
Warning 21+
Astaga....
Stella panik, dia tidak melihat pakaian gantinya sama sekali Stella tidak membawanya baik itu bajunya, CDnya, maupun lingeria penutup dadanya. Stella mengutuki dirinya sendiri bagaimana dia bisa lupa. Kalau handuknya terlepas bisa - bisa seluruh tubuhnya terlihat.
CKLEK!!
Stella membuka pintu kamar mandi pelan, di lihat nya sekitar kamar masih sepi tidak ada siapa pun, itu berarti Joy masih berada di luar dan belum kembali. Stella merasa lega, Stella jadi bisa leluasa mengambil pakaian ganti nya dan mengganti langsung di dalam kamar tanpa harus kembali ke kamar mandi.
Stella berjalan ke arah almari yang kebetulan sangat dekat dengan pintu kamar, dengan santai Stella memilih beberapa pakaiannya sampai akhirnya menemukan yang cocok. Stella kembali menutup almarinya, Stella langsung berbalik namun malah menjatuhkan pakaiannya yang sudah dia ambil di dalam almari tadi.
Stella terkejut karena melihat Joy ada di depannya, Joy diam mematung menatap Stella yang hanya berbalut handuk saja, rambutnya yang basah membuat Stella berbeda di pagi hari ini.
Stella jadi gugup, tubuhnya gemetar, dia malu namun tetap diam di tempat, sampai tak menyadari bahwa Joy sudah berada di depannya mengambilkan pakaiannya yang jatuh.
"Pakaian mu" ucap Joy yang memberikan pakaian Stella yang terjatuh tadi, Stella langsung mengambilnya
"Kau sudah kembali? Aku kira kau masih jogging" ucap Stella gugup
"Baru saja selesai"
"Oh, mm.... Aku lupa membawa pakaian ku saat mandi, apa kau mau mandi? Sebentar aku akan memakai baju ku dulu aku harus kembali ke kamar mandi"
Stella akan melangkah ke kamar mandi, namun tangannya di cekal oleh Joy. Stella semakin gugup, tubuhnya gemetar, jantungnya pun berdetak tak karuan.
"Iya Joy ada apa?" tanya Stella gugup, namun Joy tidak menjawab .
Stella menelan ludah, hatinya dag dig dug tak menentu. Joy semakin mendekat, tangannya dia angkat untuk menyentuh bahunya, Joy semakin mendekatkan wajahnya ke samping pipi kirinya lalu berbisik.
"Apa aku boleh menyentuh mu?"
DEG!! Ucapan Joy membuat Stella semakin gugup.Tentu saja boleh karena Stella adalah istrinya, seluruh tubuhnya adalah miliknya sudah haknya untuk menyentuhnya namun Stella masih malu mengatakannya.
"Biarkan tubuh mu seperti ini, jangan kau tutupi, aku ingin menyentuhmu sebentar saja"
Stella hanya mengangguk malu
Tangan Joy mulai mengangkat tubuh Stella, di gendongnya Stella menuju atas ranjang tidurnya, dengan perlahan Joy menidurkan Stella membiarkannya berada di bawah kungkungannya.
Tanpa menunggu lama lagi Joy mulai menyusuri setiap inci wajah Stella, dari pipi, kening, hidung, telinga, dan bibirnya. Membuat Stella melenguh manja.
__ADS_1
Tangan Joy mulai bergrilya menyusuri tubuh Stella, sampai membuat lenguhan manja yang keluar dari mulut Stella. Handuk Stella pun mulai terbuka sampai memperlihatkan tubuh mulusnya, Joy mulai bergerak kebawah, kecupan nya sudah mendarat di gunung kembar milik istrinya, di kecupnya dengan lembut membuat suara - suara merdu keluar dari mulut Stella.
Dengan langkah cepat Joy membuka seluruh pakaiannya, peluh keringat membasahi tubuhnya. Joy mulai bergerak kembali ke atas mengecup kembali wajah Stella dengan lembut.
"Apa kau siap? Kalau kau belum siap aku tidak akan melakukannya"
Joy tahu Stella masih mengalami trauma, dan bisa saja Stella masih merasa takut, itu sebabnya Joy meminta izin terlebih dulu, Joy tidak ingin Stella kembali teringat masalalunya.
"Pejamkan lah mata mu, bayangkan hal yang indah antara kita, buang jauh - jauh bayangan buruk mu, aku akan melakukannya dengan pelan" bisik Joy lembut
Stella melakukan apa yang Joy perintahkan, Stella memejamkan matanya, membayangkan yang indah tentang dirinya, sampai terhayut dalam pikirannya.
Akhhh ....
Stella mengerjap, dan berteriak membuat Joy terkejut dan menghentikan aksinya. Stella merasakan ada sedikit gesekan - gesekan di bawah yang menciptakan rasa sakit yang amat sangat sakit, membuat Stella takut melakukannya.
"Ada apa?"
"Sakit sekali"
"Maaf, aku akan melakukannya dengan pelan, apa kamu sudah siap?" Joy menatap Stella penuh harap, Stella pun akhir nya mengangguk pelan sambil menutup kedua matanya.
Joy kembali memasukan pedangnya menciptakan sedikit gesekan demi gesekan yang akhirnya menembus gawang.
Akhhh
Stella kembali menjerit, menahan rasa sakit yang tak bisa di jabarkan, namun jeritan itu lama - lama menjadi lenguhan manja dan suara merdunya.
Gairah di pagi hari, membawa keduanya terbang tinggi ke atas awan, malam pertama yang tertunda akhir nya tergantikan di pagi hari ini.
****
Stella mengerjapkan matanya setelah melakukan aktifitas panas di pagi hari, Stella melihat Joy yang tertidur di sampingnya, pipinya mendadak merah merona, membayangkan aktifitas nya yang tadi membuat Stella malu sendiri.
Namun ada kebahagian di wajahnya, benar apa kata Jolie awalnya memang sakit namun lama - lama akan sangat menikmatinya. Jadikan malam pertama mu menjadi malam yang akan selalu di ingat oleh Joy, ucapan Jolie masih terngiang - ngiang di telinganya.
Stella menutup wajah nya dengan selimut , Stella jadi malu sendiri saat membayangkannya. Walaupun ini bukan malam pertama, namun terasa indah saat di kenang.
Rasa perih di bagian bawahnya masih terasa, namun Stella harus turun dan berjalan ke kamar mandi, Stella ingin segera membersihkan dirinya .
Akhhh, ringis Stella
__ADS_1
Bergerak saja masih sakit apa lagi berjalan, Stella teringat kembali perkataan Jolie bahwa malam pertama akan mengalami pendarahan, Stella jadi ngeri dia membuka selimutnya perlahan, dan benar saja di lihatnya noda merah pada atas seprei. Pantas saja sangat sakit pikirnya.
"Ada apa?"
Seruan Joy membuatnya terkejut
"Aku mau ke kamar mandi" Stella ingin sekali bilang bahwa dirinya kesusahan untuk berjalan ke kamar mandi, namun Stella malu mengatakannya.
"Ayo aku bantu"
Tanpa Stella duga, Joy mengerti apa keinginannya, tanpa di minta Joy langsung menggendong tubuh Stella menuju kamar mandi mendudukannya di dalam bathup.
"Apa mau aku mandikan?" tanya Joy yang tersenyum penuh arti
"Tidak perlu, aku bisa sendiri" jawab Stella malu, pipinya sudah merah merona.
"Kenapa malu aku sudah melihat tubuh mu, lebih baik kita mandi berdua saja biar cepat, setelah ini aku akan mengajak mu ke suatu tempat"
"Joy"
"Kenapa?"
"Aku mau sendiri"
"Sudah ku bilang biar cepat, ayo"
"Joy" teriak Stella
Mau tidak mau akhirnya mereka mandi berdua, entah apa yang mereka lakukan di dalam kamar mandi, yang pasti mereka berada di dalam kamar mandi selama tiga puluh menit lamanya.
****
Pagi ini sangat cerah secerah senyuman kedua pasangan pengantin baru, Joy dan Stella kembali menikmati indah nya pulau jeju. Joy mengajak Stella ke suatu tempat yang sangat cantik juga indah.
Sebuah air terjun yang terkenal di jeju namanya air terjun jeongbang.
Pemandangan yang sangat indah, air laut nan biru, bebatuan yang menghiasi setiap pesisir pantai, dan tebing - tebing yang indah yang menjulang tinggi, pepohonan yang hijau yang menyejukan.
Stella dan Joy sangat menikmati pemandangan ini, mereka berdua terlihat bahagia, senyuman keduanya pun merekah. Stella dan Joy duduk diantara bebatuan di sana, sambil menatap indahnya air laut yang biru. Keduanya saling memeluk satu sama lain.
__ADS_1