Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Ancaman


__ADS_3

"Bukan dengan tembak menembak , melainkan dengan cara lain , mereka ini yang akan mendatangkan Akihiro dan Joy datang padang kita ." ucap Aris yang tersenyum smirk .


"Aku ingin kita membuat permainan yang cukup menarik , sebelum menghabisi dua pemuda ini kita akan bermain dulu dengan mereka semua ." ucap Pablo dengan senyum smirk nya .


"Siapa yang lebih dulu ."


"Aku tertarik dengan gadis ini , bisa saja ini kelemahan nya Joy sehingga aku bisa dengan mudah mendapatkan nya ."


"Dia bukanlah keluarga nya dia hanya sekretaris nya , itu tidak penting , buang saja foto itu , kita fokus pada keluarga nya saja ." ujar Aris yang ingin mengambil sebuah foto namun tangannya di tahan oleh Pablo .


"Carikan informasi tentang wanita ini ." tatapan Pablo begitu tajam pada Aris , tapi tangan nya mengambil foto itu lalu di berikan nya pada bawahan nya.


"Sepertinya anda tertarik pada gadis itu ? benarkan ?"


"Gadis Asia memang cantik , tidak ada salah nya kalau aku mendapatkan satu gadis di sini , untuk menemani malam ku " ucap Pablo yang tergelak ,


"Baiklah , terserah kau saja ."


Selain ketua mafia , juga sebagai gembong narkoba dia juga sering melakukan one night stay dengan beberapa wanita , setiap kali berpindah - pindah satu negara ke negara lain Pablo selalu mencari wanita untuk menemani nya selama di negara tersebut.


"Kau bisa memulai nya Aris , buatlah mereka ketakutan dan panik , sampai nanti akhir nya kita bisa mendapatkan apa yang kita mau ."


"Akan aku lakukan secepat nya Bos ."


****


Seperti biasa setiap pagi di kediaman Alvero selalu heboh dengan tingkah laku Triple Rey dan Triple J. Bukan Kanza nama nya kalau tidak bikin rusuh di meja makan seperti sekarang dia berebut slai kacang bersama Kenzie . Namun selalu ada yang terlihat santai , cool dan diam tanpa ekspresi siapa lagi kalau bukan Kenzo yang tidak pernah peduli dengan tingkah kedua adik nya .


Begitu juga Joy , yang selalu terlihat cool setiap pagi nya , dan selalu di hiasi dengan keharmonisan dari Papi Mami nya. Namun sang putri mahkota belum juga muncul siapa lagi kalau bukan Anna .


"Pagi Mami , pagi Papi , muah..muah.." Anna baru saja turun dari kamar nya , dia menyapa kedua orang tua nya dengan menciumi pipi mami papi nya . Memang itulah yang selalu di lakukan keluarga ini menambah kesan harmonis dan romantis .


Setelah menyapa Mami dan Papi nya Anna pun duduk di kursi nya .


"Anna kaki mu sudah sembuh ?" tanya Shila


"Sudah Mami ,sudah tidak sakit lagi ." jawab Anna sambil mengambil beberapa lembar roti .


"Anna kamu terlihat bahagia sayang , apa karena bertemu teman mu itu ?"


"Mood ku hari ini lagi baik saja Mami ."


"Hmm.."


"Mami , sebentar lagi di rumah ini akan ada menantu ." Uhuk..uhuk.. , mendengar ucapan Joy membuat Anna jadi tersedak,

__ADS_1


Apa maksud nya ? awas saja kalau dia bilang tentang semalam , batin Anna yang menatap tajam ke arah Joy .


"Benarkah ? apa kamu akan menikahi Stella ?"


Uhuk ..Uhuk..


Kini giliran Joy yang tersedak , awal nya Joy hanya ingin menggoda kakak nya namun kenapa jadi dirinya yang di sudutkan .


"Benar , Mami Joy akan menikahi Stella , Joy selamat ya aku akan memberitahu Stella tentang hal ini ." Anna tersenyum bahagia bisa mengerjai adik nya apalagi wajah Joy saat ini terlihat gugup , panik , gelisah , berkecamuk pokok nya .


"Mami senang mendengar nya , Stella anak yang baik , dari dulu kalian sudah berteman kan ."


"Mami tunggu , ini semua salah paham ."


"Sudah Joy , jangan malu - malu kami semua mendukung mu , tinggal tentukan saja kapan tanggal pernikahan nya ."


"Anna.." gumam Joy geram .


Namun Anna hanya tergelak , Lalu Anna pergi begitu saja ."Mami aku berangkat dulu ya ." ucap Anna yang berlalu pergi namun tangan dan mata nya menggoda Joy dari Jauh membuat Joy kesal .


"Bukan aku Mami , tapi.." Dari Jauh Anna memelototi Joy , seolah memberi ancaman .


"Tapi apa ?


"Jolie ." ucap Joy demikian , dan dari jauh juga Anna menunjukan jempol nya pada Joy dan tersenyum, Joy hanya menghela nafas sejenak.


"Semalam , semalam Jolie menelpon ku dia bilang ada pria yang melamar nya , begitu ." Shila merasa ada yang aneh dari tingkah putra - putri nya .


"Oh , benarkah ?"


"Sayang , sudah jangan di pikirkan ." Vero melihat kegelisahan pada raut wajah istri nya


"Bukan begitu Mas , kalau dia akan menikah kenapa tidak memberitahu ku , aku kan ibu nya ."


"Nanti kita tanyakan pada Jolie ." Shila dan Vero pun kembali sarapan .


Sejenak semua nya diam dan menghabisi sarapan nya , namun tidak dengan Kanza dia makan sambil berbicara dengan teman nya di sekolah dalam sambungan telepon .


"Halo , iya ada apa ? .... Benarkah ! Apa , dari Amerika , baiklah aku segera sampai ."


Kanza menutup telepon nya , lalu segera menghabiskan makanan nya dengan tergesa - gesa .


"Kanza pelan - pelan ."


"Mami , aku berangkat sekarang , Kenzie ayo cepat kita berangkat ." Baru saja Kenzie ingin menyantap roti nya Kanza langsung menarik tangannya untuk segera bangun membuat roti itu jatuh kembali pada tempat nya .

__ADS_1


"Kanza , tunggu dulu aku belum selesai ." namun Kanza mengabaikan ucapan Kenzie dan menarik tangan Kenzie sampai depan rumah . Shila dan Vero hanya menggeleng melihat tingkah putra - putri nya itu.


"Mami aku juga berangkat ." Kenzo bangun dari duduk nya dan berlalu pergi .


Hanya tinggal Joy yang belum bangkit dari tempat duduk , Joy terlihat berbicara pada sambungan telepon .


"Baiklah aku akan segera sampai ." ucap Joy pada seseorang di ujung sana . Setelah selesai berbicara Joy pun menutup telepon nya , Joy bangkit dari tempat duduk nya lalu berpamitan kepada Mami Papi nya dan berlalu pergi .


Sesampai nya di garasi Joy memasuki mobil sport nya , memutar kunci , menstater , dan langsung tancap gas . Wajah Joy begitu serius pandangan nya fokus ke jalanan di depan nya .


"Pablo sudah ada di indonesia , apa yang dia lakukan disini ? aku tidak bisa merahasiakan ini lagi , bagaimana kalau dia datang ke rumah ku ." batin Joy .


Joy baru saja dapat telepon dari pihak kepolisian yang memberitahukan bahwa ada seorang pria yang mirip dengan Pablo baru saja keluar dari bandara soekarno hatta pada kemarin malam .


Joy semakin tidak tenang , Joy takut kali ini Pablo akan menyerang keluarga nya , apalagi setelah kejadian Anna beberapa hari yang lalu , namun Joy belum memberitahukan masalah nya pada keluarga nya terutama Mami dan Papi nya .


Joy benar - benar gelisah , Joy tidak bisa membiarkan Pablo mengganggu keluarga nya . Joy mengambil ponsel nya menghubungkan dengan earphone nya yang di pasang di telinga nya , Joy menghubungi seseorang ,


"Halo Mami ? apa mami di rumah ? sendirian ?"


"Iya Mami di rumah , ada apa? Mami bersama Bi Inem memang nya kenapa ? " ucap Shila di ujung sana


"Papi ? "


"Papi baru saja pergi , dia harus ke kantor karena ada meeting bersama beberapa investor yang harus di hadiri oleh Papi , memang nya ada apa sayang ?"


"Mami , jangan keluar rumah sedikit pun , diam lah di dalam , jangan kemana - mana , nanti akan ada beberapa bodyguard yang datang ke rumah mereka adalah teman ku yang akan menjaga mami."


"Joy , ada apa ini ? kenapa kamu kirim bodyguard ? di rumah kan ada penjaga "


"Nanti aku jelaskan , pokok nya mami tetap berada di rumah jangan kemana - mana , aku tutup telepon nya ."


Tut.. sambungan telepon pun di tutup .


Dengan cepat Joy melajukan mobil nya menuju kantor polisi .Kedatangan Pablo menjadi ancaman bagi nya .


...----------------...


Malam readers


Maaf ya thor up nya kemalaman 🌚🌚


Soal nya baru ada waktu , tadi nya thor mau libur saja hari ini , namun karena thor sayang kalian thor sempetin buat up deh ☺.


Semoga suka , tetap setia dengan putra - puyri mahkota ya 🤗.

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like dan Vote nya 🙏😊


__ADS_2