
Joy dan pasukan sudah sampai di markas persembunyian nya Pablo , dan benar apa kata Sharon tempat itu di jaga dengan ketat , banyak sekali orang yang berjaga di depan gerbang dan di pintu masuk utama mungkin sekeliling gedung ini sudah di jaga ketat .
Para pasukan anggota kepolisian mereka sudah masuk terlebih dulu untuk menyerang mereka berpencar dengan mengendap - ngendap memasuki gedung itu .
Joy berjalan perlahan , sesekali Joy bersembunyi jika orang suruhan Pablo melihat gerakan nya . Joy bersembunyi di balik pilar , menengok sedikit ke arah kiri dimana ada dua penjaga yang sedang berjaga .
Dorr.... Dorr ....
Sepersekian detik dua penjaga itu tersungkur ke bawah lantai , setelah Joy menembakan senjata api nya tepat mengenai dada mereka .
Joy melihat sekeliling dengan seksama jaga - jaga jika ada yang melihat nya , setelah merasa aman Joy langsung berjalan masuk lebih dalam ke dalam gedung .
Di sisi lain Anna dan Aris masih berada di ruangan yang sama kemarahan Aris semakin memuncak ketika Anna menendang kejantanannya . Aris semakin menggila meluapkan amarah nya pada Anna , sampai memukul wajah Anna berkali - kali hingga bibir Anna mengeluarkan darah segar di ujung bibir nya .
Akhh..
Di jambak nya rambut Anna dengan kencang seakan semua rambut nya akan rontok , Aris tersenyum smirk saat melihat Anna kesakitan "Menjeritlah ... menjeritlah ... sampai kekasih mu itu mendengar ." Aris tergelak , tawa nya menggema memenuhi seisi ruangan .
"Kita lihat saja wajah ku atau wajah mu yang akan hancur ." balas Anna dengan ancaman membuat amarah Aris semakin memuncak .
Akhh...
Aris semakin menguatkan jambakan nya membuat Anna semakin kesakitan. Aris menatap Anna begitu tajam Anna membalas tatapan itu dengan tajam pula .
Syutt...
Anna terbelalak melihat Aris memegang pisau yang begitu tajam , tepat di depan mata nya . Ada rasa takut dalam diri Anna namun Anna berusaha tenang dan tidak memperlihatkan ketakutan nya.
"Apa mau mu ? " tanya Anna datar
"Kau ingin tahu mau ku , hah !! Tubuh mu ." Aris tersenyum devil sambil memainkan pisau kater nya .
Anna hanya tersenyum smirk ."Kau ingin tubuh ku ? Tidak semudah itu , aku akan memberikan tubuh ku setelah aku mati ."
Haha...haha... Aris tergelak
"Mati ! Apa kau ingin aku mengakhiri hidup mu sekarang ? Pisau ini tidak hanya akan merusak wajah cantik mu itu , tapi juga bisa membunuh mu."
Anna mencoba menetralkan detak jantung nya , nafas nya berderu kencang , takut .... ya pasti akan merasa takut bisa saja Aris menusukan pisau itu kapan pun , namun Anna tetap tenang .
"Aku punya penawaran untuk mu ." ucap Anna dengan nada bicara yang mulai surau "Tunggu 30 menit , kalau dalam waktu 30 menit tidak ada yang menyelamatkan ku , kau bisa lakukan apapun kepada ku termasuk tubuh ku ." lanjut Anna .
Terlihat Aris menimbang - nimbang ucapan Anna barusan , Aris pun setuju 30 menit hanya menunggu 30 menit Aris akan memiliki Anna seutuh nya . Stella tidak bisa dia dapatkan Anna lah yang menjadi ganti nya .
"Baiklah , hanya 30 menit , setelah itu tubuh mu menjadi milik ku ." ucap Aris tersenyum devil .
Tuhan , datangkan lah siapapun itu untuk menyelamatkan ku aku mohon , Kemi .... aku berharap kamu ada di sini menyelamatkan ku
Anna terus bergulat dalam hati seraya memejamkan mata nya berharap ada orang yang akan menyelamatkan nya .
20 menit ,
Aris terus menghitung waktu , 10 menit sudah terlewati , Aris hanya tersenyum tipis ke arah Anna yang terduduk lemah , seraya memainkan pisau nya .
Krekk.... krekkk....krekk....
__ADS_1
Sedangkan di luar sana sudah terdengar kegaduhan , beberapa orang saling berbaku hantam . Pablo cukup banyak menaruh beberapa pengawal untuk keamanan nya , bahkan pasukan Joy pun kalah banyak dengan pengawal nya .
Bugh .... Bugh .... Bugh ....
Dorr .... Dorr .... Dorr ....
Sharon dan beberapa teman nya terus melawan beberapa pengawal Pablo yang memang sangat kuat , juga bersenjata .
Dorr .... Dorr ....
Joy saling nembak menembak dengan seorang pria yang tak jauh dari nya . Sesekali Joy bersembunyi sambil kembali mengisi peluru nya .
Kletak ... Kletak...
Dorr ... Dorr ...
Joy cukup handal dalam nembak menembak , namun saat Joy ingin membidikan satu tembakan nya lagi , dari atas sana terlihat seorang pria bertubuh tegak berteriak .
"Turunkan senjata mu , kalau tidak dia yang akan mati ." ucap pria itu yang tak lain adalah Pablo dan di belakang Pablo terlihat dua orang pria menarik seorang gadis yang tak lain adalah Stella .
Joy terbelalak melihat keadaan Stella yang di genggam erat kedua pria itu , dengan keadaan yang begitu kacau , dan terlihat lemah .
"Turunkan senjata mu atau ... dia yang akan mati ." ucap Pablo yang memainkan ujung pistol nya di wajah Stella membuat Stella ketakutan dan gemetar .
"Lepaskan dia , aku sudah melepaskan senjata ku ." ucap Joy yang membuang pistol nya . Pablo memerintahkan pengawal nya untuk mengambil senjata itu agar Joy tidak bisa mengambilnya kembali .
"Lepaskan aku bilang ." bentak Joy menahan amarah nya .
"Tidak semudah itu , sebelum aku memberikan wanita ini pada mu , aku ingin memiliki tubuh nya dulu , iya kan sayang ." Joy merasa geram , tangan nya mengepal kala melihat Pablo yang mencoba mengelus pipi Stella , yang membuat Stella semakin takut dan gemetar .
Teriak Joy yang amarah nya sudah memuncak .
Bugh ....
Joy ....
Teriak Stella yang melihat Joy di hantam beberapa pria suruhan Pablo ,
Bugh .... Bugh ....
Pukulan demi pukulan menghantam tubuh Joy , membuat Joy duduk tersungkur dan lemah
Joy .... Joy .... Lepaskan ... Lepaskan aku .... Joy ....
Pablo tidak peduli teriakan Stella , dia membawa Stella pergi dari hadapan Joy , Joy yang mulai lemah hanya bisa menatap kepergian Stella . Suara teriakan nya memekakan telinga nya .
Sekilas bayangan Stella kembali muncul di benak nya , Stella kecil yang selalu mengikuti nya , teriakan nya begitu memekakan telinga .
**Joy...
Stella terus berlari dari arah gerbang , teriakan nya tidak berhenti terus memanggil - manggil nama Joy , namun yang di panggil malah lari meninggalkan nya .
Joy... tunggu ..
"Aduh ,dia lagi teriakan nya sungguh mengganggu telinga ku , lebih baik aku pergi saja ." Joy berlari menuju kelas nya terlebih dulu sebelum Stella berhasil menghampiri nya .
"Kenapa Joy berlari , apa aku terlihat seperti hantu , hei Joy... tunggu ."
__ADS_1
sesampai nya di kelas Stella langsung duduk di samping Joy penuh semangat
"Joy... aku merindukan mu ." Stella langsung memeluk Joy begitu saja membuat Joy susah bernafas namun Joy hanya bisa pasrah sampai Stella melepaskan pelukan nya** .
Perlahan bayangan masa kecil nya terus melintas di pikiran nya , sampai akhir nya Joy kembali teringat jeritan Stella sesaat Pablo membawa nya pergi .
Joy ... Joy ....
Joy mengerjapkan mata nya , perlahan namun pasti Joy mulai bangkit dan terbangun , amarah nya sudah memuncak terlihat dari rahang nya yang mengeras .
Beberapa pengawal Pablo melihat kebangkitan Joy yang sudah kembali berdiri , namun kali ini Joy lebih dulu menghantam mereka
Bugh .... Bugh ... Bugh ...
Joy memukul siapa saja orang yang menghalangi nya , dengan sekali pukulan beberapa pengawal Pablo tersungkur ke bawah lantai .
Joy menatap tajam ke arah tangga , dengan langkah cepat Joy menaiki anak tangga itu , tak peduli orang - orang yang menyerang nya di atas sana , Joy terus berjalan langkah nya sesekali terhenti di saat seseorang menyerang nya dan dalam sepersekian detik Joy menghantam orang - orang itu dengan mudah nya .
****
5 menit ...
4 menit ...
3 menit ...
Aris terus menghitung waktu yang di berikan Anna . 30 menit sudah hampir selesai , Aris terus memainkan pisau nya , berjalan menghampiri Anna mendekatkan pisau itu pada wajah Anna , lalu ia mainkan pada kerah , dan kancing kemeja Anna .
"10 detik , waktu mu hanya 10 detik sayang "
Lima ....
Empat ....
Tiga ....
Dua ...
Aris menghitung mundur , sembari membuka satu persatu kancing kemeja Anna yang mulai terbuka .
Satu....
Bugh ....
Satu hantaman keras menendang tubuh nya sampai tersungkur , seorang pria yang sudah melayangkan tendangan nya untuk Aris ,
Dugh ....
Tubuh Aris menghantam tembok lantai ,
pria itu menatap tajam ke arah Aris , penuh amarah , nafas nya yang menderu terdengar jelas. Aris menatap pria itu dengan tatapan yang sulit di artikan
Anna yang masih bisa membuka mata nya tidak percaya apa yang sudah di lihat nya , seorang pria yang ia kenali dan ia harapkan sedang menghantam Aris di depan nya , dan tidak memberikan nya ampun .
Anna hanya mengalumkan senyuman ke arah pria itu
__ADS_1