Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Memanipulasi kenyataan


__ADS_3

Lombok


Suasana kamar menjadi hening dan sunyi . Seorang wanita duduk di sofa dengan tangan di lipat di bawah dada. Seorang wanita yang terlihat gusar, kesal , marah , siapa lagi kalau bukan Jolie yang sedang menatap tajam kedua orang di depan nya .


Lintang dan Cici hanya menunduk takut melihat sang bos marah dan akan segera menerkam nya karena kecerobohan mereka yang membuat bos nya malu karena salah masuk kamar .


"Cikoooooo" teriak Jolie mengejutkan Cici. Chiko Mahalendra itulah nama asli nya , namun karena gaya nya yang lemah gemulai dan sedikit kemayu semua orang memanggil nya Cici , Dan Cici sangat nyaman dengan nama panggilan nya itu .


"Ciko , Ciko lagi Cici say ." ujar Cici dengan gaya bicara nya yang lembut seperti perempuan .


"Terserah mau gue panggil Cici , Ciko , Caca , mulut - mulut gue , kalian berdua sudah membuat ku marah !"


"Aduduh... Serem banget deh kalau sedang marah. Aduh say udah dong jangan marah!! . Oh ya Cici udah siapin gaun yang cantik buat nanti malam, biar cetar uuuu....lala ...."


"Iya Jolie jangan marah ,maafin gue , kejadian tadi tidak akan terulang lagi . Janji ." sahut Lintang merajuk seraya menangkupkan kedua telapak tangan nya untuk memohon .


Jolie menghela nafas panjang , lalu menatap kembali ke dua orang di depan nya , yang menunduk takut . Jolie memang sangat marah dan kesal tapi Jolie tidak bisa marah terlalu lama karena Jolie terlalu baik , Lintang dan Cici pun sudah bekerja dengan nya sangat lama , Lintang orang yang sangat ceroboh namun dia sangat tegas , dia mengatur semua jadwal nya . Cici orang yang paling peduli dan selalu memperhatikan gaya nya , semua penampilan dari busana sampai acsesoris yang di pakai nya itu semua Cici yang mengatur nya dan Jolie selalu terlihat keren dan paling Waw di atas panggung . Seperti hari ini Cici sudah menyiapkan pakaian untuk perform nya malam ini .


"Baiklah , ku maafkan kalian, sekarang pergilah !! Aku ingin istirahat ." ucap Jolie yang langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur . Cici dan Lintang senyum sumringah karena akhir nya Jolie tidak marah terlalu lama , mereka berdua pun pergi ke luar membiarkan Jolie untuk beristirahat namun kenyataan nya tidak bisa .


"Bagaimana aku bisa tidur nyenyak , wajah pria itu selalu saja terbayang - bayang. Arghh .... Sungguh memalukan , aku harap aku tidak akan bertemu dengan nya lagi ." umpat Jolie yang berguling - guling di atas tempat tidur nya .


Gambar hanya pemanis


Chiko Mahalendra / Cici



Lintang



****


Jakarta


Setelah pertemuan nya tadi dengan Shila , Tissa berdiam diri di dalam kamar nya membayangkan senyuman manis yang di tunjukan Shila membuat hati nya semakin panas . 17 tahun lama nya Shila pergi dari kehidupan nya namun tidak dengan hati nya. Perasaan dendam , iri , amarah menyelimuti diri nya Tissa sama sekali tidak bisa berdamai dengan masa lalu nya . Kehamilan nya yang tak di harapkan , kesakitan saat melahirkan , depresi , dan kehancuran membuat hati nya di penuhi dendam . Di tambah kebencian Amber pada nya membuat Tissa semakin membenci kehidupan di masa lalu nya .

__ADS_1


Dan hari ini , tanpa di rencanakan tuhan mempertemukan nya kembali dengan Shila yang kehidupan nya berbeda jauh dari diri nya .


"Shila yang awal kehidupan nya hancur karena hamil di luar nikah , lalu memiliki tiga anak kembar yang membuat kehidupan nya lebih baik , lalu dia bertemu dengan pria yang menghamili nya dan akhir nya menikah , mereka hidup bahagia.Sedangkan aku , aku hamil namun pria itu tidak pernah mau bertanggung jawab apalagi menikahi ku , dan sekarang aku memiliki anak dia malah membenci ku , ini tidak adil , tidak adil ."


Tissa terus bergulat dengan hati nya . Kehidupan yang tidak pernah adil dan tidak pernah berpihak pada nya , bila dia tidak bahagia orang lain pun tidak bisa bahagia terutama Shila .


Setelah lama bergulat dengan diri nya sendiri Tissa langsung berjalan menghampiri sebuah laci lalu ia ambil beberapa berkas di dalam sana , setelah itu Tissa melangkah keluar dari kamar nya menuju kamar putri nya Amber .


CKLEK!!


Tissa membuka pintu kamar putri nya tanpa mengetuk nya terlebih dulu . Setelah pintu itu terbuka Tissa pun masuk ke dalam kamar Amber .


"Aku tidak ingin di ganggu ." ucap Amber datar tanpa menoleh ke arah Tissa . Dia sibuk dengan alat tulis nya .


"Aku ingin berbicara dengan mu ." sahut Tissa yang berjalan pelan menghampiri Amber .


"Tapi aku tidak ingin ."


"Ini penting ."


"Apa kau akan bicara pada ku kalau ini tentang papa mu ?"


DEG!! Amber langsung terdiam , tangan nya pun ikut terhenti membiarkan pensil tulis itu jatuh ke bawah meja belajarnya .Dari dulu Amber selalu ingin tahu siapa papa nya ? Seperti apakah dia ? Namun Tissa tidak pernah menceritakan siapa papa nya , karena Tissa selalu menghindar dan pergi bila Amber bertanya tentang papa nya . Hari ini untuk pertama kali nya Tissa akan memberitahukan tentang papa nya , Amber membuat Amber tergertak hati nya .


"Maaf , kalau aku selalu menutupi tentang papa mu . Karena itu membuat ku selalu teringat pada nya"


Amber menoleh ke arah Tissa yang duduk di atas ranjang tidur nya , untuk pertama kali nya Amber mendengarkan perkataan Tissa .


"Dan maaf , aku selalu menyalahkan mu atas semua penderitaan ku . Kita adalah ibu dan anak tidak sepantas nya kita saling memusuhi . Amber , aku menyadari kesalahan ku yang tidak memperhatikan mu , aku ingin kita hidup seperti seorang ibu dan anak pada umum nya . Aku tahu kamu sangat menderita , hinaan - hinaan dari teman mu membuat kamu stress kan ? Mulai sekarang kau tidak akan lagi di hina oleh siapapun . Papa mu memang meninggal tapi karena ulah seseorang ."


"Maksud mu ? Apa papa di bunuh ?"


"Kemarilah , duduk di samping ku " titah Tissa yang menepuk tempat duduk di sebelah nya . Amber pun melangkah dengan ragu karena sebelum nya dia tidak pernah sedekat ini dengan ibu nya .


"Nama nya Vicky dia adalah papa mu ." ucap Tissa yang memberikan selembar foto pada Amber.


"Dia sangat tampan , siapa yang tega membunuh nya ?" ucapan Amber membuat Tissa mengingat kembali masa itu , masa dimana saat diri nya dengan tega menusuk Vicky , tanpa terasa bulir bulir air mata menetes di pipi nya .

__ADS_1


"Kau menangis ?" tanya Amber yang melihat air mata yang menetes di pipi ibu nya .


"Sudah ku bilang , aku selalu teringat pada masa lalu ku jika aku mengungkit semua ini itu sebab nya aku tidak pernah bilang tentang papa mu karena itu sangat menyakitkan . Disini aku lah yang paling tersakiti , dari mulai mengandung diri mu sampai melahirkan dan membesarkan mu aku berjuang sendirian tanpa seorang suami di samping ku ."


"Maaf ." Amber menunduk sedih , merasa bersalah kepada ibu nya karena memaksa nya untuk mengungkit masa lalu nya .


"Untuk apa kau minta maaf "


"Aku sudah membuat mu sedih ." ucap Amber lagi


"Tidak , tidak perlu minta maaf . Memang seharusnya kau mengetahui kebenaran nya , kau sudah dewasa dan saat nya untuk mengetahui segala nya."


"Lihatlah ini ." Tissa memberikan lagi selembar foto , di dalam foto itu ada diri nya dengan Shila saat masih muda . Gadis remaja yang tersenyum bahagia .


"Dia adalah adik ku dan juga tante mu ."


"Aku punya tante ?" tanya Amber polos


"Ya , dia lah tante mu nama nya Shila ." tunjuk Tissa pada foto Shila .


"Kenapa aku tidak tahu ? Selama ini kau tidak pernah bilang pada ku tentang adik mu atau pun tante ku ."


"Karena dia tidak pantas di panggil tante ."


"Kenapa ?"


"Karena dia lah yang membuat hidup ku hancur ."


"Tapi dia adik mu , tidak mungkin dia melakukan itu ."


"Adik !! Itu tidak berlaku untuk nya , dia memang adik ku tapi bukan adik kandung ku , dia adalah adik tiri yang tidak ingin melihat ku bahagia ."


"Dia sangat membenci ku juga nenek mu , karena dia tidak suka saat nenek mu menikah dengan kakek mu ? Dia anggap kami akan merebut semua kekayaan yang dia miliki , padahal kami tidak ada niatan itu sedikit pun , sampai akhir nya dia memfitnah kami dan kakek mu mengusir kami . Kami di tendang dari rumah tanpa hormat dia melempar semua pakaian kami hingga berserakan di atas tanah . Dia tersenyum saat kami pergi ."


"Lalu apa yang kalian lakukan ? Pergi kemana saat itu ?" Amber mulai terhayut dengan cerita pahit dari ibu nya , Amber tak menyangka masalalu ibu nya begitu kelam


"Aku juga tidak tahu harus pergi kemana , kami mencoba bertahan hidup sebisa mungkin , mencari tempat yang layak untuk tidur , aku mencari pekerjaan untuk menyambung hidup sampai aku bekerja di perusahaan besar . Aku pikir itu adalah kehidupan baru ku tapi ternyata tidak ."

__ADS_1


__ADS_2