Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Masalalu kelam Stella


__ADS_3

Saat ini Stella masih di periksa oleh dokter , Joy langsung menghubungi Indra saat itu juga untuk menanyakan keadaan Stella . Susan , lucifer dan Joy menunggu di luar dengan harap - harap cemas .


Cklekk


Semua orang menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka , melihat dokter Indra keluar dari dalam kamar Stella semua nya langsung berdiri dari duduk nya .


"Bagaimana dokter ? Apa yang terjadi pada anak saya ?" tanya Susan yang mulai cemas .


"Duduklah ." titah Indra yang berjalan ke arah sofa , mereka semua kembali duduk ."Huffffft" Indra menghela nafas panjang lalu mendudukan tubuh nya di atas sofa.


"Paman , apa yang terjadi pada Stella ? Kemarin saat pulang dari rumah sakit dia baik - baik saja , Paman juga bilang tidak ada penyakit yang serius pada Stella ." ujar Joy panjang lebar .


"Sebelumnya saya sudah pernah menjelaskan ini pada Mami dan Papi mu Joy, kesehatan Stella memang baik - baik saja tapi .... sikis nya yang tidak baik - baik saja . Saat penyandraan kemarin itu menyisakan trauma yang mendalam bagi nya , mungkin ada yang tidak kamu ketahui apa saja yang di alami Stella saat itu, mungkin saja Stella sempat mengalami pelecehan , kekerasan dan lainnya yang membuat sikis nya terguncang ."


Joy terdiam mendengar penuturan kata dari Indra , Joy kembali teringat saat dimana Pablo memaksa Stella untuk bercumbu dengan nya .Joy tidak akan menyangka bahwa Stella akan mengalami hal ini .


"Sebaiknya kalian bawa Stella ke psikiater , itu akan lebih baik sebelum terlambat ." Ucapan Indra membuat Susan menangis sejadi - jadi nya . Joy menatap iba pada Susan . Joy semakin merasa bersalah pada dirinya sendiri .


"Saya punya teman dokter yang menangani kasus seperti ini , kalau kalian mau saya akan mengatur jadwal nya ini alamat klinik nya kalian bisa membawa Stella ke sana ." Indra memberi kartu nama teman nya pada Joy , Joy pun menerima nya .


"Kalau begitu saya permisi . Oh ya kalian jangan khawatir saya sudah memberikan obat penenang pada nya. Jangan pernah membuat nya cemas , jangan pernah mengingatkan nya pada hal - hal yang akan membuat nya depresi ." setelah menjelaskan semua nya Indra pun pamit pergi .


Lucifer terus menenangkan istri nya yang terus menangis , Joy melihat nya menjadi sedih dan semakin merasa bersalah .


"Tante, aku janji aku akan membantu Stella untuk kembali seperti dulu , Stella pasti sembuh." Joy berusaha menenangkan Susan .Susan menghapus air mata nya lalu beralih menatap Joy di depan nya .


"Ini bukan untuk pertama kali nya Stella mengalami trauma seperti ini . Aku tidak menyangka Stella akan mengalami nya lagi ."


"Maksud tante ?"


Susan POV


Dulu , saat berumur 16 tahun, Stella masih duduk di bangku SMA. Aku dan suami ku harus pergi ke luar kota untuk perjalanan bisnis selama 3 hari .


Aku hanya meninggalkan Stella sendirian di rumah hanya di temani satu asisten rumah tangga , satpam dan satu orang supir. Aku tidak menyangka hal buruk akan terjadi pada putri ku saat itu , kalau aku tahu aku tidak akan pernah meninggalkan putri ku .


Namun , saat aku kembali keadaan putri ku begitu kacau , bahkan di sentuh oleh ku saja dia tidak mau , dia tidak mengenali Mommy dan Daddy nya , dia selalu takut saat ada orang yang ingin menyentuh nya , hati ku benar - benar sakit , nafas ku terasa sesak melihat putri ku seperti ini .

__ADS_1


Aku bertanya pada asisten rumah tangga ku apa yang terjadi ? Sungguh memilukan , tubuh ku terasa lemas, berpijak pun aku tak sanggup , kenapa semua itu terjadi pada putri ku .


Flashback on


Stella baru saja pulang sekolah dia di antar supir baru nya yang bernama Pak Ardi . Stella turun dari mobil di sambut ramah oleh pak Bokir seorang satpam yang sudah lama bekerja dengan nya .


"Siang Non, baru pulang ?" tanya Pak Bokir ramah


"Iya pak Bokir , Stella masuk dulu ya ." sahut Stella ramah . Yang melangkah masuk ke dalam rumah .


Pak Bokir menatap intens pada Ardi si supir baru ,dari tadi Ardi terus menatap Stella dari ujung kaki sampai ujung kepala ."Heh, kenapa kamu ngelihatin non Stella kaya gitu , jangan mikir macem - macem ya !" hardik pak Bokir.


"Apaan sih , saya cuma kagum aja Non Stella itu baik, ramah gak seperti orang - orang kaya lain nya ." timpal Ardi


"Ya emang Non Stella mah ramah , baik lagi . Kadang suka ikut nimbrung juga sama saya sama Ijem kasihan gak ada teman ngobrol , Nyonya dan Tuan selalu sibuk kadang pulang malam , pagi nya udah berangkat lagi dan sekarang Nyonya dan Tuan ke luar kota , Non Stella selalu sendirian jadi hanya kita - kita aja yang jadi teman ngobrol nya , kadang nemenin dia makan , nonton , ya .... gitulah ." jelas Pak Bokir.


"Mmm... Bi Ijem ada di dalam ? Saya haus pengen minum ."tanya Ardi yang mengusap tengkuk leher nya .


" Ijem ke pasar belum pulang , kalau mau minum ambil aja ."


"Pak Bokir ke warung deh, beliin saya kopi nih uang nya sekalian cemilan juga" titah Ardi yang memberi beberapa lembar uang pada pak Bokir .


"Kan tadi bilang Bi Ijem masih di pasar belum pulang , kopi juga habis ayo sana ke warung , biar saya yang ambil air panas nya ."


"Euhh ... aya - aya wae , awas jangan macem - macem sama non Stella ." ujar Pak Bokir lalu pergi ke warung terdekat .


Ardi masuk ke dalam rumah saat di tengah rumah Ardi berpapasan dengan Stella yang baru saja turun dari tangga. Tatapan Ardi penuh dengan arti , melihat Stella yang mengenakan pakaian santai kaos oblong dan celana jeans di atas paha membuat paha mulus nya terekspose ."Mulus , ck ck ck"


Entah apa yang di pikirkan Ardi .


"Pak Ardi ?"


"Eh ,Non mau kemana ?"


"Mau ke dapur mau ambil minum ." ujar Stella yang melangkah ke dapur . Ardi terus menatap punggung Stella , mata nya tidak henti - henti nya memperhatikan lengkuk tubuh gadis itu .


Stella sampai di dapur mengambil sebotol air minum di dalam kulkas ia tuangkan ke dalam gelas , sedikit - sedikit ia teguk sampai minuman itu habis .

__ADS_1


Deg,


Stella merasa bulu kuduk nya meremang , terlihat sebuah tangan melingkar di pinggang nya , Stella semakin gemetar perlahan ia membalikan tubuh nya .


Deg,


Jantung nya semakin berdegup kencang saat melihat pak Ardi supir baru nya ada di depan nya memberikan senyuman menakutkan. Stella melepas tangan Pak Ardi yang melingkar di perut nya , dengan rasa takut Stella bertanya"Apa yang pak Ardi lakukan ? Ngapain pak Ardi di sini ? Jangan sentuh aku pak ."


"Sssst.... jangan berisik tidak ada yang melihat kita , aku ingin memeluk mu ."


"Pak Ardi jangan macam - macam ya ! Saya akan berteriak kalau pak Ardi berani mendekat ."


"Silahkan , tidak akan ada yang dengar ."


"Bibi .... Bibi .... Bibi .... Pak Bokir .... Pak Bokir .... Akhhhh .... Jangan sentuh aku .... Tolong .... Tolong .... Bibi .... " Stella terus berteriak , Stella mencoba berontak saat Ardi mencoba memeluk nya .


Prangg....


Emosi Ardi semakin memuncak saat Stella memukul kepala nya dengan botol air minum nya , pecahan beling pun berserakan dimana - mana . Ardi menatap tajam pada Stella , Stella begitu ketakutan badan nya gemetar perlahan ia mundur namun langkah nya terhenti karena tubuh nya menabrak kitchen set di belakang nya , Stella tidak bisa lagi mundur atau pun melangkah maju .


Grep,


Aaaaaa.... Pak Ardi jangan , aku mohon jangan .... Bibi .... Tolong .... Tolong .... Bibi .... Pak Bokir tolong .....


Hiks.... Hiks .... Hiks ...


Pak jangan .... Aku mohon .... Jangan .... Mommy .... Daddy .... Bibi tolong Stella .... Hiks ... Hiks ...


Stella terus menangis , Ardi begitu bejad dia tidak memikirkan resiko yang akan dia terima , anak majikan saja dia embat .


Hati Ardi sudah di penuhi n4f5u , apalagi saat melihat tubuh mulus Stella . Ardi terus mengecup leher jenjang nya , tidak peduli isakan dengan tangis Stella , tubuh Stella gemetar hebat , ingin berontak pun tak bisa Ardi mencengkram kuat kedua lengan nya , menindih tubuh nya , membuat Stella tidak bisa berkutik. Berteriak pun sudah tidak ada lagi guna nya , di rumah besar ini Stella hanya sendiri , teriakan nya tidak akan membuat orang di luar mendengar nya bahkan suara nya sudah mulai habis , teriakan demi teriakan yang ia keluarkan tidak membuahkan hasil , tubuh nya mulai melemah .


Bugh ....


...----------------...


Masih flashback ya ntar thor lanjutin di part selanjutnya . Jangan lupa like dan Vote plus komentar nya 👌

__ADS_1


Note :


Jangan anggap enteng dengan gangguan sikis , pelecehan ,kekerasan, bisa membuat mental siapapun terguncang .


__ADS_2