
Di tengah dinginnya malam, Amber berjalan sendirian di tengah jalanan sepi. Bulir-bulir air mata berjatuhan membasahi pipinya. Amber bagaikan orang yang kehilangan jati dirinya, tatapannya begitu kosong, tubuhnya begitu lemah dan lunglai.
Kenyataan yang baru saja dia ketahui sungguh menyakitkan. Bahwa ibunya sendiri yang telah membunuh ayahnya sendiri.
Flashback
Amber menangis sejadi-jadinya, di lemparnya semua barang yang ada di dalam kamarnya, membuat kamarnya berantakan. Lalu Amber teringat ucapan Shila yang menyuruhnya untuk datang ke rumahnya, dia yakin Shila pasti tahu siapa yang membunuh ayahnya.
"Tante Shila pasti tahu siapa yang membunuh ayahku." ucap Amber, kemudian Amber mengusap air matanya, dirinya yang masih mengenakan baju sekolah langsung pergi begitu saja meninggalkan rumahnya.
Amber keluar dari rumah dia menghentikan taksi lalu masuk kedalam taksi itu dan pergi. Amber ingin menemui Shila namun tidak tahu dimana rumahnya. Amber ingat Alvero adalah orang terpandang dan terkenal, Amber buka layar ponselnya lalu search google di ketiknya Wallandou group dan benar saja semua informasi tentang keluarga itu tertulis jelas dan lengkap beserta alamat rumahnya.
"Pak antarkan saya ke perumahan X" ucapnya pada si supir taksi. Supir taksi pun mengangguk dan mengantarkannya ke tempat tujuannya. Perumahan mewah di jakarta .
Mobil taksi itu berhenti di depan sebuah mansion mewah, Amber pun turun dari taksi itu. Di lihatnya rumah yang mewah ini sangat luas dan besar, gerbangnya saja lebih besar dengan gerbang sekolahnya, halamannya begitu luas.
Amber berjalan mendekati gerbang tatapan nya masih kosong, pandangannya seperti orang linglung.
"Dek, cari siapa?" tanya security penjaga gerbang
"Mungkin non Kanza, lihat seragamnya sama" ujar security yang lain.
"Dek, temennya Kanza?" Amber hanya mengangguk pelan.
"Sebentar, saya telepon dulu Non, Kanza nya." ucap si security lalu menghubungi Kanza bahwa ada temannya yang datang, Kanza pikir itu Lusi ya sudah Kanza mengizinkannya masuk.
"Ayo silahkan masuk, kata Non Kanza langsung masuk aja ke dalam." ujar si Pak Satpam.
Amber pun masuk, berjalan perlahan memasuki pekarangan rumah. Di dalam Kanza sedang sibuk dengan Stella, mereka sedang mencoba gaun untuk pernikahan kakaknya besok. Sedangkan Shila dia sedang berada di ruang tengah bersama Vero, Joy , Jolie dan Anna mereka sedang bercengkrama.
Di lantai dua tepatnya di balkon kamar Kenzo dan Kenzie sedang beradu game favoritnya begitulah mereka berdua jika sedang akur. Mata Kenzo tak sengaja menangkap sosok gadis berseragam sekolah yang tak asing baginya. Kenzo melihatnya dengan tajam, di tatapnya dengan fokus Kenzo terkejut bahwa Amber ada di rumahnya.
"Kenzie lihat si ember ada disini"
"Mana mungkin"
"Aku serius. Ngapain dia disini"
"Waduh ... si nenek lampir, wah gak beres nih. Pasti mau buat keributan, Kenzo ayo kita temui dia sebelum dia membuat keributan di rumah kita" ajak Kenzie yang melangkah pergi meninggalkan balkon di ikuti oleh Kenzo.
__ADS_1
Sedangkan Kanza dia sibuk mencoba gaun dengan Stella.
"Kakak, aku lupa ada Lusi di bawah aku harus ke bawah"
"Iya," jawab Stella yang merapikan semua gaun-gaunnya.
Di tengah - tengah anak tangga Kanza berpapasan dengan Kenzo dan Kenzie, Kenzie langsung mengatakan bahwa ada nenek lampir di bawah, Kanza yang mendengarnya langsung syok, apa yang akan Amber lakukan Kenzie,Kanza dan Kenzo pun berjalan menuruni tangga menuju teras depan bebarengan.
****
"Ngapain kamu disini?" tanya Kanza to the poin, Kanza menatap Amber tak suka.
"Lebih baik lo pergi" tegas Kenzo
"Jangan buat keributan disini" tangkas Kenzie.
Amber terdiam menatap satu persatu orang yang ada di depannya.
"Aku mau bertemu tante Shila" ucapnya demikian
"Tante Shila? Sejak kapan mamiku jadi tantemu" sanggah Kanza
"Aku harus bertemu dengannya, ini penting"
"Aku tidak akan pergi sebelum aku bertemu dengannya"
"Pergi, kalau tidak aku yang akan menyeretmu keluar" Teriak Kanza yang beradu mulut dengan Amber. Kegaduhan di teras terdengar sampai ke dalam membuat semua orang yang ada di dalam keluar termasuk Vero, Shila, dan triple J.
"Ada apa ini" Kanza dan Amber menoleh ke arah pintu yang dimana sudah ada semua keluarganya disana. Shila menatap Amber begitu juga sebaliknya.
Amber berjalan kearah Shila yang sedang menatapnya. Kanza terlihat kesal dan yang lain terlihat bingung.
"Tante aku perlu bicara" ucap Amber
"Mami jangan dengarkan dia, dia hanya akan membuat keributan" Teriak Kanza.
"Ayo, kita bicara disana" ucap Shila seakan sudah tahu apa yang akan di bicarakan. Shila berjalan ke arah taman di ikuti Amber di belakangnya. Semua orang menatap Shila dan Amber bingung, apa yang akan di bicarakan oleh mereka.
"Siapa dia?" tanya Joy
__ADS_1
"Dia ember cucian"
"Manusia iblis"
"Nenek lampir" ucap Kanza,Kenzie dan Kenzo bergantian. Membuat Jolie, Anna dan Joy saling pandang. Namun tidak dengan Vero dia sudah menduga bahwa gadis itu adalah Amber. Tapi apa yang akan mereka bicarakan Vero pun tidak tahu.
****
Shila dan Amber duduk di kursi taman, Shila duduk dengan tenang menatap Amber sendu, Shila melihat mata Amber sembab, pasti telah terjadi sesuatu padanya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan" ucap Shila membuka keheningan.
"Aku mau minta maaf tante, aku salah aku telah menuduh tante hal yang tidak-tidak. Aku menuduh tante sebagai pembunuh ayahku, tapi jujur aku mengatakan itu karena mamaku, dia yang telah mempengaruhi ku, dia yang mengatakan itu semua"
Shila masih diam dan mendengarkan
"Apa karena aku anak yang tak di harapkan, kehadiranku saja tidak ada yang menginginkan. Sampai ibuku saja membenciku dan ayahku juga pergi meninggalkan ku."
"Apa tante tahu siapa ayahku? Apa aku memang anak yang tak di harapkan? Anak hasil perzinahan? Tante pasti tahu, kan jawab aku tante?" ujar Amber seraya menggoyang-goyangkan tangan Shila.
"Aku tidak bisa jawab apa pun, hubungan ku dengan ibumu tidaklah sebaik yang kamu kira. Aku, kan sudah bilang ibumu menghilang setelah sekian lama dan kembali lagi. Bahkan aku juga tidak tahu kalau Tissa sedang mengandung saat itu."
"Maafkan aku, aku tidak tahu apa pun tentang masalalu mu" sambung Shila
"Tapi ... tante kenal ayahku itu berarti tante tahu ayahku dimana?"
Shila menatap Amber. "Aku dan Tissa hanyalah saudara tiri, aku mengenal Vicky karena dia teman sekolah kami, dia teman dekat ibumu. Vicky menyukaiku tapi aku menolak itu, aku tidak begitu dekat dengannya, yang dekat dengannya adalah ibumu Tissa."
"Banyak sekali konflik diantara kami. Tapi itu masalalu kamu tidak perlu tahu, yang pasti aku tidak tahu masalalu mu Nak."
"Kalau begitu tante pasti tahu kenapa ayahku meninggal, kalau dia terbunuh tante pasti tahu siapa yang membunuh ayahku, aku mohon beritahu aku tante" Mohon Amber.
"Untuk itu aku tidak berhak memberitahu mu, yang berhak adalah ibumu, bertanyalah padanya"
"Tapi dia tetap bilang bahwa kau yang membunuhnya"
Shila sama sekali tak mengerti apa yang di pikirkan Tissa, dia masih saja mengelak.
"Aku tidak bisa memberitahumu, tapi kamu bisa mencari tahu sendiri. Pembunuhan 17 tahun yang lalu di apartemen X, kamu akan mengetahui semuanya" jelas Shila yang tidak bisa menjelaskan. Shila tidak ingin melukai hati Amber jika tahu ibunya sendiri yang membuat ayahnya meninggal.
__ADS_1
"Tissa Maharani yang tahu lebih jelas pembunuhan itu, Vicky di tusuk oleh seorang wanita yang tak lain adalah Tissa ibumu sendiri."
Ucapan itu membuat Shila dan Amber terkejut, Vero berdiri di belakang mereka menatap Amber dengan tajam, dengan lantang pula Vero mengatakan semua itu.