
Jolie sudah siap untuk pemotretan, Jolie mengenakan gaun putih yang sederhana rambutnya ia biarkan terurai. Elang mengenakan jas hitam dan warna celana yang senada. Keduanya sama - sama menekuk wajahnya tidak ada ekspresi bahagia dari raut wajah keduanya.
"Kita mulai fotonya ya!" ucap salah seorang fotographer.
Sang fotographer mulai memainkan kameranya, ia arahkan pada dua sejoli di depannya. Namun sang fotographer merasa heran kepada dua sejoli ini, keduanya sama - sama kaku dan tidak ada mesra - mesranya. Seperti bukan sepasang kekasih.
"Bisa lebih dekat" titahnya. "Jangan malu-malu." lanjutnya.
Jolie dan Elang saling pandang, ingin mendekat namun gengsi itulah yang ada di pikirannya. "Begini saja tidak apa-apa" sanggah Elang datar yang berdiri tegak. Namun di bantah oleh sang ibu.
"Tidak apa-apa bagaimana? Kalian ini seperti patung saja, mata saya lelah melihatnya." hardik nyonya Endra yang menghampiri Elang dan Jolie.
"Nah, begini kan lebih bagus, terlihat romantis gitu, peluk istrimu dengan erat" titah nyonya Endra, yang mengeratkan tangan Elang pada pinggang Jolie membuat Jolie risih di peluk seperti ini. Elang pun sangat enggan namun bagaimana lagi dia terpaksa karena sang ibu.
Si fotographer pun mulai memotret, Jolie dan Elang sangat serasi dan mesra, Jolie tersenyum walau terpaksa begitu juga Elang mencoba tersenyum padahal hatinya dag dig dug.
Awalnya hanya pura-pura, dan hanya ingin memenuhi keinginan sang mertua, tapi sekarang malah terjebak dengan pernikahan ini. Lama - lama hati ini merasakan hal yang berbeda, tapi entahlah aku tidak tahu.
Batin Elang yang tanpa sadar terus menatap Jolie dan memeluknya dengan hangat.
"Sebentar" ucap nyonya Endra mengejutkan.
"Ganti gaya dong, masa gini-gini aja, sekarang berhadapan cepat! Saling berhadapan"
"Mah" Elang geram
"Apa? Ayo cepat, ihh.... Masa harus di contohin terus sih! Kalian kan udah dewasa, masa gak ada romantis - romantisnya" Nyonya Endra terus mengoceh.
Posisi Elang dan Jolie kini sudah berhadap-hadapan, Elang melingkarkan tangannya pada pinggang Jolie, sedangkan Jolie mengalungkan tangannya pada leher jenjangnya. Wajah keduanya sangat dekat, mata keduanya saling bertatapan.
"Jangan GR aku terpaksa melakukannya"
"Ih, siapa yang GR, gerah tahu di peluk kaya gini" umpat Jolie seraya mendelikkan mata .
"Oke!! Senyum.... Ciss.... ckrek!"
"Lebih dekat lagi, iya udah oke.... Ckrek!"
Fotographer terus memotret, tanpa memperhatikan kedua sejoli yang sudah bersitegang. Dari jauh mereka terlihat mesra, namun tidak dari dekat. Keduanya terus berdebat . Jolie yang jail dia menginjak kaki Elang saat mereka berpelukan, membuat Elang geram, dan sengaja menarik tubuh Jolie ke dekapannya dengan kasar. Mata mereka kini sama-sama menatap tajam.
__ADS_1
"Iss.... Kau mencubitku"
"Kenapa? Kau juga menginjak kaki ku"
"Iss.... Dasar bodyguard bodoh"
"Kalau kau bilang aku bodoh, jangan harap aku melepaskannya"
"Hey..."
"Lihatlah ke kamera, senyumlah ayo cepat!" saat fotographer siap memotret mereka berdua seolah-olah baik-baik saja, tersenyum dan romantis layaknya sepasang kekasih.
"Aaaah.... iss" umpat Elang yang lehernya di tekan Jolie. Jolie tersenyum tanpa dosa.
"Dasar gadis purba"
"Apa!! Kau bilang aku gadis purba lalu kau apa? Bodyguard bodoh" hardik Jolie kesal. Jolie dan Elang terus berdebat.
"Untuk kalian lebih mesra lagi, kiss dikit boleh ya! Untuk ceweknya boleh kiss cowoknya di pipi aja say oke, dalam hitungan ke tiga ya"
Arahan sang fotographer membuat Jolie terbelalak, dia harus mencium pipi Elang, yang tidak pernah ingin dia lakukan. Jolie manatap Elang sinis, sedangkan Elang dia ingin tertawa namun di tahannya. Elang terus menggoda Jolie sampai Jolie kesal.
"Siapa bilang gadis purba tidak tahu cara mencium, akan aku ajarkan bagaimana cara gadis purba mencium kekasihnya" ucap Jolie kesal lalu
Cup!!, Jolie mendaratkan bibirnya, di pipi mulus Elang membuat Elang terbelalak, namun membuat heboh kedua orang di depannya tidak lain si fotographer dan ibu mertuanya.
"Wah, ini bagus cepat potret" dengan cepat si fotographer memotret mereka
"Aku, tidak boleh melupakannya, aku harus post di instagram ku, ahaha.... Teman-teman ku pasti heboh melihat ini" gumam nyonya Endra yang sibuk mengabadikan momen itu dengan ponselnya.
Aaaahh.... issh....
Ringis Elang, yang mengusap pipi bekas ciuman dari Jolie, ternyata Jolie menggigitnya sampai meninggalkan bekas merah di pipinya."Dasar gadis purba"
"Mau lagi? Sini aku cium lagi"
"Menjauh dariku, kau seperti kanibal saja" Jolie tergelak dia merasa puas dengan aksinya .
Kini si fotographer menyarankan Elang untuk melakukan yang sama, Jolie terkejut namun tidak dengan Elang, dia menjadikannya kesempatan untuk membalas perbuatan Jolie padanya. Elang tersenyum smirk membuat Jolie ketakutan.
__ADS_1
"Apa yang akan dia lakukan" pikirnya.
Tanpa menunggu lama Elang menarik tangan Jolie, mencengkram tengkuk lehernya dalam sepersekian detik menautkan bibirnya pada bibir ranum milik Jolie, membuat Jolie terbelalak, bola matanya membulat sempurna.
Eummmm.....
Elang menciumnya tanpa memberikannya nafas, menggigitnya, dan terus menyesap bibirnya sampai Jolie sudah tak tahan lagi menahan nafasnya. Jolie coba melepaskan namun Elang semakin memperdalam ciumannya .
"Ya tuhan, aku tidak bisa bernafas" batin Jolie .
Sang fotographer sibuk memotret, nyonya Endra di buat meremang melihatnya. " Ouh putraku benar-benar kuat, lihatlah dia menciumnya selama 10 menit, ouh.... Aku sangat iri, bagaimana saat malam pertama nanti akh...akh..." nyonya Endra kegirangan sendiri.
Hufft, hah....hah....hah....
Jolie menghela nafas panjang, setelah Elang melepas ciumannya itu, Jolie langsung terduduk lemah, di tariknya nafas dalam-dalam, jantungnya berdetak sangat cepat, bibirnya terasa kering seperti kerupuk kulit.
"Dasar, kau ingin aku mati! Hah, kau seperti vampir yang menghisap darahku saja" gerutu Jolie sambil menetralkan jantungnya.
"Mau lagi?" ucap Elang dengan tatapan penuh arti.
"Crazy" umpat Jolie. Elang hanya tergelak merasa puas. Namun seketika tawanya terhenti saat melihat darah segar di bibir Jolie.
Elang memang menggigitnya namun dia tidak menyangka kalau perbuatannya membuat bibir Jolie terluka hingga berdarah. Elang merasa bersalah dia duduk perlahan mensejajarkan dengan tubuh Jolie yang terduduk di lantai. Di usapnya bibir jolie dengan lembut walaupun membuat Jolie sedikit meringis.
"Maaf" ucapnya demikian
Jolie terdiam, membiarkan Elang mengusap bibirnya dengan lembut.
Dia tampan, baik, dan lembut. Tapi kenapa selalu menyebalkan, batinnya.
Ada rasa yang tak bisa di jabarkan, seringnya bertemu menumbuhkan rasa-rasa indah dalam hatinya entah apa itu. Namun jantungnya selalu berdetak tak menentu.
****
Jangan lupa untuk dukung othor terusnya
Klik like setelah membaca
klik Vote nya juga ya bila ada koin lebih 🙏😊
__ADS_1
Jangan lupa komentar cantiknya juga ok 👌👌👌