
"Joy ." tangan Susan menggenggam tangan Joy seraya menatap nya sendu .
"Tante punya satu permintaan tante harap kamu bisa mewujudkan nya ."
"Apa ? Selama aku bisa aku akan melakukan nya ." jawab Joy lembut .
"Jika Tante dan Om pergi , Tante ingin kamu menjaga Stella .",
" Tentu , aku akan selalu melindungi Stella ."
"Untuk selamanya ?"
"Hmm , selamanya "
"Hufffft "Susan menghela nafas panjang lalu berkata
Nikahi Stella
DEG,
POV JOY
Apa?? Apa yang baru saja tante Susan katakan !! Dia meminta ku untuk menikahi Stella. Apa ini ? Apa aku tidak salah dengar . Aku harus menjawab apa , aku memang selalu melindungi dan menjaga Stella , tapi .... Apa harus dengan menikah ?? Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan.
Aku belum siap untuk itu , aku tidak bisa menikahi Stella , bagaimana aku bisa menikahi Stella sedangkan aku juga tidak tahu perasaan ku sendiri . Aku hanya menganggap Stella teman , hanya teman.
Aku tidak bisa melakukan nya ini begitu cepat.
"Maaf tante , aku belum bisa menjawab nya sekarang ."
Hanya itu yang bisa aku katakan , aku benar - benar bimbang , aku bingung harus menjawab apa ? Kalau aku menolak aku takut akan mengecewakan tante Susan . Bila aku terima , aku masih belum yakin dengan perasaan ku sendiri .
__ADS_1
Pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang sakral , untuk mengikatnya harus di dasari dengan cinta bukan keterpaksaan , aku takut jika aku tidak bisa membahagiakan Stella karena aku juga belum tahu dengan perasaan ku sendiri. Aku tidak ingin menikahi Stella hanya karena kasihan , karena itu tidak akan membuat nya bahagia .
Di sisi lain jujur aku sangat kecewa dengan ucapan tante Susan , bukan kecewa karena dia meminta ku untuk menikahi Stella , tapi dengan ucapan nya yang menurut ku tidak ada rasa kasihani atau sayang pada putri nya sendiri . Semudah itu dia meminta orang lain untuk menjaga dan melindungi putri nya , itu sama saja dia ingin melepaskan putri nya agar tidak membebani nya . Dimana hati nurani seorang ibu ? Pantaskah dia di panggil ibu . Sekarang aku tahu , sekarang aku mengerti di mata mereka keluarga tidak lah penting , bahkan di saat seperti ini dia tidak peduli dengan putri nya , dia tidak mengerti dan tidak tahu apa yang di inginkan Stella .
Stella hanya ingin perhatian dari kalian , Stella hanya ingin kalian peduli dengan nya . Apa belum cukup penderitaan Stella selama ini , walau pun tanpa kasih sayang dari kalian , Stella selalu memikirkan kalian , Stella selalu menunggu , dan berharap kalian akan datang menjemput nya tapi apa ? Apa yang kalian berikan , hanya kekecewaan .
Aku masih ingat saat malam itu ulang tahun nya yang ke 16 , dia duduk sendirian di ruangan yang besar , di depan nya ada meja yang panjang , di hadapan nya ada sebuah cake yang sederhana dengan satu lilin yang menyala di atas nya . Tangan nya bersedekap di atas meja , ekor mata nya tak henti - henti nya terus melihat ponsel di samping nya , entah apa yang dia tunggu padahal ini sudah sangat larut malam , jam menunjukan pukul 00.00 WIB . Sudah jam 12 malam saat nya meniup lilin tapi Stella masih membiarkan lilin itu menyala , aku saja sangat bosan dan kesal melihat nya .
"Stella , apa yang kau tunggu ? Cepat tiup lilin nya ini sudah lewat jam 12 malam ."
"Sebentar Joy "
"Apa yang kau tunggu , ya sudah aku tiup saja ."
"Berhenti , Aku menunggu Mommy ku mengucapkan nya , sebentar lagi Mommy ku pasti menghubungi ku kau tunggu sebentar saja." selalu dan selalu itu yang membuat nya menunggu .Tapi aku tidak yakin mereka akan menghubungi nya , paling esok atau sehari setelah nya baru lah mereka memberi ucapan selamat pada nya , itu bukan lagu lama hampir setiap tahun mereka selalu melakukan itu .
"Sampai kapan ? Kalau kau tidak meniup lilin nya lebih baik aku pulang saja ." saat aku ingin melangkah tangan Stella mencekal tangan ku , dia menatap ku sendu aku jadi tidak tega meninggalkan nya.
"Kau , ingin ulang tahun mu ramai kan ? tunggu sebentar aku punya kejutan untuk mu , tapi janji setelah aku memberikan kejutan kau tiup lilin ini ."
"Baiklah , aku janji . Sekarang mana kejutan nya ?"
"Tutup mata mu dulu ." titah ku , Stella pun menutup kedua mata dengan telapak tangan nya , setelah beberapa detik aku menyuruh nya kembali membuka mata dalam hitungan ke tiga
1 2 3
Happy .... Birthay ....
Towet , towet , towet ,
Seketika suasana pun menjadi riuh , suara terompet terdengar meriah , Anna , Jolie , triple Rey mereka semua aku undang untuk memeriahkan ulang tahun nya , kami semua menginap di rumah Stella malam itu , Stella terlihat begitu bahagia karena ku lihat senyuman di ujung bibir nya , aku sangat senang melihat senyuman nya dan berharap akan tetap seperti itu .
__ADS_1
"Sekarang tiup lilin mu " titah ku , Stella pun mengangguk dan meniup lilin nya dengan penuh bahagia .
"Happy birthay " ucap ku pada nya , Stella terlihat bahagia , mungkin karena terlalu bahagia dia sampai memeluk ku tapi aku tidak terkejut , karena aku sudah sering mendapat pelukan seperti ini dari nya aku pun membalas pelukan itu dengan hangat .
Mereka tidak tahu apa yang di inginkan Stella, mereka tidak mengerti perasaan putri nya sendiri .
"Joy , Joy ." aku tersadar dari lamunan ku ,tanpa di minta bulir , bulir air mata mengalir di pipi ku . Entah kenapa mengingat semua itu aku merasa sedih . Aku janji akan mengembalikan kebahagiaan mu Stella , apa yang kamu inginkan akan kamu dapatkan , itu janji ku .
"Maaf tante , aku melamun ."
"Apa karena pertanyaan tante ? Tante tidak akan memaksa mu , tante hanya ingin kebahagiaan untuk Stella dan tante yakin kau lah kebahagiaan nya ." Susan mengusap lembut bahu Joy .
"Kalau aku dan Stella berjodoh tanpa di minta kami akan menikah , untuk sekarang biarkan Stella sembuh dulu , kita fokus pada kesehatan nya dulu . Tante Om , yang di butuhkan Stella adalah kalian Stella membutuhkan kalian sekarang untuk berada di samping nya ."
"Aku dan Stella sudah bersama sejak kecil , kami berbagi cerita , kebahagiaan , dan perhatian. Sekarang berikanlah waktu kalian untuk nya, biarkan Stella merasakan kebersamaan bersama kalian Mommy dan Daddy nya , kebersamaan yang tertunda selama bertahun - tahun . Bukankah tante bilang tante sangat menyesal karena tidak pernah mempedulikan nya ? Sekarang saat nya untuk menebus semua itu ."
Susan dan Lucifer hanya terpaku mendengar penuturan kata dari Joy , semua yang di katakan Joy memang benar , selama ini mereka tidak pernah ada waktu untuk Stella .
"Tante , Om ." seruan Joy membuyarkan lamunan kedua nya .
"Aku pamit , aku harus pergi ke kantor , kalau ada apa - apa dengan Stella hubungi aku , besok aku akan kembali untuk menjemput kalian untuk membawa Stella ke psikiater ." ucap Joy yang bangun dari duduk nya , lalu melangkah pergi meninggalkan apartemen Stella.
Kini hanya ada Susan dan Lucifer yang saling menatap entah apa yang mereka pikirkan .
"Perkataan Joy memang benar , kita harus menemani Stella sampai sembuh. Batalkan tiket keberangkatan kita besok ." Ujar Susan .
"Bagaimana mungkin , aku harus menghadiri meeting penting lusa , ada pertemuan dengan klien kita dari jerman , kamu tahu kan sayang sulit bagi kita untuk bertemu dengan klien kita ini setelah ada kesempatan kita membatalkan begitu saja ." Lucifer seperti nya tidak setuju dengan perkataan istri nya .
"Stella kan ada Joy ,dia pasti bisa menjaga nya ." lanjut lucifer
"Sampai kapan Mas ? Apa kamu tidak ingin bersama putri mu sebentar saja , Stella anak kita dia membutuhkan kita , aku tidak ingin menyesal seumur hidup ku karena tidak pernah meluangkan waktu untuk nya . Sudahlah untuk beberapa hari kau percayakan perusahaan pada asisten mu dia pasti bisa menghandle semua nya ." setelah berbicara panjang lebar Susan pun melangkah ke kamar Stella meninggalkan suami nya yang merasa kecewa dengan keputusan nya .
__ADS_1