
Joy sudah sampai di rumah, Joy masuk ke dalam rumah berlari menuju kamarnya yang berada di lantai atas.
Brakk ... Joy membanting pintu cukup keras, kamarnya terlihat kosong dia tidak melihat Stella ada di dalam kamar. Joy mencari Stella ke kamar mandi, dan ke balkon namun tidak ada. Joy kembali turun ke lantai bawah Joy bertanya pada Bi Inem tentang keberadaan Stella.
"Bi, apa Bibi melihat Stella?" tanya Joy
"Tidak Den, non Stella belum pulang kayanya, mungkin masih di rumah sakit. Memangnya kenapa Den,?" tanya Bi Inem. Namun bukannya menjawab Joy malah mengusap wajahnya kasar.
Stella tidak pulang lalu kemana? Apa di apartemennya, batin Joy lalu melangkah terburu-buru menuju kamarnya lagi, di depan tangga Joy berpapasan dengan Shila, Shila yang melihat Joy yang wajahnya kusut seperti sedang ada yang di pikirkan, dengan jalan tergesa-gesa.
"Joy, kenapa? Ada apa? Kamu terlihat gelisah?" tanya Shila yang menghampiri Joy.
"Mami apa lihat Stella pulang?"
"Bukannya Stella di rumah sakit? Bukannya kamu menjemputnya? Tadi Mami sudah mengajak Stella untuk pulang namun, Stella bilang akan menunggu mu menjemputnya."
Apa Stella marah, dia salah paham karena melihatku bersama Sharoon. Itu sebabnya dia tidak pulang. Tapi ... kemana Stella? Apa pulang ke apartemennya? Aku harus mencarinya, batin Joy lalu berlari ke arah kamarnya.
"Mami, aku tinggal dulu." ujar Joy yang berlalu pergi.
"Apa Joy lupa menjemput Stella?" pikir Shila lalu melangkah pergi ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Joy langsung men-charger ponselnya, lalu di nyalakan. Banyak sekali panggilan tak terjawab dari Stella, bahkan ada pesan juga. Joy mengutuki dirinya sendiri, Joy mencoba menghubungi Stella namun tidak ada jawaban, Joy semakin cemas dan khawatir.
Joy mengambil kunci mobil lalu pergi meninggalkan kamarnya dengan tergesa-gesa. Joy tahu Stella ada dimana, Stella pasti pulang ke apartemennya, Joy melajukan mobilnya begitu cepat. Joy khawatir Stella pergi kemana-mana apalagi ini sudah malam, jalanan sudah mulai sepi.
Joy terus memutar bundaran stir, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Joy ingin segera sampai di apartemen Stella.
Ciiiittt ... suara decitan mobil terdengar, Joy menepikan mobilnya tepat di lobby apartemen. Dengan langkah cepat Joy turun dari mobil lalu berjalan cepat menuju apartemen Stella. Sesampainya di depan pintu apartemen milik Stella Joy langsung menekan pin untuk membuka kunci, tak lama kemudian pintu itu pun terbuka Joy pun melangkah masuk kedalam.
Keadaan apartemen begitu sepi, seperti tidak ada penghuninya, masih sama seperti saat terakhir kali Stella meninggalkan apartemen ini. Joy berjalan ke arah kamar yang menjadi milik Stella, kamar itu pun sama terlihat kosong tak berpenghuni, semua barang-barang yang ada disana terlihat rapi, seperti tak tersentuh. Joy mencari ke setiap sudut apartemen, namun tidak ada Stella disana. Joy benar-benar frustasi kemana dia harus mencari Stella.
__ADS_1
****
Stella berhenti tepat di depan rumah mewah, dengan pagar yang menjulang tinggi, rumah itu terlihat kuno namun sangat mewah dan elegant. Stella menatap lama rumah itu sebelum mendekat ke arah gerbang.
"Pak Bokir?" Panggil Stella, laki-laki yang di panggil Bokir itu pun berjalan ke arah gerbang, mengamati Stella dengan matanya.
"Saha ieu nya', geulis tapi namah, jangan-jangan jurig yeuh, ah ... tapi kenal kak saya." ( Siapa itu? cantik, jangan-jangan hantu ah ...tapi dia kenal sama saya)
"Pak Bokir ini aku Stella,"
"Non Stella? Bener ini teh non Stella?"
"Iya, masa Pak Bokir lupa, bukain pintunya Pak." Pak Bokir pun membuka pintu gerbangnya Stella pun masuk kedalam rumah itu. Rumah lamanya bersama mommy dan daddynya cuma sekarang rumah ini sudah lama tak di tempati hanya ada pak Bokir dan Bi Ijah yang mengurus rumah ini.
"Aduh, Non pangling sekarang mah, Bapak hampir gak ngenalin."
"Pak Bokir bisa aja, Bibi ada di dalam, kan?"
"Ada Non, ayo Bapak antar, Jah ... Ijah ada Non Stella datang." teriak Pak Bokir.
"Non ... Non Stella, ya Allah Non merasa mimpi Bibi ketemu Non lagi, setelah sekian lama." ujar Bi Ijah yang memeluk Stella begitu juga Stella.
"Non, Den Joy mana? Tidak ikut?" tanya Bi Ijah yang tak melihat Stella datang bersama Joy.
"Gak ikut Bi Stella sendiri, Stella mendadak rindu mommy dan daddy jadi Stella pulang deh kesini." ucap Stella sambil berjalan menyusuri rumah lamanya yang sudah lama tak di tinggalinya. Wajah Stella terlihat sedih, matanya mulai berkaca-kaca mengingat kenangan bersama kedua orangtuanya.
"Makasih ya Bi, sudah jaga rumah ini."
"Pasti atuh Non, rumah ini teh sudah seperti rumah Bibi, akan Bibi jaga dan bersihkan setiap hari, besok-besok ajak juga den Joy, nginep disini, sekarang, kan udah jadi sah sudah jadi suami istri, Bibi mah bungah pisan ( Bahagia sekali) Akhirnya doa Bibi di kabulkan, Non Stella dan den, Joy akhirnya nikah juga, emang jodoh ya Non, dari dulu selalu sama-sama sekarang pun begitu sampai mati bersama." ujar Bi Ijah di iringi tawa.
"Bibi bisa saja."
__ADS_1
"Meuni geuleh, ( ih ... gila )lebay kamu mah Ijah." cibir Pak Bokir
"Ah ... kamu mah Bokir, memang kamu aja yang bisa lebay," Stella pun tertawa melihat tingkah kedua asisten rumah tangganya yang membuat Stella lupa dengan kegalauannya. Melihat Joy dengan wanita lain rasanya sakit, apalagi Joy sempat melihatnya namun tidak menyapa sama sekali. Joy malah menatap diam Stella dan membiarkan Stella pergi begitu saja, tidak menahan atau menghentikannya.
***
Joy kebingungan mencari Stella, Joy tidak ingat bahwa Stella masih punya rumah lamanya. Joy terus menghubungi Stella namun tidak ada jawaban Joy lalu mengirim pesan.
"*Stella, kamu tidak pulang dan tidak ada di apartemen kamu dimana? Jangan buat aku khawatir." Joy
"Stella, angkat teleponku, apa karena di jalan tadi kamu marah padaku dan tidak ingin bicara padaku?" Joy
"Stella aku suamimu, kau pergi tanpa seizinku, seorang istri tidak boleh pergi tanpa seizin suami." Joy
"Stella jawab aku," Joy*
Empat kali Joy mengirim pesan namun tidak ada jawaban, Joy hanya diam di apartemen Stella berharap Stella membalas pesannya.
TING!! Notifikasi pesan terdengar, Joy langsung mengambil ponselnya, dan benar saja Stella akhirnya membalas pesannya.
"*Aku pulang ke rumah lamaku, jangan khawatirkan aku, maaf aku pergi tanpa izin darimu." Stella
"Aku akan menjemput mu." Joy
"Tidak perlu, aku akan menginap disini." Stella
"Aku, akan datang terserah kau mengizinkanku atau tidak." Joy
"Ini sudah malam, tidak baik mengganggu orang tidur. Besok saja kita bertemu di kantor." Stella membalas pesannya singkat*.
Tut ... tut ... tut ... nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.
__ADS_1
"Stella apa kau sengaja mematikan ponselmu? Apa kau tidak ingin bicara padaku?" batin Joy yang terlihat lemas tak bersemangat, sambil melempar ponselnya ke atas tempat tidur lalu Joy duduk termenung di bibir ranjang. Mengingat kembali saat dirinya melihat Stella di lampu merah.
Sedangkan Stella duduk termenung di atas tempat tidur sambil bersandar. Yang membuat sakit adalah, saat Sharoon mengirimnya pesan, kenapa Sharoon dan bukan Joy yang memberikan kabar padanya. Disini Sharoon juga salah dia tak memberitahukan pada Stella bahwa Ponselnya mati dan tidak bisa mengirim pesan. Kesalahpahaman pun terjadi.