Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Pucuk di cinta ulam pun tiba


__ADS_3

Pucuk di cinta ulam pun tiba. Tuhan telah mengabulkan semua do'a dan harapan nya , dalam waktu 30 menit akhir nya Kemi datang menyelamatkan Anna .


Ikatan cinta mereka begitu kuat dari kecil kedua nya sudah saling melengkapi , menguatkan , dan berjanji . Cinta sejati inikah yang di namakan cinta sejati ? Cinta yang selalu menyatukan kedua nya , karena kekuatan cinta Anna bisa di selamatkan .


"Kita pergi dari sini ." ajak Kemi yang membantu Anna untuk berdiri


"Tunggu ." Anna menggenggam tangan Kemi erat dan menatap sendu bola mata nya ."Ada satu orang lagi yang harus aku selamatkan , Stella kita cari Stella dulu sebelum kita pergi dari sini ." mohon Anna .


Kemi baru ingat bahwa ada dua wanita yang di sandra mungkinkah Stella wanita itu , Kemi menggenggam bahu Anna erat , di tatap nya bola mata Anna lekat seraya berkata " Ayo, aku akan menemani mu kita cari Stella , kamu tidak perlu khawatir Joy pasti akan menyelamatkan Stella ." ucap Kemi lembut


"Joy ? Apa Joy ada di sini ?"


"Hmm , dia datang untuk menyelamatkan kalian . Apa kau tahu dimana Stella ?" Anna hanya menggeleng.


"Pablo membawa nya , tapi aku yakin Stella masih ada di sini ."


"Tapi kita harus hati - hati , banyak yang berjaga di luar sana . Apa kau masih kuat ? "


"Tentu , aku masih kuat ."


Kemi membantu Anna untuk berjalan , memapah nya dengan lembut , dengan perlahan mereka keluar dari ruangan itu , Kemi menghentikan langkah nya sejenak , di tatap nya tubuh Aris yang tergeletak dan terlihat masih bernafas .


Secepat kilat Kemi membidikan senjata api nya , mengenai dada Aris , membuat Aris mengerang kesakitan dalam sekejap Aris pun tumbang .


Kemi , Anna terbelalak tidak menyangka apa yang di lakukan Kemi pada Aris bola mata nya membulat sempurna mulut nya menganga namun langsung Anna tutupi dengan telapak tangan nya .


Kemi yang melihat ketakutan dari diri Anna , langsung menggenggam tangan Anna erat ." Dia tidak pantas hidup , siapa pun yang berani mengganggu kekasih ku dia tidak pantas hidup ."


"Kemi , apa kau seorang mafia ." Kemi hanya tersenyum tipis lalu berkata ." Menurut mu ?" ucap Kemi seraya menuntun tangan Anna lembut keluar dari ruangan itu .


"Kau membuat ku takut."


"Tapi aku bisa melindungi mu ."


"Astaga ." Anna hanya menggeleng kepala, namun Kemi hanya tersenyum tipis .


****


Di sisi lain , Stella di bawa ke sebuah ruangan yang berada paling atas , sebuah kamar yang terdapat satu ranjang king size di tengah ruangan itu , Stella terjebak dengan tangan yang di ikat di setiap sudut ranjang , Pablo benar - benar menginginkan nya malam ini .


Perasaan Stella sedang berkecamuk , pikiran nya selalu memikirkan Joy , Stella masih mengingat keadaan Joy yang di serang oleh suruhan Pablo di bawah tadi , Stella berpikir bahwa Joy tidak selamat lalu bagaimana nasib nya siapa yang akan menyelamatkan nya .


Stella terus menghentakan kaki nya di atas tempat tidur , kedua tangan nya terus ia gerakan mencoba melepaskan ikatan di tangan nya . Dengan sekuat tenaga Stella terus mencoba, tidak peduli dengan tubuh nya yang sudah mulai melemah , sampai akhir nya ikatan di tangan nya pun terputus


"Berhasil ." ucap Stella yang tersenyum senang . Dengan cepat Stella turun dari tempat tidur namun langkah nya terhenti ketika Pablo memasuki ruangan itu .


"Wah , wah , wah , kau ingin kabur rupa nya , mau kemana ? Menghampiri kekasih mu itu ? Apa kau tidak lihat dia sudah mati "


"Kenapa kau keras kepala sekali , aku sudah bilang pada mu , aku akan membebaskan mu dan tidak akan melukai mu asal kau mau menemani ku malam ini ."

__ADS_1


Cuih , Stella meludah


"Lebih baik aku mati dari pada harus memberikan tubuh ku ini pada mu ." ucap Stella sedikit mengeraskan rahang nya .


Pablo tidak terima dengan penghinaan yang di berikan oleh Stella , kini emosi Pablo memuncak , Pablo mendekat ke arah Stella , mencengkram kuat rahang Stella dan ....


Plakk


Satu tamparan mendarat di pipi Stella membuat tubuh nya terlempar kembali ke atas ranjang dengan posisi telungkup . Darah segar mulai menetes di ujung bibir nya , Stella hanya tersenyum miris menyentuh darah di sudut bibir nya .


"Kau ingin mati bukan ? Tidak semudah itu kau mati ." ucap Pablo seraya menyuntikan cairan bening pada tangan Stella .


Arhhh , Stella meringis saat jarum suntikan itu mulai menusuk tangan nya .


"Aku tidak akan memaksa mu , tapi kau sendiri yang akan memberikan tubuh mu itu pada ku hahaha ...." Pablo tergelak


Apa yang baru saja Pablo suntikan ? Apakah obat perangsang ? Ah , tidak kenapa tubuh ku panas sekali , batin Stella .


Obat yang Pablo berikan mulai bereaksi , hawa panas yang di rasakan Stella pada tubuh nya , keringat mulai bercucuran , ingin sekali Stella membuka semua pakaian nya saat ini juga , hawa panas di tubuh nya benar - benar membuat nya gila .


Dan gejolak apa ini ? Stella merasakan hal yang lain pada tubuh nya .


Apa yang sebenar nya yang dia berikan , kenapa tubuh ku terasa panas sekali , tidak - tidak , aku tidak mungkin membuka pakaian ku , aku harus tenang . Akhh .... panas sekali , air aku butuh air , Stella terus bergulat dalam hati nya sambil meraba - raba tubuh nya .


"Kenapa sayang ? Apa yang kau rasakan aku bisa membantu mu sayang "


"Tidak , menjauh dari ku ." teriak Stella ketika Pablo menyentuh wajah nya .


Stella pikir dengan melepaskan blazer nya rasa panas di tubuh nya mulai menghilang namun rasa panas itu semakin membara , Stella juga merasakan hal yang lain di tubuh nya , apa itu Stella juga tidak tahu apa yang di inginkan tubuh nya saat ini .


"Kau hanya butuh sentuhan sayang , aku akan membantu mu menyalurkan hasrat mu ." Pablo mendekat mengelus nya dengan lembut wajah Stella, tangan nya menjalar mulai membuka ikatan tali di kemeja nya , Stella mulai menangis , tak sudi tubuh nya di sentuh pria di depan nya namun apa daya Stella tidak kuat lagi melawan , Stella hanya berharap ada orang yang datang menyelamatkan nya .


Apa ini akhir dari kehidupan ku , apa malam ini aku akan kehilangan hal yang berharga dalam hidup ku , tidak aku tidak mau


Brukk


Suara bantingan keras terdengar seseorang telah mendobrak pintu kamar itu , Stella mau pun Pablo terkejut di lihat nya dari ambang pintu seorang pria yang berdiri tegak , tatapan nya penuh dengan amarah , pria itu mengepalkan tangan nya , wajah nya penuh lebam tidak ia pedulikan , pria itu berjalan ke arah Pablo dan ...


Bugh ...


Brukk ....


Satu pukulan mendarat di wajah Pablo membuat nya tersungkur ke bawah lantai


Bugh ... Bugh ... Bugh ...


Pukulan demi pukulan yang di layangkan pada wajah Pablo , dan tendangan demi tendangan yang di tendangkan pada perut nya , ketika amarah sudah memuncak tidak ada lagi ketakutan dalam diri seseorang .


Stella hanya diam mematung , melihat dua orang di depan nya yang saling berbaku hantam , terutama Joy yang tidak memberikan kesempatan Pablo untuk melawan nya .

__ADS_1


Hiks ... Hiks ...


Stella terus menangis , entah harus bahagia atau tidak , Stella kembali melihat Joy ada di depan mata nya , Joy selamat , Joy masih hidup , namun Stella tak berdaya tubuh nya kembali terasa panas apa yang harus ia lakukan .


Joy terus memberikan hantaman keras untuk Pablo , Pablo tidak berkutik sama sekali karena Joy tidak memberi kesempatan pada Pablo untuk menyerang nya , tubuh Pablo terkulai lemah , darah segar mulai bercucuran di sekujur wajah nya .


Setelah melihat keadaan Pablo yang mulai melemah dan tak sadarkan diri , kini tatapan Joy tertuju pada Stella , Joy melihat Stella sedang menangis dan cukup terkejut melihat Stella yang ingin membuka kemeja nya .


"Stella apa yang kau lakukan ." Joy menahan tangan Stella yang ingin membuka ikatan tali kemeja nya .


"Joy , panas badan ku terasa panas ."


"Apa dia memberikan mu obat perangsang ."


"Panas , panas , panas ." lirih Stella yang terus mencoba untuk membuka kemeja nya namun di tahan oleh Joy yang terus menggenggam erat tangan Stella


"Hentikan Stella"


"Bagaimana ini ." Joy terus berpikir apa yang harus dia lakukan untuk membantu Stella . Joy mencari sesuatu yang mungkin bisa membantu Stella , air yah hanya air yang bisa membantu Stella tapi di ruangan ini tidak ada air atau pun kamar mandi , namun Joy melihat di bawah sana ada sebuah kolam renang namun bagaimana cara Joy membawa Stella ke bawah sana butuh waktu lama , karena mereka berada di lantai paling atas di gedung ini .


"Stella ." Stella sudah tidak bisa mengendalikan diri nya , walau pun Joy terus berusaha menahan nya .


"Joy , tubuh ku terasa aneh ." lirih Stella , Joy terus menggenggam tangan Stella erat , sambil berpikir bagaimana cara membantu nya , seperti nya obat yang di berikan Pablo dosis nya sangat tinggi .


"Tidak ada cara lain ." gumam Joy sambil menatap lekat wajah Stella


"Stella maaf kan aku , namun aku harus melakukan ini untuk mu , hanya sebentar saja ." ucap Joy lirih .


Joy menghela nafas nya panjang , dengan ragu Joy menangkup wajah Stella erat , Stella hanya menatap Joy dengan tatapan sayu .


"Apa yang kau lakukan Joy ." lirih Stella


"Stella , maaf kan aku ."


Cup ,


Joy mendaratkan bibir nya pada bibir Stella , berharap itu akan sedikit membantu menghilangkan rasa panas di tubuh nya , awal nya Stella sangat terkejut ketika Joy menautkan bibir nya , namun karena pengaruh obat itu Stella membalas tautan bibir nya membuat Joy terpaku , namun Joy harus membantu nya dengan lembut Joy dan Stella saling menautkan bibir kedua nya , perlahan lidah kedua nya saling membelit , lama - lama ciuman itu membuat keduanya terbuai , Joy semakin masuk lebih dalam lagi , dengan lembut tangan Joy menyentuh tengkuk leher Stella agar mendekat ke arah nya , begitu pun Stella tangan nya memeluk erat tubuh Joy .


Tanpa mereka sadari ada Sharon yang diam mematung di ambang pintu , melihat Joy yang dengan lembut nya menautkan bibir nya dengan bibir Stella.


...****************...


Putra - putri mahkota sedang ikut lomba nih , mohon dukungan nya dengan cara like dan vote nya 🙏🙏🙏,


Komentar juga jangan lupa biar thor semangat terus 💪💪💪 .


Jangan lupa tekan favorit juga 😊🙏


Bagi hadiah nya juga ya 😊😊.

__ADS_1


Salam auhtor


❤❤❤


__ADS_2