Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Jejak


__ADS_3

Joy sudah sampai di resto samwon house , Joy memparkirkan mobil nya tepat di samping mobil Anna . Joy turun dari mobil melangkah menuju mobil Anna yang masih terparkir.


"Ini mobil Anna." ucap Joy demikian , lalu melangkah masuk ke dalam resto .


Mobil Anna masih berada di luar itu berarti Anna dan Stella pasti ada di dalam pikir nya , namun setelah sampai di dalam resto Joy tidak melihat Anna atau pun Stella . Joy bertanya kepada pelayan resto apakah mereka melihat Anna dan Stella .


"Permisi , apa anda melihat wanita ini di sini ?" tanya Joy seraya menunjukan foto Anna dan Stella .


"Iya , tadi saya melihat nya tapi sekarang sudah pergi ." ucap si pelayan


"Kapan mereka pergi ?"


"Sekitar satu jam yang lalu ." jawab si pelayan resto , lalu kembali melakukan pekerjaan nya .


Satu jam yang lalu , tapi mobil Anna ada disini kemana mereka , Joy terus bergulat dalam hati nya


Joy benar - benar tidak tenang , bagaimana bisa Anna pergi tanpa mobil nya , kemana mereka ?.Joy keluar dari dalam resto , Joy mencoba mencari Anna dan Stella di jalan sekitar , berkali - kali Joy terus menghubungi Anna dan Stella namun tidak ada jawaban . Hati Joy semakin tidak tenang , kemana lagi dia harus mencari Anna dan Stella, Joy terus berpikir sampai akhir nya Joy teringat untuk melacak lokasi GPS di ponsel Stella .


Joy berhasil menemukan titik keberadaan Stella dari GPS nya , Joy langsung berbalik menuju mobil nya lalu pergi meninggalkan resto menuju tempat dimana letak lokasi Stella berada . Dengan cepat Joy memacu mobil nya tak peduli mobil - mobil yang menghalangi jalan nya sampai akhir nya Joy berhenti di sebuah lorong jalanan yang sepi karena sudah lama tidak terpakai .Joy menghentikan mobil nya lalu turun


Brukk...


Suara hantaman pintu mobil terdengar sangat jelas karena tempat itu begitu sepi . Joy melangkah pelan ekor mata nya menyapu sekitar lorong yang sepi


Tap .... Tap .... Tap ....


Semakin dalam memasuki lorong , semakin terdengar langkah kaki Joy , jalanan itu benar - benar sepi , sekilas terlihat sangat angker , karena jalanan itu sudah lama di tutup dan tak terpakai lagi , tidak ada kendaraan apa pun yang melintas .


Anna .... Stella ....


Dimana kalian ....


Suara Joy begitu menggema memenuhi jalanan itu . Joy menarik nafas nya panjang , lalu mengeluarkan pistol yang selalu di bawa nya


Kletak .... Kletak ....


Joy melangkah pelan namun pasti , tangan kanan nya memegang sebuah pistol yang sudah siap ia bidikan jika ada yang tiba - tiba menyerang nya .


Tap .... Tap .... Tap ....


Krekk ....


Langkah Joy terhenti , sesaat kaki nya telah menginjak sesuatu di bawah nya , Joy memundurkan satu langkah nya ke belakang , kepala nya menunduk ke bawah , di lihat nya sebuah sling bag cantik , dan sebuah ponsel yang ia kenali . Joy berjongkok dan mengambil barang yang telah di injak nya tadi , sebuah sling bag hitam dan sebuah ponsel , di tatap nya lekat - lekat sling bag itu Joy ingat betul siapa pemilik tas itu .


Stella , ini tas mu ?


Ya ampun , aku hampir meninggalkan tas ku di dalam mobil mu , terima kasih ya Joy ini adalah tas favorit ku , hampir saja aku kehilangan nya .


Sekilas bayangan Stella terlintas di pikiran nya . Yah.... itu adalah tas milik Stella Joy masih ingat saat Stella meninggalkan tas itu di dalam mobil nya .


Joy menjadi yakin bahwa terjadi sesuatu pada Stella dan Anna . Joy mengambil tas dan ponsel milik Stella , juga mengambil tas milik Anna yang berada tidak jauh dari tas Stella .


Joy kembali mencari jejak , apa ada jejak yang tertinggal yang bisa menunjukan nya jalan untuk bertemu Anna dan Stella , dan benar saja Joy melihat jejak ban mobil yang tertinggal di sana , tidak jauh dari itu ada setetes cairan hitam kental , Joy mencium bau yang menyengat semacam bau oli yang menyengat .


Joy yakin ini jejak mobil , dan oli ini berasal dari mobil itu , mereka membawa Anna dan Stella , Joy langsung menuju mobil nya kembali , Joy yakin mobil itu belum lama pergi karena jejak oli yang tertinggal masih mengental , licin dan hitam penat .

__ADS_1


Ckitt....


Bremmm....bremmm.....


Wushh .....


Joy melajukan mobil nya dengan cepat , mengikuti jejak mobil dan oli yang tertinggal . Mata nya fokus ke depan , rahang nya sudah mengeras , amarah dan emosi yang terlihat di bola mata nya , tangan nya mulai mengepal sambil memutar bundaran stir di depan nya .


Sekilas bayangan Stella kembali terlintas di pikiran nya , Stella yang selalu ceria , manja dan cerewet kepada nya .


Joy teringat pada malam kemarin , saat Joy memeluk Stella karena khawatir . Joy dan Stella memang hanya sebatas teman namun kebersamaan mereka sejak kecil membuat kedua nya begitu dekat , sangat dekat , walaupun Joy selalu dingin dan cuek pada Stella , tetap saja hati nya selalu peduli dan mengkhawatirkan Stella . Seperti kemarin malam Joy rela menginap demi melindungi Stella .


Tin .... tin....


Bugh....


Joy , meluapkan amarah nya dengan memukul bundaran stir di depan nya . hati nya benar - benar tak tenang , saat ini Joy benar - benar mencemaskan Stella .


Aaaaa ....


Stella kenapa kau tidak menuruti ku , aku sudah bilang jangan keluar dari rumah , kenapa kamu tidak pernah menurut .


Joy terus mengumpat , meluapkan semua emosi nya , entah ada apa dengan nya biasa nya Joy tidak pernah secemas ini pada Stella .


Ckitttttt..... Dugh ....


Ah ... sial ,



Jalanan buntu , Joy tidak menemukan jejak oli dan mobil itu lagi , jejak nya menghilang , sedangkan Joy sudah masuk begitu dalam ke jalanan yang sepi , hanya ada pohon - pohon yang menjulang tinggi , menambah kesan horor di tepi jalan yang sepi , tidak ada satu kendaraan pun yang melintas , bahkan gedung - gedung mewah , rumah - rumah penduduk , sangat jauh dari sana .


"Halo, saya butuh bantuan kalian ." ucap Joy pada sambungan telepon .


Joy berbicara panjang lebar , Joy begitu serius , sampai akhir nya pembicaraan nya selesai .


"Baik , kami segera meluncur , kirimkan lokasi mu sekarang ."


Tut. telepon pun terputus , Joy mematikan sambungan telepon nya .


Joy menghela nafas nya panjang , jari tangan nya ia ketuk - ketukan pada stir mobil , Joy mencoba berpikir dimana mereka berada jalan mana yang harus di tempuh , karena ada dua jalanan yang harus di lewati kiri atau kanan .


****



Sedangkan di sisi lain , tepat nya di sebuah gedung tua yang menjulang tinggi , namun terlihat angker seperti lama tak d tempati . Ruangan yang begitu luas dan lebar , terlihat dua orang wanita yang terduduk di sebuah kursi dengan tangan yang terikat di belakang, kaki , juga tubuh nya yang di ikat tali .


Kedua wanita itu terlihat lemah , terdapat beberapa luka di wajah mereka , wanita itu masih menunduk dan tak sadarkan diri .


"Jaga mereka , jangan sampai lepas bila sudah sadar beritahu aku ." ucap seorang pria yang tak lain adalah Pablo Escobar . Rambut gondrong yang menjadi ciri khas nya , yang selalu ia ikat setengah bagian rambut nya ke belakang .



"Pastikan dia datang ."

__ADS_1


"Aku , sudah mengirim nya foto dia pasti datang mencari ke kasih dan kakak nya" ujar seorang pria yang tak lain adalah Aris .



Pablo memandang Aris dengan tatapan yang sulit di artikan . Pablo mencengkram kerah baju Aris dan berkata "Jangan pernah mengkhianati ku ." ucap nya demikian .


Aris yang di tatap seperti itu , langsung menurunkan lengan bos nya itu perlahan ." Apa maksud mu , aku tidak mungkin mengkhianati mu bos ."


"Aku tahu , kau menginginkan wanita ku bukan ? Jangan pernah menyentuh nya dia milik ku ." ucap Pablo dengan tatapan tajam nya , Pablo seolah tahu apa yang di lakukan Aris saat di mobil pada Stella . Yah .... Aris telah mengancam Stella juga menciumi leher jenjang milik wanita itu , Aris khilaf karena terpesona kecantikan Stella Aris khilaf bahwa hanya bos nya yang bisa menyentuh Stella .


"Bawa wanita ku setelah dia bangun ." ucap pablo , yang masih terus menatap tajam Aris . Lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu


Brukk....


Pablo menutup pintu itu dengan keras , suara nya memenuhi seisi ruangan .


Ah, sial ...


Umpat Aris .


Aris berjalan ke arah dua wanita yang terduduk lemas dan masih tak sadarkan diri . Aris mengangkat kepala Stella , kepala nya sedikit menunduk , mata nya terus menatap setiap inci wajah nya , Aris kembali melakukan hal yang sama , dia menciumi leher jenjang milik Stella sudah seperti candu nya .


"Baby, kau begitu cantik , maaf aku melukai mu ." ucap nya demikian seraya mengusap lembut darah yang mengalir di ujung bibir nya .


"Sayang , kau sudah ada yang memiliki "Lanjut Aris yang mengingat ucapan Pablo tadi .


Aris berpindah ke arah Anna yang di samping Stella , Aris mengusap lembut wajah Anna , menyibak beberapa helai rambut yang menghalangi wajah nya , di tatap nya lekat - lekat wajah Anna


Cantik ,


Satu kata yang terucap dari mulut nya


" Pantas saja , pria jepang itu menginginkan mu , seperti nya aku harus memberitahukan kekasih mu itu , tapi sayang nya dia tidak akan datang menyelamatkan mu , hahaha....." ucap Aris tertawa devil .


Aris mengambil sebuah kalung di dalam saku celana nya , Aris tersenyum smirk menatap kalung di tangan nya , entah apa yang akan Aris lakukan dengan kalung itu . Aris berbisik kepada seorang bodyguard nya , dan memberikan kalung itu sang bodyguard pun mengangguk mengerti lalu pergi .


Aris kembali berjalan ke arah Stella , diangkat nya kembali wajah Stella , lalu Aris mengambil beberapa foto di ponsel nya .


"Kita lihat , siapa yang lebih dulu mendapatkan mu , Bos ku atau si peretas itu ." ucap Aris dengan senyum devil nya


"Aku , akan memberikan nya waktu 10 menit , setelah kau sadar aku akan membawa mu ke hadapan bos ku , tapi ... kalau dia datang terlebih dulu kau akan selamat baby , kau benar - benar membuat ku terpesona lebih baik kau dengan ku saja baby , aku ingin memuaskan mu baby ." lanjut Aris yang terus menyentuh setiap inci wajah Stella .


"Bibir ini aku ingin sekali mengecup nya ."


Aris ...


Teriakan seseorang dari belakang mengejutkan nya , hampir saja Aris ingin mendaratkan bibir nya namun teriakan itu membuat nya menghentikan langkah nya itu .


Bugh ...


Satu pukulan mendarat di pipi nya , seorang pria menarik nya lalu memukul nya sampai terjatuh .


Klek ...klek ...


"Jangan macam - macam dengan ku , berani kau sentuh wanita ku lagi , peluru ini akan menembus kepala mu ." ucap orang itu tak lain adalah Pablo .

__ADS_1


Aris tak berkata apapun , dia hanya mengangkat tangan nya , lalu berkata ."Kau salah paham bos , aku hanya membasuh darah di bibir nya saja , malam ini dia akan menjadi milik mu , aku ingin dia terlihat cantik di depan mu itu saja ."


Pablo hanya menatap nya intens , lalu membawa Aris pergi dari ruangan itu .


__ADS_2