Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Anna dan Stella 2


__ADS_3

Kalung ku ...


Ada apa Ann ?


Kalung ku hilang , dimana kalung ku ...


Anna tunggu ....


Anna pergi untuk mencari kalung nya yang hilang , Stella menaruh beberapa lembar uang di meja lalu pergi mengejar Anna . Anna mencari kalung itu di sekitar resto , lalu ia cari sampai ke parkiran dan ke dalam mobil nya mungkin saja kalung nya jatuh di dalam mobil .


Dimana kalung itu , Anna benar - benar panik Anna tidak bisa menemukan kalung nya saking panik nya Anna sampai menangis , seperti saat kecil dulu Anna menangis ketika bola kristal pemberian Kemi pecah . Sekarang Anna harus kembali menangis karena menghilangkan kalung pemberian Kemi .


Anna ... , Stella berlari dengan nafas tersengal - sengal karena mengejar Anna .


"Kalung ku hilang Stell, aku sudah menghilangkan kalung nya ."


"Anna kamu tenang dulu , coba ingat - ingat mungkin tertinggal di suatu tempat atau di rumah mu ."


"Tidak , Kemi baru saja memakaikan kalung itu dan aku masih memakai nya tadi , lalu aku pergi menjemput mu dan ...." Mata Anna terbelalak , Anna ingat saat di resto tadi ada seseorang yang menabrak nya apa mungkin kalung nya jatuh , dan orang itu yang mengambil nya


"Stell , kita kembali ke resto aku yakin orang itu telah mengambil kalung ku ."


"Maksud mu orang yang tadi menabrak mu ? " Anna pun mengangguk dan bergegas pergi ke resto tadi namun Stella menghentikan langkah nya


"Tunggu Ann, untuk apa kita ke resto lagi orang itu sudah pergi dari tadi , lebih baik kita mencari nya saja mungkin dia masih ada di sekitaran sini ."


"Tapi kita cari dimana Stell ." Anna dan Stella pergi menyusuri semua tempat dan jalanan di sana sampai mereka berdua berada di tempat yang sepi jauh dari keramaian , sebuah lorong di bawah jembatan , entah kenapa Anna dan Stella bisa sampai di tempat ini .


"Anna kita sudah jauh melangkah , ada dimana kita ." ucap Stella seraya melihat sekeliling tempat itu yang begitu sepi .


"Anna lebih baik kita pergi dari sini , perasaan ku tidak enak ."


"Tunggu Stell, itu dia orang nya ." tunjuk Anna pada seseorang di depan nya , seorang pria yang berdiri tegak dengan pakaian serba hitam , dan hoodie yang menutupi wajah nya sama sekali tak terlihat .


"Ini yang kau cari ." ucap pria itu yang mengayunkan sebuah kalung dengan liontin setengah hati , percis seperti kalung yang Anna miliki .


"Kembalikan kalung ku ." Ucap Anna yang langsung berjalan ke arah pria itu , namun langkah nya terhenti ketika beberapa pria menghadang nya dari depan .


"Anna , siapa mereka ." Stella ketakutan melihat beberapa orang misterius itu , yang kini sudah mengelilingi mereka berdua .

__ADS_1


"Kau ingin kalung ini kan , tidak mudah untuk mendapatkan nya. Kau bisa ambil sendiri kalau mau ." ucap pria itu yang pergi begitu saja .


"Apa mau kalian , minggir jangan halangi jalan ku ." ucap Anna dengan tegas


"Tidak semudah itu nona , lawan kami dulu atau berikan wanita itu ." tunjuk salah satu pria itu pada Stella , Stella yang di tunjuk pun membulatkan mata nya dengan sempurna ,


"Stella minggirlah cari tempat aman , biar aku hadapi mereka semua ."


"Tidak Anna , aku akan membantu mu kita hadapi sama - sama ."


"Stella jangan konyol , kau percayakan saja pada ku ."


"Jangan remeh kan aku Anna , aku juga bisa bela diri walau pun tidak sehebat diri mu , lihatlah Ann , jumlah mereka sangat banyak kau tidak mungkin melawan nya sendiri ." Anna dan Stella saling membelakangi kedua mata mereka fokus ke arah depan di mana pria - pria itu berdiri .


"Stella mereka menginginkan mu , apa kau punya masalah ? "


"Sepertinya masalah nya sama , apa ini berkaitan dengan Joy ."


Anna dan Stella saling pandang mereka punya pemikiran yang sama , bahwa mereka di serang oleh orang yang sama tapi kenapa yang mereka inginkan Stella ? itu yang menjadi pertanyaan , tanpa aba - aba mereka sudah menyerang duluan , Anna dan Stella langsung melawan mereka .


Bugh .... bugh .... bugh ....


"Anna kita berhasil ." Stella dan Anna saling berpelukan , mereka senang bisa mengalahkan lawan nya , namun tanpa mereka sadari salah satu dari pria itu terbangun lalu ...


Bugh..


Pria itu menghantam punggung Anna , sampai Anna terjatuh dan tak sadarkan diri .


"Anna ."


Baru juga Stella ingin menghampiri Anna tetapi tangan nya sudah di cekal seseorang dari belakang , orang itu mengunci tangan nya ke belakang membuat Stella tidak bisa melawan .


"Lepaskan ." teriak Stella


"Bawa dia ." beberapa pria membawa Anna masuk ke dalam mobil , dan Stella di bawa oleh pria yang mencekal nya tadi .


"Lepaskan , mau di bawa kemana aku ." teriak Stella yang terus memberontak, pria itu memaksa Stella masuk ke dalam mobil nya lalu mendorong nya , sampai kening Stella terbentur .


Lepaskan...

__ADS_1


Diam ....


"Aku tidak akan diam , sebelum kamu melepaskan ku " Stella memberontak bahkan Stella sampai ingin kabur dan membuka pintu mobil itu namun langkah nya di ketahui oleh pria yang di samping nya . Pria itu menarik tangan Stella dengan kasar , lalu mengukung tubuh nya , Stella begitu ketakutan saat pria itu mengukung tubuh nya sampai air mata nya menetes .


"Apa yang kau lakukan lepaskan aku ."


"Hai baby , diam lah kalau kau diam aku tidak akan menyakiti mu ." ucap pria itu seraya mengelus lembut pipi Stella dengan jari nya ." Kau sangat cantik , aku tidak sabar ingin segera menikmati tubuh mu ini ." Stella terus menangis , tubuh nya begitu gemetar saat pria itu terus menciumi leher nya .


"Stella kau tidak boleh lemah , kau harus lawan ." batin Stella


Bugh....


Awww.... jerit pria itu , yang kesakitan karena Stella menendang milik nya . Stella tidak menyia - nyia kan waktu , Stella bangun lalu membuka pintu mobil dan ...


Plakk,,


Belum sempat keluar , pria itu menarik tubuh Stella lebih dulu lalu menampar wajah nya dengan keras sampai bibir Stella mengeluarkan darah segar .


Diam kau , kalau kau berani kabur aku tidak segan - segan membunuh mu , tegas pria itu lalu berpindah ke arah kemudi untuk melajukan mobil nya .


Stella yang tak berdaya , terbaring lemah di belakang kemudi , tamparan yang keras membuat nya lemah , tenaga nya sudah habis tak mampu lagi untuk bergerak , sampai kedua mata nya perlahan terpejam .


Kedua mobil itu melesat sangat jauh hanya meninggalkan beberapa barang milik Anna dan Stella yang tertinggal di lorong sepi tadi .


****


Joy sibuk dengan pekerjaan nya , hari ini Joy cukup sibuk karena harus menghandle pekerjaan nya sendiri , itu karena Stella yang Joy perintahkan untuk cuti .


Jari tangan nya terus menari - nari di atas keyboard , tatapan nya tetap fokus pada layar laptop nya .


Ting ....


Satu notifikasi pesan masuk , Joy langsung membuka pesan yang masuk ke dalam ponsel nya .


Awal nya Joy begitu tenang , namun seketika raut wajah nya menegang , rahang nya mengeras ketika melihat sebuah foto yang baru saja dia lihat .


Foto Stella dan Anna yang berada di sebuah resto . Joy tidak mengerti apa maksud orang itu mengirim foto Anna dan Stella , namun hati Joy menjadi tidak tenang .


Joy mencoba menghubungi Stella namun tak di angkat , begitu juga Anna kedua nya tidak mengangkat telepon nya .

__ADS_1


Joy semakin khawatir dan cemas , apa yang terjadi pada mereka , Joy pun membuka akun sosmed milik Anna dan benar saja Anna selalu memposting kegiatan nya setiap hari , seperti tadi pagi Anna dan Stella berada di sebuah resto Samwon House , Joy langsung menuju ke tempat itu , Joy meninggalkan semua pekerjaan nya di kantor lalu mengambil kunci mobil nya dan pergi .


__ADS_2