Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Memilih


__ADS_3

Pagi hari yang cerah tak semendung saat malam hari, hujan yang deras pun sudah mereda. Pagi ini adalah hari yang di tunggu-tunggu, semua orang sibuk dan bahagia menyambut hari ini.


Suasana riuh di mansion Alvero terjadi, keributan di pagi hari mulai terdengar, para wanita sibuk merias dirinya masing-masing. Gaun yang indah sudah mereka pakai, tema hari ini seperti desney karena kecantikan para wanita seperti putri desney layaknya cinderella.


Para pria sudah rapi dengan setelan tuxedonya. Joy, Kenzie, Kenzo sudah rapi dengan pakaiannya masing-masing.


Sedangkan di hotel semua sudah siap, ballroom hotel terlihat begitu mewah, di penuhi hiasan, bunga-bunga, dan pelaminan pun sudah siap, semua dekorasi yang megah, elegant, semua bernuansa putih. Para tamu pun sudah mulai berdatangan untuk menyaksikan pernikahan fenomenal antara dua gadis kembar dengan pasangan yang berbeda.


Kedua pengantin pria sudah siap, masing-masing sudah berdiri di altar pernikahan, tinggal menunggu sang mempelai wanita. Kemi yang sudah tidak bisa diam, hatinya gelisah menunggu Jo datang. Elang dia terlihat begitu santai dan mulai merasa bosan karena acara belum juga di mulai juga.


Kedua keluarga mempelai masing - masing sudah menunggu dan duduk di kursi nya masing-masing.


"Mah lama banget, udahlah batalin aja" ujar Elang pada nyonya Endra.


"Ngomong itu di jaga, kalau tuan Alvero dengar gimana?" ujar nyonya Endra sedikit berbisik.


CKLEK ...


Pintu utama terbuka, semua orang menoleh ke arah pintu termasuk kedua mempelai pria. Kemi yang sudah lama menunggu menantikan Anna muncul dari arah pintu. Elang yang penasaran seperti apa gadis purba-Nya.


Tap ... tap ... tap ...


Para bridesmaid mulai memasuki ballroom. Semua orang terpesona melihat kecantikan para bridesmaid Kanza dan Lusi sebagai bridesmaid yang mengenakan dress putih, rambut yang tergerai sedikit di buat bergelombang dengan mahkota di kepalanya. Membuat Zeni dan Shila terkagum-kagum melihatnya.


"Ouh ... putriku" gumam Zeni yang mengagumi putrinya Lusi. "Putriku juga" Timpal Alvin yang tak mau kalah.

__ADS_1


"Iya ... putri kita" sambung Zeni yang memberikan kiss jauh untuk putrinya.


"Lihat adik kalian cantik, kan" ujar Shila pada kedua putranya Kenzo dan Kenzie.


Sedangkan Joy menatap kagum, dan tersenyum manis kepada istrinya tercinta Stella, yang tak kalah cantik dengan Lusi dan Kanza. Stella menjadi bridesmaid yang berdiri di antara Lusi dan Kanza, tubuhnya yang ramping, mengenakan dress putih, dengan rambut di sanggul di belakang membuat aura kecantikannya terlihat di tambah lagi Stella terus tersenyum kepada semua orang yang ada di hadapannya.


"Dia tidak pernah dengar ucapanku, aku sering bilang jangan tersenyum pada siapa pun." gerutu Joy dalam hati, karena melihat para tamu lelaki terpesona dengan senyuman Stella.


Ketiga bridesmaid mulai melangkahkan kakinya di iringi alunan musik yang merdu, tidak lama kemudian Vero pun muncul wajah tampannya tidak pernah pudar masih saja sama seperti tuan muda yang dulu. Semua orang tertuju pada Vero mereka tidak melihat kedua mempelai wanita, dimana mereka?.


Sepersekian detik Vero mengulurkan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan, tak lama kemudian dua tangan dari arah berlawanan menggapai tangannya. Tangan itu berbalut sarung tangan putih yang menutupi sampai pangkal sikunya, kedua tangan itu pun perlahan menggandeng tangan Vero, semua orang tersenyum lalu bertepuk tangan akhirnya kedua mempelai wanita muncul juga.


Tapi ... ada yang membuat penasaran, wajah kedua mempelai tertutup kerudung dan tak terlihat. Vero menggandeng kedua putrinya berjalan menuju altar yang di iringi bridesmaid di depannya.


Lusi, Kanza dan Stella berbelok ke arah kursi para tamu dan bergabung dengan keluarganya. Vero terus melangkah membawa kedua putrinya ke depan sang mempelai pria.


"Aku ingin tahu seberapa besar cinta kalian pada putri saya, kalau kalian benar-benar cinta apa kalian bisa mengenal siapa pasangan kalian?" Elang dan Kemi saling pandang."


Sepersekian detik kerudung pengantin pun terbuka, Kemi dan Elang terkejut mereka bingung siapa Anna dan siapa Jolie. Begitu pula dengan semua para tamu undangan.


"Wah, ini rupa-Nya tantangan bagi kalian" ucap salah seorang MC.


Wajah Anna dan Jolie begitu mirip, dari make up, gaun, anting, gaya rambut, bahkan warna bibir pun sama, bahkan senyuman keduanya begitu mirip.


"Wahai untuk mempelai pria, inilah tantangan kalian, ayo ... kalian pasti bisa" MC menyemangati.

__ADS_1


"Kita lihat apakah mempelai pria akan mengenali calon pengantinnya masing-masing? Jangan sampai salah milih nanti kalian salah menikah haha ...." Semua orang tergelak. Tapi tidak dengan Kemi dan Elang keduanya begitu tegang.


"Ayo Kemi, kamu pasti mengenali ku" gumam Anna dalam hati.


"Semoga saja dia tidak mengenali ku" gumam Jolie.


Kemi maju lebih dulu. "Apa aku boleh mendekat" ujar- Nya.


"Ouh ... silahkan kalian berdua bisa mendekat" ujar MC. Semua orang begitu tegang apa mereka akan memilih yang benar? Atau sebalik-Nya.


"Ya tuhan mereka berdua sangat mirip, aku tidak bisa membedakannya" ucap Nyonya Endra. Jolie yang dulu berambut coklat kini mewarnai rambutnya berwana hitam pekat seperti Anna, jadi tidak ada lagi yang bisa membedakan antara keduanya.


Elang membuang nafasnya kasar, dia membayangkan saat dirinya salah mengira Anna adalah Jolie saat pertemuannya di bandara, jangan sampai kali ini dia salah memilih bisa bonyok dia di hajar Kemi. Sedangkan Kemi dia tetap fokus menatap antara Jolie dan Anna. Pasti ada perbedaan pikir-Nya. Kemi menutup matanya pelan di hirupnya nafas dalam-dalam. Kemi mencium aroma parfum yang ia kenal, Kemi pernah mencium aroma parfum ini, yah ... parfum Anna sekarang Kemi bisa membedakan mana Anna mana Jolie.


Sedangkan Elang menatap kedua mempelai dengan intens, di tatapnya seluruh tubuh milik Jolie pasti ada sesuatu yang membedakan antara keduanya. Elang terus menatap setiap inci wajah Jolie lalu dia tersenyum, dia menemukan apa perbedaan nya.


Bekas ciuman, yah bekas ciuman lebih tepatnya bekas gigitan nya pada bibir Jolie. Elang dan Kemi mulai melangkah maju, kini jarak kedua-Nya hanya satu langkah. Kemi menatap wanita di depannya, Elang pun melakukan yang sama. Keduanya mulai mendekat membuat Jolie dan Anna dag dig dug. Anna takut Kemi salah memilih, dan Jolie sangat dag dig dug saat Kemi berjalan mendekat ke arahnya.


Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, Anna dan Jolie langsung memejamkan matanya.


"Waw, lihat sebentar lagi mereka akan memilih, semoga pilihan yang tepat. Hei ... para lelaki ingat!! Pikirkan baik-baik, jika salah memilih kalian pun akan salah menikah." ujar MC yang membuat tegang semua orang.


GREP!!


Sepersekian detik, tangan Kemi dan Elang sudah mulai menarik tangan pasangannya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2