Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Kemarahan Kenzo


__ADS_3

Di sebuah lorong rumah sakit, sebuah brankar di dorong dengan cepat, di atas brankar itu ada terdapat seorang gadis yang terbaring lemah, dengan tubuh yang di penuhi darah. Lusi Aulia Alviano, seorang gadis korban tabrak lari, yang langsung di larikan ke rumah sakit.


Brankar itu di dorong oleh kedua perawat, dan seorang dokter yang terlihat sangat panik, tak lupa juga seorang yang terlihat sedih, kecewa juga marah karena melihat sang kekasih yang tak sadarkan diri.


Brankar itu akhirnya sampai, di sebuah ruangan yang bertuliskan operasi. Karena luka nya yang parah dan kehilangan banyak darah, Lusi harus segera di operasi karena luka di kepalanya.


Cklek,


Kedua pintu pintu terbuka lebar, Lusi di bawa masuk ke dalam ruangan itu.


"Kenzo, kau tunggu disini kau tidak boleh masuk." perintah seorang dokter, yang tak lain adalah Amber.


"Tapi aku harus masuk,"


"Kenzo, please ... jangan mempersulitku, aku akan melakukan yang terbaik, do'a kan saja semoga Lusi baik-baik saja, lebih baik kamu beritahukan paman Alvin dan tante Zeni, mereka pasti khawatir." ucap Amber, lalu masuk ke dalam ruangan.


Kenzo, duduk di kursi yang sudah di sediakan, tatapanya begitu tajam seperti sedang menahan amarah yang membara.


Flasback


Kenzo, melajukan mobilnya sangat cepat, karena Kenzo, tidak ingin membuat Lusi menunggu. Di dalam mobilnya, bibir Kenzo, terus memancarkan senyumnya, sesekali Kenzo, melirik ke arah kursi di sampingnya, yang terdapat sebuket bunga mawar yang baru saja ia beli.


Kedua tangannya terus memutar bundaran stir di depannya, tatapan matanya fokus melihat jalanan di depannya. Kenzo, kembali tersenyum Kenzo tidak sabar ingin segera bertemu dengan Lusi, Kenzo ingin melihat bagaimana ekspresi wajah kekasihnya itu di saat kesal, karena lama menunggunya.


Tangan kanannya mengambil sebuah kotak kecil, yang ada di dalam saku jasnya, Kenzo pun membuka kotak itu yang memperlihatkan sebuah cincin indah dengan satu permata di atasnya.


Kenzo, sudah berniat dan berjanji, di saat hari anniversary-Nya yang ke 1 tahun hubungannya dengan Lusi, Kenzo akan melamarnya. Kenzo, akan memberikan cincin itu sebagai hadiah terindah, karena Kenzo, memang ingin menjalankan hubungannya ke jenjang yang lebih serius.


Ckitt ...


Brrrmmm ...


Dugh ...


Hampir saja, Kenzo bertabrakan dengan sebuah mobil yang melaju sangat kencang, dari arah yang berlawanan. Beruntung Kenzo langsung membanting stir ke jalanan yang menurutnya aman. Namun, Kenzo kehilangan cincinnya yang terjatuh, terpaksa Kenzo harus menghentikan mobilnya sejenak, untuk mencari cincin itu.


"Ketemu," ucapnya demikian.


Kenzo, kembali melajukan mobilnya setelah, menemukan cincinnya. Lima belas menit berlalu akhirnya Kenzo sampai di sebuah universitas tempat Lusi kuliah. Kenzo, pun menepikan mobilnya sebelum akhirnya menghentikan mobilnya. Kenzo turun dari mobilnya, Kenzo tidak melihat Lusi sedari tadi, biasanya Lusi akan menunggu di depan gerbang.


"Dimana Lusi, apa dia sudah pulang.* gumamnya sambil mengedarkan pandangannya ke setiap arah.


Sampai akhirnya Kenzo, menemukan sesuatu yang mengganjal. Kenzo melihat seorang wanita yang tergeletak di sebrang jalan, wanita itu mengenakan dress berwarna putih selutut, Kenzo sangat mengenali dress itu yang di pakai Lusi tadi pagi. Kenzo berlari menyebrang menghampiri wanita itu.


Sungguh terkejutnya Kenzo, saat tahu bahwa itu adalah Lusi, kekasihnya.

__ADS_1


"Lusi, Lusi," teriak Kenzo, yang memeluk Lusi.


Darah segar bercucuran membasahi pakaiannya, Kenzo langsung memangku tubuh Lusi, dan membawanya masuk ke dalam mobil. Tanpa menunggu lama Kenzo, langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menuju rumah sakit.


"Bertahan Lusi, bertahanlah." ucap Kenzo, yang begitu cemas dan khawatir.


Flasback


"Siapa, yang telah melakukan itu padamu Lusi, aku tidak memaafkan-Nya tidak akan."


Arrggh ...


Brukk,


Kenzo begitu sangat marah, sampai menendang kursi yang ada di sampingnya. Amarahnya kini mulai memuncak, Kenzo bergegas pergi meninggalkan rumah sakit, entah akan kemana Kenzo pergi.


****


Di sebuah bar, di bawah lampu kelap kelip Roy, dan temannya sedang berjoged ria dengan segelas minuman di tangannya.


Ciss ... treng ...


Roy, dan temannya saling bersulang, mereka begitu terlihat happy, tanpa ada beban. "Malam ini gue traktir," ucap Roy, dengan mata telernya.


"Asyik, bro itu baru teman gue. Satu botol lagi, terus tambah lagi." ujar teman Roy.


"Sudah, jangan banyak tanya. Hari ini gue sangat senang, lo ... lo ... dan lo, pasti tahu, Roy Alexandria tidak pernah di tolak oleh wanita, siapa pun wanita yang aku inginkan akan menjadi milikiku." ucap Roy.


"Gue tahu, lo baru bertemu dengan wanita lagi, kan? Siapa dia?" tanya temannya. Roy, hanya menggerak-gerak, kan telunjuknya.


"Gue, bertemu dengan wanita yang so' berani, dan menolak gue. Lo tahu Lusi kalian pasti mengenalnya.",


"Loh menyukainya, dia sudah ada yang punya lebih baik lo jauhi saja. Lo tahu siapa pacarnya? Seorang pengusaha bro," ucap temannya


"Kalian tahu, gue tidak suka di tolak, memangnya sehebat apa pacarnya, siapa namanya Ken-Kenzo, ya ... Kenzo, dia so' suci dan menolak gue, dia pikir dia siapa, so' laporin gue pada dekan dia tidak tahu siapa gue.",


"Memangnya apa yang lo lakuin?" tanya temannya.


"Gue, menabraknya. Kalian tahu dia terlempar sangat jauh," ucap Roy, yang terkekeh seakan-akan yang di lakukan-Nya itu sangat lucu. Namun tidak dengan temannya, mereka sangat terkejut saat mendengar ucapan Roy.


"Gila, loh membunuhnya?"


"Bagaimana keadaannya?"


"Loh cari masalah Roy, loh gak tahu siapa Kenzo?"

__ADS_1


"Kenapa kalian terkejut gitu, hah! Gue, cuma ingin dia sadar dan mikir, biar dia tidak so' hebat."


"Lo cari mati tahu gak, lo gak tahu keluarga Alvero hah!"


"Memangnya siapa mereka?"


Brakk,


Semua orang di kejutkan dengan suara dentuman keras, segerombolan orang telah memasuki bar itu, dan membuat semua pengunjung takut dan berhamburan.


"Dimana Roy, siapa disini yang bernama Roy," teriak seorang pemuda yang tak lain adalah Kenzo.


"Kita, cabut bro! cabut," Teman-teman Roy, langsung berlarian keluar dari bar itu. Namun, tidak dengan Roy, yang malah santai dan menantang Kenzo.


"Gue, Roy," teriak Roy. Mata Kenzo, langsung menuju ke arah Roy. Tanpa menunggu lama lagi Kenzo langsung menghampiri Roy, yang berdiri dengan tubuh tegak. Kenzo, berjalan dengan penuh amarah, sorot matanya begitu tajam, kedua tangannya ia kepalkan dengan kuat.


"Kau, yang bernama Roy!


"Ya, kenapa?"


Mata keduanya saling bertemu, dan saling menatap tajam.


Bugh,


Bugh, bugh, bugh,


Satu pukulan Kenzo layangkan untuk meninju pipi Roy, sampai Roy, terpental jauh. Belum cukup sampai situ, Kenzo kembali memukul dan terus menerus sampai Roy, lemah tak berdaya. Sekujur tubuh dan wajahnya penuh dengan luka biru. Roy, hanya menahan dadanya yang terasa sakit, dan perutnya yang di tendang Kenzo.


Arggh ... ringis Roy.


"Siapa kau?" gumam Roy, lirih.


Arghh ... Roy, kembali menjerit saat Kenzo, menginjak dadanya.


"Jangan pernah berani, melukai Lusi." ucap Kenzo demikian.


"Lu-si!" gumam Roy.


"Wanita, yang baru saja kau tabrak." ucap Kenzo, penuh amarah lalu mengangkat injakan kakinya.


"Ikat dia, bawa dia ke mobil." Perintah Kenzo, pada beberapa orang yang membantunya mencari Roy. Mereka adalah anggota mafia, yang berteman baik dengannya.


...----------------...


Cerita ini real fiksi ya, murni dari imajinasi thor sendiri, jadi ... ambil sisi positifnya aja, untuk kekerasannya jangan di tiru ya 😊🙏.

__ADS_1


Jangan lupa like nya setelah membaca oke 👌


Vote dan komennya juga jangan lupa 🙏😊


__ADS_2