Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Manusia Es


__ADS_3

Suara bisikan - bisikan bergemuruh memenuhi ruangan , mereka semua berbisik membicarakan ada apa yang terjadi pada bos nya ? kenapa ada banyak orang berseragam di dalam ruangan bos nya itu , bahkan wajah mereka begitu menyeramkan .


Seorang wanita berjalan gontai memasuki JA Technologies tempat bekerja. Tatapan nya tertuju pada beberapa karyawan yang sedang berbisik seperti membicarakan sesuatu . Lalu ekor mata nya beralih pada dua orang berseragam yang berdiri di depan pintu ruangan bos nya , seketika mata nya membulat sempurna .


Ada apa ini ? kenapa banyak sekali polisi di sini ?


Itu yang menjadi pertanyaan dalam pikiran wanita itu , yang mempunyai pikiran negatif pada bos nya . Tak lama kemudian beberapa pria bertubuh tegak keluar dari ruangan itu yang tak lain ruangan Joy pemilik JA Technologies.


Pria itu berjalan tegak , dengan tampang serius melewati beberapa karyawan juga diri nya , setelah para pria bertubuh tegak itu keluar , wanita itu langsung berlari memasuki ruangan bos nya .


"Joy , siapa mereka? kenapa ada polisi disini ? apa kau melakukan kesalahan ? tindak kriminal kah ? atau .." belum sempat melanjutkan ucapan nya Joy sudah menyanggah nya .


"Stella .. bisa kah kau diam ." ucap Joy datar tanpa menoleh ke arah wanita yang di panggil nya Stella.


Rasa nya tidak asing dengan nama Stella , apa itu Stella yang sama teman masa kecil nya ? Ya.. benar Stella Agruellya teman masa kecil nya , penggemar Joy dari dulu yang kini menjadi sekretaris nya .


Stella memang pengagum Joy dari kecil , namun seiring nya waktu dan usia yang semakin dewasa rasa kagum itu menjadi suka , lalu menjadi cinta , yah .. Stella memang mencintai Joy hanya Joy tidak pernah peka terhadap perasaan nya .Karena begitu mencintai dan mengagumi Joy Stella selalu ingin dekat dengan Joy , sampai - sampai rela bekerja di perusahaan Joy menjadi sekretaris nya , padahal diri nya berasal dari keluarga ningrat dan papa nya juga memiliki perusahaan besar , namun Stella menolak untuk bekerja di perusahaan papa nya sendiri , Stella lebih memilih menjadi sekretaris Joy dari pada bekerja di perusahaan papa nya hanya demi bisa bersama Joy setiap hari.


"Joy , kenapa kau begitu tenang ? apa kau melakukan tindak kriminal ? apa kau akan di penjara ?" Stella masih takut dengan kedatangan pihak berwajib ke kantor nya bekerja , dia takut kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Joy .


"Stella bisa kah kau tidak cerewet , siapa juga yang melakukan tindak kriminal , siapa juga yang akan di penjara, aku hanya membantu mereka ." ucap Joy santai .


"Membantu? membantu apa" Stella sudah duduk di hadapan Joy sekarang mata nya fokus menatap Joy , berharap mendapat penjelasan .


"Kenapa kau menatap ku begitu ." Joy merasa risih di tatap Stella seperti itu , walau pun bukan untuk pertama kali sih .


"Aku menunggu jawaban mu , kau belum menjawab pertanyaan ku ."


"Pertanyaan yang mana ?


" Aku serius Joy , aku takut kamu kenapa - kenapa ." kini tatapan Stella menjadi sedih , Stella tidak bisa membohongi perasaan nya kalau dia begitu khawatir saat ini .


"Jangan khawatir , aku tidak terlibat apapun , aku hanya membantu mencari sebuah akun itu saja , aku juga sudah sering melakukan ini , sudah jangan khawatir ."


"Bagaimana aku tidak khawatir , aku begitu terkejut melihat ada polisi yang berjaga di depan pintu ruangan mu , aku pikir kamu kenapa - kenapa ."


"Baru kali ini aku melihat seorang sekretaris yang begitu mengkhawatirkan bos nya , begitu perhatian , aku tidak salah menerima mu menjadi sekretaris ku ." ucap Joy tersenyum tipis .

__ADS_1


"Joy.."


"Bercanda ." Joy kembali fokus pada kerjaan nya mata nya kini kembali tertuju pada layar laptop nya .


Stella terlihat kesal , bisa - bisa nya Joy bercanda di saat diri nya benar - benar mengkhawatirkan nya . Namun hati Stella sedikit teriris saat mendengar ucapan Joy tadi yang memanggil sekretaris .


Hanya sekretaris Joy , apa hanya itu posisi ku di mata mu , apa tidak ada nama ku di dalam hati mu , lagi - lagi Stella membatin karena Stella tidak berani mengungkapkan nya termasuk isi hati nya , sampai sekarang Joy tidak tahu perasaan Stella sebenar nya , bagaimana Joy akan tahu kalau Stella tidak mengungkapkan nya , namun apa daya Stella tidak berani akan hal itu , lebih baik dia menunggu Joy menyadari semua perhatian nya itu adalah cinta .


"Stella kenapa melamun , ayo kita harus meeting sekarang ." Karena melamun Stella tidak menyadari bahwa Joy sedari tadi memanggil - manggil nya dan Joy sudah menunggu di depan pintu .


****


Joanna turun dari taksi , dia terlihat tergesa - gesa , berlari memasuki resto karena akan meeting bersama klien nya dari jepang , sesampai nya di dalam Joanna celingak - celinguk mencari dimana klien nya itu ? Bodoh nya Joanna kenapa bisa lupa menanyakan pada paman Alvin dimana ruangan VIP nya, Joanna langsung mengutuki diri nya sendiri .


Disaat Anna sedang kebingungan ada seorang pelayan resto yang menghampiri nya , lalu bertanya " Ada yang bisa saya bantu ?" tanya pelayan yang berseragam itu .


"Saya akan meeting bersama klien saya , dia sudah memesan ruang VIP di sini ."


"Atas nama siapa ?" tanya pelayan itu lagi


"Tuan Akihiro ."


"Silahkan nona ini ruangan nya , saya permisi." ucap pelayan itu


"Terima kasih ." pelayan itu kembali ke tempat nya semula , Joanna langsung membuka pintu itu .


Cklek,,


Terlihat dua pemuda yang duduk di dalam sana , pemuda yang sangat dingin , kaku , seperti apa yang di katakan paman nya , namun ada satu pemuda yang berdiri menyambut nya dan tersenyum ramah .


"Selamat datang nona Anna , saya Akio asisten nya Tuan Akihiro ." ucap pemuda itu yang mengaku sebagai asisten Akihiro.


"Ah.. iya , maaf saya terlambat ." ucap Anna gugup . Lalu pandangan nya teralihkan pada pemuda yang tengah duduk di sofa , pemuda itu fokus memainkan ponsel nya tanpa melirik ke arah Anna ,


Sombong , satu kata dari Anna untuk pemuda itu .


Apa ini tuan Akihiro , masih muda tidak beda jauh dengan ku , tapi .. apa begini sikap nya bahkan dia tidak menyambut ku sama sekali , benar apa kata paman dingin , jutek , kaku , "batin Anna karena Anna tidak berani mengucapkan hal itu di depan nya .

__ADS_1


" Oh iya , nona Anna perkenalkan ini Tuan Akihiro , CEO dari group M ." Akio memperkenalkan Anna pada pemuda yang duduk di depan nya , namun pemuda itu masih tidak bergeming dari ponsel nya .


"Tuan ini nona Anna dari wallandou group ." ucap Akio kembali .


"Aku tidak suka menunggu , anda sudah membuat ku menunggu nona Anna ." kini Akihiro berbicara sembari mendongakan kepala nya membuat pandangan mereka saling bertemu .


"Maaf kan saya Tuan tadi ada sedikit masalah d jalan , kenalkan nama saya Anna " pandangan Akihiro tidak berpaling , tatapan nya menatap fokus pada mata indah milik Anna , wajah nya tidak ada ekspresi sama sekali , Anna yang sedari tadi sudah pegal mengangkat tangan nya untuk berjabat dengan pemuda di depan nya , namun tidak ada balasan hangat dari pemuda itu.


Ya ..tuhan , pemuda macam apa ini , menjabat tangan ku saja dia tidak mau , apa aku harus bekerja sama dengan nya ? kalau bukan demi tender aku tidak akan melakukan ini , sabar Anna sabar .." Lagi - lagi Anna bicara dalam hati , anak mencoba tersenyum ramah pada Akihiro , namun senyuman nya membuat Akihiro teringat seseorang di masa lalu nya .


Halo aku Joanna siapa nama mu ?


Hai.. kau belum jawab pertanyaan ku ..


Tuan..


Tuan..


Seketika Akihiro tersadar dari lamunan nya , ternyata Akihiro teringat teman masa kecil nya , suara nya senyuman nya sama mirip dengan nona di depan nya .


Hey , bicaralah pada bos mu , tangan ku sudah pegal , apa dia tidak mau menjabat tangan ku hah ." bisik Anna sembari menatap tajam Akio , agar memberi isyarat pada bos nya itu .


"Tuan , nona Anna begitu ramah memperkenalkan diri , apa Tuan tidak akan menjabat tangan nya ?" bisik Akio. pandangan Akihiro pun tertuju pada tangan Anna lalu membalas jabatan tangan nya sambil berkata " Akihiro ." ucap nya singkat .


Anna menghela nafas panjang , akhir nya pemuda ini menjabat tangan nya juga Anna sudah sangat pegal sekali , pria ini begitu dingin dan kaku.


Akio mempersilahkan Anna untuk duduk , Anna pun menurut dan duduk di depan Akihiro kini mereka berdua saling berhadapan , lagi - lagi Akihiro menatap nya kembali dengan tatapan yang sulit di artikan , Anna yang kembali di tatap seperti itu terpaksa memberikan senyuman nya membuat Akihiro langsung memalingkan pandangan nya .


Anna yang melihat perubahan sikap Akihiro merasa kesal .


Dasar manusia Es, orang senyum bukan nya di balas malah memalingkan wajah nya , huh sabar Anna sabar, batin Anna.


**Yang dari kemarin nunggu Visual nya Kemi nih sekarang othor kasih


AKEMI AKIHIRO MASHASI**


__ADS_1


Udah jangan di liatin terus , lihat tatapan nya tajam banget nya 😊😊


__ADS_2