucap Elang gugup
"I-ya tante, kita sama sekali tidak ada rencana untuk menikah, ini semua sangat mendadak" timpal Jolie
"Bagaimana bisa kalian tidak punya rencana, mendadak lagi"
"Apa kamu hamil? Elang kau menghamilinya?"
DEG!! Elang dan Jolie terhenyak bisa - bisa nya ibu nya berpikir hal itu, keduanya jadi salah tingkah.
"Aku juga tidak mungkin melakukan itu Mah" bantah Elang. Namun membuat ibunya merengut kecewa.
"Padahal Mamah sangat senang kalau kamu hamil, itu berarti Mamah akan punya cucu"
Jolie dan Elang semakin terhenyak. Mereka tak habis pikir dengan ucapan nyonya Endra, Ibu macam apa ini malah mengharapkan anaknya menghamili seorang wanita.
****
Di tempat lain Shila dan Vero sedang di pusingkan oleh anak - anak nya. Baru saja pernikahan Joy dan Stella selesai kini dirinya harus memikirkan pernikahan kedua putrinya apa lagi Jolie yang sangat mendadak.
Masalah ini sempat membuatnya stres, apa lagi saat kabar miring tentang putrinya Jolie, namun itu semua sudah terselesaikan penyebar berita hoax pun sudah di amankan berkat Joy.
Pernikahan Anna dan Jolie hanya berjarak satu minggu, Shila memutuskan untuk menikahkan Anna dan Jolie dalam waktu yang sama.
Di hari yang sama, tanggal yang sama, bulan dan tahun yang sama.
Dan kini mereka sedang berunding bersama Vero, Alvin juga Zeni. Semua sepakat untuk menikahkan kedua putrinya di hari yang sama.
"Aku akan memberitahukan tuan Azema dulu, bahwa pernikahannya di majukan seminggu lebih cepat, agar beliau segera datang ke indonesia." ucap Vero sambil mencoba menghubungi tuan Azema.
__ADS_1
"Sepertinya akan ada pesta besar" ucap Zeni sambil tertawa.
"Bagaimana dengan Anna dan Kemi? Apa mereka setuju?" tanya Zeni kembali
"Jangan tanya lagi, mereka sudah pasti setuju, tugas kita sekarang adalah mempersiapkan pernikahan dalam waktu enam hari" jelas Alvin yang di angguki Shila dan Zeni.
"Aku sudah berbicara dengannya, mereka setuju" ucap Vero yang baru selesai menghubungi tuan Azema. Yang di sambut bahagia oleh semua orang.
****
Pertemuan Jolie dan calon mertua sungguh di luar dugaan. Baru pertama kali bertemu namun keduanya terlihat sangat akrab.
Nyonya Endra sangat menyukai Jolie itu terlihat dari caranya memperlakukan Jolie seperti putrinya sendiri. Dia mengajak Jolie ke kamarnya memperlihatkan semua koleksi - koleksinya dari pakaiannya, tas, sepatu, sendal dan lainnya.
Dan sekarang keduanya sedang memasak di dapur, Nyonya Endra memang suka sekali memasak namun, masakannya tidak pernah ada yang enak seperti sekarang mereka membuat gurame asam manis, dari tampilannya cukup memuaskan dan terlihat sangat indah namun tidak tahu dengan rasanya.
Ini pertama kalinya Jolie memasak, dia sempat bingung namun berkat arahan sang mertua masakan pertamanya akhirnya selesai dan siap di nikmati.
Elang hanya diam termenung, di lihatnya satu hidangan di atas meja makan karya ibu dan calon istrinya, melihatnya saja Elang sudah tidak selera namun apa boleh buat sang ibu memintanya untuk mencicipinya.
Dengan terpaksa dan penuh ragu Elang mengarahkan sendok makannya pada piring yang terdapat gurame asam manis. Seperti dugaannya gurame ini gosong lihat saja warnanya hitam pekat, dan ikannya terasa alot.
Baru saja ikan itu masuk ke dalam mulutnya, rasa pahit sudah terasa di ujung lidahnya, dan woek, woek, woek, Elang memuntahkan seluruh ikan yang baru saja di makannya, ia muntahkan pada tisu lalu di buangnya ke dalam tempat sampah.
"Bisa mati keracunan aku kalau gini" gumam Elang lirih.
"Jangan pernah memasak apa pun lagi, ini sangat tidak enak, mana ada ikan gosong kaya gini" hardik Elang yang sudah kembali ke meja makan melihat ibunya yang sangat sedih karena masakannya tidak di sukai putranya.
"Apa kamu bisa menghargai sedikit saja usaha ibu mu?" ucap Jolie yang kesal.
"Tante ini sangat enak, Elang hanya bercanda, sebenarnya Elang ingin sekali tante memasak ini setiap hari"
"Benarkah!" Nyonya Endra tersenyum merekah. Namun tidak dengan Elang dia terbelalak mendengar ucapan Jolie, bisa - bisanya menyuruh ibunya untuk masak setiap hari.
"Benar tante, lihat saja Elang akan menghabiskan makanannya" mata Elang membulat sempurna
"Ayo cepat makan, jangan biarkan ibu mu sedih" Jolie terus menyuapi Elang, memaksanya menghabiskan ikan yang gosong itu tidak peduli mulut Elang yang sudah penuh dengan makanan dan hampir saja memuntahkannya.
...----------------...
Makasih buat kalian yang selalu nunggu up nya maaf ya thor baru up lagi karena kemarin badan thor lagi kurang sehat, hari ini juga cuma 1 Bab aja 🙏😊.
Jangan lupa untuk slalu like dan vote nya 🙏😊
__ADS_1