
Brakk ...
Arka marah besar, sampai menggebrak meja di depannya. Keadaan Atmaja group saat ini sedang kacau, semua data perusahaan hilang dan tersebar. Kondisi di dalam perusahaan sangat kacau, semua karyawan ketar-ketir mencari data-data perusahaan yang hilang. Dalam sekejap saham turun drastis Atmaja group kehilangan semua para investor.
Arghh, teriak Arka yang tersulut emosi bercampur kesal. Di balik kebanggaan nya karena merasa telah menghancurkan Stella juga Joy namun Arka tidak tahu, sebelumnya Joy sudah melakukan peretasan pada data perusahaannya sampai data perusahaan semua hilang dan dalam sekejap semua investor mundur dan hilang, mereka memilih untuk bekerja sama dengan perusahaan lain yang menjanjikan. Dalam sekejap Arka rugi besar dalam hal ini.
Di sisi lain Anna dan Kemi berhasil meyakinkan para investor untuk meninggalkan Atmaja group dan memilih bekerja sama dengan wallandou group. Dari dulu Anna selalu dengan mudah meyakinkan para investor-investor besar untuk bekerja sama dengannya. Seperti sekarang 70% investor yang bekerja sama dengan Atmaja group sudah Anna taklukan.
"Halo Joy, rencana kita berhasil tinggal menunggu rencana selanjutnya, tidak lama lagi Atmaja group akan menjadi milikmu." ucap Anna pada sambungan telepon.
"Baiklah, akan ku hubungi kau lagi nanti."
Tut ... tut ... sambungan telepon pun di tutup. Anna tersenyum lebar saat keluar dari salah satu perusahaan yang baru saja bekerja sama dengannya. Anna berjalan gontai satu tangannya ia naikan ke atas untuk memasangkan kaca mata hitamnya, Anna berjalan sambil melenggak-lenggokan tubuhnya saking bahagianya.
"Sayang." Teriak Anna yang menghambur memeluk Kemi yang menunggunya di depan mobil mereka.
"Bagaimana berhasil?" tanya Kemi yang memeluk Anna.
"Of course, selama ini aku tidak pernah gagal dalam melakukan pekerjaanku." jawab Anna bangga membuat Kemi gemas dan menciut hidungnya.
"Watashi no tsuma wa totemo atamagai ( Istriku memang sangat pintar )"
"Sekarang, apa yang kita lakukan?" tanya Anna.
"Ikut aku, kita akan pergi menangkap umpan."
"Maksudmu?"
"Aku ingin menambah sedikit bumbu dalam rencana kita, akan ku pastikan Atmaja group akan mengemis-ngemis pada kita." ujar Kemi lalu membuka pintu mobil untuk Anna setelah itu Kemi mengitari mobilnya lalu masuk dan duduk di bagian kemudi. Kemi pun menancap gas memacukan mobilnya dan pergi.
****
__ADS_1
Atmaja group
"Silahkan duduk, silahkan." ujar Arka yang mempersilahkan tamunya untuk duduk, Arka dan Reyhan begitu ramah dengan tamu mereka tidak seperti sifat aslinya.
"Selamat datang Tuan Akihiro, saya sangat senang karena anda datang ke perusahaan saya. Anda datang jauh-jauh dari jepang untuk kami, sungguh penghormatan bagi kami."
"Bukan masalah." ujar Kemi yang menyamar sebagai investor dari jepang.
"Sekretaris anda ini sangat cantik ya." ujar Arka yang melirik Anna yang berada di samping Kemi.
"Dasar laki-laki buaya." batin Kemi.
"Perkenalkan dia istri saya, Keiko Kana." ucap Kemi yang langsung merangkul Anna.
"Kon' nichiwa, go aistsu ( halo, salam kenal)" sapa Anna ramah. Yang di angguki Arka juga Reyhan.
"Sayang, apa tempat ini yang kamu maksud?" tanya Anna dengan gaya bicara orang jepang.
"Ya." jawab Kemi dengan senyuman.
Arka dan Reyhan saling pandang
"Ya, Lucifer dia adalah kakakku tapi sayangnya dia sudah meninggal, jadi sekarang akulah penanggung jawab perusahaan ini."
"Meninggal? Kenapa aku tidak mengetahuinya." gumam Kemi yang sedikit memperlihatkan kesedihannya.
"Saya dengar, beliau memiliki putri yang cantik dimana dia? Apa tidak ada di sini?"
"Mm ... sebenarnya kami tidak ingin mengatakan ini, putri Lucifer dia ... berada di rehabilitasi jiwa, dia mengalami gangguan jiwa saat masih kecil jiwanya terguncang jadi terpaksa keponakanku di bawa ke rehabilitasi jiwa."
"Ouh sayang sekali, kasihan sekali dia." ucap Anna ." Dasar, mereka bilang Stella gila, padahal Stella tidak pernah gila. Kedua paman yang hatinya keji." batin Anna yang menatap kedua pria di depannya kesal.
__ADS_1
"Sayang, aku haus apa tidak ada minuman disini? Atau makanan." ujar Anna sambil mengusap tengkuk lehernya.
"Ouh maaf, kami lupa memberikan jamuan tunggu sebentar." ujar Arka lalu menyuruh Reyhan untuk membawakan minuman untuk tamunya. Tak lama kemudian Reyhan kembali bersama seorang OB di belakangnya yang membawa sebuah nampan berisi dua cangkir teh dan aneka makanan.
Anna memakan semua makanan yang ada di hadapannya, karena memang Anna sangat lapar Kemi hanya tersenyum melihat istrinya yang lahap menghabiskan semua makanan.
"Kenyangnya terima kasih." ucap Anna, Arka dan Reyhan hanya mengangguk.
"Sayang, lihatlah ini perusahaan ini sudah bangkrut apa kamu yakin mau bekerja sama dengan mereka?" tanya Anna yang memperlihatkan sebuah artikel di situs web yang mengatakan bahwa Atmaja group sudah bangkrut dan bukanlah perusahaan besar lagi.
"Sepertinya kita tidak jadi bekerja sama, kalau seperti ini yang ada kita akan rugi iya, kan sayang."
"Tunggu sebentar, itu kabar tidak benar perusahaan kami baik-baik saja, hanya ada sedikit masalah, tapi kalian jangan khawatir kalau bekerja sama dengan kami saya akan jamin perusahaan kita akan berkembang pesat." ujar Arka
"Berkembang? Investornya saja hanya saya seorang apa bisa di bilang berkembang? Tidak, kami tidak ingin ambil resiko yang ada kami akan rugi." ujar Kemi
"Benar, kami akan rugi besar nanti sayang ayo kita pergi." ajak Anna namun di tahan oleh Arka.
"Tunggu sebentar, saya mohon kita bicarakan ini lagi, saya jamin kalian akan mendapat untung yang besar." ucap Arka
"Apa untung yang akan kami dapatkan? Semua investor tidak ada yang ingin bekerja sama dengan kalian dan aku harus memulai dari awal begitu, mencari para investor agar mau bekerja sama dengan perusahaan ini begitu."
"Anda akan mendapatkan perusahaan ini." ucap Arka demikian membuat Reyhan terhenyak.
"Kak, apa yang kau lakukan?",
"Diamlah Reyhan, kita tidak punya waktu lagi, selain menjual perusahaan ini, dari pada kita kehilangan pekerjaan dan kita di tuntut untuk membayar gaji karyawan dari mana kita untuk membayar, cepat lambat mereka semua akan menuntut kita." bisik Arka pada Reyhan.
"Maksud anda?" tanya Kemi
"Kami akan menjual perusahaan ini pada anda, asalkan kami masih bekerja disini, selain itu kami juga tidak punya dana untuk membayar gaji para karyawan, jadi demi kesejahteraaan karyawan juga kami dan perusahaan ini masih bertahan kami ingin menjual perusahaan ini pada anda." jelas Arka membuat Anna juga Kemi tersenyum apa yang mereka bayangkan menjadi kenyataan akhirnya Arka membutuhkannya bahkan memohon padanya.
__ADS_1
"Baiklah, kami akan pikirkan dulu selamat tinggal," ujar Kemi dan Anna yang berlalu pergi.
Arka mengusap wajahnya kasar, Arka sudah sangat bingung apa yang bisa di lakukan untuk mempertahankan perusahaan ini, apalagi para karyawan menuntut upah kerja mereka.