
Di sebuah taman Stella dan Joy sedang duduk si sebuah kursi. Setelah berlari dan saling mengejar membuat mereka lelah , dari dulu Stella dan Joy selalu saja bercanda , dan setiap kali bercanda Joy selalu saja berlari dari Stella .
Di saat kedua nya sedang bersandar untuk menghilangkan penat tiba - tiba Joy mendapat telepon , Joy langsung mengangkat sambungan telepon nya itu
"Halo pak ." ucap Joy pada sambungan telepon .
"Pak Joy , penyelidikan kita di ketahui , dan sekarang kamu dalam bahaya , saya ingin mengingatkan berhati - hati lah , pria itu bisa menyerang anda kapan saja , tapi anda jangan khawatir kami pihak kepolisian akan mengutus tim kami untuk melindungi mu , untuk sekarang anda harus berhati - hati lah ." mimik wajah Joy yang tadi nya tenang kini berubah jadi tegang . Pekerjaan nya ini memang sangat beresiko dan Joy tahu akan hal itu karena orang yang di selidiki nya saat ini bukan lah orang sembarangan dia adalah seorang mafia , seorang bandar narkoba terbesar di dunia , dengan jabatan nya sebagai mafia narkoba pengikut nya , anak buah nya tidak lah sedikit dia pasti mempunyai orang - orang kepercayaan nya di berbagai negara , termasuk indonesia dan membuat diri nya mudah untuk menyerang orang yang berani mengusik hidup nya .
"Joy ada apa ? siapa yang telepon ?" Stella yang melihat perubahan raut wajah Joy pun bertanya namun Joy tetap diam .
Joy, panggil Stella lagi
"Stella ayo kita pergi ." Joy menarik tangan Stella untuk beranjak dari kursi dan pergi dari taman.
"Joy sebentar lagi kenapa buru - buru ." belum sempat Joy menjawab , dan langkah mereka baru saja beberapa langkah tiba - tiba
Door
Ahh
Stella ,
Suara tembakan terdengar membuat Stella terkejut , terlihat beberapa pria yang bertumbuh tegak dan kekar , dengan pakaian serba hitam ,berada di belakang mereka , dengan senjata api yang di pegang nya .
Door.. Door..Door..
Segerombolan pria itu kembali menembakan senjata api nya , yang mengarah ke pada Joy dan Stella , seolah - olah mereka sedang menyerang musuh nya .
Dengan sigap Joy langsung menarik tangan Stella , untuk berlari dari sana tanpa memperdulikan suara tembakan dari belakang nya . Stella yang ketakutan hanya menutup mata dan juga telinga nya suara itu benar - benar membuat nya takut seumur hidup nya baru kali ini Stella mendengar suara itu secara nyata , yang biasa nya selalu dia dengar dari menonton film atau pun berita tentang ******* , namun sekarang dia mengalami nya sendiri .
"Joy .. siapa mereka kenapa menyerang kita ." teriak Stella , namun Joy tidak berkata sepatah kata pun , Joy terus berlari dan tak pernah melepaskan genggaman nya pada Stella ,
Door.. Door.. Door..
Joy dan Stella langsung masuk ke dalam mobil nya , dengan cepat Joy memacu mobil nya dengan cepat bagaikan seorang pembalap , menyingkirkan beberapa mobil di depan nya , mata Joy tetap fokus menatap lurus ke depan , kedua tangan nya terus memutar bundaran stir di depan nya , Stella yang ketakutan hanya berpegangan sekuat tenaga , karena Joy memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi sampai 80 km / jam .
__ADS_1
Di arah belakang dua mobil hitam sedang mengejar nya , tatapan nya fokus pada satu mobil yang d pacu kan Joy . Sesekali mereka mengarahkan kembali senjata api nya mencoba mengenai mobil milik Joy namun gagal , tembakan nya tak pernah mengenai sasaran .
Damn it
Ucap orang itu yang kesal karena tembakan nya meleset .
Chase him , fast..fast..fast..
Pria itu menyuruh teman nya untuk lebih cepat lagi memacukan mobil nya , untuk mengejar mobil di depannya .
Damn it
Pria itu mengerang ketika sasaran nya sangat jauh , dan ada sebuah mobil yang menghalangi jalan nya ,
Tid..tid..tid..
Si teman di samping nya terus membunyikan klakson agar mobil itu menyingkir dari hadapan nya , sial nya mobil itu tetap tidak menyingkir , membuat pria itu kesal dan tidak bisa lagi menunggu , di luar dugaan
Door,
Pria itu mengarahkan senjata api nya mengenai mobil itu , membuat mobil itu hilang keseimbangan dan
Terjadilah ledakan hebat di tengah jalan raya , mobil itu berguling , dan hancur juga terbakar . Tanpa rasa bersalah pria itu melewati mobil itu begitu saja , dan kembali mengejar mobil yang menjadi sasaran nya.
"Joy , sebenar nya apa masalah mu dengan mereka , kenapa mereka terus mengikuti kita ? apa ini ada hubungan nya dengan polisi kemarin yang datang ke kantor mu ?"
"Nanti aku ceritakan Stella ." ucap Joy yang terus fokus menatap jalanan d depan nya .
"Ya..tuhan Joy , apa yang telah kau lakukan ."
Ckitttt...dugh..
Joy menghentikan mobil nya di depan sebuah Mall , terlihat keramaian di dalam sana , Joy pun menyuruh Stella untuk turun , begitu juga dengan nya .
"Joy , apa kau sudah gila kita akan masuk ke dalam Mall ?"
__ADS_1
"Kita harus sembunyi Stella , ayo cepat turun lah ."
"Joy , di sana banyak orang bagaimana kalau mereka membuat keributan di dalam sana , mereka pasti mengejar kita."
"Mereka tidak akan berani membuat kegaduhan di tempat ini , percayalah ayo ." Stella dan Joy pun turun dari mobil berlari memasuki Mall yang sangat ramai pengunjung . Dan benar apa kata Joy para pria bersenjata itu tidak mengejar nya sampai ke dalam Mall, mereka hanya berhenti sejenak setelah itu kembali pergi dari sana .
Mungkin hari ini Joy bisa selamat , namun tidak untuk hari esok atau lusa karena para pria itu bisa saja kembali untuk menyerang nya .
Joy benar - benar merasa lega karena orang itu sudah pergi , namun Joy tetap harus hati - hati .
"Apa mereka sudah pergi ?" tanya Stella
"Hm." jawab Joy singkat .
Stella dan Joy bersembunyi di balik pilar , sekarang mereka berdua bisa bernafas lega , menyandarkan tubuh nya pada dinding tembok , deruan nafas yang terengah - engah terdengar , detak jantung yang begitu cepat , tanpa mereka sadari kedua tangan nya saling menggenggam satu sama lain .
"Stella sebaik nya kita diam di sini sebentar , aku akan menghubungi seseorang untuk menjemput kita ." ucap Joy yang langsung mengambil ponsel nya namun tangan nya terhenti , ketika mendapatkan tangan nya menggenggam tangan Stella erat , Stella yang baru menyadari nya pun langsung melepaskan tangan nya .
*****
Di sebuah tempat , tepat nya di sebuah mansion mewah , mendominasi warna gelap , seorang pria duduk membelakangi menghadap kaca , sembari menggenggam segelas wine di tangan nya , pria itu terlihat tenang dan santai .
Tak berapa lama ada seorang pria yang bertubuh kekar , berjalan ke arah nya lalu berbisik membuat pria itu tersenyum devil . Lalu melempar gelas di tangan nya
prangg..
Suara itu memecah keheningan , wajah nya yang tenang berubah menjadi tegang , di penuhi amarah , sorot mata nya begitu tajam sangat menakutkan .
"Dia sudah mengusik kehidupan ku , aku tidak akan biarkan dia lolos dari ku , aku akan hancurkan orang itu sampai hancur seperti gelas ini, kejar dia sampai dapat bila perlu bunuh dia ." ucap pria itu .
"Bos , ada kabar penting lagi , pemuda yang selama ini anda cari dia juga berada di negara yang sama saat ini ," ucap pria yang berdiri di belakang nya .
"Oh god, apa ini kebetulan atau memang keberuntungan ku ! satu panah dua sasaran , perintahkan mereka untuk menyerang nya juga , cari dia sampai dapat ."
"Baik Bos ." pria yang di belakang nya pun pergi meninggalkan BOS nya .
__ADS_1
"Akihiro kau tidak akan lolos lagi dari ku , kali ini aku akan mendapatkan mu ." ucap pria itu tersenyum devil .
Ha..haha..haha..