
Setelah melewati hari-hari yang penuh drama akhirnya Amber pun sudah pulih, hari ini Amber pulang dan sesuai permintaannya, Indra membawa Amber ke rumahnya.
"Dokter, di rumah dokter ada siapa saja? Apa istri dokter tahu kalau aku akan tinggal bersama dokter?" pertanyaan Amber membuat Indra speechlees.
"Apa dokter punya anak?" Amber terus bertanya, baru kali ini Amber begitu cerewet tidak seperti biasanya yang selalu terdiam.
"Apa kamu mau makan? Kita beli makan dulu, karena di rumah aku tidak memasak apa pun." ujar Indra mengalihkan pembicaraan.
Indra menepikan mobilnya di depan sebuah mall, lalu Indra dan Amber pun turun dari mobil nya memasuki ke mall bersama Indra. Indra lupa Amber tidak memiliki pakaian ganti, jadi Indra sekalian akan membelikan pakaian untuk Amber. Indra memasuki sebuah toko pakaian.
"Dokter, katanya mau beli makanan kenapa ke toko baju?" tanya Amber heran.
"Tidak ada wanita di rumahku, aku harus membelikanmu pakaian ganti bukan, sekarang pilih lah beberapa pakaian yang kamu suka." ujar Indra.
"Jadi dokter tinggal sendiri? Dokter belum menikah? Tapi usia dokter ...."
"Kenapa? Kamu pikir aku bujangan lapuk? Hidup sendiri bukan berarti tidak pernah menikah. Sudahlah cepat pilih, aku akan segera kembali."
"Tapi dokter mau kemana?"
"Aku mau membeli makanan." ucap Indra yang berlalu pergi membuat Amber bingung harus melakukan apa.
"Kenapa semua orang selalu saja membahas itu. Aku saja enjoy-enjoy aja hidup sendiri." gerutu Indra dalam hati.
Indra memang masih sendiri namun bukan berarti tidak tertarik pada wanita. Melihat dari usianya, Indra sudah sangat matang bahkan sudah sepantasnya menjadi seorang ayah. Namun karena masalalu nya membuat Indra tidak ingin lagi berurusan dengan wanita, dan tidak percaya lagi dengan yang namanya cinta.
Flashback on
Indra adalah seorang dokter yang profesional dia sangat terkenal diantara dokter yang lain. Namanya seorang dokter harus mayoritas kan pasien nya lebih dari apa pun. Kapan pun, dimana pun, saat di panggil seorang dokter harus siap melakukan tugasnya walaupun harus meninggalkan keluarganya.
Indra baru saja menikah, dengan gadis yang ia cintai dia seorang perawat di rumah sakit tempat dulu dia bekerja. Perjalanan cintanya cukup panjang, Indra menjalin hubungan bersama kekasihnya selama 5 tahun, sebelum akhirnya menikah. Cinta mereka tumbuh karena pertemuan keduanya yang setiap hari bertemu di rumah sakit. Usia pernikahannya baru seumur jagung.
Saat itu Indra sangat di sibukan oleh tugasnya sebagai seorang dokter, rumah sakit kedatangan para pasien korban kecelakaan lalu lintas, telah terjadinya kecelakaan beruntun di jalan X yang menyebabkan banyak korban yang terluka dan tak sedikit pula yang kritis. Indra sebagai dokter bedah sudah tugasnya melakukan operasi hari itu dalam sehari hampir 2 sampai 3 orang harus di operasi.
__ADS_1
Kecelakaan itu membuat Indra harus stay terus di rumah sakit, sampai dia tidak pulang-pulang ke rumah. Saat itu Indra baru saja selesai melakukan operasi Indra merasa lelah lalu pergi ke ruang kerjanya untuk beristirahat.
Indra menyandarkan tubuhnya di atas sofa lalu memejamkan matanya sejenak. Saat itu istrinya datang membawakan makanan untuknya.
"Sayang, tiga hari ini kau tidak pulang." Indra mengerjapkan matanya mendengar suara istrinya.
"Sayang kamu ada disini? Aku baru saja selesai melakukan operasi." jawab Indra yang terbangun.
"Aku membawakan makanan untuk mu , kau pasti belum makan, kan."
"Terima kasih sayang, kamu istriku yang paling baik." ucap Indra tersenyum lalu membuka kotak makanan nya.
"Apa kamu ada jadwal shif?" tanya Indra pada istrinya.
"Hari ini aku shif malam, aku kesepian di rumah kamu tidak pulang selama tiga hari, jadi aku minta saja shif malam biar aku bisa bertemu kamu."
"Maafnya sayang, tiga hari ini aku sangat sibuk, kamu tahu,kan! karena Kecelakaan itu banyak korban, dan mereka juga terluka parah." ucap Indra sambil melahap makanannya.
"Benar sayang?" Indra hanya mengangguk.
"Dokter Indra, dokter di tunggu di ruangan operasi oleh dokter Arman." ujar seorang perawat yang masuk ke ruangan Indra.
"Apa ada yang di operasi lagi? Bukankah ada dokter lain?"
"Semua dokter sedang melakukan operasi, dokter Arman kekurangan orang dia butuh dokter sekarang pasien harus segera di operasi."
"Apa keadaannya parah?"
"Dadanya tertusuk besi, dokter harus mencabut besi itu dari tubuhnya."
"Parah sekali. Baiklah saya akan segera kesana." jawab Indra yang langsung beranjak dari tidurnya.
"Sayang, aku harus segera pergi kamu tunggu di sini," ujar Indra pada istrinya. Lalu pergi
__ADS_1
"Kenapa selalu suamiku, apa tidak ada dokter lain." gerutu istrinya kesal.
Dua jam lamanya, Indra masih bergulat dengan alat medisnya di dalam ruang operasi, Kinan istrinya Indra masih menunggu di ruangannya. Tiba-tiba pintu terbuka
CKLEK!!
"Sayang kamu sudah sel ...." ucap Kinan tertahan karena yang datang bukanlah I Indra melainkan orang lain.
"Farhan." dia adalah mantan kekasih Kinan, laki-laki yang menyukai Kinan, namun hubungannya terputus karena Kinan lebih memilih Indra yang lebih tampan, juga mapan, Indra dokter terkenal di rumah sakit ini, dan kehebatannya tidak di ragukan lagi di banding Farhan yang hanya seorang dokter umum bukan spesialis seperti Indra yang bisa membuat Kinan menjadi lebih di pandang dan di hormati teman-temannya karena menikahi dokter senior.
"Kinan." bukannya menjawab Kinan langsung melangkah pergi ke luar namun di sanggah oleh Farhan yang menarik tangannya.
"Lepas Farhan," hardik Kinan yang mencoba memberontak.
"Aku tidak akan melepaskanmu, Kinan aku mencintaimu."
"Lepas Farhan."
Emm ... Farhan menarik Kinan dalam pelukannya, dengan cepat menautkan bibirnya. Awalnya Kinan sangat marah dan mencoba melepaskan ciuman Farhan, namun lama-lama Kinan menikmatinya, mungkin karena sudah beberapa hari ini Kinan tidak merasakan hal itu dari suaminya.
Kinan dan Farhan semakin memanas, mereka lupa dengan reputasi mereka, dan mereka lupa bahwa mereka sedang berada di mana. Dalam waktu bersamaan Indra pun datang, dia terkejut melihat istrinya bercumbu dengan panas di depan matanya.
"Kinan." teriak Indra yang tersulut emosi, membuat Kinan dan Farhan terhenyak. Kinan langsung menutup kembali kancing bajunya, dan merapikan bajunya yang berantakan begitu juga dengan Farhan.
"Indra, ini tidak seperti yang kau bayangkan." ujar Kinan gugup
"Bajingan."
Bugh ... bugh ... bugh ...
Dengan emosi Indra menghantam Farhan hingga membuat kegaduhan, mereka bergulat dan saling hantam. kegaduhan itu pun terdengar sampai ke kepala rumah sakit, seisi rumah sakit membicarakan mereka, tak sedikit dari mereka mengasihani Indra dan tak sedikit dari mereka merasa jijik pada Farhan dan Kinan. Setelah kejadian itu Indra memutuskan untuk menceraikan Kinan, kesalahannya tidak bisa di maafkan Indra sudah sangat kecewa. Kinan dan Farhan langsung di tendang mereka di pecat secara tidak hormat. Sedangkan Indra dia memundurkan diri.
Flashback off
__ADS_1