
Hari ini Anna dan Joy sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit , Stella pun sudah sadarkan diri dan saat ini Indra sedang memeriksa nya .
"Untuk saat ini kesehatan mu sudah membaik , tapi kamu belum di perbolehkan untuk pulang ya ! Karena masih ada yang harus saya periksa , sekarang kamu istirahat saja dulu ." ujar Indra
"Makasih dokter ." ucap Stella dengan senyuman . Saat ini sikis Stella masih normal belum ada tanda - tanda trauma .
"Sama - sama , saya permisi dulu ." Indra pun melangkah pergi keluar dari kamar Stella .
"Mba , saya periksa dulu ya ." ucap suster yang memeriksa cairan inpus Stella .
"Suster , apa teman ku ada di sini ? Maksud ku ...." ucap Stella tertahan karena langsung di sanggah suster .
"Pria tampan itu ? Yang membawa mu kemari ? Dia terlihat panik saat membawa mu kesini , walau pun dia sendiri sedang terluka tapi dia masih kuat menggendong mu dan juga sangat mencemaskan mu ." ucap Suster seolah tahu apa yang akan Stella tanyakan .
Ingatan terakhir yang ada di benak Stella hanyalah Joy , Stella hanya mengingat Joy saat mencium nya karena Stella mengingat mimpi nya saat Joy mencium nya , jadi saat kemarin malam Joy mencium nya Stella merasa diri nya sedang berada di tempat yang indah bersama Joy bukan tempat penyandraan yang hampir membuat nya kehilangan kesucian nya . Tapi dokter tidak bisa jamin sewaktu - waktu Stella pasti akan mengingat kejadian itu .
"Apa dia ada di sini ?"tanya Stella penuh semangat
"Tentu , kamar nya di sebelah mu ."
"Suster, bisa suster antarkan aku ke kamar nya ? Aku ingin menemui nya."
"Baik aku akan mengantarkan mu , tapi setelah pemeriksaan selesai ." Stella pun mengangguk sambil mengalumkan senyum .
****
Joy sudah siap untuk pulang , Joy sudah mengganti pakaian rumah sakit dengan pakaian santai nya tinggal menunggu Mami dan Papi nya menjemput . Sambil menunggu Joy duduk santai di atas ranjang nya .
Tok.... tok.... tok....
"Masuk !" seseorang mengetuk pintu kamar nya , saat pintu mulai terbuka terlihat seorang wanita berparas cantik , berwibawa , serta berpakaian resmi seperti seorang polwan wanita itu berjalan memasuki kamar Joy .
"Kau ." ucap Joy sedikit terkejut akan kedatangan Sharon .
"Selamat pagi ." ucap Sharon demikian
"Pagi , kau ada di sini ? "
"Iya , aku sedang mengurus jenazah nya Aris , Aris meninggal dunia , dan Pablo dia juga terluka kau sendiri yang mengalahkan nya kan ! Kemarin malam kami membawa nya ke rumah sakit ini tapi sekarang Pablo sudah di bawa ke tempat yang seharusnya ." jelas Sharon Joy hanya mengangguk pelan .
"Bagaimana keadaan mu ? Kebetulan saja aku kesini jadi aku ingin menjenguk mu ." lanjut Sharon.
"Terima kasih ." ucap Joy singkat
"Kau sudah rapi ? Apa kau akan pulang ?"
"Ya , hari ini aku sudah di perbolehkan pulang , begitu juga Anna ."
"Anna ??? wanita yang kemarin malam itu , maaf aku tidak sengaja mengganggu mu ."
__ADS_1
"Anna kakak ku , mungkin yang kau lihat kemarin Stella dia teman ku ."
"Tem....man !" ucap Sharon namun mata nya menatap ke arah Joy seolah meminta penjelasan .
"Pablo ingin memperkosa nya , dia memberikan obat perangsang pada Stella , yang aku lakukan kemarin aku terpaksa melakukan nya karena tidak ada cara lain untuk menghentikan nya."
"Owh .... begitu " ucap Sharon mengangguk - ngangguk .
"Aku senang bekerja sama dengan mu , aku senang kau baik - baik saja , semoga kita tetap bisa jadi teman ." lanjut Sharon
"Ya , tapi papi ku tidak mengijinkan ku untuk kembali bergabung dengan kalian , jadi ....pertarungan kemarin malam adalah pertarungan terakhir ku ."
"Kami semua sudah membebankan mu , Joy terima kasih kau telah membantu kami mungkin kalau Jendral ada di sini dia pasti sangat berterima kasih pada mu , karena kau telah membantu kami semua ."
"Sampaikan maaf ku pada nya ." seru Joy
"Tentu , seharusnya dia yang meminta maaf karena telah menyusahkan mu , kau terluka karena kami bahkan Kakak dan teman mu harus di sandra karena hal ini ."
"Lupakanlah , sekarang Pablo sudah tertangkap kan !" timpal Joy
"Ya " ucap Sharon singkat sambil menghela nafas ."Jadi ini pertemuan terakhir kita , apa kita masih bisa berteman ?" lanjut Sharon
"Kenapa tidak ."
"Boleh aku memeluk mu sebagai sahabat ." pinta Sharon Joy hanya mengangguk saja , Sharon pun langsung memeluk Joy , awal nya Joy tidak membalas pelukan Sharon , namun Joy merasa tidak enak hati , Joy pun membalas pelukan itu .
Tanpa mereka sadari ada seorang gadis yang duduk di sebuah kursi roda yang sempat ingin membukakan pintu namun dia urungkan , tak sengaja melihat Joy yang memeluk Sharon dari luar kaca yang terdapat pada pintu , terlihat kesedihan di mata nya saat melihat Joy dan Sharon saling membalas pelukan , gadis itu adalah Stella yang masih diam terpaku .
"Kenapa ? Bukan nya ingin menjenguk pria tampan itu ."
"Kepala ku sedikit pusing , boleh aku kembali ke kamar ku ."
"Baiklah , kamu memang harus istirahat . Ya sudah , kita kembali ke kamar mu ya ." suster itu pun memutar kembali kursi roda nya membawa Stella kembali ke kamar nya .
Sesampai nya di kamar Stella membaringkan tubuh nya di atas ranjang . Stella terlihat tak bersemangat dan melamun .
"Stella , suster keluar dulu ya , kamu istirahat dulu ." titah suster yang di angguki Stella . Setelah suster itu melangkah pergi Stella kembali jatuh dalam lamunan nya .
Siapa wanita itu ? Apa hubungan nya dengan Joy ? Mereka berpelukan ? Joy juga memeluk nya ? Siapa wanita itu sebenar nya .
Tok .... tok ... tok ...
Suara pintu mengejutkan lamunan nya , Stella melirik ke arah pintu lalu tersenyum melihat siapa yang datang .
"Mommy , Daddy ."
Seorang wanita dan pria berjalan ke arah nya lalu memeluk Stella erat begitu juga dengan Stella , setelah sekian lama mereka kembali bertemu , bisa di bilang hanya satu tahun sekali atau bertahun - tahun lama nya Stella tidak pernah bertemu dengan Mommy dan Daddy nya kecuali berbicara lewat ponsel dan vidio call.
"Mommy , Daddy kapan kalian pulang ?"
__ADS_1
"Baru saja , Mommy sangat khawatir saat tante Shila memberitahukan Mommy kalau kamu sedang sakit , dan mereka menyuruh Mommy untuk segera ke indonesia , Mommy bersyukur karena menitipkan mu pada keluarga Alvero mereka menjaga mu dengan baik , bahkan mereka juga mencemaskan mu saat kau sakit , maaf kan Mommy ya sayang Mommy tidak pernah ada untuk mu ." ucap Susan Mommy Stella seraya memeluk Stella
"Stella sudah ku anggap sebagai putri ku " ujar Shila yang baru saja datang bersama Vero juga Anna dan Joy yang ikut bersama mereka .
"Terima kasih , karena telah menjaga putri ku ." ujar Susan .
"Apa kabar tante ." sapa Joy juga Anna
"Joy , kau semakin tampan saja , dan Anna kau semakin cantik ." ujar Susan yang memeluk mereka . Semua orang terlihat bahagia namun tidak dengan Stella , Stella menekuk wajah nya mungkin Stella masih kesal karena tadi melihat Joy yang berpelukan dengan orang lain .
"Stella , bagaimana keadaan mu ?" tanya Joy singkat
"Baik ." jawab Stella ketus
"Stella , aku dan Joy akan pulang hari ini , tapi kamu jangan khawatir aku akan selalu mengunjungi mu ." ujar Anna .Stella hanya tersenyum pada Anna .
"Sayang , Mommy bawa makanan kesukaan mu , kau mau makan ?" Stella hanya mengangguk .
"Kau mau Mommy suapi atau Joy ." Susan sangat mengerti putri nya dari dulu apa - apa selalu Joy dan Joy yang Stella inginkan , namun tidak dengan sekarang Stella ingin di suapi Mommy nya .
"Mommy saja , sudah lama aku tidak di suapi Mommy ."
"Baiklah ."
Namun saat Susan ingin menyuapi Stella tiba - tiba , ponsel nya berdering Susan mendapat panggilan darurat yang tak bisa ia abaikan . Susan pun memberikan makanan nya pada Joy untuk menggantikan nya
"Sayang Mommy ada telepon penting , sebentar Mommy angkat telepon dulu ya, Joy kau suapi Stella ya " titah Susan sambil memberikan tupperware nya ke pada Joy lalu pergi keluar untuk mengangkat telepon .
Joy menggantikan Susan untuk menyuapi Stella , namun Stella menolak nya,." Tidak usah , aku bisa sendiri ." ucap Stella ketus seraya mengambil tupperware itu dari Joy .
Joy merasa aneh dengan sikap Stella , seperti sedang menghindari nya .
Stella langsung menunduk saat Joy menatap nya , Stella pura - pura tidak melihat nya dan fokus pada makanan nya .
Apa aku harus bertanya pada Joy siapa wanita itu ? Dan apa hubungan nya dengan nya ? Apa mereka berpacaran ?
Ahh... tidak , aku tidak mungkin menanyakan itu
Stella terus bergulat dalam hati nya sampai ia tersedak
Uhuk ...uhuk ...
Joy langsung memberikan air minum untuk Stella , namun lagi - lagi Stella menolak dia lebih memilih , meminta Anna untuk mengambilkan minum nya padahal Joy sudah terlebih dulu mengambil nya .
"Anna bisa ambilkan aku minum ?"
"Kenapa pada ku , itu Joy sudah memberi mu minum kan !" timpal Anna seraya menunjuk ke arah gelas yang di pegang Joy .
"Tidak jadi , aku tidak haus ." ucap Stella cepat membuat Anna merasa heran , begitu pun dengan Joy yang merasa aneh dengan sikap Stella .
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa untuk like dan Vote nya 🙏😊