
Pagi ini di mansion Alvero di hebohkan dengan kedatangan kedua anggota kepolisian yang di perintahkan untuk menangkap Joy. Semua orang terkejut terutama Shila yang tak rela jika Joy di tangkap. Namun kedua polisi itu tetap menangkap Joy atas penuduhan kekerasan pada saudara Arka.
"Pak, anak saya tidak mungkin melakukan itu." ujar Shila yang tak rela Joy di bawa polisi.
"Maaf Bu, nanti bisa di jelaskan di kantor saja." ujar si Polisi.
"Mami, jangan khawatir aku akan baik-baik saja ini semua salah paham, tolong jaga Stella ya Mami, jangan beritahukan Stella tentang hal ini." ujar Joy yang tenang-tenang saja, lalu di bawa pergi oleh kedua orang polisi.
"Mami kenapa kak Joy di bawa polisi? Kak Joy salah apa?" tanya Kanza, Kenzie dan Kenzo. Shila pun tak bisa memberikan penjelasan apapun.
"Mas, kenapa kamu biarkan Joy di bawa polisi?"
"Kamu tenang, aku akan menghubungi pengacara. Tenang saja Joy akan kembali." ujar Vero yang langsung menghubungi pengacaranya lalu pergi.
****
Kanza, Kenzie dan Amber mereka pergi satu mobil, sedangkan Kenzo dia pergi menaiki motor sportnya. Sepanjang jalan Amber dan Kanza terus berdebat apalagi Kanza yang selalu menyalahkan Amber dari setiap masalah yang ada di keluarganya.
"Ini semua gara-gara kamu, semenjak kamu datang, keluargaku selalu saja terkena masalah." umpat Kanza
"Jadi menurutmu semua masalah yang datang karena aku"
"Of course."
"Its ok, aku tidak akan mempermasalahkan nya, tapi please ... jangan menuduhku, aku tahu kamu masih marah padaku tapi apa hubungannya masalah keluargamu denganku."
"Of course ( tentu ) karena kau pembawa sial."
"Apa! Kau pikir aku terima di tuduh sebagai anak pembawa sial."
"Kamu pikir aku juga terima, kamu bilang aku anak haram hah!"
"Aku sudah minta maaf akan hal itu."
"Tetap saja itu sudah terjadi."
Ckiitt ... dugh ... aww ...
"Kenzie ...." teriak Kanza karena Kenzie ngerem mobilnya mendadak, membuat Kanza dan Amber yang duduk di belakang terdorong ke depan.
"Kalau kalian ingin bertengkar turun." gertak Kenzie
"Apa!"
"Aku bilang turun." bentak Kenzie
__ADS_1
"Dia saja yang turun, kenapa harus aku." bantah Kanza
"Kalian berdua aku bilang turun." Kanza dan Amber terpaksa turun dari mobil karena Kenzie menariknya dengan paksa. Kenzie menurunkan Amber juga Kanza di tengah jalanan yang sepi tidak ada taksi, ojeg atau mobil lain yang lewat. Setelah itu Kenzie pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kenzie ... awas kau ya, aku laporin papi ...." teriak Kanza yang di tinggal Kenzie.
"Ck, manja." cibir Amber
"Apa kau bilang?" Kanza ngotot sambil berkacak pinggang.
"Manja, kau anak manja di tinggal gitu aja main ngadu-ngadu."
"Ya aku manja, karena aku selalu di manjakan oleh papi dan mamiku, kenapa? Kamu iri?" Kanza ngotot namun Amber melengos begitu saja
"Hei, kau mau kemana?" teriak Kanza saat Amber berjalan meninggalkannya.
"Apa kau mau diam disini terus?."
"Tunggu aku, hei ... jangan tinggalkan aku." teriak Kanza yang berlari mengikuti Amber.
****
Di kantor polisi Joy di introgasi. Berbagai pertanyaan di lontarkan oleh petugas polisi, Arka menuduhnya menganiaya, memukul tanpa alasan, Arka memutar balikan fakta seolah Joylah yang salah dan tersudutkan. Namun Joy tetap tenang, dia tahu Arka orang yang sangat licik. Joy pun membantah hal itu namun karena bukti yang Arka berikan sangat kuat hingga Joy harus di tahan sementara sampai penyelidikan lebih lanjut.
Vero membawa bukti rekaman cctv rumahnya, yang memperlihatkan perkelahian antara Joy dan Arka, namun itu tidak merubah apapun karena di dalam rekaman itu memang Joylah yang terlebih dulu memukul Arka tanpa henti, walaupun Vero memberikan alasan sebenarnya kenapa Joy memukuli Arka sayangnya, bukti mereka tidak kuat dan semua bukti mengarah ke Joy.
"Damn it. Sial laki-laki itu sangat licik." umpat Vero yang kesal.
"Bukti yang di berikan korban terlalu kuat, semua bukti mengarah pada Joy ini sangat sulit." ujar si pengacara.
"Jalan satu-satu memberikan uang jaminan, Bagaimana pun caranya aku ingin Joy keluar dari penjara hari ini juga." ujar Vero yang diangguki pengacara.
"Saya akan mengurus hal itu." jawab si pengacara. Sebelum pergi Vero mengunjungi Joy terlebih dulu, Vero berjanji akan mengeluarkan Joy hari ini juga.
"Tenang saja Papi, sebentar lagi mereka akan hancur, Papi inilah saatnya kita lakukan rencana itu, tolong katakan pada Anna untuk bersiap-siap, pastikan mereka tidak mendapat apapun." ucap Joy penuh keyakinan.
"Rencana akan berjalan lancar, tunggu saja hasilnya. Mereka akan menerima akibatnya." ujar Vero meyakinkan.
Entah apa yang sudah di rencanakan Joy, juga Vero dan Anna sepertinya akan berhubungan dengan perusahaan Atmaja grup perusahaan yang di miliki Stella.
"Tunggulah Alvin akan segera menjemputmu, Papi pergi dulu." ujar Vero yang menepuk pundak Joy. Joy hanya menjawab dengan anggukan, Vero pun pergi meninggalkan rumah sakit.
****
Shila cetar-cetir berlari menyusuri lorong rumah sakit. Shila terlihat begitu panik dan tergesa-gesa sampai akhirnya tiba di sebuah ruangan inap yang terdengar jeritan seseorang di dalamnya.
__ADS_1
Aaaa ... aaaa ... pergi ... pergi ... pergi kamu ... pergi ...
Shila melihat Stella yang menjerit histeris, wajahnya begitu ketakutan semua dokter mencoba untuk menenangkannya. Shila benar-benar terkejut dengan keadaan Stella.
"Dokter ada apa dengan Stella?" tanya Shila
Hiks ... hiks ... aaa ... pergi ... pergi ... dokter laki- laki itu ada disini dokter, aku takut ... aku takut ... dia mendekatiku ...
" Stella tenang ya, tenang tidak ada yang menyakitimu disini, laki-laki itu tidak ada "ujar dokter psikiater.
"Tidak, dia ada disini dia baru saja datang menemuiku," teriak Stella histeris.
"Suster berikan obat penenang." titah Dokter. Suster pun mengambilnya.
"Dokter ada apa ini? Kenapa dengan putriku."
"Tenang ya Bu kami sedang berusaha menenangkannya." ujar dokter pada Shila.
Akh ... akh ....
"Dokter kenapa dengan Stella." Shila panik saat Stella meringis kesakitan sambil memegang perutnya, Shila takut ada apa-apa dengan janinnya.
Namun dokter segera memberikan obat penenang padanya, sampai akhirnya Stella berhenti menjerit dan tertidur. Lalu dokter obygin melakukan tindakan, mengecek kandungan Stella agar tidak terjadi hal yang membahayakan pada janin juga ibunya.
"Suster apa yang terjadi pada pasien?"
"Saya tidak tahu dokter."
"Apa tadi ada seseorang yang datang?"
"Iya, tadi ada keluarganya datang dia ingin menjenguknya, tapi tak berselang lama pasien histeris dok, lalu pria itu pergi." jelas suster.
"Pria? Siapa suster?" tanya Shila
"Saya tidak tahu Bu, pokoknya dia seorang pria tapi ... pasien sepertinya merasa takut saat melihatnya." ujar Suster membuat Shila bertanya-tanya siapakah yang datang menemui Stella.
Joy? itu tidak mungkin, Vero? tidak mungkin juga karena Vero sedang ke kantor polisi lalu siapa?.
...****************...
Hai kak jangan lupa like dan Vote nya ya🤗
Oh iya, sambil nunggu thor up mampir juga yuk ke novel teman thor 👇👇👇 ceritanya seru lo
__ADS_1