Putra - Putri Mahkota

Putra - Putri Mahkota
Berapa ronde?


__ADS_3

Malam berganti siang, Anna dan Kemi baru saja melakukan ritual mandinya, pagi hari Anna membuatkan teh hangat untuk pertama kalinya bagi suami tercinta. Kemi yang sedang duduk di teras Anna datang menyajikan teh untuknya.


"Apa ini?" tanya Kemi saat Anna menyajikan teh untuknya


"Teh hangat untuk suamiku." jawab Anna tersenyum lalu duduk di samping suaminya. Keduanya terlihat bahagia dan lebih romantis.


"Kok, teh-Nya tidak manis?" ucap Kemi setelah menyeruput tehnya.


"Masa! Tadi aku menambahkan nya gula," ucap Anna heran ."Apa kurang manis?" lanjut Anna.


"Iya, karena kalah manis sama kamu sayang."


"Kemi ...." Pipi Anna mulai merah merona gombalan Kemi di pagi hari membuatnya tersipu malu.


"Sekarang sudah pintar menggombal ya."


"Gombal sama istri sendiri tidak apa, kan!" Kemi tergelak sambil menggoda Anna yang pipinya sudah merah seperti kepiting rebus.


"Mau pergi bulan madu kemana?" tanya Kemi sambil menyeruput kembali tehnya.


"Apa perlu ya? Aku bukannya gak mau, tapi ... memangnya kamu gak sibuk?"


"Sayang, sesibuk apa pun aku akan selalu ada waktu untukmu."


"Kira-kira kemana ya! Aku ingin ke tempat yang indah, kita bisa menikmati alam, menghirup udara segar, dan ... hanya kita berdua, dekat sungai, atau danau, seperti kemah-kemah gitu."


"Kamu ingin kita melakukan honeymoon di alam terbuka?"


"Ya, seperti itu. Menghirup udara segar di pagi hari, tidak ada polusi, yang ada hanya pohon-pohon hijau, air yang jernih, pokoknya aku ingin kita berkemah hanya berdua."


"Agar tidak ada yang menggangu malam kita begitu!" ucap Kemi yang mengangkat sebelah alisnya.


"Kemi ...." Kemi tergelak


"Aku mencintaimu." ucap Kemi sambil memeluk Anna.


"Tapi aku tidak."


"Apa? Kenapa?"


"Tidak akan pernah pudar cintaku padamu." Anna tergelak, Kemi mengulum senyum


"Sekarang istriku sudah pandai menggoda rupanya." ujar Kemi yang menggelitik Anna membuat Anna geli.


****


Pagi hari di kediaman Elang.


Nyonya Endra sudah menunggu di meja makan untuk sarapan, Jolie terlihat menuruni anak tangga, sambil memijat-mijat pinggang nya karena pegal. Begitu pun dengan Elang yang memukul-mukul punggung lehernya karena pegal.


Nyonya Endra tersenyum "Mereka terlihat letih, apa mereka bermain sampai pagi? Ouh ... putraku benar-benar unggul, dia terlalu kuat sampai membuat menantuku letih." gumam Nyonya Endra dalam hati.

__ADS_1


"Pagi sayang"


"Pagi Mah" jawab Elang dan Jolie kompak. Lalu duduk di kursinya masing-masing.


"Berapa ronde semalam?" tanya Nyonya Endra membuat Jolie dan Elang bingung.


"Ronde? Apa Mah?" tanya Jolie heran.


"Ronde, kalian melakukan malam pertama sampai berapa kali? Duh, susah jelasinnya, kenapa sih punya mantu dan anak gak ngerti-ngerti"


"Itu tuh, emm ... anu ... belah duren, berapa kali belah duren?" Jolie dan Elang bersitatap.


"Kalian sampai pegal-pegal gitu, pasti melakukannya dengan giat. Elang kau jangan terlalu memaksa kasihan istrimu sampai lelah begitu."


"Ya, sangat lelah tubuhku terasa remuk." gumam Jollie.


"Leherku juga terasa patah" sanggah Elang.


Bagaimana tidak pegal-pegal, semalam bahkan sampai pagi mereka terus bergulat, Elang yang di pukul bantal oleh Jolie sampai lehernya terasa sakit. Jolie yang lebih dari satu kali dirinya terjatuh dari ranjang karena Elang terus mendorongnya.


"Mama harap bulan depan kamu hamil sayang."


Uhuk ... uhuk ... Jolie tersedak, mendengar ucapan Nyonya Endra, bagaimana bisa hamil malam pertama aja seperti kapal pecah. Namun Jolie hanya tersenyum.


"Oh iya kalian mau bulan madu kemana? " tanya Nyonya Endra


"Mm ... sepertinya tidak Ma, karena besok aku ada konser, ya ... konser, kamu juga sangat sibuk,kan sayang!" ujar Jolie yang pura-pura romantis.


"Memangnya konser dimana?" tanya Nyonya Endra


"Mm ... paris. Ya ... paris." jawab Jolie


"Kalau begitu, Elang kamu temani istrimu sekalian konser juga honeymoon iya,kan? Mama akan urus semuanya kalian hanya mengemas barang, besok kalian berangkat, Mama akan urus semua, hotel, tiket, dan lainnya. Akan Mama cari,kan tempat romantis untuk kalian."


"Iya, Mama terserah Mama saja." ujar Jolie tersenyum paksa. Elang hanya diam Mama nya ini terlalu ikut campur.


Drt ... drt ... ponsel Jolie berdering, ada pesan yang masuk. Joie membuka ponselnya ada seseorang yang mengirim sebuah foto nya, mata Jolie terbelalak dia melihat foto pernikahannya dengan Elang di tusuk pisau juga di penuhi darah. Jolie tercengang siapa yang mengirim ini.


"Ada apa sayang?" tanya Nyonya Endra


"Tidak ada, hanya pesan singkat saja." jawab Jolie gugup. Elang menatap Jolie aneh seperti ada yang di sembunyikan.


Drt ... drt ...


Ponsel Jolie kembali berdering kini ada telepon, Jolie pamit sebentar kepada mertua dan suaminya untuk mengangkat telepon, Jolie melangkah jauh dari ruang makan lalu mengangkat telepon nya dari Lintang.


"Halo Lintang ada apa?"


"Halo Jolie, pertama aku ingin mengucapkan selamat padamu. Akhirnya kamu jadi pengantin baru."


Hm ... Jolie hanya ber Hm ria.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka ternyata kamu menikah bersama pria itu, karena salah kamar kamu jadi berjodoh, kamu harus berterima kasih padaku, karena aku memberikan nomor kamar yang salah jadi kamu bertemu dengannya."


"Jodoh kau bilang, ini bukan jodoh tapi musibah."


"Kau ini, ingat!! Benci akan jadi cinta, jangan terlalu benci nanti ujung-ujungnya, cinta"


"Ih ... amit - amit."


"Amit-amit apa imut-imut."


"Lintang ... sudah jangan bahas itu. Begini ada yang ingin aku katakan ini serius." suara Jolie sedikit merendah


"Apa?" tanya Lintang di ujung sana.


"Apa kamu tahu kabar tentang Chris? Penggemar gila itu?"


"Tidak, semenjak dari lombok aku tidak pernah melihatnya lagi. Sudahlah jangan di pikirkan lagi, Chris pasti sudah tahu kamu menikah jadi dia tidak akan mengganggu mu lagi."


"Aku tidak bisa tenang sebelum melihat jasadnya. Aku merasa tidak enak."


"Sudahlah, keputusan mu untuk menikah itu sudah benar, Penggemar gila itu tidak akan mengganggu mu lagi."


"Tapi aku takut dia masih mengikuti ku, baru saja, aku mendapat teror lagi, aku tidak tahu dari siapa yang jelas, dia seperti mengancam ku, aku merasa itu Chris dia yang mengirim itu."


"Memangnya dia meneror mu apa lagi?"


"Nanti ku kirim padamu."


"Baiklah, kamu tenang, pokoknya jangan pergi tanpa pengawalan bila perlu kau ajak suamimu kemana pun kau pergi."


"Sudah dulu ya Lintang, aku tidak enak kami sedang sarapan bersama."


"Ya, baiklah bye."


"Bye" Tut ... telepon pun di tutup. Jolie kembali lagi ke ruang makan. Setelah selesai sarapan Nyonya Endra menyuruh Elang mengajak Jolie untuk jalan-jalan. Mereka berdua hanya jalan-jalan di sekitaran rumah.


"Tunggu disini, aku akan segera kembali." titah Elang membuat Jolie bingung


"Mau kemana kau bodyguard bodoh."


"Dasar gadis purba, tidak bisakah kau berbicara sopan padaku."


"Tidak." ketus Jolie. Dari pada berdebat Elang lebih memilih pergi. Jolie melihat kepergian Elang, ternyata Elang pergi menghampiri anak-anak yang sedang bermain bola di sembrang jalan. Elang terlihat akrab dengan anak-anak itu, mereka bercengkrama bahkan anak-anak itu memeluk Elang.


"Siapa mereka? Elang sedekat itu apa tidak merasa kotor?" tanya Jolie dalam hati. Jolie mulai bosan Elang begitu lama bercengkrama dengan anak-anak itu, Jolie pun penasaran apa yang di bicarakan, Jolie pun memutuskan untuk menghampiri mereka.


Jolie berjalan melangkah menyeberangi jalan tanpa melihat ke arah kanan dan kiri, tiba-tiba ...


BRUKK ,


Akhh ...

__ADS_1


"Om, kakak itu terserempet motor." ujar salah satu anak-anak itu. Semua anak termasuk Elang langsung menoleh ke arah sebrang, Elang terkejut melihat Jolie yang sudah duduk di atas aspal sambil memegangi angkel kaki nya.


__ADS_2