Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Lamaran


__ADS_3

Vero , Shila dan yang lain nya mereka sedang berkumpul di ruang keluarga . Sedangkan Anna masih saja belum turun dari kamar nya .


"Apa Anna tidak akan turun." tanya Vero pada Jolie namun Jolie hanya mengangkat kedua bahu nya .


"Bilang sama Anna turunlah , kalau kekasih nya tidak bisa datang hari ini , kapan pun dia datang Papi akan menunggu nya ." titah Vero pada Jolie , Jolie pun mengangguk lalu melangkah menuju kamar Anna .


Tok... tok .... tok ....


"Anna bukalah ini aku ." seru Jolie yang mengetuk kamar Anna .


"Anna, jangan bilang kau akan mengurung diri seharian , dan kau tidak akan bicara pada ku ? Ayolah Anna , Papi tidak serius dengan perkataan nya semalam , Papi bilang akan menunggu kekasih mu datang kapan pun itu , jadi jangan bilang kau akan kabur dan bunuh diri ."


Cklek,,


Pintu pun terbuka


"Pikiran ku tidak sesempit itu Jolie , kamu pikir aku akan bunuh diri."


"Ya , biasa nya orang yang patah hati akan melakukan itu , karena cinta itu buta , kau bisa saja melakukan itu karena Papi tidak merestui nya ."


"Tapi, benarkah Papi bilang akan menunggu nya datang ?" tanya Anna penuh harap


"Hmm ." Jolie hanya ber Hm ria .


"Kau sangat menyukai lelaki itu ya ? Sampai segini nya ." ujar Jolie yang melangkah masuk ke kamar Anna lalu duduk di atas tempat tidur nya . Anna pun mengekor dari belakang .


Sedangkan di lantai bawah , semua orang di kejutkan dengan kiriman bunga yang begitu banyak nya .


"Papi ada acara apa ini kenapa di teras banyak sekali bunga." Seru Joy yang baru saja pulang dari kantor nya , melihat ada banyak bunga di depan rumah.


"Bunga ?Bunga apa ? Sayang kamu memesan bunga ?" tanya Vero pada Shila , Shila pun menggeleng sebagai jawaban . Tak lama kemudian datanglah Beno yang berteriak memanggil tuan nya.


"Tuan , Nyonya ." seru Beno


"Ada apa Beno ." tanya Vero cepat


"Lihatlah keluar Tuan , kita mendapat banyak kiriman bunga , bahkan seluruh halaman di penuhi bunga , saya sudah menghentikan nya namun mereka tetap membawa masuk bunga - bunga itu " Jelas Beno .


Shila dan Vero pun saling tatap , ternyata benar apa yang di katakan Joy


"Ya sudah , kita ke depan Mas , kita lihat ." ajak Shila pada Vero . Vero dan Shila berjalan ke teras depan di ikuti oleh Kanza si putri bungsu namun tidak dengan Joy dia langsung naik ke lantai dua menuju kamar nya .


Alangkah terkejut nya mereka ketika melihat banyak sekali bunga mawar di halaman rumah nya , seperti toko bunga saja . Tak lama kemudian datanglah sebuah mobil Lamborghini Aventador LP 720 dan berhenti tepat di depan teras mereka .


Shila dan Vero menatap heran , pada mobil itu .Tak berselang lama keluarlah dari dalam mobil seorang pria paruh baya dan seorang wanita . Melihat dari rupa nya mereka seperti bukan asli indonesia seperti orang asia . Pria itu tersenyum ke arah Vero dan Shila begitu juga Vero yang sudah mengenal tamu nya .


Tuan Azema


Apa kabar Tuan Muda


Vero menghampiri Tuan Azema lalu memeluk nya , begitu pun Shila yang memeluk Nyonya Azemi .


"Jangan panggil aku Tuan Muda , karena aku sudah tidak muda lagi ." Tuan Azema pun tergelak mendengar ucapan Vero .


"Maaf , kalau kedatangan kami mengganggu"

__ADS_1


"Sama sekali tidak , ayo masuk ." ajak Vero , namun di tahan oleh Tuan Azema


"Sebelumnya saya ingin minta maaf karena bunga yang saya kirimkan membuat rumah anda jadi seperti toko bunga , saya juga tidak tahu bahwa bunga nya sebanyak ini ."


"Jadi ini semua anda yang berikan ? Dalam rangka apa ? Maksud saya bunga sebanyak ini untuk apa ?" Ujar Vero seraya melihat sekeliling pekarangan rumah nya yang di penuhi bunga .


"Begini sebelum nya saya ingin memberitahukan dulu maksud kedatangan saya kemari , Saya dan istri saya ingin melamar putri anda untuk putra Kami ."


"Putri yang mana Tuan ? Saya memiliki tiga putri , putri yang mana yang ingin anda lamar ."


"Mungkin Kak Jolie atau Kak Anna , kalau aku masih sekolah Papi ." celoteh Kanza membuat Tuan Azema tersenyum .


"Putri pertama anda Tuan yang sudah membuat putra kami gelisah sepanjang hari ."


Sontak semua orang terkejut apalagi Kanza yang langsung heboh lalu berlari ke dalam rumah berteriak - teriak heboh menggema di seluruh ruangan


Kakak .... Kakak ...


Kenzie , Kenzo kalian dimana ? Kak Joy , Kak Jolie ...


Teriakan Kanza memekakan telinga , membuat Anna , Jolie , Joy , Kenzie dan Kenzo tidak tahan mendengar nya , mereka pun akhir nya keluar dari dalam kamar nya .


Kakak .... Kakak ....


"Hei , bocah bisa kah kau sedikit mengecilkan suara mu itu ? Itu sangat mengganggu ku ." Hardik Jolie yang baru saja keluar dari kamar Anna.


"Ada apa kau berteriak - teriak ?"tanya Kenzie yang bersandar pada pintu kamar nya .


"Aku punya kabar baik, kalian semua pasti terkejut terutama kak Anna"


"Hai ,adik jangan bertele - tele coba jelaskan" hardik Jolie


"Di luar ada orang yang ingin melamar kak Anna ." Sontak semua orang membulatkan mata nya sempurna ,apalagi Anna dan jantung nya berdegup begitu cepat , seperti sudah berlari maraton saja .


"Kak, Anna dia mengirim mu bunga yang baaaaaanyak , sampai - sampai rumah kita seperti toko bunga , sekarang mereka sedang berbicara dengan Papi , kata nya mereka ingin melamar putri pertama Papi siapa lagi kalau bukan kak Anna."


"Ayo kak , kita lihat ." Kanza menarik tangan Anna menuju balkon , di ikuti yang lain nya .


Di atas balkon bunga - bunga itu terlihat sangat indah , dan begitu banyak seperti dalam impian Anna kemarin , lalu mata Anna tertuju pada sebuah mobil dan terlihat orang tua nya sedang berbicara dengan seorang pria paruh baya yang datang ke rumah nya .


"Jangan - jangan dia yang di jodohkan dengan ku, apa setua itu ." batin Anna yang teringat ucapan Papi nya semalam


"Apa pria itu yang melamar kamu Ann." ucapan Jolie membuat Anna semakin takut , gelisah , hati nya semakin berkecamuk.


"Apa itu calon kakak ipar ku ." Ejek Joy


"Dia tidak pantas menjadi kakak ipar kita , tapi jadi kakek kita ." ucapan Kenzie membuat hati Anna semakin panas dan tidak ingin berlama - lama melihat nya .


"Tidak , apa Papi akan menjodohkan ku dengan pria setua itu , aku harus bicara pada Papi dan aku akan menolak nya ." ujar Anna kesal lalu melangkah pergi turun menemui Papi dan Mami nya .


Sedangkan di bawah Vero masih berbincang dengan Tuan Azema.


"Putri pertama saya ! Baiklah saya ingin melihat siapa pangeran yang telah berani melamar putri saya ." ucap Vero yang tersenyum penuh arti .


Tuan Azema pun menyuruh putra nya keluar dari dalam mobil , tak berselang lama terbukalah pintu mobil terlihat sebuah kaki yang keluar dari dalam mobil , lalu kaki satu nya lagi dengan sepatu hitam mengkilap , celana dengan warna senada , dan bertubuh tinggi , tegak , tampan , hidung mancung , bibir tipis bak seorang pangeran . Pria itu berdiri di depan pintu mobil nya dengan sebuket bunga di tangan nya .

__ADS_1


"Siapa pria itu tampan sekali ."


"Apa dia yang akan menjadi kakak ipar ku ? "


"Oh , tidak bagaimana kalau Anna menolak nya ."


kelima saudara Anna saling bergumam , seraya menatap pria yang baru saja keluar dari dalam mobil , mereka hanya menatap nya dari atas balkon .


"Itu Kemi " Ucapan Joy membuat semua orang menoleh , Karena Joy mengenal wajah Kemi dan pria itu adalah Kemi.


"Maksud mu pria ninja itu ? Kekasih Anna sejak kecil ?" Joy hanya mengangguk mendapat pertanyaan dari Jolie .


"Oh , tidak Anna bilang akan menolak lamaran nya , bagaimana kalau Anna benar - benar menolak nya , aku harus menghentikan nya ." Jolie ingin menyusul Anna namun Joy mencekal lengan nya .


"Jangan, biarkan saja, kita akan lihat dari atas sini bagaimana akhir dari lamaran ini , apa Anna menolak nya atau menerima nya ."


"Semoga saja Anna menerima nya , kalau tidak dia akan sangat menyesal ."ucap Jolie penuh harap.


****


"Ini adalah putra kami Tuan , pantaskah dia melamar putri mu ?" ujar Tuan Azema memperkenalkan putra nya .


"Siapa nama mu nak ?" tanya Shila


"Akemi Akihiro Masahi "


"Kemi , dia putra mu yang dulu masih kecil itu kan ? Kau sangat tampan Nak ." Shila memuji


"Apa benar kamu ingin melamar putri saya ? Coba katakan siapa putri saya yang ingin anda lamar ?"


"Saya ingin melamar Joanna tante ." ucap Kemi gugup .


"Tapi , Anna bilang dia sudah punya ...."


Mami


Ucapan Shila terhenti karena panggilan Anna , Shila pun menoleh ke arah Anna yang berdiri di ambang pintu , dengan raut wajah yang begitu kusam , terlihat kekesalan dan amarah dari wajah Anna , namun Anna tidak melihat Kemi karena tubuh Kemi terhalang oleh tubuh Vero .


"Mami, Papi aku sudah bilang aku sudah punya kekasih dan aku menolak lamaran ini "


"Kamu yakin ? Tidak akan menyesal sayang ."


"Kamu belum melihat siapa calon suami mu Nak ." ucap Vero


"Aku sudah melihat nya , dan aku menolak nya." ujar Anna dengan lantang .


"Apa kau yakin Jo ."


Deg,


Jantung Anna terpompa begitu cepat , detakan nya tak beraturan , suara itu ? panggilan itu ? Tidak lagi asing bagi Anna , Anna sangat mengenal suara itu dan apa tadi dia memanggil nya "Jo"


...****************...


Jangan lupa untuk like nya dan Vote nya 🙏😊

__ADS_1


Beri komentar yang cantik juga ya 😊😊


__ADS_2