
Di sebuah kamar hotel , Akihiro terlihat bersandar pada headboard , dengan luka lebam di wajah nya juga perban di kening nya . Tatapan nya begitu kosong seperti sedang ada yang dia pikirkan .
Keadaan nya saat ini tidak sebaik kemarin , kejadian tadi siang menyisakan luka di wajah nya , dan sekujur tubuh nya .Namun yang di pikirkan nya saat ini adalah seorang wanita yang selalu menghantui pikiran nya .
Kemi , maafkan aku
"Aku tidak ingin mati , aku harus menemui seseorang pada malam ini , selamatkan lah aku ."
Ucapan Anna terus terngiang di telinga nya, membuat Akihiro melamun saat ini .
Perkenalkan nama saya Anna .
Tunggu , jangan di siram air dingin kulit mu akan melepuh nanti .
Aku selalu membawa nya kemana pun , karena kita bisa saja terluka kapan pun
Sekilas bayangan Anna terlintas di pikiran nya . Saat pertama bertemu , melihat senyum nya , tatapan mata nya mengingatkan Akihiro pada gadis kecil nya .
Anna .. Anna... Anna ..
Akihiro terus bergumam
Jo.. Anna ..Jo..
Hai namaku Joanna , siapa namu mu ?
Sekilas bayangan gadis kecil kembali terlintas , gadis kecil itu berkata Joanna , seketika bola mata Akihiro terbelalak , membuat diri nya tertegun sejenak .
Joanna , ucap nya demikian
Apa Anna adalah Jo !
Akihiro langsung beranjak dari duduk nya , mengambil kotak kecil yang sudah di simpan nya di atas nakas , lalu mengambil kunci mobil dan melangkah pergi keluar .
Tuan , Tuan anda mau kemana ? , teriak Akio yang melihat Akihiro keluar dari kamar nya .
"Aku harus menemui seseorang ." jawab Akihiro yang diam sejenak .
"Tidak , anda tidak boleh kemana - mana , anda masih terluka Tuan ."
"Hanya sebentar saja ."
"Tidak , aku harus mengantar mu aku akan izinkan kamu pergi asal aku yang antar ."
"Baiklah ."
Akihiro pun setuju di antar oleh Akio asisten nya , mereka berjalan keluar dari hotel menuju parkiran . Setelah sampai di parkiran Akihiro masuk ke dalam mobil duduk di kursi belakang , sedangkan Akio menjalankan kemudi nya.
"Kita mau kemana Tuan ?"
"Le Bridge Ancol , kau tahu kan ? ." Akio pun mengangguk dan melajukan mobil nya menuju tempat yang di maksud .
Sepanjang perjalanan Akihiro hanya diam tak bersuara , mata nya terus menatap gelang kecil di tangan nya , gelang yang di berikan sahabat kecil nya 17 tahun lalu .
Kalau dia adalah Jo , berarti selama ini kami berdua begitu dekat . Aku ingin lihat apa kamu datang ? kalau kamu datang itu berarti kamu adalah gadis kecil ku , cinta pertama ku .
__ADS_1
Batin Akihiro , berharap Anna adalah orang nya . Entah kenapa saat pertama bertemu , melihat senyum nya , tatapan nya , wajah nya , merasa ada ikatan hati dan selalu mengingatkan nya pada gadis kecil nya .
****
Kediaman Alvero
Anna baru saja mengerjapkan mata nya setelah kejadian itu membuat Anna tak sadarkan diri sampai tertidur begitu lama .
Ahh..
Anna merasa kaki nya sakit , tubuh nya nyeri sangat nyeri , di tambah kepala nya begitu pusing karena luka di kening nya , juga luka di kaki nya .
Dengan pelan Anna bangun dari tidur nya berusaha untuk duduk dan bersandar pada headboard.
Kak Anna..
Teriak Kanza yang kebetulan masuk ke kamar Anna untuk melihat kondisi kakak nya , Kanza berlari menghampiri Anna untuk membantu nya duduk .
"Kak Anna , tidak boleh bangun dulu , kalau kakak butuh sesuatu kakak bisa panggil aku , kakak butuh apa ? biar caca ambilkan ." ucap Kanza
"Hmm.. jam berapa sekarang ?"
"Hmm.. jam 07. 00 malam."
"Apa ? aku harus pergi sekarang , aku sudah terlambat ."
"Kakak mau pergi kemana ? kakak masih sakit ."
Anna tidak mendengar ucapan Kanza , Anna berusaha untuk bangun dan turun dari tempat tidur nya .
Kanza berteriak memanggil nama - nama yang sudah di sebutkan nya , Anna terus berusaha berjalan walau pun tertatih - tatih , melangkah menuju lemari kaca untuk mengambil sebuah pajangan yang berbentuk bulat semacam bola kristal , Anna masih mengingat janji nya bahwa malam ini dia akan bertemu sahabat kecil nya .
Anna ..
Anna menoleh ke sumber suara yang dimana sudah ada Vero dan Shila berdiri di ambang pintu , begitu juga dengan saudara nya yang lain .
Papi .. kak Anna mau pergi , aku sudah bilang kak Anna untuk tidak pergi namun kak Anna tetap ingin pergi , ucap Kanza yang berjalan menghampiri mami papi nya .
"Kau mau kemana sayang ", Shila berjalan ke arah Anna bertanya dengan lembut
" Aku harus menemui seseorang , aku ada janji ."
Shila tersenyum sembari mengelus rambut Anna lembut ."tidak bisakah kau undur janji nya ? bisa bertemu lain waktu saja , kamu masih sakit nak ."
"Tidak , kami tidak bisa bertemu lain waktu , aku mohon Mami aku harus pergi , dia pasti sudah menunggu ku ." mohon Anna .
"Papi tidak izinkan , kamu ingat kejadian tadi siang ? Mami , Papi semua nya khawatir pada mu , Papi tidak mengizinkan mu pergi ." ucap Vero dengan tatapan dingin nya .
Mami .. Papi aku mohon , aku harus pergi , tidak peduli kalian izinkan atau tidak aku akan tetap pergi
Anna ..
"Sorry Papi , untuk hari ini aku tidak akan mendengarkan perkataan mu ." Anna langsung memasukan bola kristal itu ke dalam tas nya , mencoba melangkah dengan tertatih - tatih .
Stop..
__ADS_1
Langkah Anna terhenti ketika mendengar bentakan sang papi ,Anna merasa takut bila papi nya marah . Vero menghembuskan nafas nya kasar Vero benar - benar bingung harus bagaimana menghadapi putri nya itu , walau tidal do izinkan Anna tetap akan pergi dari kecil Anna memang seperti itu , begitulah sifat nya .
Papi akan mengantarkan mu
Anna menoleh ke arah papi nya , menatap sendu mata sang papi
"Papi izinkan kamu menemui teman mu , tapi papi yang akan antar ," ucap Vero kemudian .
"Biar aku saja papi ." sahut Joy ." Aku akan mengantarkan Anna , Papi dan Mami jangan khawatir aku akan melindungi kak Anna ." sambung Joy .
"Baiklah , Papi izinkan kau boleh pergi asalkan di antar oleh Joy ."
Senyuman Anna mengembang di ujung bibir nya , Anna begitu bahagia akhir nya Papi nya mengizinkan nya , Anna langsung memeluk Vero papi nya .
"Terima kasih Papi ."
"Hmm.. ." Vero membalas pelukan Anna hangat seraya tersenyum ,
"Aku pergi dulu ." Ucap Anna yang menatap Vero dan Shila bergantian , Shila hanya memberi anggukan sebagai jawaban lalu tersenyum.
Anna melangkah pergi di bantu oleh Joy yang menggandeng tangan nya .
Aku ikut ..
Teriak Kanza yang berlari mengikuti Joy dan Anna , di ikuti oleh Kenzie dan Kenzo . Hanya Shila dan Vero yang berada di dalam kamar Anna .
"Sayang , kamu lihat tadi Anna membawa bola kristal yang waktu itu ? Apa dia akan bertemu teman kecil nya ?" ucap Vero pada Shila
"Mungkin , biarkan saja "
"Begini , kau ingat surat itu ? masih kecil saja dia sudah berani bicara tentang masa depan putri kita , bagaimana sekarang ! Bisa saja dia menyentuh putri ku ah ..tidak , aku tidak bisa biarkan ini ."
"Mas, kamu jangan terlalu over protektif dong ! Anak kita sudah dewasa , hal seperti ini akan terjadi pada perempuan seusia nya , apa kamu tidak pernah muda ? sekarang anak kita sedang jatuh cinta aku tahu itu , aku melihat dari senyuman nya tidak ada salah nya kan , kalau mereka menjalin cinta ."
"Baiklah sayang , tapi saat kau bilang menjalin cinta aku jadi ingin bercinta dengan mu sayang ." goda Vero sambil merangkul pinggang Shila erat .
"Mas,, kamu ini sudah tua juga ."
"Tidak ada tua dan muda sayang , aku selalu menginginkan mu ."
"Mas..ehmmm.." belum sempat berucap Vero sudah membungkam mulut Shila dengan bibir nya . Walau pun sudah tua gai-rah cinta tetap menggelora.
"Mas, nanti anak - anak lihat ." Shila langsung melepas kecupan bibir suami nya itu , namun tangan nakal Vero tidak berhenti .
"Mari kita bercinta sayang selagi anak - anak tidak ada di rumah , aku menginginkan mu malam ini , Cup.." Vero kembali mengecup bibir sang istri.
"Ayo kita ke kamar kita ."
"Ahh.. ." Shila terkejut ketika tubuh nya merasa melayang ke udara , Vero monggendong tubuh Shila ala bridal style , membawa nya menuju kamar nya .
Seperti nya hasrat bercinta nya sudah di atas puncak , tidak tua tidak muda hasrat bercinta selalu ada .
...----------------...
Jangan lupa selalu tinggalkan like dan Vote nya ya 🙏☺
__ADS_1