Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Membuat anak


__ADS_3

Hai reader, sebelum lanjut ke part selanjutnya thor mau jelasin sedikit tentang Jolie, Anna dan Joy. Yang jago bela diri sejak kecil itu Anna dan Joy ya ... untuk Jolie dia anak yang sangat manja, dan sedikit penakut. Jolie memang pintar tapi bela diri itu bukan bidangnya. Sampai sini pahamya ... oke lanjut!


Happy reading


...----------------...


Elang mendatangi perusahaan Joy JA Technologi. Elang tahu Joy sangat ahli di bidang IT dan Joy juga pernah bekerja sebagai hakcer, dan peretas Joy bergabung bersama pihak kepolisian untuk menyelidiki Pablo saat itu. Mungkin Joy bisa membantunya.


"Aku ingin bertemu Joy, maksudku pak Joy." ucap Elang pada seorang wanita yang menjabat sebagai sekretarisnya, Elang belum menyadari wanita itu adalah Stella karena Stella menundukkan kepalanya karena sedang sibuk menulis.


"Apa anda punya jan ...." ucapan Stella tertahan karena saat mendongakkan kepalanya dia terkejut melihat Elang di depannya.


"Elang."


"Kau, bukankah kau istrinya?" tanya Elang heran.


"Iya, aku Stella istrinya Joy, tapi untuk di kantor aku adalah sekretarisnya. Ada apa kau kemari? Bukannya kalian akan pergi ke paris?" tanya Stella heran


"Aku ingin bertemu dengan Joy, apa dia ada di dalam?"


"Ya ada, mari aku antar." ucap Stella yang berdiri dari duduknya.


"Ada apa? Kenapa panik seperti itu? Lalu dimana Jolie apa dia tidak ikut?"


"Nanti ku jelaskan saat sudah bertemu dengan Joy."


Stella dan Elang memasuki ruangan Joy


Tok ... tok ... tok ...


Stella membuka pintu, setelah mengetuk. "Joy ada yang ingin bertemu denganmu." ujar Stella saat membuka pintu, lalu masuk dan di ikuti Elang dari belakang.


"Joy aku butuh bantuanmu." ujar Elang cepat dan langsung menghampiri Joy yang duduk di kursi kerjanya.


"Bantuan apa memangnya ada apa?"


"Jolie di culik." Stella dan Joy kaget mendengarnya.


"Di culik!" ujar Stella dan Joy kompak. Bahkan Joy sampai berdiri dari duduknya.


"Kenapa Jolie bisa di culik? Kau suaminya dan juga bodyguardnya apa saja yang kau lakukan? Sampai- sampai istrimu di culik." ujar Joy yang sangat marah mendengar Jolie di culik.


"Ini diluar dugaanku, Jolie di culik saat tidak bersamaku." jelas Elang lalu menceritakan awal mula kejadiannya.


"Aku tidak bisa melihat wajah penculik itu, tapi aku tahu siapa orangnya." Joy dan Stella menatap Elang dengan tatapan nanar.


"Sebelumnya Jolie mendapat teror, itu pasti penggemar gilanya." ucap Elang yang memperlihatkan vidio, juga pesan yang di kirim penculik itu pada ponsel Jolie kemarin.

__ADS_1


"Kalau Jolie kenapa-kenapa aku tidak akan memaafkanmu." tegas Joy pada Elang.


"Kenapa aku,"


"Karena kau suaminya tidak bisa menjaga istrimu sendiri."


"Sudah ... jangan bertengkar. Tidak ada gunanya saling menyalahkan, sekarang kita cari cara untuk menemukan Jolie." ucap Stella


"Rekaman CCTV." gumam Joy "Kita harus cari tahu rekaman CCTV di setiap jalan, pertama bandara dimana mereka keluar." ujar Joy namun di sanggah Elang.


"Percuma rekaman CCTV bandara tidak menemukan apa pun."


"Bukan rekaman CCTV di bandara tapi, CCTV di sepanjang jalan bandara." jelas Joy


"Aku akan mengubungi Sharoon," ucapan Joy kemudian yang membuat bibir Stella merengut. Namun Joy tidak melihat ekspresi wajah Stella, dia fokus menelpon Sharoon.


Drt ... drt ... drt ...


Ponsel Elang berbunyi, dia mendapat telepon dari sang mama, Elang kebingungan sang mama melakukan vidio call, bagaimana kalau dia menanyakan Jolie.


"Halo Mah, ada apa?" ucap Elang pada Nyonya Endra di ujung sana.


"Sayang ... apa kalian sudah sampai di paris? Suka tidak dengan hotel yang mama siapkan?"


"Mm ... suka Mah, suka." jawab Elang berbohong.


"Mama ingin berbicara dengan Jolie dimana dia?" Elang kebingungan dia menatap Stella dengan harap bisa membantunya. Stella berbicara pelan sambil meragakan kedua tangannya.


"Oh, begitu nanti Mama hubungi lagi ya?"


"Jangan." sanggah Elang membuat Nyonya Endra curiga.


"Kenapa?"


"Mm ... kalau mama terus menghubungiku bagaimana Mama akan punya cucu, bukannya Mama ingin punya cucu? Jadi jangan ganggu kami ya ... kami akan membuat anak." Tut. Vidio call pun di tutup oleh sepihak. Elang merasa lega, dia tidak ingin nyonya Endra tahu hal ini.


"Wow ... alasan yang klasik." ucap Joy yang mendengar ucapan Elang tadi.


"Membuat anak, alasan yang bagus." ucap Stella sambil nyengir. Elang yang di tatap Joy dan Stella menjadi canggung dan malu.


"Kenapa apa aku salah, kalian juga sedang membuat anak,kan? Kalian membuatnya setiap hari?" ucapan Elang membuat Joy dan Stella canggung.


"Sudahlah, jangan bahas anak kita fokus mencari Jolie sekarang." Stella mengalihkan pembicaraan.


"Apa kau tidak ingin punya anak dariku?" tanya Joy yang menatap Stella.


"Tergantung, apa kau setia atau tidak. Aku tidak mau jika aku dan anakku di tinggalkan begitu saja akhirnya." jawab Stella ketus tanpa menatap Joy. Joy sendiri bingung dengan ucapan Stella.

__ADS_1


"Kenapa jadi membahas anak, kita bahas itu nanti, sekarang bagaimana? Apa kau sudah menemukan rekaman CCTV-Nya?." tanya Elang


"Tunggu lima menit mereka akan segera mengabari kita." jawab Joy datar namun matanya terus menatap Stella yang mengacuhkannya.


Apa maksud Stella tadi? Apa dia meragukan kesetiaanku?" batin Joy


****


Sedangkan di sisi lain Jolie sangat ketakutan, Christ yang berjalan ke arahnya sambil memainkan pisaunya.


Christ mendekat, dan terus mendekat, Jolie sangat takut melihat Christ yang berjalan ke arahnya.


"Elang kamu dimana?" batin Jolie


"Apa dia akan membunuhku? Seperti apa yang di vidio itu? Tidak ... itu tidak boleh terjadi, aku tidak mau mati disini." batin Jolie yang mencoba berpikir, bagaimana caranya meluluhkan hati Christ.


Cukup lama Jolie bergulat dalam pikirannya, akhirnya Jolie mendapatkan ide. "Christ apa yang kau lakukan?"


"Kenapa? Kau takut aku membunuhmu?"


"Tidak, karena aku tahu kau tidak akan melakukan itu. Kau bilang kau mencintaiku lalu kenapa kau melukaiku?"


"Karena kau telah mengkhianatiku kau menikah dengan pria itu."


"Christ ... kau sangat tampan, banyak wanita yang menyukaimu di luar sana, aku mohon jangan lakukan ini padaku."


"Tidak ada seorang pun yang bisa memilikimu, hanya aku ... hanya aku seorang."


"Christ .... ini bukan cinta tapi obsesi, kamu terobsesi padaku bukan mencintaiku, karena jika kau mencintaiku kau tidak akan melukaiku."


Christ terdiam


"Apa aku melukaimu? Oh tidak, maafkan aku sayang ..." Christ mendadak sedih melihat Jolie yang terikat,


"Cepatlah buka talinya." batin Jolie


"Aku akan memaafkanmu asal, kamu membuka ikatan ini, ini sangat sakit, tanganku terluka." ucap Jolie yang pura-pura menangis padahal hanya akting.


Christ langsung membuka ikatan tangannya, entah ada apa dengan Christ yang tiba-tiba luluh seperti itu.


"Sekarang kau tidak sakit lagi, kan? Aku akan mengobati lukamu." ucap Christ yang mengelus lembut tangan Jolie.


"Cepatlah ambil obatnya." titah Jolie


Christ terus mengusap lembut jari jemari Jolie dia terlihat sedih, Christ merasa bersalah karena telah melukai orang yang di cintainya. Namun tiba-tiba kesedihannya pudar, tatapannya menjadi tajam sesaat setelah melihat cincin kawin di jari manis Jolie.


"Ada apa? Bukankah kau akan mengambil obat untukku." ucap Jolie dengan lembut namun di balas dengan tatapan tajam dari Christ.

__ADS_1


Srekk ...


"Ah ... apa yang kau lakukan?" ringis Jolie yang kesakitan saat jari tangannya di tusuk pisau walau sedikit tapi goresan pisau itu membuat darah segar menetes di ujung jari telunjuknya, anehnya Christ menampung darah yang menetes itu dengan sebuah mangkuk kecil.


__ADS_2