Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Lamaran di terima


__ADS_3

Sehari sebelum nya


Mansion Alvero Wallandou


Di ruang kerja nya Vero terlihat sedang berbicara pada telepon , ada raut kebahagiaan di wajah nya .


"Tuan Azema , sepertinya putra - putri kita sudah saling menyukai , tanpa sepengetahuan kita mereka menjalin kasih , dan putra anda ternyata sahabat kecil putri saya yang selalu ia rindukan ." ucap Vero pada sambungan telepon .


"Itu berarti kita tidak memaksa menjodohkan mereka kan ? Kita akan lebih mudah untuk menikahkan kedua putra - putri kita kalau mereka sudah saling mencintai" Ucap Tuan Azema di ujung sana .


"Ya , seperti nya putri ku juga sudah tidak sabar haha..." Vero tergelak


"Kau tahu Tuan Vero , aku pikir apa yang sudah mengganggu pikiran putra ku , sampai - sampai dia terus bulak - balik ke indonesia , dan kau tahu ? Putra ku mendadak ingin menikah aku sungguh terkejut mendengar nya , selama ini putra ku terkenal sangat dingin , melirik wanita saja enggan , semalam tiba - tiba dia meminta ku untuk melamar seseorang , seorang gadis dari indonesia . Apa kau tidak tahu betapa terkejut nya aku dengan istri ku ."


"Tapi setelah aku tahu bahwa gadis yang ingin di lamar oleh putra ku adalah putri mu , oh .... sungguh aku bahagia , karena dari awal kita sudah menjodohkan mereka bukan ? Dan sungguh kehormatan bagi ku bisa berbesan dengan anda ."


"Lalu kapan kita akan bertemu dan membicarakan hal ini ? Bukankah lebih cepat lebih baik ? "


"Begini Tuan , Saya punya rencana ." ucap Vero pada sambungan telepon


"Rencana ? Rencana apa ?" tanya Tuan Azema .


Vero pun menjelaskan rencana nya, Dari mulai pembicaraan nya dengan Anna saat tadi siang , yang menyuruh menghubungi kekasih nya untuk datang , namun Vero meminta Tuan Azema untuk menyuruh Kemi agar tidak menjawab telepon , pesan , atau pun email dari putri nya karena mereka ingin memberikan kejutan untuk putri nya .


"Baiklah saya setuju , saya akan bicarakan ini dengan istri saya dan mencoba menjelaskan pada putra saya , kami akan berangkat malam ini ." jelas Tuan Azema .


"Tapi apa putri anda tidak akan marah ? Dia pasti gelisah apalagi kalau putra ku tidak mengangkat telepon nya ."


"Sekali - kali kita menjahili putra - putri kita tidak apa - apa kan ." ucap Vero tergelak .


"Baiklah Tuan Vero , saya setuju ."


"Saya tunggu kedatangan anda besok siang di rumah saya ."


"Tentu "


"Kalau begitu saya tutup telepon nya ."


Tut.


Vero pun menutup sambungan telepon , Vero tergelak membayangkan apa yang akan terjadi besok , Membuat Shila merasa aneh dengan suami nya itu .


"Apa yang kau tertawakan ." seru Shila yang masuk ke dalam ruangan nya , membawa secangkir teh di tangan nya .


"Kemarilah sayang , aku yakin kau juga akan tertawa ." sahut Vero yang menepuk tempat duduk di samping nya . Di simpan nya cangkir itu di atas meja lalu Shila duduk di samping Vero .


"Aku tidak pernah melihat mu sebahagia ini Mas ! Apa yang membuat mu tertawa ? "


"Bagaimana aku tidak bahagia sayang , sebentar lagi akan ada pesta di rumah ini , Putri kita akan segera menikah ."


"Apa kamu benar - benar akan menjodohkan Anna ? Bukankah Anna sudah punya kekasih ."


"Dengarkan dulu sayang , aku belum selesai bicara ."


"Mmm .... Baiklah , ayo katakan ." Shila menatap suami nya . Vero melingkarkan tangan nya pada pinggang istri nya menyeret nya lembut untuk lebih dekat .


"Mas, cepat katakan ."


"Istri ku ini selalu tidak sabaran ." ucap Vero yang langsung mengecup bibir ranum Shila


"Mas , kita ini sudah tua , kamu ini selalu saja menggoda ku ."

__ADS_1


"Satu kali saja ." Vero mengedipkan mata nya , semakin tua malah semakin jadi nih Vero. Shila yang sudah tahu maksud suami nya itu langsung mengecup lembut bibir suami nya sekejap lalu melepaskan tautan nya .


"Jangan minta lagi , cepat katakan ." Shila sudah kesal dengan Vero , suami nya ini semakin tua semakin menjadi .


"Baiklah , begini sayang tadi aku berbicara dengan Tuan Azema apa kau masih ingat !" Shila pun mengangguk


"Kami berdua sudah menjodohkan putra - putri kami , untuk di nikahkan , awal nya kami ingin memperkenalkan mereka terlebih dulu , tapi .... sepertinya mereka sudah saling mengenal bahkan sudah menjalin hubungan ."


"Kamu ingat , teman Anna sejak kecil ? surat cinta , bola kristal , berbalas email , bahkan kekasih nya yang sekarang mereka adalah orang yang sama."


"Jadi , kekasih Anna adalah teman kecil nya ? "


"Hmm .... "


"Dan kau tahu , teman kecil nya adalah Kemi , kekasih nya adalah Akihiro , kedua nya satu orang yang sama dia adalah Akemi Akihiro Masahi putra dari Tuan Azema yang akan di jodohkan dengan Anna ."


"Maksud mu Pria yang akan di kenalkan Anna adalah putra nya Tuan Azema ?" tanya Shila tak percaya .Vero hanya mengangguk .


"Kalau begitu untuk apa kamu meminta Anna untuk menghubungi kekasih nya , kita kan sudah tahu siapa orang nya ? "


"Aku ingin memberi kejutan untuk putri kita , bagaimana ekspresi nya nanti kalau ternyata kekasih nya tidak akan datang dan orang yang akan di jodohkan adalah kekasih nya sendiri ." Vero tergelak .


"Mas, apa tidak tega ? Kasihan Anna sekarang saja dia masih tidak tidur karena memikirkan kekasih nya yang sama sekali tidak memberikan kabar ."


"Biarkan saja ,sekali - kali menjahili anak sendiri tidak apa - apa kan ."


"Hmm .... " Shila hanya ber Hm ria .


****


"Mami, Papi aku sudah bilang aku sudah punya kekasih dan aku menolak lamaran ini "


"Kamu yakin ? Tidak akan menyesal sayang ."


"Aku sudah melihat nya , dan aku menolak nya." ujar Anna dengan lantang .


"Apa kau yakin Jo ."


Deg,


Jantung Anna terpompa begitu cepat , detakan jantung nya tak beraturan , suara itu ? panggilan itu ? Tidak lagi asing bagi Anna , Anna sangat mengenal suara itu dan apa tadi dia memanggil nya "Jo"


Mata Anna tertuju ke arah depan , mencari sosok pria yang ia rindukan , dengan tatapan kosong Anna menatap kedua orang tua nya . Perlahan Vero menggeser tubuh nya ke kanan memperlihatkan satu sosok yang Anna rindukan , seorang pria yang yang berdiri di antara Shila dan Vero , dengan sebuket bunga di tangan nya , bunga mawar yang ia janjikan .


Anna hanya diam terpaku , mulut nya sulit untuk berucap , seakan - akan bibir ini terkunci rapat .


Kemi


Batin Anna , yang hanya bisa berkata dalam hati .


Dari ujung sana Kemi berjalan selangkah demi selangkah , tatapan nya tidak lepas dari pandangan Anna .


"Aku kembali sesuai janji ku pada mu , aku bawakan seribu bunga untuk mu , dan aku datang bersama kedua orang tua ku untuk melamar mu , apa kau yakin kau akan menolak lamaran ini ."


Deg,


Jantung nya terpompa begitu cepat , ucapan Kemi membuat nya ingin menangis .Ingin sekali Anna berbicara tapi apa daya bibir ini sulit untuk berucap .


." Bukan maksud ku untuk menolak lamaran ini , tapi aku tidak tahu kalau ternyata kamu lah yang melamar ku ."


Batin Anna .

__ADS_1


"Jo tatap mata ku , izinkan aku untuk kembali mengulang perkataan ku"


"Ya ,ini yang aku mau ,katakan lagi Kemi katakan " Lagi - lagi Anna membatin .


Perlahan Kemi bersimpuh , kepala nya ia tegakan , bunga yang di genggam nya ia junjung ke depan , mata nya fokus menatap lembut mata Anna di depan nya .


Kemi menjadi pusat perhatian kedua orang tua mereka , begitu juga kelima saudara Anna yang kini berada di atas balkon menyaksikan lamaran sang kakak .


Seketika suasana jadi tegang . Kemi kembali berucap .


Kekkon Shite kudasai ....


(Mau kah kau menikah dengan ku)


Will you marry me ....


Semua orang tertuju pada Anna , suasana semakin tegang mereka menunggu jawaban yang akan Anna berikan .


Ayo Anna jawab apa susah nya sih "Iya" atau "Tidak"


Gerutu Jolie yang kesal dan greget menunggu Anna yang belum juga menjawab .


"Aduhh .... kebelet pipis nih !, kak Anna ayo dong jawab" , gumam Kanza sambil merapatkan kedua kaki nya karena menahan pipis namun tidak ingin melewatkan momen romantis ini .


Sedangkan Kenzo dia sibuk mengabadikan dengan ponsel nya , dan Kenzie dia jadi gereget sendiri , tangan nya heboh sendiri seperti sedang menantikan permainan sepak bola untuk mencetak gold . Joy hanya berdiri tenang sambil melipat kedua tangan nya .


Maukah kamu menikah dengan ku


Kemi mengulang kembali perkataan nya , berharap Anna akan segera memberi jawaban .


Anna menghela nafas panjang . Kalau di tanya jantung nya saat ini benar - benar berdegup kencang. Bibir nya sulit sekali untuk mengucap , Anna ingin sekali berteriak tapi apalah daya bibir ini terkunci rapat . Jadi Anna hanya bisa mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban .


Yeahhh ......


Prok .... prok ... prok ....


Dalam sekejap suasana menjadi heboh , terutama Kanza yang berteriak kegirangan . Kemi tersenyum lega Ia berdiri lalu menghampiri Anna dan langsung memeluk nya .


Kedua orang tua mereka pun terharu sampai menitikan air mata , Vero memeluk Shila erat dan tersenyum . Begitu pula dengan Tuan Azema dan istri nya .


"Owh ... aku terharu " ucap Jolie sedih


"Jangan menangis kak , carilah pria biar ada yang melamar kakak ." celetuk Kenzie


"Ishh... kau ini , aku sudah bilang aku belum ingin menikah ."


"Bilang saja tidak laku ."


"Aisst.. dasar adik menyebalkan ." gerutu Jolie


"Akhir nya akhir yang romantis , sempurna , perpecto " ucap Joy datar .


"Setelah ini giliran kakak melamar kak Stella ." celetuk Kanza


Uhuk ... uhuk ...


Ucapan Kanza membuat Joy tersedak , dan terkejut ." Apa maksud mu ." tanya Joy tenang , namun hati nya tak setenang ucapan nya , tiba - tiba jantung nya berdetak begitu cepat , gejolak hati nya dedebar tak karuan .


"Itu tidak akan terjadi."


"Apa maksud kakak tidak akan terjadi ? Jadi kakak akan melamar wanita lain ? Tidak , aku tidak setuju pokok nya hanya kak Stella yang akan menjadi kakak ipar ku . Titik !" Joy hanya membulatkan kedua bola mata nya , adik bungsu nya ini benar - benar menyebalkan .

__ADS_1


"Issh ... dasar bocah ."


__ADS_2