
Apartemen Stella tidak jauh dari perusahaan nya . Semenjak memutuskan untuk bekerja di perusahaan Joy Stella memilih tinggal di apartemen nya di banding di rumah nya .
Selain jarak yang dekat dengan perusahaan , Stella juga merasa bosan harus tinggal di rumah besar seorang diri . Kini Stella tinggal di apartemen nya yang sederhana dan dekat dengan tempat nya bekerja.
Krett..
krett..
Stella sibuk bergulat di dalam dapur nya , bukan sibuk memasak namun Stella hanya sibuk membuka chicken set dari atas ke bawah , bahkan sampai membuka lemari es nya .
Stella membuka lemari es nya , dia tertegun sejenak , ternyata tidak ada makanan atau pun minuman di dalam nya lemari es nya kosong .
"Astaga.. kenapa aku bisa lupa belanja , aku sangat lapar sekali ." gerutu Stella kesal lalu menutup lemari es nya kembali .
"Aku , harus pergi belanja dulu tapi , ini sudah malam apa swalayan nya masih buka ya ." ucap Stella seraya menatap jam dinding yang menunjukan pukul 21.00 , sudah jam 9 malam .
Stella berjalan ke arah kamar nya untuk mengambil dompet nya , tanpa berganti baju dahulu Stella hanya mengenakan celana jeans dan kaos oblong nya , baju santai yang biasa ia kenakan saat di rumah .
Setelah itu Stella melangkah ke luar dari apartemen nya. Stella akan pergi ke swalayan terdekat yang tidak jauh dari apartemen nya , karena jarak yang dekat Stella hanya berjalan kaki menuju swalayan .
Di tempat lain Joy masih memacu kan mobil nya dengan cepat membelah jalanan kota jakarta yang mulai sunyi , hanya ada beberapa kendaraan saja yang berlalu lalang .
Saat mata nya fokus ke jalanan depan , kedua tangan nya sibuk memutar bundaran stir , tiba - tiba ponsel nya berdering membuat Joy harus menghentikan mobil nya sejenak .
Joy membuka layar ponsel nya untuk melihat pesan yang dia terima . Lagi - lagi Joy mendapat kiriman foto dari nomor yang tak di kenal , dalam foto itu memperlihatkan seorang gadis yang sedang berjalan di depan apartemen .
Mata Joy membulat sempurna ketika melihat siapa gadis itu , Joy sangat mengenal gadis itu dengan baik. Joy mengeraskan rahang nya Joy kembali melajukan mobil nya dengan cepat , amarah dan emosi yang terlihat dari mata Joy saat ini .
Sedangkan Stella , dia baru saja keluar dari swalayan , Stella belanja begitu banyak kedua tangan nya menjinjing kantong kresek belanjaan nya
"Akhir nya selesai juga , lain kali aku tidak akan membiarkan lemari es ku kosong lagi , bisa mati kelaparan aku ."
"Walau pun hanya beberapa makanan ringan dan ramen setidak nya ada untuk mengemil malam ini ." lanjut Stella sambil berjalan meninggalkan swalayan .
Karena jarak tempuh yang tak cukup jauh Stella hanya butuh 15 menit untuk sampai apartemen nya , dari jauh terlihat Joy yang sedang berdiri di depan apartemen nya , raut wajah nya terlihat sangat cemas , mungkin saat ini Joy sedang mencemaskan Stella saat ini .
Dari jauh Stella tersenyum senang , melihat Joy ada di depan apartemen nya ." Joy ." ucap nya demikian
Stella berjalan cepat ke arah Joy yang berdiri di depan apartemen nya , Stella benar - benar bahagia melihat Joy datang ke apartemen nya
Joy ,
Joy pun menoleh ke arah Stella yang berdiri tak jauh dari nya , Joy tidak menjawab seruan dari Stella , Joy melangkah cepat ke arah Stella yang langsung memeluk nya .
__ADS_1
Deg,
Stella terkejut , sangat terkejut tiba - tiba saja Joy memeluk nya dengan erat , sampai belanjaan nya pun terjatuh .
Ada apa dengan Joy ? , itulah yang ada dalam pikiran nya saat ini .
Joy begitu mencemaskan Stella , entah apa yang di rasakan nya saat ini , Joy begitu mengkhawatirkan nya , apa karena teror itu ? Entahlah .
Dari jauh seorang pria memperhatikan mereka berdua , dia tersenyum smirk sambil berbicara pada sambungan telepon .
"Dia terlihat panik , dan mencemaskan wanita itu , dia datang ke apartemen nya setelah mendapat pesan dari ku ."
"Kerja bagus ." ucap seseorang di ujung sana . Lalu telepon nya langsung di tutup .
Pria itu pun pergi dari apartemen Stella
"Dari mana saja kamu ?aku menyuruh mu cuti untuk tetap tinggal di dalam rumah , bukan untuk kelayapan apalagi malam - malam seperti ini ."
Stella benar - benar tidak mengerti , Joy tiba - tiba memeluk nya , sekarang dia malah membentak nya .
"Aku dari swalayan membeli beberapa stok makanan , karena lemari es ku sudah kosong ." ucap Stella kemudian
Joy menghela nafas sejenak , sembari mengusap kasar wajah nya , ada apa dengan diri nya kenapa Joy malah meluapkan amarah nya pada Stella .
"Maafkan aku , aku sudah membentak mu ."
"Bukan itu , aku kesini di suruh mami untuk mengantarkan bubur tim buatan nya , mami mengkhawatirkan mu Stella ." ucap Joy seraya menunjukan tupperware yang dia bawa
"Oh , Mami Shila sangat baik , dia masih ingat kesukaan ku ." Stella mengambil tupperware itu dari tangan Joy
"Kalau begitu ayo kita masuk Joy ."
"Hmm, biar saya yang bawakan ." ucap Joy yang mengambil belanjaan Stella .
Stella dan Joy pun masuk ke dalam apartemen , menaiki lift untuk menuju lantai 15 dimana apartemen milik nya berada . Setelah sampai di depan pintu apartemen nya Stella menekan beberapa angka pin untuk membuka pintu apartemen nya .
Joy meletakan belanjaan Stella di atas meja makan , Joy duduk di atas sofa , sedangkan Stella menyusun beberapa belanjaan nya di dalam lemari es nya .
"Joy , kau mau minum apa ?"
"Apa saja ." setelah mendengar jawaban Joy Stella mengambil minuman kaleng di dalam kulkas nya , lalu meletakan nya di depan Joy .
Stella kembali ke dapur untuk menyiapkan bubur tim yang di bawakan Joy . " Joy , bilang pada mami Shila terima kasih karena telah mengirim ku bubur , aku sudah lama tidak bertemu mami Shila ."
"Kau tahu Joy , dulu saat aku sakit Mami mu yang selalu merawat ku , dan dia selalu membuatkan ku bubur tim ayam ini , mmm... rasanya lezat sama seperti dulu rasa nya tidak berubah ." ucap Stella yang mencicipi bubur tim nya .
Sedangkan Joy dia tidak mendengarkan ucapan Stella , mata nya fokus pada ponsel yang di pegang nya , lagi - lagi Joy mendapat pesan dari nomor yang sama , nomor itu memperlihatkan sebuah foto diri nya saat memeluk Stella .
__ADS_1
"Brengsek ." umpat nya
"Sudah cukup , apa mau mu kalau kau berani temui aku langsung , kita bertemu dan selesaikan masalah ini secara jantan , jangan menjadi pengecut yang bisa nya meneror saja dan jangan libatkan orang lain dalam masalah ini ." balas Joy pada sebuah pesan .
Joy benar - benar muak dengan semua teror yang dia hadapi . Joy kembali melihat foto diri nya yang sedang memeluk Stella , Joy berpikir apa orang itu masih ada di sekitar apartemen Stella , Joy pun berjalan ke arah jendela untuk melihat apa ada orang yang mencurigakan .
"Joy , sedang apa ? apa yang kau lihat ?" tanya Stella yang melihat Joy berdiri di depan jendela
"Tidak ada ."
"Stella , apa ada yang mengikuti mu ? "
"Tidak , tidak ada ."
"Joy , ayo aku sudah memasak ramen untuk mu , kita makan dulu." ajak Stella yang berjalan ke meja makan
Sedangkan Joy sedang merasa gelisah saat ini , dia masih memikirkan peneror itu , Joy merasa orang itu masih berada di sekitaran sini , Joy tidak bisa membiarkan Stella sendirian , Joy takut hal buruk akan terjadi pada nya .
"Joy , kenapa diam saja ayo ." Joy pun melangkah ke meja makan lalu duduk di kursi yang sudah di sediakan .
"Joy , ada apa ? kenapa diam ."
"Stella ."
"Hmm." Stella hanya ber hm ria , sambil menikmati bubur buatan mami Shila
"Aku akan menginap ."
Deg,
Stella terkejut dengan ucapan Joy , mata nya membulat sempurna , sampai tidak bisa melanjutkan makan nya .
Ada apa dengan Joy ? Joy benar - benar aneh hari ini , tiba - tiba saja dia memeluk ku , dan sekarang dia bilang akan menginap , oh.. tuhan apa yang harus aku lakukan , untuk pertama kali nya ada seorang pria yang menginap di apartemen ku ,
Stella terus bergulat dalam hati nya.
...----------------...
Udah ya double up nih , thor selalu membuat kalian senangkan 🤭🤭.
Jangan lupa untuk tinggalkan like dan Vote setelah membaca , agar thor tetap semangat 💪💪💪 update nya .
Jangan lupa komentar yang manis - manis nya untuk thor lebih semangat lagi 👌
Luv U All
❤❤❤
__ADS_1