
"Apa !"
"Papi , aku tidak mau menikah dengan nya , Mami ini tidak adil , aku dengan nya tidak ada hubungan apa pun , bukankah Elang sudah menjelaskan bahwa kita tidak melakukan apa pun di hotel itu ."
"Hei , bodyguard bodoh ! Apa yang kau katakan pada mereka ? Sampai - sampai Mami dan Papi menyuruh kita menikah ." bisik Jolie pada Elang
"Aku hanya mengatakan yang sebenar nya ." jawab Elang santai .
"Papi , aku tidak mau ."
"Keputusan papi sudah bulat ."
"Papi"
"Jolie pikirkan diri mu , kamu itu seorang publik figur , setiap aktifitas yang kamu lakukan akan berpengaruh pada popularitas mu , kamu tidak berpikir bagaimana jika ada orang yang melihat kalian berada di hotel yang sama dan di kamar yang sama .Sebelum itu terjadi kalian harus menikah " Bentak Vero pada Jolie .
Sebagai publik figur , artis , aktor tidak akan jauh dari nama nya gosip , apa pun menurut kita benar itu akan di anggap salah di mata dunia , apa lagi kalau sampai ada yang melihat mereka sekamar berdua bisa jadi issue tak sedap , karena selain berpengaruh pada putri nya , itu juga akan berdampak buruk untuk nama baik keluarga nya , apa lagi keluarga Vero adalah keluarga yang berpengaruh dan keluarga yang terpandang. Sebelum terjadi nya fitnah lebih baik mereka menikah lebih cepat .
"Setelah kita pulang ke jakarta , aku tunggu kamu dan keluarga mu datang ke rumah ku ." ucap Vero tegas .
Elang hanya menghela nafas panjang , sedangkan Jolie hanya merengut kesal .
"Baiklah , sekarang masalah nya sudah selesai kan , kita kembali keluar kita bersenang - senang bagaimana ?" ucap Alvin mencairkan suasana
"Kasihan anak - anak kita yang lain sudah menunggu di taman." ajak Alvin yang bangun dari duduk nya di ikuti Zeni juga Vero dan Shila . Lalu melangkah pergi meninggalkan Jolie dan Elang .
Bugh ,
"Aww " Elang meringis sambil mengusap - ngusap kepala nya yang di pukul Jolie .
"Kau bilang apa saja hah !! Kau senang kita akan menikah ? Inikan tujuan mu ? Aku sudah bilang jangan katakan itu , kenapa kau mengatakan nya .",
"Kamu pikir aku mau ! Bisa bonyok tubuh ku kalau dengan mu setiap hari , bisa - bisa aku geger otak karena terus kau pukuli ." timpal Elang yang tak mau kalah .
"Baiklah, kalau begitu kita batalkan saja karena kita tidak saling menginginkan . Kita bicarakan lagi pada Mami dan Papi ku ."
"Aku tidak mau , kau saja sendiri yang bicara ."
"Hey..."
"Apa ? Kau tidak lihat tadi semua orang menyalahkan ku , aku seperti sedang di hakimi warga yang telah menghamili anak gadis , salah mu sendiri kenapa bisa salah masuk kamar ku. Seharusnya kau bersyukur aku mau menikahi mu dan tanggung jawab padahal aku tidak melakukan apa pun ."
"Kau menyalahkan ku ."bentak Jolie
__ADS_1
"Ya siapa lagi ! Aku di sini hanya korban ."
"Memang nya kau saja yang jadi korban, aku juga korban ."
"Ahh... sudahlah, aku tidak mau berdebat dengan mu !" ucap Elang pergi begitu saja membuat Jolie kesal
****
Stella mengerjapkan mata nya , di lihat nya sekeliling kamar tidak ada siapa pun , dan melihat kamar nya merasa sangat asing "Ini bukan kamar ku."ucap nya demikian .
"Ini kamar ku"
Ucap Joy yang baru saja memasuki kamar nya . Joy membawa satu buah piring yang berisi makanan di tangan nya , melangkah ke arah ranjang yang di mana Stella berbaring .
"Kau belum makan apa pun itu sebab nya kau pingsan ." ucap Joy yang duduk di bibir ranjang
"Makanlah dulu ."
Stella masih diam seraya memandangi sendok yang penuh dengan makanan di depan mata nya . Joy ingin menyuapi Stella namun Stella masih menutup mulut nya .
"Maaf, aku sudah membentak mu . Untuk obat jangan khawatir aku sudah membeli nya yang baru ."
"Aku tidak sakit , aku sudah bilang aku tidak membutuhkan obat itu lagi , aku tidak ingin terlihat lemah , aku sudah sembuh jadi .... Jangan memaksa ku meminum obat itu lagi ."
"Aku akan makan sendiri ."
"Buka mulut mu ."
"Aku sudah bilang aku bisa makan sendiri ." bantah Stella .
"Kalau kau tidak mau aku akan memaksa mu membuka mulut ." akhir nya Stella pun membuka mulut nya . Dengan telaten Joy menyuapi Stella sampai makanan nya habis tak tersisa .
Lalu Joy memberikan Stella minum .
Stella dimana kau ?
Joy ?
Teriakan orang di luar memanggil nama mereka , membuat Stella dan Joy teringat akan lomba sepeda .
"Mereka pasti sudah menunggu ." ucap Stella yang ingin beranjak dari tidur nya , lalu turun dari ranjang nya dan berjalan ke arah pintu namun saat hampir tiba di daun pintu tangan Stella tiba - tiba di tarik oleh Joy membuat tubuh nya langsung berbalik dan
Jleb,
__ADS_1
Stella terhenyak, bola mata nya membulat sempurna , tubuh nya seakan kaku , kaki nya seakan sulit di gerakan , bulu roma mulai meremang , detakan jantung mulai tidak normal . Bibir nya terasa sangat basah , dan sedikit perih .
"Jangan pernah mengagumi pria lain selain diri ku , karena aku tidak suka ."
Ucap Joy demikian , setelah menautkan bibir nya dengan bibir Stella. Stella hanya terdiam , tindakan Joy yang tiba - tiba membuat nya sedikit terkejut , di tatap nya mata Joy dalam - dalam , tatapan yang tak biasa , penuh kasih , penuh cinta dan ketulusan . Tatapan yang tak pernah di lihat nya selama ini .
"Kau mencium ku lagi , untuk ke tiga kali nya ."
"Ketiga kali apa ? Kau menghitung nya ?" Joy mengulum senyum kata - kata Stella membuat nya ingin tertawa .
"Jika di hitung , tidak akan terhitung sudah berapa banyak aku mencium mu ."
Ucapan Joy lagi - lagi membuat Stella meremang. Joy menarik tangan Stella lembut membawa nya turun ke bawah menuju taman . Stella hanya menatap tangan nya yang terus di genggam oleh Joy .
Apa ini ? Apa maksud nya tadi ? Apa dia pernah mencium ku sebelumnya? Kapan itu ? Kenapa aku tidak tahu . Apa itu tanda nya Joy mencintai ku ? Tidak , Joy tidak pernah bilang . Lalu apa ini ? Apa semua ini hanya mimpi ? Aku harap ini mimpi yang paling indah , aku tidak pernah sebahagia ini . Joy tidak suka aku mengagumi pria lain ? Siapa ? Kapan aku mengagumi seseorang ? Dari dulu aku hanya mengagumi nya saja .
Stella terus bergulat dengan hati nya , sampai tak menyadari bahwa kini diri nya jadi perhatian semua orang . Bagaimana tidak , semua orang sudah siap mengikuti lomba dan menaiki sepeda nya masing - masing , sedangkan Stella terus saja melamun membuat semua orang terheran - heran .
"Stella." panggil Alvin sebagai panitia lomba
"Ah , iya paman ." Ucap Stella yang tersadar dari lamunan nya .
"Ada apa ? Kenapa melamun ? Ayok naiklah Joy sudah lama menunggu ." titah Alvin yang melihat Stella belum juga duduk di kursi belakang , sedangkan Joy sudah siap untuk membonceng .
Perlombaan ini berpasangan , satu sepeda di naiki dua orang , untuk pria sebagai pemimpin dan untuk wanita mereka duduk di belakang lebih tepat nya di bonceng . Semua peserta sudah siap dengan pasangan nya masing - masing semua di atur oleh Alvin .
Sepeda ke 1 ada pasangan yang termanis , romantis , siapa lagi kalau bukan Kemi dan Anna pasangan yang fenomenal .
Sepeda ke 2 ada pasangan konyol Elang dan Jolie , yang tingkah nya memang selalu konyol , bahkan selalu saja berdebat seperti Tom & Jerry .
Sepeda ke 3 ada pasangan yang tanpa status , entah mereka sudah menjadi pasangan atau belum , kedua nya belum memberikan kepastian , Teman tapi mesra mungkin itu julukan yang pas untuk Joy dan Stella
Sepeda ke 4 ada Kenzie dan Kanza , kedua saudara yang tak pernah akur , dan selalu membuat heboh .
Sepeda ke 5 ada Kenzo dan Lusi , dua - dua nya sama - sama pendiam . Bagaimana kalau mereka di satukan ? Apa akan terus diam tanpa kata entahlah .
Stella sangat malu karena tidak menyadari diri nya sudah berada di taman . Stella pun akhir nya duduk di boncengi oleh Joy .
"Apa kau masih memikirkan seberapa banyak aku mencium mu ?" ucap Joy sedikit berbisik .
"Tidak , aku tidak memikirkan itu ." bantah Stella yang wajah nya sudah bersemu merah
"Pegangan , aku akan melajukan sepeda nya dengan cepat ." Ucap Joy yang tersenyum manis , Stella menurut saja apa kata Joy tangan nya berpegang erat pada pinggang Joy terlihat ragu - ragu juga malu - malu .
__ADS_1
"Aku bilang pegangan dengan erat ." Ucap Joy yang melingkarkan tangan Stella di perut nya , membuat Stella tersenyum begitu juga dengan Joy sendiri.