
Srrkrkrkrkrk ...
Byurr ...
Teng ... teng ... teng ...
Indra begitu lihai dalam memasak, Indra sudah seperti koki profesional. Caranya memotong sayuran, menggoreng tumisan, dengan lihai tangannya menggoyang-goyangkan spatula juga teplonnya.
Tissa takjub melihatnya.
"Pantas saja kau tak butuh seorang istri, karena kau bisa segalanya. Selain mengobati pasien kau juga seorang koki profesional." cibir Tissa yang mengagumi kecepatan dan taktik memasak Indra. Indra hanya mengulum senyum saat Tissa mencibirnya.
Prok ... prok ... prok ...
Tissa bertepuk tangan, saat mencium aroma masakan yang sangat lezat. Tissa mencicipi masakan yang baru saja Indra buat.
"Mm ... enak, pantas saja putriku tidak mau pulang, karena masakanmu seenak ini."
"Aku tidak pernah memasak untuknya, ini pertama kalinya aku memasak."
"Benarkah? Jadi aku yang pertama merasakan masakanmu."
"Apa kamu tidak berniat membuka restoran? Aku rasa restoran mu akan berjalan lancar dan sukses, karena kau adalah kokinya."
"Mungkin nanti setelah aku pensiun."
Haha ... Tissa tertawa. Baru kali ini Indra melihat tawanya, senyumnya terlihat begitu indah, tawanya terlihat bahagia, Indra hanya diam, tatapan matanya fokus melihat tawa Tissa yang tak pernah Indra lihat.
Dari awal bertemu yang Indra lihat hanyalah tangisan dan tangisannya, namun hari ini Indra melihat tawa itu. Tawa yang begitu indah.
"Tawamu sangat indah, tetaplah tertawa seperti ini." ucap Indra membuat Tissa diam karena jari tangan Indra yang menyapu lembut bibirnya.
"Ada noda di bibirmu." ucap Indra demikian.
"Terima kasih." ujar Tissa sedikit malu.
Bayangan Tissa kembali terlintas, Indra yang terduduk lemah kembali bangkit dan berdiri. Indra kembali bangun dan berjalan ke ruang operasi.
Ruang operasi
Nita, Arman dan Lira masih melakukan operasi, peluh keringat di wajah mereka mulai bercucuran. Rasa tegang, gugup, panik dan khawatir menjadi satu apalagi keadaan Tissa semakin melemah.
Srekk ...
Semua orang menoleh ke arah pintu, Arman kaget saat melihat Indra masuk kembali ke ruang operasi. Nita merasa heran, namun Indra tetap melangkah maju tanpa berbicara sedikitpun.
"Indra." panggil Arman
"Biar aku yang ambil alih"
"Tapi ...." ucap Arman tertahan karena anggukan Nita. Akhirnya Indra pun kembali melakukan operasi pada Tissa. Kali ini Indra fokus juga kosentrasi.
__ADS_1
"Aku, akan mengembalikan senyuman mu. Bertahanlah Amber menunggumu." batin Indra.
Akhirnya operasi pun berjalan lancar dan selesai sampai akhir.
****
Jolie sudah sampai di kantor Elang, Jolie berjalan ke meja resepsionis, untuk menanyakan ruangan Elang, karena ini pertama kalinya Jolie datang ke kantornya Elang.
"Permisi, ruangan suamiku dimana ya?" tanya Jolie
"Suami? Memangnya suami ibu siapa?"
"Apa kalian tidak tahu siapa saya? Saya istri dari bos kalian."
"Istrinya tuan Elang, maaf saya tidak tahu karena saya masih baru. Ruangannya ada di lantai paling atas mari saya antar." ujar si resepsionis.
"Ini ruangannya," ujar si resepsionis setelah sampai di depan pintu ruang kerjanya Elang.
"Terima kasih."
"Sama-sama Bu." jawab si resepcionis lalu pergi. Jolie langsung masuk kedalam ruangannya namun tidak melihat Elang di dalam sana. Jolie menyimpan rantangnya di atas meja, lalu duduk di kursi kerja suaminya.
"Begini kalinya jadi direktur" ucap Jolie sambil memutar-mutar kursinya. Lalu Jolie melihat-lihat ruang kerja Elang yang begitu luas, semua barang ia sentuh, begitulah Jolie tidak pernah diam.
Cklek, terdengar suara pintu terbuka Jolie langsung bersembunyi, di balik tembok berniat untuk mengejutkan Elang. Namun lama Jolie menunggu Jolie tidak mendengar suara Elang, tak berselang lama suara pintu terbuka kembali terdengar
Cklek,
Suprise ... Elang terkejut melihat Anjani ada di ruangannya. Namun Jolie merasa aneh karena mendengar suara wanita, Jolie pun keluar dari persembunyiannya, mata Jolie terbelalak, melihat Anjani memeluk Elang walaupun Elang langsung mendorong tubuh Anjani.
"Issh ... dasar wanita gatel." gerutu Jolie kesal.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Elang pada Anjani
"Aku ingin meminta ganti rugi itu, tapi ... dengan lunch bareng,"
"Maaf aku sibuk."
"Elang please ...." ujar Anjani yang menarik tangan Elang, membuat Jolie kesal melihatnya.
"Hei, wanita ganjen." teriak Jolie membuat Elang dan Anjani terkejut.
"Jangan berani pegang-pegang tangan suamiku." hardik Jolie yang melepas genggaman Anjani pada tangan Elang.
"Kamu siapa?" tanya Anjani heran.
"Siapa? kamu tidak tahu aku siapa?" Jolie langsung melirik Elang menatapnya dengan tajam.
"Kenapa semua orang disini tidak mengenaliku, apa kau tidak memberitahu semua orang siapa istrimu." tanya Jolie yang menatap Elang tajam.
"Kamu tidak pernah datang ke kantorku, jadi tidak ada yang mengenalimu." jawab Elang santai.
__ADS_1
"Sekarang katakan padanya, siapa aku " ancam Jolie.
"Dia adalah istriku." ujar Elang, yang membuat Anjani terkejut.
"Istri jadi kau sudah menikah."
"Ya, jadi silahkan pergi dan jangan ganggu suamiku lagi, apalagi pegang-pegang tangannya," ujar Jolie tegas.
"Tapi aku kenal lebih dulu, Elang ayo kita lunch."
"Hei, dasar wanita yang tak tahu diri, suamiku tak akan makan dimana pun karena aku sudah membuatkan bekal untuknya, sana pergi." hardik Jolie membuat Anjani kesal lalu pergi dengan menabrak tangan Jolie yang terkena air panas tadi.
Aaaa ... jerit Jolie yang memegangi tangannya.
"Dasar wanita ganjen." teriak Jolie kesal.
"Ada apa? Kenapa dengan tanganmu?"
"Mm ... tidak apa-apa." ucap Jolie berbohong, karena sudah berjanji pada ART nya untuk tidak bilang pada Elang tentang kejadian tadi pagi.
"Tidak mungkin, sini aku lihat." ujar Elang yang menyentuh tangan kanan Jolie membuat Jolie meringis kesakitan.
Akh ... akh ... akh ... sakit
"Kamu bilang tidak apa-apa? Ini lihat! Kenapa tanganmu merah kaya gini?"
"Kecimprat minyak panas."
"Siapa yang menyuruhmu masak?"
"Tidak ada yang menyuruhku, ini kemauanku." Elang tak bicara dia langsung membawa Jolie duduk, setelah itu Elang memanggil dokter untuk datang ke kantornya.
Elang begitu panik, dengan pelan Elang mengusap tangan Jolie yang terkena air panas.
"Kau ini selalu saja merepotkanku."
"Apa?"
"Tidak bisakah, kamu tidak terluka, kalau begini terus lama-lama aku membuka rumah sakit sendiri.",
" Lebih bagus, dari pada kamu membuka pintu untuk wanita ganjen tadi, siapa namanya Jani,Jani pokoknya itulah."
"Kau cemburu?"
"Tidak, kenapa cemburu."
"Kalau tidak cemburu kenapa marah."
"Aku marah, karena aku adalah istrimu. Dan kamu sungguh keterlaluan sekali, tidak ada yang mengenaliku disini, apa kamu tidak pernah mengenalkan aku Jolie Jacqueline istri dari Erlambang Endra Estiawan."
"Apa kamu sengaja, supaya kamu bisa bebas jalan dengan wanita, Jadi setiap hari selalu ada wanita datang kesini? Mengajakmu makan? Atau jalan, jangan- jangan kamu sering mengajak wanita itu ke dalam ho ... mmm" ucap Jolie tertahan. Karena Elang langsung membekap bibir Jolie dengan bibirnya membuat Jolie diam seketika.
__ADS_1
"Kalau kau bicara lagi, jangan harap aku memberikanmu kesempatanmu untuk bernafas." ucap Elang kemudian.
Sekarang Elang sudah punya cara jitu untuk menghentikan keceriwisan istrinya agar berhenti bicara.