Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Amarah Joy


__ADS_3

Bugh ... bugh ... bugh ...


Di sebuah gedung kosong dan tua seorang pria di hajar habis-habisan, sampai mulutnya mengeluarkan darah segar. Pria itu tidak bisa melawan atau membela diri karena keadaan tubuh dan tangannya yang terikat.


Bugh ... bugh ... bugh ...


Joy terus menghajar pria di depannya tampa ampun sampai pria itu terkulai lemah.


"Aku mohon hentikan, aku hanya di perintah seseorang."


"Ampun ... ampun ...."


"Aku tidak akan mengampuni orang yang telah mengganggu istriku." ujar Joy dengan sorot mata tajamnya.


"Setelah yang kamu lakukan padanya saat 17 tahun lalu, kau bilang ampun, kau tidak menyesal? Lalu kenapa kau datang lagi dan membuatnya depresi."


"Aku sudah bilang, aku hanya di perintah aku mohon maafkan aku, bebaskan aku, aku janji tidak akan pernah datang lagi atau muncul lagi aku akan pergi sejauh mungkin, jadi aku mohon lepaskan aku."


Joy hanya tersenyum sinis


"Memang aku akan membuatmu pergi untuk selamanya, dan tak akan pernah kembali lagi apalagi muncul di hadapan Stella lagi."


Joy langsung mengambil sebuah suntikan di dalam saku celananya, lalu suntikan itu Joy isi dengan cairan kuning entah itu cairan apa.


"Apa yang akan kau lakukan." ucap Ardi yang ketakutan saat Joy berjalan mengarahkan suntikan itu padanya.


Aaaa ... Ardi menjerit, saat Joy menyuntikan cairan itu pada pangkal pahanya, dengan sorot mata yang tajam dan penuh kemarahan Joy menancapkan suntikan itu tanpa pelan.


Aaaa ... Ardi kembali menjetir saat Joy mencabut paksa suntikan itu di pahanya.


Aaaa ... aaaa ... jerit Ardi sambil memegang pahanya.


"Apa yang kau berikan padaku." hardik Ardi


Joy hanya tersenyum sinis.


"Sesuai apa yang kau lakukan pada Stella 17 tahun yang lalu."


"Selamat tinggal, ku ampuni kau sekarang pergilah dengan tenang." ucap Joy lalu pergi meninggalkan Ardi.


Aaaa ... aaaa ... Ardi terus menjerit kesakitan namun Joy tetap melangkah pergi meninggalkannya di gedung tua yang kosong dan angker itu.


Joy memberikan Ardi toxin yang di berikan Alvin saat itu, di saat toxin itu akan di berikan kepada Christ. Karena Christ meninggal terlebih dulu sebelum Joy memberikan toxin itu, tak sengaja Joy menyimpan toxin itu jaga-jaga kalau dia membutuhkannya. Beruntung, toxin itu masih di simpan dan Joy bisa memberikannya pada Ardi saat ini. Dalam hitungan menit Ardi pun tak bernyawa lagi.


****


Di tempat lain, Arka benar-benar stres memikirkan nasib perusahaannya yang di ujung tanduk. Saham mereka semakin menurun setiap harinya, para karyawan menuntut upah mereka yang tidak di bayar selama dua bulan. Arka dan Reyhan keleyengan mereka bingung akan mencari uang dimana. Ingin meminta bantuan Stella mereka malu menghadapinya setelah apa yang mereka lakukan pada Stella.


Jalan pintas pun mereka ambil, terpaksa Arka dan Reyhan meminjam uang kepada pihak Bank untuk membayar upah karyawan, tapi ... mereka bingung bagaimana cara melunasi hutangnya pada pihak Bank yang semakin besar.


Cara satu-satunya yaitu dengan pelelangan, terpaksa perusahaan pun di lelang demi melunasi semua hutangnya pada Bank. Hari ini semua orang sudah berkumpul di sebuah aula, berbagai pejabat, pengusaha, dan para investor berdatangan untuk menawar harga namun sampai saat ini belum ada yang menawar dengan harga yang pas.

__ADS_1


100


150


160


190


195


197


200


Di angka terakhir yaitu 200 miliar rupiah, tidak ada lagi yang menawar


"200 miliar, apa ada lagi yang menawar?"


"Jika tidak ada kami akan tutup."


"250 miliar."


Semua orang terkejut mendengar ucapan seseorang yang menawar dengan harga fantastis, terutama Arka dan Reyhan. Semua orang menengok ke arah belakang yang memperlihatkan seorang pria juga wanita yang berdiri di ambang pintu, orang itulah yang menawar harga dengan harga yang fantastis mereka adalah Anna dan Kemi yang kembali menyamar sebagai pengusaha dari jepang. Anna dan Kemi pun berjalan ke arah podium.


Semua orang saling berbisik karena tidak ada yang mengenal mereka.


"Tuan Akihiro, Nyonya Keiko kalian datang." Arka terlihat bahagia melihat Anna dan Kemi kembali.


"Tidak apa-apa kami terima, itu harga yang sangat tinggi di antara yang lain."


"Kalian yang akan menjadi pemilik Atmaja group selanjutnya, selamat." ujar Reyhan namun di sanggah oleh Kemi.


"Tidak, kami akan mengubah Atmaja group menjadi JS group, sebenarnya kami hanya utusan dari bos besar kami, yang akan menjadi pemilik perusahaan sesungguhnya adalah JS group, sayangnya bos besar kami tidak bisa datang di karena kan ada kepentingan." jelas Kemi.


Arka dan Reyhan terdiam, mereka akan kehilangan Atmaja group bukan hanya kehilangan nama atau marga namun, mereka juga akan kehilangan pekerjaannya di sana. Tapi apa boleh buat mulai sekarang Atmaja group sudah bukan miliknya lagi, tetapi milik orang lain.


****


"Joy semua sudah selesai, mereka tidak akan lagi menuntut atau mengganggu Stella, kami sudah mengurusnya mengalihkan pergantian nama perusahaan juga pemilik perusahaan, sekarang bukan Atmaja group lagi tapi ... JS group ( Joy Stella group ) seperti permintaanmu." ucap Anna pada sambungan telepon.


"Bagus, kerja yang bagus" ucap Joy


"Bagaimana keadaan Stella?" tanya Anna


"Sudah lebih baik,"


"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Aku akan ke rumah sakit setelah semuanya selesai."


"Hm, ucapkan terima kasih ku pada Kemi."


"Tentu."

__ADS_1


Tut. Telepon pun di tutup.


"Aduh, perut ku lapar, sayang kita ke restoran sebentar ya aku ingin makan sesuatu." ujar Anna yang menyuruh Kemi untuk menepikan mobilnya di sebuah restorant.


"Sayang, bukannya kau sudah makan baru saja satu jam kau mengisi perutmu, sudah lapar lagi tidak biasanya?"


"Memangnya kenapa kamu takut aku gendut."


"Bukan begitu, tapi ... akhir-akhir ini makanmu banyak sekali sering malah, dalam sehari bisa lima kali."


"Aku tidak tahu akhir-akhir ini aku cepat lelah, mungkin karena itu aku jadi lapar."


"Baiklah, kau mau makan apa?"


"Aku mau makan-makanan timur tengah, Sayang carikan ya." pinta Anna dengan manja.


"Timur tengah! Aneh-aneh aja, sejak kapan kamu suka makanan timur tengah?"


"Sejak sekarang." jawab Anna singkat.


Di tengah jalan Anna melihat pedagang kaki lima yang menjual makanan tradisional seperti klepon. Makanan yang terbuat dari singkong ada juga yang menggunakan tepung beras ketan sebagai bahan dasar, biasanya tepung beras ketan di campur dengan tepung kanji lalu di beri warna atau perisa makanan biasa di gunakan sari pandan, membuat tekstur adonan menjadi berwarna hijau muda, yang di gulung di bentuk bulat seperti bola-bola kecil yang sudah di isi dengan gula merah lalu di rebus di air mendidih. Setelah matang klepon di taburi kelapa yang sudah di parud dan bisa mulai di nikmati, gula merah yang menjadi isi akan mencair dan lumer ketika di makan, rasanya manis, asin, pokoknya mantap.


"Mm ... ini enak sekali, makanan apa ini pak?" tanya Anna setelah menikmati kue klepon.


"Ini namanya klepon Neng, makanan tradisional khas jawa, tapi sudah terkenal dari dulu, bahkan terkenal juga di beberapa daerah dan negara.


"Tapi aku baru nemu makanan kaya gini."


"Memang sekarang sudah sangat jarang Neng yang jual, kecuali kalau di pasar-pasar mungkin masih banyak yang jual."


"Ouh begitu, sayang apa kau menikmatinya?" tanya Anna pada Kemi


"Iya, ini enak di jepang aku tidak pernah menemukannya."


"Pak, tolong di bungkus ya."


"Baik Neng."


Anna pun membeli banyak klepon untuk di bagikan pada keluarganya, sekalian membawakan untuk Stella nanti. kemi merasa heran akhir-akhir ini Anna suka sekali makan, dan ngemil saat di malam hari bahkan Anna selalu membeli cemilan setiap harinya.


"Sayang, apa kamu meminum obat penafsu makan? Soalnya kamu jadi suka sekali makan, ngemil, dan tidak pernah kenyang, makanan yang kamu mau selalu saja aneh-aneh." tanya Kemi yang fokus menyetir.


"Kenapa sih, kamu gak suka ya punya istri doyan makan, takut gendut."


"Bukan gitu, aku merasa aneh aja."


"Sayang, aku kayanya mau makan itu deh." tunjuk Anna pada sebuah gerobak kecil yang berada di pinggiran jalan


"Soto."


"Berhenti ya, aku mau soto kayanya enak! ya ... please aku mau soto" Pinta Anna manja. Kemi hanya bisa mengulum senyum, dan menuruti kemauan istrinya, padahal klepon yang baru saja di beli belum habis mungkin masih tersisa di tenggorokan.

__ADS_1


__ADS_2