
Joy mengambil kunci mobil masa kecil nya , hadiah ulang tahun pemberian papi nya . Karena mobil Anna dan Joy mengalami kerusakan saat kejadian tadi siang membuat mobil mereka harus di servis terlebih dulu.
Joy tertegun sesaat memandangi mobil di depan nya , sebuah mobil Jeep berwarna hitam sekilas terlihat seperti mobil penjahat , namun mobil ini sangat keren . Tanpa menunggu lama Joy langsung masuk ke dalam mobil duduk di bagian kemudi , Joy jadi teringat saat pertama diri nya menaiki mobil ini , membuat heboh seisi rumah .
Come on baby , kita akan jalan - jalan malam ini , lets go ..
Kaki Joy menginjak pedal gas , tangan nya mulai memutar bundaran stir di depan nya , perlahan mobil pun melaju keluar dari garasi . Terlihat Anna sudah menunggu di depan teras , Joy menghentikan mobil nya di depan Anna .
Come on , ucap Joy kemudian
Anna tersenyum , dengan langkah pelan Anna naik ke atas mobil
Brukk , pintu pun di tutup.
"Terakhir ku menaiki mobil ini , kau hampir membuat ku mati Joy ."
Haha.. Joy tergelak mendengar ucapan Anna .
"Itu dulu , sekarang aku sudah ahli dalam menyetir , aku akan membawa mu ke tempat tujuan mu dengan selamat ." timpal Joy yang terkekeh .
"Seandainya Jolie ada disini ." ucap Anna dengan raut wajah sedih , merindukan adik nya Jolie yang jauh disana .
"Dia sekarang sudah menjadi bintang besar , dia tidak pernah ingat kita lagi ." timpal Joy
"Benar , Jolie kita bukanlah Jolie yang dulu , rasa nya tidak lengkap kalau tidak ada dia , karena dia yang paling manja di antara kita ."
"Kita bicarakan lagi nanti tentang Jolie , sekarang kita jalan ."
Tunggu...Brukk..
Joy dan Anna terkejut , ketika pintu belakang tertutup dengan keras , terlihat Kanza , Kenzie , dan Kenzo duduk di Jok belakang .
"Kalian ikut ?" tanya Anna yang masih terkejut .
"Tentu , kami akan ikut ." jawab kanza cepat .
Anna hanya memutar bola mata nya malas , sedangkan Joy hanya menaikan bahu nya . Joy pun langsung melajukan mobil nya kembali meninggalkan pekarangan rumah yang luas , mewah , dan megah .
Kau mau kemana ? " tanya Joy dengan pandangan fokus ke depan.
Ancol , jawab Anna singkat
Joy mengerutkan dahi nya , menatap Anna intens , "Ancol ? ngapain ke sana , mau main di pantai ?"
"Jalan kan saja mobil nya , jangan banyak bicara ." timpal Anna jutek .
"Memang nya kau akan menemui siapa ? di pantai ?" Joy terus bertanya .
"Bukan di pantai tapi di jembatan Dermaga Cinta."
Ckittt.. Dugh..
Karena terkejut dengan tempat tujuan Anna , refleks Joy menginjak rem nya begitu saja .
Kak , joy .. bisa kah pelan - pelan
Joy .. kau mau kita semua mati
Anna dan Kanza begitu terkejut saat Joy me-rem mobil nya tiba - tiba .
__ADS_1
"Maaf, aku tidak sengaja ." Joy kembali melajukan mobil nya pelan .
"Dermaga cinta ? setahu ku itu tempat romantis yang sering di kunjungi banyak anak - anak muda ."
"Tentu ." sahut Kanza dari belakang ." Tempat itu sangat indah , cocok untuk pergi berkencan , aku tidak menyangka kekasih kakak sangat romantis juga ." lanjut Kanza terus mengoceh .
"Dia bukan kekasih ku , tapi teman !"
"Teman apa teman ." goda Kanza
"Kanza .."
"Baiklah aku diam ." ucap Kanza setelah mendapat tatapan tajam dari sang kakak . Kanza memang sedikit cerewet , beda dengan kedua saudara kembar nya Kenzo dan Kenzie yang hanya diam dan fokus pada ponsel nya .
Tak terasa , mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di Le Bridge Ancol ,pertama yang di lihat saat sampai adalah pemandangan yang begitu indah.Terlihat indah bahari pantai pada malam hari , lampu berkelap - kelip menerangi sepanjang pantai , desiran ombak terdengar di tambah dengan hembusan angin malam yang menyejukan.
Hmmm.... fuhhh..
Kelima bersaudara pun turun dari mobil , menghela nafas panjang dengan mata tertutup merasakan hembusan angin malam yang menerpa, desiran ombak sesekali terdengar .
"Aku , akan pergi kalian pulang saja ." titah Anna pada saudara nya .
"Tidak , aku sudah berjanji pada Papi akan menunggu mu ." timpal Joy .
"Baiklah terserah kau saja , aku akan pergi ke sana ." tunjuk Anna pada sebuah bahari pantai yang berbentuk jembatan melengkung di tengah laut , tempat itu di kenal dengan nama Jembatan Dermaga Cinta .
"Kau jangan mengikuti ku ." ancam Anna pada Joy lalu melangkah pergi menuju tempat yang di tuju .
Joy bingung harus melakukan apa di tempat ini , hampir semua yang ada di sini adalah dua sejoli alias sepasang kekasih , muda mudi yang sedang berkencan bahkan usia nya lebih muda dari nya .
"Aku ingin mengambil beberapa foto , Kenzie tolong ambil beberapa foto ku ya ? " Kanza sudah siap bergaya dengan sangat centil , miring kanan miring kiri , senyum sana senyum sini , bergaya bak seorang model , Kenzie hanya menurut saja melakukan apa yang di suruh adik nya itu .l
Sedangkan Kenzo , dia orang nya memang pendiam dan paling anti dengan tempat - tempat ramai , akhir nya Kenzo memutuskan untuk kembali ke mobil .
"Mau kemana ?" tanya Joy
"Ke mobil ." jawab Kenzo datar dan berlalu pergi
"Aku ngapain ? kembali ke mobil juga deh ." karena bingung harus melakukan apa Joy pun memilih menunggu di dalam mobil bersama Kenzo .
****
Anna berjalan menyusuri bahari kecil jembatan kayu yang berbentuk melengkung menuju arah pendopo yang mengapung megah di tengah laut .
Malam ini tidak begitu ramai pengunjung yang berjalan di jembatan kayu yang di kenal dengan nama Dermaga Cinta itu, Anna berdiri di pinggir pagar yang terbuat dari kayu sebagai sandaran, tatapan nya lurus ke depan memandang laut yang begitu luas. Semakin malam angin semakin terasa berhembus , hembusan angin pun menerpa wajah nya .
Tak peduli dengan hembusan angin yang membuat tubuh nya dingin , Anna tersenyum bahagia , sudah tak sabar ingin bertemu teman kecil nya .
Anna terus memandangi bola kristal yang sudah retak , namun masih terlihat indah ia junjung tinggi ke atas dengan kedua tangan nya , membiarkan bola kristal itu berada di udara sejenak .
Tap..tap..tap..
__ADS_1
Terdengar suara langkah seseorang dari belakang , Anna tersenyum dia yakin itu adalah Kemi teman kecil nya , dengan raut wajah bahagia Anna langsung membalikan tubuh nya , namun senyum nya sirna ketika melihat siapa yang ada di hadapan nya .
"Tuan , anda di sini juga ?" ucap nya demikian saat melihat Akihiro di depan nya .
"Apa kau baik - baik saja ? kau juga terluka sama seperti ku , apa yang kau lakukan di sini Tuan ?" tanya Anna kembali.
"Menemui seseorang ." ucap Akihiro cepat , tanpa ekspresi dan terus menatap Anna di depan nya .
"Kau .." belum sempat bertanya Anna sudah menyanggah nya seolah tahu apa yang akan di tanyakan Akihiro .
"Aku menunggu teman ku ." jawab nya cepat .
"Apa itu ?" tanya Akihiro yang melihat bola kristal di tangan Anna .
"Ini adalah hadiah dari teman ku , kami berteman saat kecil , namun kami tidak pernah bertemu setelah dewasa , hari ini lah pertama kali kami bertemu ."
Akihiro terus menatap bola kristal itu , tangan nya mengusap lembut bola kristal itu menatap nya lekat , Akihiro menatap goresan kecil pada bola kristal , dia ingat betul seperti apa hadiah yang di beli kan nya waktu itu untuk Jo ,
Aku pernah melihat nya , ucap nya demikian .
"Kau pasti melihat nya di Nakamise iya kan ? karena teman ku bilang dia membeli nya di Nakamise , kamu pasti tahu karena kamu dari jepang ." Akihiro hanya diam lalu menatap wajah Anna yang tersenyum .
"Ini pecah ?"
"Ah..ini , waktu itu bola kristal nya jatuh karena ulah adik ku , jadi pecah deh, tapi .. aku berhasil menyatukan kembali pecahan kaca nya , walau pun tak sebagus asli nya yang penting bola kristal ini kembali utuh ." jelas Anna .
"Oh iya , aku akan pergi aku akan mencari teman ku di tempat lain ." Anna membalikan tubuh nya berjalan membelakangi Akihiro namun langkah nya terhenti .
Jo..
Langkah Anna terhenti ketika seseorang memanggil nama nya Jo , Anna tertegun sejenak lalu membalikan tubuh nya menghadap Akihiro yang masih berdiri di tempat nya .
Kau barusan panggil aku apa ?
Jo..
Deg,
Jo.. hanya satu orang yang memanggil nya Jo , dia adalah sahabat kecil nya Kemi , tapi sekarang ada orang lain yang memanggil nya dengan nama yang sama ' Jo '
Dari mana kau tahu , nama ku ? tanya Anna dengan tatapan yang sulit di artikan .
Akihiro tidak menjawab bibir nya masih diam membeku , namun tangan kanan nya mengangkat ke atas dengan perlahan , Akihiro menjulurkan tangan nya ke arah Anna , jari - jemari yang dia kepalkan perlahan di buka nya .
Dari mulai ibu jari , jari telunjuk nya , jari tengah , jari manis sampai jari kelingking nya di buka nya perlahan sampai akhir nya terbuka sempurna , memperlihatkan telapak tangan nya yang putih dan terdapat sebuah gelang kecil di atas nya .
Bola mata Anna membulat sempurna , mulut nya seakan terkunci , tenggorokan nya seakan kering , membuat nya sulit untuk bicara .
Deg,
Jantung nya mulai berdetak tak karuan , entah apa yang dia rasakan saat ini , gelang itu sangat dia ingat gelang yang pernah dia beli untuk sahabat kecil nya .
Bagaimana pria di depan nya memiliki gelang yang sama , dan apa katanya tadi ? Jo ..dia memanggil nya Jo , apa jangan - jangan dia ..
Kemi,
__ADS_1
Kau .. Kemi