Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Satu Panah Dua Sasaran


__ADS_3

Di sebuah taman Stella dan Joy sedang duduk si sebuah kursi. Setelah berlari dan saling mengejar membuat mereka lelah , dari dulu Stella dan Joy selalu saja bercanda , dan setiap kali bercanda Joy selalu saja berlari dari Stella .


Di saat kedua nya sedang bersandar untuk menghilangkan penat tiba - tiba Joy mendapat telepon , Joy langsung mengangkat sambungan telepon nya itu


"Halo pak ." ucap Joy pada sambungan telepon .


"Pak Joy , penyelidikan kita di ketahui , dan sekarang kamu dalam bahaya , saya ingin mengingatkan berhati - hati lah , pria itu bisa menyerang anda kapan saja , tapi anda jangan khawatir kami pihak kepolisian akan mengutus tim kami untuk melindungi mu , untuk sekarang anda harus berhati - hati lah ." mimik wajah Joy yang tadi nya tenang kini berubah jadi tegang . Pekerjaan nya ini memang sangat beresiko dan Joy tahu akan hal itu karena orang yang di selidiki nya saat ini bukan lah orang sembarangan dia adalah seorang mafia , seorang bandar narkoba terbesar di dunia , dengan jabatan nya sebagai mafia narkoba pengikut nya , anak buah nya tidak lah sedikit dia pasti mempunyai orang - orang kepercayaan nya di berbagai negara , termasuk indonesia dan membuat diri nya mudah untuk menyerang orang yang berani mengusik hidup nya .


"Joy ada apa ? siapa yang telepon ?" Stella yang melihat perubahan raut wajah Joy pun bertanya namun Joy tetap diam .


Joy, panggil Stella lagi


"Stella ayo kita pergi ." Joy menarik tangan Stella untuk beranjak dari kursi dan pergi dari taman.


"Joy sebentar lagi kenapa buru - buru ." belum sempat Joy menjawab , dan langkah mereka baru saja beberapa langkah tiba - tiba


Door


Ahh


Stella ,


Suara tembakan terdengar membuat Stella terkejut , terlihat beberapa pria yang bertumbuh tegak dan kekar , dengan pakaian serba hitam ,berada di belakang mereka , dengan senjata api yang di pegang nya .


Door.. Door..Door..


Segerombolan pria itu kembali menembakan senjata api nya , yang mengarah ke pada Joy dan Stella , seolah - olah mereka sedang menyerang musuh nya .


Dengan sigap Joy langsung menarik tangan Stella , untuk berlari dari sana tanpa memperdulikan suara tembakan dari belakang nya . Stella yang ketakutan hanya menutup mata dan juga telinga nya suara itu benar - benar membuat nya takut seumur hidup nya baru kali ini Stella mendengar suara itu secara nyata , yang biasa nya selalu dia dengar dari menonton film atau pun berita tentang ******* , namun sekarang dia mengalami nya sendiri .


"Joy .. siapa mereka kenapa menyerang kita ." teriak Stella , namun Joy tidak berkata sepatah kata pun , Joy terus berlari dan tak pernah melepaskan genggaman nya pada Stella ,


Door.. Door.. Door..


Joy dan Stella langsung masuk ke dalam mobil nya , dengan cepat Joy memacu mobil nya dengan cepat bagaikan seorang pembalap , menyingkirkan beberapa mobil di depan nya , mata Joy tetap fokus menatap lurus ke depan , kedua tangan nya terus memutar bundaran stir di depan nya , Stella yang ketakutan hanya berpegangan sekuat tenaga , karena Joy memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi sampai 80 km / jam .

__ADS_1


Di arah belakang dua mobil hitam sedang mengejar nya , tatapan nya fokus pada satu mobil yang d pacu kan Joy . Sesekali mereka mengarahkan kembali senjata api nya mencoba mengenai mobil milik Joy namun gagal , tembakan nya tak pernah mengenai sasaran .


Damn it


Ucap orang itu yang kesal karena tembakan nya meleset .


Chase him , fast..fast..fast..


Pria itu menyuruh teman nya untuk lebih cepat lagi memacukan mobil nya , untuk mengejar mobil di depannya .


Damn it


Pria itu mengerang ketika sasaran nya sangat jauh , dan ada sebuah mobil yang menghalangi jalan nya ,


Tid..tid..tid..


Si teman di samping nya terus membunyikan klakson agar mobil itu menyingkir dari hadapan nya , sial nya mobil itu tetap tidak menyingkir , membuat pria itu kesal dan tidak bisa lagi menunggu , di luar dugaan


Door,


Pria itu mengarahkan senjata api nya mengenai mobil itu , membuat mobil itu hilang keseimbangan dan


Terjadilah ledakan hebat di tengah jalan raya , mobil itu berguling , dan hancur juga terbakar . Tanpa rasa bersalah pria itu melewati mobil itu begitu saja , dan kembali mengejar mobil yang menjadi sasaran nya.


"Joy , sebenar nya apa masalah mu dengan mereka , kenapa mereka terus mengikuti kita ? apa ini ada hubungan nya dengan polisi kemarin yang datang ke kantor mu ?"


"Nanti aku ceritakan Stella ." ucap Joy yang terus fokus menatap jalanan d depan nya .


"Ya..tuhan Joy , apa yang telah kau lakukan ."


Ckitttt...dugh..


Joy menghentikan mobil nya di depan sebuah Mall , terlihat keramaian di dalam sana , Joy pun menyuruh Stella untuk turun , begitu juga dengan nya .


"Joy , apa kau sudah gila kita akan masuk ke dalam Mall ?"

__ADS_1


"Kita harus sembunyi Stella , ayo cepat turun lah ."


"Joy , di sana banyak orang bagaimana kalau mereka membuat keributan di dalam sana , mereka pasti mengejar kita."


"Mereka tidak akan berani membuat kegaduhan di tempat ini , percayalah ayo ." Stella dan Joy pun turun dari mobil berlari memasuki Mall yang sangat ramai pengunjung . Dan benar apa kata Joy para pria bersenjata itu tidak mengejar nya sampai ke dalam Mall, mereka hanya berhenti sejenak setelah itu kembali pergi dari sana .


Mungkin hari ini Joy bisa selamat , namun tidak untuk hari esok atau lusa karena para pria itu bisa saja kembali untuk menyerang nya .


Joy benar - benar merasa lega karena orang itu sudah pergi , namun Joy tetap harus hati - hati .


"Apa mereka sudah pergi ?" tanya Stella


"Hm." jawab Joy singkat .


Stella dan Joy bersembunyi di balik pilar , sekarang mereka berdua bisa bernafas lega , menyandarkan tubuh nya pada dinding tembok , deruan nafas yang terengah - engah terdengar , detak jantung yang begitu cepat , tanpa mereka sadari kedua tangan nya saling menggenggam satu sama lain .


"Stella sebaik nya kita diam di sini sebentar , aku akan menghubungi seseorang untuk menjemput kita ." ucap Joy yang langsung mengambil ponsel nya namun tangan nya terhenti , ketika mendapatkan tangan nya menggenggam tangan Stella erat , Stella yang baru menyadari nya pun langsung melepaskan tangan nya .


*****


Di sebuah tempat , tepat nya di sebuah mansion mewah , mendominasi warna gelap , seorang pria duduk membelakangi menghadap kaca , sembari menggenggam segelas wine di tangan nya , pria itu terlihat tenang dan santai .


Tak berapa lama ada seorang pria yang bertubuh kekar , berjalan ke arah nya lalu berbisik membuat pria itu tersenyum devil . Lalu melempar gelas di tangan nya


prangg..


Suara itu memecah keheningan , wajah nya yang tenang berubah menjadi tegang , di penuhi amarah , sorot mata nya begitu tajam sangat menakutkan .


"Dia sudah mengusik kehidupan ku , aku tidak akan biarkan dia lolos dari ku , aku akan hancurkan orang itu sampai hancur seperti gelas ini, kejar dia sampai dapat bila perlu bunuh dia ." ucap pria itu .


"Bos , ada kabar penting lagi , pemuda yang selama ini anda cari dia juga berada di negara yang sama saat ini ," ucap pria yang berdiri di belakang nya .


"Oh god, apa ini kebetulan atau memang keberuntungan ku ! satu panah dua sasaran , perintahkan mereka untuk menyerang nya juga , cari dia sampai dapat ."


"Baik Bos ." pria yang di belakang nya pun pergi meninggalkan BOS nya .

__ADS_1


"Akihiro kau tidak akan lolos lagi dari ku , kali ini aku akan mendapatkan mu ." ucap pria itu tersenyum devil .


Ha..haha..haha..


__ADS_2