Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Perhatian Joy


__ADS_3

Di sebuah ruangan gelap , di depan sebuah meja panjang , di temani para pria berseragam , Joy duduk di antara mereka , setelah kejadian tadi siang Joy langsung mendatangi kantor polisi , untuk membicarakan tentang penyelidikan nya itu .



"Tuan Joy , anda tidak perlu khawatir , kami akan melindungi mu , walau pun kami tidak tahu apa yang akan di lakukan nya pada mu ." ucap seorang komandan polisi.


"Saya tidak takut apa pun , saya bisa jaga diri baik - baik , namun yang saya khawatirkan adalah keluarga saya , saya tidak ingin mereka terlibat dalam masalah ini ."


"Apa anda akan menjamin keluarga saya aman ?" wajah Joy begitu serius , dia tidak ingin keluarga nya ikut terlibat dalam masalah nya . Namun pihak berwajib juga tidak bisa berjanji karena orang yang di hadapi nya saat ini bukanlah orang sembarangan , dia orang yang tak punya perasaan , karena mafia tidak pernah memakai perasaan dalam melakukan apa pun .


Siapa yang mencoba mengusik hidup nya , menghalangi jalan nya , dia tidak akan segan - segan membunuh musuh nya .


"Jadi kalian tidak bisa melindungi keluarga ku ?" para pria berseragam itu hanya saling pandang ketika mendapat pertanyaan itu dari Joy .


"Orang yang kita hadapi ini bukan orang sembarangan , untuk selama ini tidak ada satu pun pihak militer yang bisa menangkap nya atau pun melawan nya , dan dia akan terus mencari siapa saja orang yang telah mengusik kehidupan nya ." jelas seorang pria berseragam.


"Mulai besok tim kami akan mengawal keluarga mu , rumah mu akan di jaga ketat oleh TIM kami ,"


"Tidak , jangan mengirim siapa pun ke rumah ku , aku tidak ingin keluarga ku panik , kalian bisa mengawasi nya saja dari jauh ."


"Baiklah , kalau itu keinginan mu "


"Apa aku bisa mendapatkan satu senjata api ? aku butuh untuk berjaga - jaga , bila sewaktu - waktu mereka datang kembali , aku tidak mungkin kan menghadapi mereka dengan tangan kosong ." Joy meminta sebuah senjata untuk melindungi diri nya .


Si komandan pun mengisyaratkan para anggota nya , untuk memberikan sebuah pistol .


"Apa kau tahu cara menggunakan nya ? " ucap si komandan sembari meletakkan pistol itu di depan Joy .



"Tentu ." jawab Joy singkat seraya mengambil pistol itu dari atas meja .


"Bagaimana soal penyelidikan nya ? apa kalian akan berhenti ? sudah sejauh ini , mari kita sama - sama melawan nya ." ucap Joy tersenyum devil .

__ADS_1


"Aku suka semangat mu Tuan , tidak salah kami merekrut mu , kau adalah pria tangguh , senang bekerja sama dengan mu." sang komandan tersenyum sembari menjabat tangan Joy . Setelah itu Joy memutuskan untuk pergi dari ruangan itu .


Joy berjalan menyusuri koridor , melewati beberapa ruangan di sana , dan sampai di ruang tunggu , Joy melihat Stella yang tertidur menyimpan kepala nya di atas meja , mungkin Stella lelah karena lama menunggu diri nya .


Joy berjalan menghampiri Stella menundukkan kepala nya agar lebih dekat dengan wajah Stella , di tatap nya dalam - dalam wajah Stella , wajah yang begitu tenang dan damai .


"Maafkan aku Stella , karena aku kau jadi terlibat ." ucap Joy yang terus menatap wajah Stella , Stella tertidur begitu lelap sampai Joy tidak tega membangunkan nya , Joy pun menggendong tubuh Stella sampai ke dalam mobil nya .


Merasa tubuh nya melayang dan bergerak Stella pun membuka mata nya perlahan , pemandangan pertama yang di lihat nya adalah seorang pria tampan yang menggendong nya saat ini ,


Apa ini mimpi ? ini benar - benar terasa mimpi , Stella masih belum sadar sepenuhnya , dia pikir ini adalah mimpi. Sesampai nya di dalam mobil baru lah Stella tersadar bahwa ini bukan mimpi tapi nyata ,


Joy


"Kau sudah bangun ? " Joy mendudukkan Stella pada kursi lalu memasang seatbelt nya .


"Apa urusan nya sudah selesai ?" tanya Stella , karena seingat nya tadi Joy masih berada di dalam kantor polisi.


"Joy aku lapar ." Joy langsung menoleh ke arah Stella yang duduk di samping nya .


"Lapar !" Joy menatap Stella datar.


"Joy kau sudah membuat ku berlari maraton hari ini , kau melupakan itu ? setelah berlari aku kehabisan tenaga , aku menunggu mu sangat lama , kau berbicara apa saja dengan mereka sampai melupakan ku ."


"Maaf Stella , aku melupakan mu , aku membiarkan mu menunggu ku sampai kamu tertidur , kalau begitu kau mau makan apa ? "


"Malam - malam begini makan apa ? Pizza ." ucap Stella yang sumringah


"Pizza ? "


"Hmm "


"Oke , kita makan Pizza ."

__ADS_1


Yeay..


Joy melajukan mobil nya menuju tempat makanan saji yang menyediakan pizza . Setelah sampai Joy memparkirkan mobil nya , setelah itu barulah mereka turun . Joy dan Stella berjalan bebarengan memasuki tempat itu , Stella langsung memesan satu porsi pizza untuk diri nya dan juga Joy , Stella begitu semangat , rasa lapar nya sudah tidak tertahan lagi , Stella langsung duduk di sebuah meja kosong yang sudah ada Joy di sana .


Tempat ini adalah merupakan tempat favorit nya saat jalan bersama Joy , Joy selalu menemani Stella kemana pun dia pergi , bisa di bilang persahabatan mereka dari kecil berjalan baik sampai dewasa , walau pun Joy dan Stella kadang seperti kucing dan anjing .


Mereka berdua sering jalan bareng , sekolah bareng , kerja bareng , bisa di bilang Stella selalu mengikuti Joy kemanapun , namun tidak ada yang tahu bagaimana status mereka ? dari dulu mereka berdua sering melakukan kegiatan bersama , dan Joy tidak pernah menolak , dia selalu siap menemani Stella kemana pun seperti sekarang ini , mungkin Joy merasa kasihan pada Stella karena dari dulu Stella sangat kesepian , kedua orang tua nya selalu saja sibuk , tak pernah memperhatikan nya .


Namun apa Joy hanya merasa kasihan saja ? tidak kah ada perasaan lain pada Stella seperti cinta ? Entahlah , hanya hati Joy yang tahu , namun sampai saat ini Joy masih menganggap Stella sebagai teman kecil nya tidak lebih .


Waw..


Mata Stella berbinar - binar, senyuman nya mengembang , ketika pesanan nya sudah datang , tanpa menunggu lama Stella langsung mengambil sepotong pizza lalu di lahap nya , begitu pun dengan Joy .


"Ini enak sekali Joy ." ucap Stella yang mulut nya penuh dengan pizza .


"Pelan - pelan , kau seperti anak kecil saja ." cibir Joy .


"Mmmm.. ini enak , "


"Stella ." panggil Joy , Stella pun menoleh .


"Mmm.."


Stella tertegun , ketika Joy mulai mendekat , tangan Joy mulai mengusap lembut bibir Stella yang di penuhi saus , membuat jantung Stella berdetak tak menentu .



Joy please jangan seperti ini ,


Batin Stella , karena Stella tidak tahan dengan perhatian yang Joy berikan , Stella takut , takut kalau dia akan menyukai Joy bukan hanya sebatas teman namun lebih dari itu .


Dengan tenang Joy , masih mengusap bibir Stella dengan tangan nya , sampai tak menyadari wajah mereka berjarak sangat dekat hanya beberapa centi saja , kedua mata nya saling pandang kini mata kedua saling bertatapan .

__ADS_1


__ADS_2