Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Kanza dan Amber


__ADS_3

Di tengah - tengah kebahagiaan keluarga Alvero, ada saja masalah yang datang.


Kenzo dan Kenzie berlari menyusuri lorong sekolah, melewati beberapa ruang kelas belajar. Ekspresi mereka tidak bisa di tebak, raut wajahnya begitu gusar, tatapannya pun begitu tajam.


Kenzo dan Kenzie terus berlari melewati beberapa kerumunan siswa dan siswi yang menghalangi jalannya, sesampai nya di ujung lorong belakang taman sekolah Kenzo melihat ada kerumunan di sana.


Dua orang siswi sedang bertengkar hebat, saling jambak, dan saling dorong. Mereka adalah Kanza dan Amber yang saling bergulat dan tak mau kalah. Kenzo memecah kerumunan siswa - siswi yang menonton perkelahian antara Amber dan Kanza begitu juga Kenzie.


Mereka mendekat dan melerai perkelahian itu. Kenzo menarik tangan Kanza dan Kenzie mendorong tubuh Amber untuk menjauh dari tubuh adiknya itu.


Keadaan Kanza terlihat tidak baik - baik saja, rambutnya yang acak - acakan, matanya terlihat sembab seperti sudah menangis, seragam yang di pakainya pun terlihat sangat berantakan.


"Ikut aku" ajak Kenzo yang membawa Kanza pergi dari sana, Kanza hanya menurut saja dia diam tanpa kata, dan hanya mengikuti langkah kakaknya.


Sebelum pergi Kenzo sempat melirik ke arah Amber sekilas, di tatapnya dengan tajam, lalu menoleh ke arah semua murid yang saling berbisik.


"Jangan ada yang mengadu pada kepala sekolah, kalau tidak kalian akan berurusan denganku." gertak Kenzo lalu pergi membawa Kanza dari sana meninggalkan Kenzie dan Amber yang saling tatap


Sejenak suasana jadi hening


"Apa masalah mu? Kenapa kau selalu saja mengganggu adik ku?" Kenzie menatap Amber kesal.


"Semenjak kau datang ke sekolah ini, Kanza selalu saja mendapat masalah. Aku ingatkan sekali lagi jangan pernah ganggu adik ku lagi" ucap Kenzie penuh penekanan.


"Bubar kalian semua" bentak Kenzie pada semua murid, lalu pergi dengan penuh amarah.


Amber diam mematung melihat kepergian Kenzie juga murid yang lainnya. Dirinya kini tinggallah seorang diri.


"Banyak yang menyayanginya, melindunginya, dia mendapatkan segalanya, ibu, ayah, kakak, semuanya dia miliki. Ibumu seorang pembunuh, karena ibumu aku tidak punya ayah, dan aku tidak akan biarkan kalian bahagia"


Amber membatin


Kebencian yang di tanam ibunya telah merasuki jiwanya. Lahirnya ke dunia tanpa seorang ayah membuat Amber hidup penuh hinaan, ejekan, dari teman - temannya.


Hinaan itulah yang membuatnya benci dan menumbuhkan rasa dendam dalam dirinya, apa lagi setelah tahu siapa pembunuh ayahnya, dendam dalam hatinya semakin menyeruak.


Flashback on

__ADS_1


Kanza dan Lusi sedang berjalan menuju kantin, karena saat itu waktunya istirahat, mereka berdua saling bercengkrama satu sama lain tiba - tiba dari arah belakang Amber mendorong tubuh Kanza sampai terjatuh.


"Kau" hardik Lusi saat mengetahui Amber lah yang mendorong sahabatnya.


Kanza bangun dari duduknya lalu berdiri menghadap Amber, "Apa maksudmu mendorongku" hardik Kanza


"Anak haram"


Lusi dan Kanza terbelalak mendengar ucapan Amber. "Anak haram? Kau mengejek dirimu sendiri." hardik Kanza


"Aku, bukan anak haram tapi kau yang anak haram"


"Apa? Kau bilang aku anak haram, semua orang tahu papi ku, anak siapa aku, mereka semua tahu dan kau bilang aku anak haram. Dasar ember cucian!"


"Panggil namaku dengan benar"


"Ya! Ember cucian itu nama yang pantas untuk mu"


"Dasar tepung kanji"


"Apa kau bilang! Aku tepung kanji dasar emberrrrr"


Amber ingin Kanza juga mengalami hal yang sama seperti dirinya di saat semua orang menghinanya, mengejeknya, bahkan membencinya. Perkelahian Amber dan Kanza mengundang banyak orang, mereka menjadi pusat perhatian semua murid.


Lusi yang bingung harus melakukan apa, melerai perkelahian mereka pun tidak mungkin karena keduanya sama - sama kuat dan tak mau mengalah. Akhirnya Lusi memanggil kedua kakaknya Kenzie dan Kenzo untuk melerai perkelahian itu.


Flashback off


Kenzo membawa Kanza ke kelasnya, Kanza duduk di bangkunya dan Kenzo duduk di atas meja seraya menghadapnya. Kenzo merapikan rambut adiknya, Kanza hanya diam sambil menangis.


"Dia yang mulai, dia mengejek ku aku tidak mengerti apa maunya, semenjak dia masuk ke sekolah ini dia selalu saja mengganggu ku"


"Lihatlah ini, untuk kedua kalinya dia menjambak rambutku, kenzo kau tahu aku tidak pernah berkelahi, tapi karena dia yang memulai aku juga ingin membela diri, Kenzo apa aku salah?"


Kenzo tetap diam, dia setia mendengar ocehan Kanza, dia tahu Kanza anak yang baik dia tidak pernah berkelahi atau pun membuat masalah di sekolah, namun karena Amber dia melakukannya.


"Kak, jangan katakan ini pada mami nanti mami marah lagi"

__ADS_1


"Jangan khawatir tidak akan ada yang memberitahu mami atau pun papi. Dan tidak akan ada yang bilang pada kepala sekolah, kamu tenang saja"


Hufffft...


Kanza menghela nafas sejenak, lalu berkata "Kalau kepala sekolah tahu aku bisa di skor kak, ini semua karena si ember itu, tak henti - hentinya dia mengganggu ku."


"Sudah jangan di pikirkan lagi gadis itu"


"Gadis! Dia tidak pantas di sebut gadis dia singa lebih tepatnya singa betina" umpat Kanza membuat Kenzo tertawa.


"Kau sudah makan? Kau pasti belum makan kan!"


"Nafsu makan ku sudah hilang"


"Nanti kamu sakit, mami bisa marah nanti"


"Biar saja, aku akan katakan siapa yang telah membuatku mogok makan" gerutu Kanza yang merengut kesal.


"Kau yang mogok makan aku yang di marahi nanti" ucap Kenzie yang tiba -tiba masuk di ikuti Lusi dari belakang.


"Kalau kau sakit nanti mami, papi memarahi ku. Kenzie kenapa kau tidak bisa menjaga adikmu? Lihatlah Kanza sakit karena mu, apa kamu tidak memperhatikan pola makannya, kalau adikmu tidak mau makan setidaknya kamu membujuknya"


Haha....haha.... Kanza tergelak, melihat Kenzie berbicara seperti papi dan maminya, Kenzo si muka datar pun ikut tertawa.


"Kau meledek mami dan papi" ujar Kenzo datar


"Kenapa? Memang seperti itukan mami kalau marah, dan aku yang selalu di marahi" timpal Kenzie yang kini duduk di bangku kosong depan samping Kanza.


"Kanza lihat aku bawa apa untukmu. Bakso! Kau suka sekali baksonya bang Tarjo kan, nah ini spesial dari bang Tarjo untukmu sekarang makanlah!" ujar Lusi yang membawa semangkuk bakso lalu duduk di samping Kanza.


Menghirup aroma bakso membuatnya lapar, apa lagi aromanya sangat menggiurkan, bakso bulat dengan mie dan sayur, ada tetelannya juga air yang gurih mengunggah selera.


"Mmmm.... Mantul, kalau udah cium bau baksonya bang Tarjo aku tidak bisa menahan lapar lagi, aku tidak jadi mogok makan" semua orang tergelak mendengar ucapan Kanza.


Di dalam kelas yang sepi, Kanza, Lusi, Kenzo, dan Kenzie tawa mereka memenuhi seisi ruangan, senyuman mereka raut wajahnya memancarkan kebahagiaan.


Semudah itu mereka melupakan masalah yang sudah terjadi. Mereka bisa kembali tertawa melupakan semua apa yang sudah terjadi, kenapa aku tidak bisa! Sulit bagi ku untuk melupakan semuanya

__ADS_1


Batin seorang gadis yang bersembunyi di balik jendela, melihat kebahagiaan teman - temannya di dalam kelas. Gadis itu tak lain adalah Amber


__ADS_2