Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Jodoh untuk dokter Indra


__ADS_3

Joy melepaskan ciumannya, Stella memukul-mukul dada bidangnya, Joy hanya bergeming (diam tak bergerak) Joy membiarkan Stella meluapkan emosinya.


"Kamu egois Joy kamu egois." teriak Stella seraya memukul-mukul dada bidang Joy.


Hiks ... hiks ... hiks ... Stella menangis sejadi-jadinya, Joy langsung menarik tubuh Stella, membenamkan wajah Stella pada dada bidangnya. Cukup lama Stella menangis sampai akhirnya tangisnya pun mereda.


"Menangislah, menangislah sepuasmu." ucap Joy sambil mengusap lembut rambut Stella lalu mengecup pucuk kepalanya.


"Maafkan aku, kau boleh marah padaku, atau memukulku, aku tak peduli tapi jangan pernah katakan hal itu lagi." ucap Joy penuh ketegasan. Stella mendongakan kepalanya, menatap mata Joy dengan lekat, mencari tahu apa benar Joy mencintainya.


"Ada apa? Kenapa menatapku seperti itu?"


"Aku hanya ingin tahu apa benar kamu mencintaiku." jawab Stella yang menatap sendu.


"Mungkin aku hanya sekali mengatakan cinta padamu, tapi ingatlah cinta tak hanya di katakan tapi juga di buktikan." ucap Joy yang menatap Stella.


"Apa kau tidak akan memakai baju." ujar Stella yang sadar akan tubuh Joy yang bertelanjang dada.


"Kenapa? Apa kau tidak suka melihat tubuh suamimu?"


"Aku akan mengambil baju untukmu." ujar Stella yang akan beranjak dari tidurnya namun di tahan oleh Joy.


"Tidak sekarang, kau akan mengambilnya nanti." ucap Joy yang menatap Stella


"Setelah aku membuktikan cintaku padamu." lanjut Joy yang langsung mengecup bibir Stella lembut, dengan perlahan Joy menidurkan tubuh Stella membiarkan Stella berada di bawah kungkungannya. Keduanya pun terhayut ke dalam cinta yang membawanya menikmati surga dunia.


****


Semua orang berkumpul di kamar Jolie. Anna, Kemi, Joy dan Stella mereka semua berada di kamar rawat Jolie. Mendengarkan Jolie menceritakan kejadian saat dirinya di culik oleh Christ.


Jolie mengatakan alasan Christ kenapa bisa terobsesi padanya, Jolie pun mengatakan tentang Vanella, yang pernah menjadi belahan hidupnya.


"Sekarang aku baru tahu, bahwa Christ menganggapku Vanella, dia dendam dan benci pada Vanella karena telah mengkhianati cintanya, menikah dengan pria lain."


"Christ tahu aku menikah bersama Elang, dia hampir saja memotong jariku karena melihat cincin ini, aku pikir aku akan mati saat itu juga, setelah tanganku tergores samurai, dan perutku, aku hampir saja kehilangan ginjalku, aku pikir aku mati, karena saat itu aku berada di tempat yang tidak aku kenal. Namun aku melihatmu ada di sana Elang."


Semua orang tertuju pada Elang


"Bagaimana mungkin aku ada di sana? Itu mimpi."


"Apa yang Elang katakan?" tanya Anna penasaran


"Aku mendengar, dia berteriak aku mencintaimu Jolie." Elang semakin tegang dan gugup.


"Itu benar, karena keajaiban cinta kau hidup kembali." Seruan dokter Nita yang tiba-tiba masuk. Dokter Nita berjalan ke arah Jolie untuk memeriksanya.


"Keajaiban cinta?" tanya Anna heran.


"Ya, keajaiban cinta. Kalian tidak tahu bahwa hari itu aku, dokter Lira, dokter Arman, dan dokter Indra semua merasa terpukul, kami menyesal karena telah gagal melakukan operasi." Dokter Nita menjelaskan.

__ADS_1


"Apalagi dokter Indra, dia orang yang pertama yang merasa bersalah, kalian berdua melihatnya, kan?" tanya dokter Lira pada Joy dan Stella.


"Iya, aku menangis saat itu aku tak percaya kau pergi secepat itu Jolie, aku Joy dan Elang kami hanya bisa menangis tak bisa melakukan apa pun. Tiba-tiba dokter mengatakan detak jantungmu kembali normal, kami semua terkejut tak percaya, namun kami bahagia karena tuhan memberikan keajaiban." jelas Stella.


"Itu berkat tuhan, juga berkat cinta suamimu." ujar Dokter Nita.


"Memangnya apa yang dia katakan?" tanya Jolie


"Dia terus menangis, bahkan orang yang paling sedih karena kehilanganmu. Dia mengucapkan banyak kata dan kata terakhir yang dia katakan adalah ungkapan cinta, cinta yang tulus. 'Aku mencintaimu' dalam sekejap kata cinta itu merubah segalanya, tanganmu kembali bergerak, detak jantungmu kembali normal, kamu bangkit dan kembali hidup sampai saat ini. Aku sekarang percaya keajaiban cinta itu ada, dan aku melihat cinta tulus kalian berdua, ikatan cinta kalian begitu kuat." jelas Dokter Nita.


Membuat Elang terdiam. Anna, Kemi, Joy dan Stella mereka menatap kedua orang di depannya. Rasanya mereka tidak percaya kalau ikatan cinta keduanya sekuat itu. Padahal tidak ada romantis-romantisnya.


Jolie dan Elang pun saling tatap


"Apa benar, Elang mengatakan itu? Lalu aku bangkit karena cintanya, itu tidak mungkin." batin Jolie


" Ini dokter pake di bongkar segala, nanti ge-er lagi si gadis purba." batin Elang yang sama-sama saling menatap.


"Oh iya, ngomong-ngomong kalian dekat dengan dokter Indra, kan?" tanya Dokter Nita mengalihkan topik


"Cukup dekat sih! Memangnya kenapa?" tanya Anna


"Apa kalian bisa membantuku? Please ...."


"Bantu apa?" ujar mereka kompak.


Nita juga mengatakan bahwa mereka taruhan, dan kalau Indra tidak mendapat Jodoh juga Nita, Lira dan Arman akan di lempar ke rumah sakit cabang. Nita memohon, berharap ketiga pasangan di depannya ini membantunya.


"Waw, miris juga ya kisah paman Indra." ujar Kemi


"Bagaimana, apa kalian bisa membantuku?" Mohon Nita.


"Aku, tahu." ujar Jolie penuh semangat


"Kau sudah mendapatkan wanita itu?" tanya Nita antusias.


"Mm ... Elang bagaimana apa kau mau menjadikan paman Indra jadi ayahmu?"


"Apa?" Elang terhenyak, bisa-bisanya mau menjodohkan ibunya dengan dokter Indra. "Kenapa mama?" lanjutnya


"Apa salahnya, mama Endra, kan singgle parent, jomblo kali aja kecantol."


"Aku tahu, aku juga punya calon untuknya." ujar Stella


"Siapa?" tanya Joy


"Dia cantik, masih muda, dan berani dia seorang polisi."


"Sharoon." ujar Joy tak percaya Stella menjodohkan Sharoon pada Indra.

__ADS_1


"Kenapa? Kau begitu terkejut." ujar Stella yang mendelik ke arah Joy. " Ini aku punya nomor ponselnya, berikan ini pada dokter Indra, bilang padanya dia seorang polisi, cantik juga tapi lebih cantik aku sih." lanjut Stella, Joy hanya menghela nafas panjang.


"Wah, terimakasih. Kenapa kamu ingin sekali dokter Indra memilih nya." tanya Nita.


"Aku kasihan, saja dia sering menggoda suami orang." ujar Stella namun matanya melirik ke arah Joy.


"Wah, kalau begitu aku tak berani, takut dokter Indra di khianati lagi." ucap dokter Nita ragu.


"Anna apa kamu punya, rekomendasi? Apa ada wanita yang cocok untuk paman Indra?" tanya Jolie. Anna berpikir sejenak.


Tok ... tok ... tok ...


Tiba-tiba seseorang masuk dan mengetuk pintu kamar Jolie, semua orang menoleh ke arah pintu yang dimana ada seorang wanita yang cantik, tinggi, bagaikan seorang model, dan masih muda juga.


"Apa aku ganggu kalian." ujar wanita itu, namun membuat Anna tersenyum.


"Aku sudah punya calon untuk paman dokter." bisik Anna pada mereka semua.


"Siapa?" tanya Jolie


"Wanita itu." ucap Anna tersenyum.


"Memangnya dia siapa? Kamu kenal?" tanya Jolie dan Stella


"Kalian akan mengenalnya nanti." ucap Anna, lalu berbalik ke arah wanita itu.


"Masuk saja tante. Tante mau menjenguk Jolie?"


"Iya, bagaimana keadaanmu Jolie?" tanya wanita itu Jolie malah menatap Anna bingung.


"Dia tante Tissa, kau ingat nenek lampir " bisik Anna, Jolie langsung membulatkan mata nya sempurna.


"Tenang saja, dia bukan nenek lampir lagi, dia sudah menjadi peri baik." bisik Anna pada Jolie


"Yakin?" tanya Jolie ragu


"Ya, bagaimana cocok gak dengan dokter Indra?"


"Lumayan," jawab Jolie.


"Kenalkan ini tante Tissa, kakak Mami ku" ujar Anna memperkenalkan Tissa.


...----------------...


Triple up nih spesial 💖


Mana dukungannya, ayok 💪💪💪💪


Like dan Vote jangan lupa ya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2