
Mansion Alvero Wallandou
Setelah menyiapkan sarapan pagi Shila kembali ke kamar nya untuk menemui suami nya . Entah kenapa Shila masih terpikirkan ucapan Joy tadi yang membuat nya menjadi gelisah dan Shila tidak bisa memendam nya sendiri.
"Mas, sini ku bantu ." ucap Shila seraya membantu Vero memakai jas nya .
"Terima kasih sayang ." ucap Vero diiringi senyuman .
"Mas, aku khawatir ."
"Kenapa khawatir ."
"Semalam Joy tidak pulang dia menginap di apartemen Stella ."
"Memang nya kenapa kalau menginap ? mereka kan sudah berteman sejak kecil bahkan Stella juga sering menginap di rumah kita kan ."
"Mas coba pikirkan , wanita dan laki - laki tidur satu rumah tanpa pengawasan siapa pun, apa yang akan terjadi ? dulu mereka masih kecil sekarang mereka sudah dewasa ."
"Apa kamu baru mengenal putra kita ? aku percaya pada Joy dia tidak akan macam - macam pada Stella ." Mata Shila melotot merasa tak puas dengan jawaban Vero .
"Sudah , jangan pikir macam - macam , kita ke luar sekarang anak - anak pasti sudah menunggu ." Vero menggandeng Shila keluar dari kamar nya dan benar saja ketika sudah sampai di ruang makan semua anak nya sudah menunggu .
Pagi mami pagi papi , seru triple Rey
Pagi sayang , sahut Vero dan Shila lalu duduk di kursi nya .
"Dimana Joy ?"
"Masih di kamar mami ." jawab Kanza cepat
"Dimana Anna ?" kini Vero yang bertanya
"Anna sudah pergi , sedari tadi ." jawab Shila
Tak lama kemudian Joy pun turun dan bergabung di meja makan , Shila terus menatap putra nya itu penuh arti namun Joy biasa - biasa saja .
"Apa terjadi sesuatu pada mereka berdua semalam ? Ah tidak , aku tidak boleh mikir macam - macam , Shila buang pikiran buruk mu itu ." batin Shila
Drt... Drt... Drt...
Tiba - tiba ponsel Shila pun berdering , di lihat nya layar ponsel tertera nama Stella Shila langsung mengangkat telepon nya itu .
"Pagi Mami Shila ."
"Pagi Stella ." Mata Joy membulat , ketika mendengar Shila menyebut nama Stella , entah kenapa Joy merasa gugup .
"Bagaimana keadaan mu ."
"Keadaan ku lebih baik setelah memakan bubur dari mu , terima kasih mami Shila karena masih ingat pada ku ."
__ADS_1
"Sama - sama sayang , kalau kamu membutuhkan apapun bilang saja pada Mami atau pada Joy ."
"Iya Mami Shila ."
"Stella , apa benar Joy semalam menginap di apartemen mu ? "
Uhuk ...uhuk.... kini Joy jadi salah tingkah mendengar ucapan Mami nya pada Stella sampai dia tersedak.
Kenapa Mami menanyakan itu , batin Joy sembari meneguk air minum nya
"Iya , semalam kami tidur bersama . Maksud ku kami nonton film sampai malam jadi kami ketiduran di sofa ."awal nya Shila cukup syok mendengar kata tidur bersama pikiran nya menjadi terbang kemana - mana , namun Stella langsung menjelaskan nya membuat hati Shila merasa lega .
" Mami Shila sudah dulu ya , aku hanya ingin berterima kasih saja pada mu ."
"Iya , sayang sering - sering lah main kemari ."
"Iya Mami Shila akan aku usahakan , terima kasih bye .."
Tut... sambungan telepon pun terputus kini Shila merasa lega dan bisa makan dengan tenang . Namun Joy terlihat gelisah apa yang di katakan Stella pada Mami nya , itu yang di pikirkan nya .
Stella tidak tahu kan kalau semalam aku mencium nya ? Tidak mungkin Stella tahu karena dia sudah tertidur , semoga saja .
Ucap Joy dalam hati .
Kembali ke sarapan pagi , seperti biasa suasana di meja makan saat pagi hari selalu saja heboh oleh kelakuan Kenzie dan Kanza , seperti sekarang mereka sedang berdebat .
"Kanza di kelas mu ada anak baru ya ?" tanya Kenzie antusias
"Kenapa memang nya ? Aku tidak suka dengan anak itu , rasa nya aku tidak ingin pergi ke sekolah ." gerutu Kanza sambil memakan sandwich nya .
"Eh , mami tidak mau kamu bolos sekolah gara - gara hal sepele mengerti ! Mungkin kalian belum saling mengenal coba lah berteman ."
"Aku , berteman dengan anak angkuh seperti dia , 0gah. Sudah angkuh sombong lagi , Mami tahu wajah nya saja sangat seram , kaku , tidak pernah tersenyum sedikit pun , benar apa kata Lusi dari pertama melihat nya Lusi bilang dia mencium aura tidak sedap , seperti hantu ."
"Bilang saja kamu iri , karena dia lebih cantik dari mu dan dia pindahan dari amerika dia pasti sangat pintar dan cantik ." ejek Kenzie .
"Hei , Kenzie kau bisa saja bilang begitu karena kau belum bertemu dengan nya ."
"Hey .... apa kalian akan terus bertengkar ." pekik Joy yang sudah lelah mendengar pertengkaran kedua adik nya , Kenzie dan Kanza hampir setiap pagi mereka selalu saja seperti itu .
"Sudah diam , makan lagi jangan bertengkar kalian itu adik dan kakak akur lah sedikit , lihat Kenzo dia selalu diam ."
"Kakak seperti tidak tahu Kenzo saja , dia itu batu es , diam tanpa kata .",bantah Kanza.
" Siapa nama anak baru itu ?" Mata Kanza membulat mulut nya menganga, tiba - tiba saja Kenzo peduli biasa nya tidak pernah peduli dan tidak pernah ingin tahu .
"Tidak perlu tahu ." bantah Kanza
"Kalau aku tidak tahu siapa nama nya , bagaimana aku bisa memarahi nya jika adik ku ini menangis karena nya ." senyum Kanza mengembang , Kenzo memang sangat peduli pada adik nya itu , Kenzo sangat menyayangi Kanza .
"Dengarlah Kenzie , Kenzo sangat sayang pada ku tidak seperti kau yang membela anak itu ." Joy , Shila dan Vero hanya menggeleng melihat perdebatan mereka .
__ADS_1
"Kenzo kau yang terbaik ."
"Nama nya Amber itu yang ku tahu , aku ingat kan pada kalian terutama kau Kenzie , jangan sampai kalian jatuh cinta pada anak itu kalau itu terjadi aku tidak akan memaafkan kalian ." tunjuk Kanza pada kedua kakak nya . Seperti nya Amber dan Kanza tidak bisa menjadi teman .
*****
Berbeda dengan keluarga Alvero yang selalu heboh di pagi hari , penuh kehangatan dan keharmonisan, namun keluarga ini begitu berbeda , tidak ada perdebatan atau pembicaraan diam tak bersuara selain suara sendok dan piring saling bersautan di meja makan .
Gracelina Amber Maharani , biasa di panggil Amber . dia lahir di negara Amerika dan lama hidup di sana , kehidupan dari kecil sampai dewasa sungguh berbeda dengan kehidupan gadis di indonesia , sifat nya memang seperti itu dia dingin, kaku , dan angkuh . Bukan tanpa alasan hati Amber di penuhi dendam dan kebencian karena dia di lahirkan tanpa seorang ayah , membuat nya harus mendapat hinaan , ejekan dari teman - teman nya dan Amber sangat membenci ibu nya dia menyalahkan semua yang terjadi pada nya murni dari kesalahan ibu nya di masa lalu . Dan ketika ada yang bertanya tentang ayah nya dia pasti akan merasa marah , apalagi bila seseorang bahagia hidup bersama ayah mereka .
"Amber bagaimana hari pertama mu sekolah ?" tanya ibu nya namun Amber tidak menjawab .
"Amber ."
"Sejak kapan anda peduli pada ku." ucap Amber menatap tajam ibu nya
"Amber , tidak pantas kamu berbicara seperti itu pada ibu mu ." ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah nenek nya .
"Apalagi yang harus aku jelaskan , hari pertama sekolah ku selalu sama , mereka menatap ku seperti menatap setan . Saat pertama masuk kelas aku memperkenalkan diri dan aku selalu muak jika ada orang yang bertanya tentang ayah ku , siapa nama nya , apa perusahaan nya bla...bla... bla.... sungguh membosankan ."
"Kamu bisa bilang kan kalau papa sudah meninggal ." ucap Ibu nya .
"Ya... meninggal sebelum aku di lahirkan , sampai aku terus di hina dan di ejek , dan sampai sekarang aku tidak tahu dimana makam ayah ku ."
"Semacam anak haram ." ketus Amber pada ibu nya.
"Amber jaga ucapan mu ."
"Maaf , nenek aku harus berangkat sekolah ." Amber pergi begitu saja tanpa pamit , dan hanya kepada nenek nya lah Amber berbicara lembut .
"Lihatlah Ma ,anak itu benar - benar tidak tahu sopan santun pada ibu nya ."
"Aku ini ibu nya , dia sama sekali tidak pernah menganggap ku ."
"Dari aku hamil sampai melahirkan nya , dan sampai dia besar pun dia tidak pernah membuat ku bahagia , aku menyesal telah melahirkan nya . Dasar keras kepala ."
"Tissa ...." wanita paruh baya itu menyentuh bahu anak nya lembut yang bernama Tissa itu .
"Kalau sikap mu seperti ini kapan Amber bisa dekat dengan mu ? cobalah ambil hati nya dan bicaralah dengan nya dari hati ke hati , coba jelaskan pada nya ."
"Jelaskan apa lagi Mah , aku sudah jelaskan dia juga sudah tahu kalau ayah nya sudah meninggal , tidak ayah nya tidak anak nya mereka berdua membuat aku menderita ."
"Seharusnya dari awal aku tidak melahirkan nya ." ucap Tissa yang berlalu pergi ke kamar nya .
Dari luar , di balik dinding Amber mendengarkan pembicaraan ibu dan nenek nya , Amber merasa sedih karena dia anak yang tidak di harapkan oleh ibu nya , Amber semakin benci dan marah pada ibu nya Tissa.
Tissa Maharani dia adalah ibu nya Amber , setelah sekian lama dia melarikan diri dan menghilang , ternyata selama ini Tissa menetap di amerika , bersama ibu nya Rani .
...****************...
Jangan lupa untuk like dan Vote nya ya 🙏😊😊,biar thor tetap semangat
__ADS_1
Gracelina Amber Maharani