Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Fitting baju pengantin


__ADS_3

Hari ini hari ke lima menuju acara pernikahan. Keluarga Alvero sangat di sibukan untuk mempersiapkan semuanya. Kemi dan Anna pun menyambutnya dengan bahagia tidak lama lagi mereka akan menjadi suami istri, ikatan cinta mereka akan suci untuk selamanya.


Jolie yang merasa kesal karena pertemuan bersama calon mertuanya tidaklah sesuai harapannya, mertuanya begitu menyukainya dan menyambut dengan bahagia hari pernikahannya nanti.


Seperti saat ini Jolie hanya pasrah, mengikuti apa yang menjadi kemauan sang mertua, Jolie hanya diam saat tubuhnya di putar - putar, tarik sana tarik sini membuat Jolie jadi tambah kesal.


"Ini sudah cocok tapi.... Ada yang kurang! Coba ganti lagi, aku ingin gaun yang pas, yang cantik, yang berbeda untuk menantu saya. Ini terlalu sederhana"


"Baiklah nyonya, ada satu gaun yang paling bagus aku akan memakaikannya untuk menantu anda, semoga yang ini anda menyukainya" ucap seorang pemilik butik ramah, lalu pergi membawa Jolie ke sebuah kamar untuk mengganti lagi pakaiannya.


Jolie sudah sangat lelah sedari pagi dia mencoba beberapa gaun tidak ada yang cocok di mata mertuanya. Dan ini untuk yang ke sepuluh kalinya Jolie mencoba gaun yang berbeda semoga ini untuk yang terakhir kali. Tiga puluh menit lamanya akhirnya Jolie keluar dari kamar ganti dengan menggunakan gaun yang sangat indah, sederhana namun terlihat elegant, tubuhnya yang ramping, kulit putih, rambut panjangnya tergerai, membuat Jolie terlihat seperti cinderella.


Mata nyonya Endra membulat sempurna, dia terkesima melihat kecantikan putri menantunya yang paripurna. "Perpect" satu kata yang keluar dari mulutnya.


"Bagaimana nyonya apa sekarang sudah sesuai keinginan anda?" tanya seorang pemilik butik.


"Ya, ini baru sempurna. Aku menyukainya putri menantuku sangat cantik, aku yakin teman - temanku pasti terbelalak melihatnya" ucap Nyonya Endra penuh semangat. Tidak lupa dia mengabadikan momen ini di instagram milik pribadinya. Seolah - olah pamer calon menantu pada teman - teman sosialitanya.


"Tante apa sudah selesai? Aku boleh pulang kan! Aku sangat lelah" Jolie merajuk manja.


"Ouh.... Kamu lelah sayang, tapi setelah ini kamu harus foto prewedding dulu, masih ada waktu satu jam lagi sih! Kalau begitu kita Spa dulu yuk, biar lelah mu hilang" Jolie hanya bisa mengulum senyum namun hatinya ingin menjerit, tapi tidak bisa menolak karena bagaimanapun calon mertuanya pun sangat baik.


"Saya mau semua gaun yang saya pesan di kirim secepatnya ke rumah saya"


"Baik nyonya" jawab pemilik butik yang mengalum senyum.


****


Jolie sudah sampai di sebuah tempat Spa ternyaman di ibu kota, pelayanan yang ramah juga tempat yang sangat bagus dan hangat. Pijatan demi pijatan ia rasakan, membuat otot - otot syaraf nya rileks, dan juga pikirannya menjadi rileks dan tenang.

__ADS_1


Jolie menidurkan kepalanya di atas bantal yang empuk, sampai matanya terpejam merasakan pijatan demi pijatan di punggungnya membuat rasa lelahnya hilang.


"Sayang apa kau menikmatinya?" seru Nyonya Endra seraya menikmati sentuhan pijatan di punggungnya.


"Ini sangat nyaman, rasa lelah ku hilang, rasanya ingin setiap hari aku melakukan Spa" gumam Jolie lirih namun terdengar oleh Nyonya Endra.


"Kamu mau setiap hari? Kita akan Spa setiap hari"


"Eh, bukan begitu tante, tidak setiap hari juga"


"Tidak apa - apa jangan sungkan, aku juga senang kalau melakukannya tiap hari"


"Salah lagi aku ngomong, aduh ini mulut tidak bisa di jaga" gumam Jolie sambil menghela nafas lalu kembali memejamkan mata.


"Aku akan menyuruh Elang untuk menjemput kita tiga puluh menit lagi, hari ini ada prewedding jangan sampai dia lupa, anak itu selalu saja lupa" umpat Nyonya Endra sambil memainkan ponselnya.


****


"Apa ini cocok untuk ku?" ucapnya sambil melenggak lenggokan tubuhnya.


"Apa pun yang kau pakai itu akan sangat cocok. Kau terlihat cantik memakai apa pun." pendapat seorang pria yang tak lain adalah Kemi yang setia menemani calon istrinya.


"Kapan mama dan papa datang?" tanya Anna yang menghampiri Kemi lalu duduk di sampingnya.


"Besok, besok mereka akan sampai di jakarta" jawab Kemi yang sibuk dengan ponselnya


"Kau sibuk dengan ponsel mu, sama sekali tidak melihatku" gerutu Anna yang langsung mengambil ponsel Kemi yang sedang di pegangnya.


"Mataku tidak melihat mu tapi hatiku selalu melihatmu."

__ADS_1


"Sejak kapan kau pintar menggombal"


"Sejak bersama mu" goda Kemi yang langsung di balas cubit oleh Anna.


"Kamu nakal ya!"


"Ah... Ah.... Geli Kemi, sudah jangan menggelitik ku" Kemi membalas cubitan Anna dengan terus menggelitik perutnya, membuat Anna kegelian sendiri.


"Kemi sudah" Kemi tidak menghentikan aksinya, dia terus menggelitik Anna sampai Anna tertawa terbahak - bahak.


Kebahagian mereka terlihat oleh semua pelayan di butik tersebut, membuat mereka semua iri. Tidak biasanya ada seorang pengantin yang sebahagia ini, pasangan Anna dan Kemi begitu romantis. Tidak ada pasangan yang seromantis ini, Anna dan Kemi keduanya selalu menjadi pusat perhatian, seperti sekarang.


Pelayan butik di kejutkan dengan keromantisan mereka, mereka jadi gugup dan salah tingkah melihatnya, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan tamu VIP nya dan membiarkan mereka menghabiskan waktu bersama.


Anna dan Kemi saling menautkan bibirnya satu sama lain, lebih dalam dan lebih dalam lagi. Seakan mereka lupa berada dimana mereka sekarang. Untung saja ruangan mereka sangat privat dan tidak ada orang yang bisa masuk kapan saja dan siapa saja, jadi ... tidak ada yang melihat ini.


Kemi semakin memperdalam ciumannya, kini keduanya semakin memanas, Kemi menarik tubuh Anna hingga berada di bawah kungkungannya. Deru nafas yang memburu terdengar sangat jelas. Jantung yang berdetak tak karuan begitu cepat. Mata mereka saling menatap.


Di tatapnya wajah cantik sang kekasih , di rapikannya rambut yang menghalangi wajah cantiknya, kini manik matanya kembali tertuju pada bibir ranum yang merah seperti chery. Sepesekian detik bibirnya kembali mendarat di bibir ranum milik Anna sang kekasih.


Anna tidak menolak, dia membalas setiap tautan bibirnya dan saling menyesap. Cinta yang membuatnya seperti ini, mereka tidak bisa menahan ketika hasrat sudah menggelora namun keduanya masih di atas batas kewajaran, mereka tidak melakukan lebih dari ini, walaupun mau namun Kemi sebagai pria sejati selalu bisa menahan hasrat pada dirinya.


Laki - laki sejati tidak akan menodai wanita yang di cintainya, mereka akan selalu menjaga kehormatan itu hingga tiba saatnya.


"Kemi sudah, aku harus mengganti gaun ku" ujar Anna melepas pelukan dan ciumannya.


"Setelah menikah nanti, aku tidak akan melepaskan mu." ucap Kemi dengan senyum menggoda.


"Silahkan saja kalau kau bisa" tantang Anna, membuat Kemi ingin segera menghalalkannya.

__ADS_1


__ADS_2